Genap 3 bulan Kirana dan Hani berada di kota Paris dan akhirnya kini sudah kembali ke tanah air, kedatangan Kirana yang tidak pernah di duga oleh semua kelurganya membuat sang kakak Alena terkejut, begitu juga Kaisar yang tidak menduga akan hal itu.
Tidak ada satu keluarga pun yang bertanya tentang alasan Kirana kembali lagi, mereka semua hanya menyambut baik dan menerima Kirana seperti biasanya sebagai salah satu anggota keluarga, Alena sengaja melakukan hal itu karena ingin Kirana sendiri nantinya yang akan menceritakan segalanya.
Hingga satu bulan berlalu dan Kirana ingin berbicara serius dengan semua keluarga Nugraha, kebetulan sekali hari ini semua berkumpul di Mansion milik Alena dan Edward, Kaisar juga makan malam disana bersama dengan yang lain, kebetulan juga Hani di undang oleh Kirana untuk ikut bergabung.
Setelah makan malam selesai, Kirana segera angkat bicara.
"Maaf, saya ingin membicarakan hal yang serius tentang jalan hidup saya selanjutnya, dengan semua keluarga yang ada disini"
Alena tersenyum dan kemudian meminta tolong asisten rumah tangganya untuk membawa anak-anak kecil keluar dari ruang makan menuju ke ruangan bermain.
"Ada apa Kiran?, Katakan semuanya, kami sebagai keluarga, akan membatu sebisa mungkin" ucap Alena
Tak kuasa menahan semuanya, Kirana langsung memeluk Alena dengan tangisnya, Hani membantunya dengan mengusap lembut punggungnya untuk menenangkan Kirana kembali.
"Terimakasih kak Alena, terima kasih atas hadiah kecilmu yang sangat berharga dan tidak ternilai harganya, selembar kertas yang kau berikan padaku, membuka mata hatiku, Aku ingin berhijrah kak" ucap Kirana.
"Maksudnya?" Tanya Alena.
"Aku ingin menjadi wanita muslim yang lebih baik, aku ingin menutup aurat ku" ucap Kirana.
"Alhamdulillah..!" Suara semua orang hampir serempak mengucap syukur.
"Saya juga.." sahut Hani.
"Alhamdulillah..!" Sekali lagi suara serempak dari semua orang yang ada di sana.
Edward tersenyum dan menepuk bahu Kaisar, tanda merasakan kebahagiaan atas jalan yang akhirnya di tempuh oleh Kirana.
Jasmine dan Ratu segera beranjak dari duduknya dan ikut memeluk Kirana, hingga Alena hampir di buat sesak karenanya.
"Aduh Mom, minggir dulu, aku hampir gak bisa nafas ini!" Teriak Alena dan membuat semuanya langsung tertawa di tengah tangis kebahagiaan yang baru saja di rasakan.
"Dasar kau itu Al, selalu saja mengacaukan suasana!" Sahut Jasmine disambut dengan senyuman lucu dari Alena.
Kaisar ikut meneteskan air mata melihat sang adik tercinta akhirnya mendapatkan hidayahnya, sebagai kakak, Kaisar sangat bersyukur akhirnya Kirana menemukan jalan hidup yang selau di harapkan nya.
"Mommy bahagia kamu akhirnya memutuskan hal ini dalam hidupmu Kiran, tapi jangan salah, berhijrah tidaklah gampang, kamu harus kuat mulai sekarang, akan banyak badai menghantam mu, dan yakinlah itu semuanya cara Allah meninggikan derajat umatnya" ucap Jasmine sambil membelai lembut kepala Kirana yang sudah dianggap anaknya sendiri.
"Apa kau sudah siap dengan konsekuensinya Kiran?, Kakak pastikan semua sponsor akan membuang mu dari daftar mereka, kerjasama kontrak kerjamu akan di batalkan semua, dan pastinya beritanya akan viral, ini kesempatan emas bagi Rival mu untuk menjatuhkan kariermu sebagai model sampai ke dasar, kau akan dianggap seorang Model yang telah gagal di mata Dunia, tidak ada lagi Top Model papan atas bernama Kirana, apa kau siap dengan hal itu?" Ucap Alena.
"Aku siap dan ikhlas kak, aku pasrahkan semuanya atas kehendak-NYA" sahut Kirana dengan mantap.
"Dan kau Hani, siap untuk sementara hidup hemat dengan sisa uang yang kau punya?, Karena sebentar lagi tidak akan ada lagi yang memberi kalian gaji" ucap Alena sambil tersenyum.
"Saya..?" Hani merenung sejenak hingga di kagetkan dengan peringatan Kirana.
"Hani..?!" Kirana memperingatkan.
"Oh, iya, siap-siap, saya siap Nona Alena" jawab Hani mantap pada akhirnya.
"Bagus, dan jangan panggil aku nona, panggil saja aku kakak, seperti Kirana memanggilku"
"Apa?!, Benarkah?" Sahut Hani tidak percaya, dan dengan senyuman yang bahagia diapun mengangguk.
"Rupanya adikku sudah menemukan jalan hidup yang lebih baik lagi sekarang, kakak sangat bersyukur" ucap Kaisar dan langsung memeluk adik tercinta dengan sangat erat.
Hari itu menjadi sejarah hijrahnya seorang Top Model yang sudah mendunia untuk melepaskan segala gemerlap dunia model yang sudah di raihnya, Kirana sangat bersyukur semua orang mensuport apa yang telah dilakukannya, kini beban di hidupnya yang selama ini selalu menghimpitnya terasa hilang seketika.
**
Seminggu kemudian Kirana yang sudah mengubah cara pakaiannya yang sangat tertutup dan dengan hijab di kepalanya, mengadakan konferensi pers, didampingi oleh Arumi Saraswati yang masih tidak percaya dengan keputusan hidup yang diambil oleh Kirana.
"Ya Tuhan, Hani, kau juga sama dengan Kirana?" Ucap Arumi sambil memijit kepalanya.
"Maaf Bu, saya tidak bermaksud membuat Bu Arumi ikut pusing karena hal ini, tapi saya sudah mantap melakukan semua ini, bukan karena Kirana saja, tapi karena saya lebih merasa nyaman dan terjaga" ucap Hani.
"Iya, aku tau, tapi kamu tau sendiri kan karier Kirana sekarang ini lagi bagus-bagusnya, bahkan apa yang dilakukannya di Paris kemaren malah membuat performanya semakin mendapat rating tertinggi, dan sekarang dia akan melakukan semua ini, ya Tuhan..aku bisa gila mendapat protes dari semua brand yang sudah mengikat kontrak kerja dengannya" ucap Arumi sambil memijit kepalanya kembali.
"Maaf Bu, saya akan bertanggung jawab, kalau ada yang meminta ganti rugi, biar saya yang akan membayarnya, saya tidak ingin menyulitkan ibu lagi" sahut Kirana yang baru saja tiba dan kini duduk di dekat Arumi.
Arumi yang melihat Kirana sekarang memakai pakaian tertutup dengan hijabnya terhenyak tak percaya, aura kecantikan nya bukannya surut malah semakin terpampang nyata, hingga dia masih terbengong sampai kemudian di sadarkan dengan senyuman Kirana yang sudah berada di depan matanya.
"Bu Arumi?!" Ucap Kiran.
"Oh, iya, Kiran, kau sudah datang sayang?" Ucap Arumi.
"Iya Bu, apa Bu Arumi mendengar apa yang saya katakan tadi?" Ucap Kirana sambil tersenyum.
Arumi tersenyum, entah kenapa emosinya seketika menjadi mereda melihat Kirana yang sudah duduk di dekatnya dengan senyuman yang membuat hatinya terasa teduh.
"Jangan khawatir, ibu akan mengurus segalanya, dan ibu pastikan semua baik-baik saja sayang, ayo, kita lakukan konferensi pers sekarang" ucap Bu Arumi.
Hani yang sempat bersitegang dengan Bu Arumi tersenyum dan kemudian beranjak mengikuti langkah Kirana.
Konferensi Pers segera dimulai, Kirana menjelaskan semuanya dan membuat semua peliput media yang hadir terkejut tidak percaya, hingga akhirnya Arumi memberikan 3 pertanyaan yang boleh diajukan untuk Kirana sebelum konferensi pers diakhiri.
"Apa alasan mendasar Anda sebagai Top Model yang sedang melambung di tanah air ini, memutuskan mundur dari Dunia Model dan berhijrah seperti sekarang ini?" Pertanyaan yang pertama diajukan.
"Jawaban saya sangat sederhana, karena saya ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi di mata Allah sang Pencipta, dan karena saya sadar Dunia sementara dan Akhirat selamanya" jawab Kirana.
"Bagaimana dengan spekulasi masyarakat bahwa anda melakukan hal ini karena insiden kegagalan penampilan anda yang terjadi di kota Paris?" Pertanyaan ke Dua.
"Saya tidak merasa insiden itu suatu kegagalan, tapi lebih pada sebuah perlindungan Allah terhadap saya agar tidak terus terhanyut dalam jalan yang salah, saya yakin Allah sangat mencintai saya dan tidak rela saya melakukan lebih banyak dosa hingga dia mendekatkan saya pada-NYA dengan cara-NYA"
"Lalu bagaimana dengan Seorang laki-laki yang kabarnya dulu pernah dekat dengan Anda, tuan Alfaro?"
DEG
Seketika Kirana terdiam karena terkejut dengan pertanyaan terakhir.
"Maaf, saya memberi kesempatan untuk bertanya tentang nona Kirana sebagai model, bukan masalah pribadinya" ucap Arumi sedikit emosi.
"Tidak apa-apa Bu Arumi, saya akan menjawabnya" sahut Kirana sambil tersenyum.
"Saya dan tuan Alfaro tidak ada hubungan apapun sampai detik ini, dan tentang hubungan kami, biarlah Allah yang mengurusnya, saya hanya akan fokus istiqomah belajar memperbaiki diri" jawab Kirana dengan santun dan tenang.
Semuanya terdiam, jawaban yang di berikan oleh Kirana mampu membuat semua awak media merasa lebih dari cukup untuk bertanya lagi, hingga akhirnya acara pun selesai dan di tutup dengan permintaan maaf dari Kirana dan peresmian dirinya mundur dari dunia Modeling untuk saat ini.
Bersambung
Lalu apa yang terjadi dengan Kirana dan Hani selanjutnya..yuk kita tunggu Episode berikutnya..jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, KOMEN, dan memenangkan hadiah yang menarik dari Author yang akan di umumkan di Episode 60 nanti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments
Mei Andari
Luar biasaaaa...menarik ceritanya 🤗
2024-09-03
2
Runik Runma
mantap alur ceritanya
2024-08-27
0
Lili Ismail
Keten ceritamu thor
2024-07-21
0