Episode 4

Hari telah berganti, keberadaan Kirana kini sudah sembuh seperti sedia kala, saatnya bergabung dengan model yang lain dan kini sedang melakukan meeting dengan beberapa pemilik produk ternama, seperti yang selalu terjadi, sang pemilik produk langsung melirik Kirana dengan wajah cantik, bergaris tegas dan full Asia yang selalu banyak di minati.

Viona tersenyum tipis, rasa kecewa dan tidak suka sangat terlihat nyata, hingga dirinya memberikan opsi pilihan lain ke pemilik produk ternama.

"Maaf tuan Christopher, apa anda tidak salah pilih, aku hanya khawatir saja dengan kemampuan model Agensiku yang satu itu, dia masih harus banyak belajar karena sering melakukan kecerobohan" ucap Viona.

"Benarkah?, Tapi aku melihat di beberapa penampilannya, dia paling menonjol dan sukses membuat banyak orang menyukai gayanya"

"Apa anda tidak melihat banyak kejadian fatal yang sudah di lakukan nya?" sahut Viona.

"Dan saya pastikan itu adalah sabotase dari seseorang yang sayang sekali sangat susah saya untuk membuktikannya, atau mungkin orang itu adalah orang-orang penting di agensi kita, seperti anda misalnya Nona Viona?" Sahut Kirana dengan tenang dan berani.

"Kau_!"

"Hei, sudah, kalian tenanglah!" ucap salah satu pemimpin Agensi SEM.

Kemudian kesepakatan segera di lakukan, dimana pemilik merek ternama sebuah pakaian akhirnya tetap memilih Kirana sebagai model utamanya, tentu saja hal itu semakin membuat Viona bertambah murka.

Kontrak kerjasama segera di tanda tangani oleh Agensi dan Kirana tersenyum puas dengan apa yang memang harusnya dia dapatkan, bahkan salah satu pemimpin tertinggi Agensi SEM memberikan ucapan selamat padanya.

Tidak tinggal diam seorang model papan atas yang banyak link dan juga kenalan orang-orang penting segera merencanakan sesuatu, tentu saja ini entah yang ke berapa kali dia membuat kekacauan di pekerjaan Kirana.

**

Malam sebelum acara penting promosi beberapa pakaian merek terkenal di luncurkan, Kirana mendapatkan hadiah spesial dengan sambungan langsung video call dari sang kakak perempuan yang sangat dia rindukan.

Hani yang selalu mengagumi kecantikan kakak perempuan Kirana sangat bahagia ketika ikut di sapa olehnya.

"Terimakasih Nona Alena, sudah mau menyapaku" ucap Hani dengan senyum bahagianya.

"Hei, kenapa kau bicara seperti itu, aku yang seharusnya berterimakasih padamu karena sudah menjaga adikku dengan baik"

"Oh tentu saja Nona, aku sangat bangga bisa berada di antara keluarga Nugraha, sungguh nona Alena" ucap Hani dengan semangat.

Alena tersenyum dan kemudian segera melanjutkan perbincangannya kembali bersama dengan Kirana, beberapa nasehat tak lupa di berikan kepada Kirana agar selalu menjaga ibadah wajibnya apapun yang terjadi, hingga Akhirnya perbincangan di akhiri dengan salam dari sang Kakak tercinta.

"Ingat akan keberadaan kita di Dunia ini Kiran, tidak ada satu hal pun yang bisa menandingi kuasa- NYA, untuk itu mintalah selalu perlindungan pada-NYA" Ucap Alena di akhir perbincangan, seolah dirinya tau betapa beban berat sedang menimpa Kirana.

Tak berapa lama Kirana menutup handphone nya kemudian dirinya terdiam lalu meneteskan air mata, seketika Hani memeluk Kirana untuk menguatkan Sahabatnya kembali.

"Ayolah Beb, ingat kata Nona Alena, kita harus kuat dan selalu meminta perlindungan-NYA, Jangan pernah menyerah, apalagi hanya untuk menghadapi seorang manusia" ucap Hani sambil membelai rambutnya dengan lembut.

"Entahlah Han, aku merasa sendirian disini, dan kenapa langkah kakiku terasa sangat sulit mengembangkan karir di negara ini" ucap lirih Kirana di tengah Isak tangisnya.

"Kita harus hadapi dulu jalan yang sudah kita pilih, setelah itu baru kita bisa memutuskan kembali untuk terus atau berhenti setelah kita menjalaninya Beb"

Kirana terdiam, menarik nafas panjang, kemudian masuk kedalam kamarnya, mengambil air untuk bersuci dan melakukan ibadah, malam itu dia gunakan seluruhnya untuk memohon ampunan dan perlindungan kepada sang pencipta, dia begitu memasrahkan segalanya di dalam doa panjangnya.

**

Gemerlapnya lampu latar fashion show yang akan segera dilakukan begitu meriah dan menyilaukan mata, kali ini semua rancangan istimewa dari produk terkenal yang akan dikenakan oleh Kirana sudah disiapkan dengan Rapi di sebuah kamar khusus untuk Kirana berserta beberapa penata busana dan make up nya.

Kini Kirana sudah bersiap tampil, pakaian yang sudah disediakan untuknya sudah dipakainya, seulas senyuman dari penata bajunya nampak jelas di cermin, mereka selalu puas saat pakaian mereka di pakai oleh Kirana yang nampak begitu cantik dan mempesona.

"Sempurna Beb, kau memang yang terbaik" ucap Hani dengan senyum senangnya.

Kirana membalas senyuman semua orang yang ada diruangan itu, sudah menjadi ciri khasnya bahwa model yang satu ini akan mengucapkan terimakasih atas apa yang sudah dilakukan tim kerjanya, hingga kemudian saatnya dia tampil di atas panggung.

Suara gemuruh dan tepukan tangan didengarnya, Kirana dengan langkahnya mempersembahkan penampilan yang terbaik, hingga tak lama dia merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya, kulitnya terasa sangat gatal dan terbakar, semakin lama dirasakan semakin kuat.

Dengan tetap tersenyum Kirana menahan semuanya, hingga dia merasa perih di kulit yang tertutup oleh bajunya.

"Sial, siapa yang berani mengerjai ku, dan kulitku rasanya sangat perih, sepertinya lecet dan mengelupas" batin Kirana masih dengan tenang berusaha tetap santai berjalan di atas catwalk.

Sampai akhir dari pertunjukan nya, Kirana merasakan tidak kuat lagi, dirinya berusaha tetap tersenyum saat ingin berganti baju yang berikutnya, setelah dibelakang panggung dirinya langsung berlari sambil berteriak memanggil Hani.

"Hani, tolong, buka bajuku cepat, akh!" Teriak Kirana membuat teman satu timnya sangat terkejut.

Mereka semua terperanjat saat membuka baju Kirana dan melihat sebagian kulitnya sudah melepuh bahkan banyak yang mengelupas, tetesan darah bahkan sudah menempel di beberapa bagian bajunya.

Semua orang disana langsung Panik, tidak mungkin lagi meneruskan acara ini dengan kondisi tubuh Kirana yang seperti itu, hingga akhirnya Kirana jatuh pingsan karena tidak kuat lagi menahan nyeri di sekujur tubuhnya.

Keadaan semakin heboh, ketika ambulan sampai di tempat dan segera menggotong tubuh Kirana lalu melarikan ke rumah sakit. Ditemani oleh Hani dan beberapa tim yang membantunya, Kirana di bawa keRumah Sakit.

Sementara seorang laki-laki yang baru menyadari apa yang tengah terjadi dengan Kirana segera berlari masuk ke dalam mobilnya dan ikut menyusul di belakang ambulan, bersamaan dengan itu seorang perempuan tengah tertawa puas dengan apa yang sudah terjadi dengan Kirana.

Sampai di rumah sakit, Kirana mendapatkan penanganan yang cepat, segera terpasang infus dan beberapa perawatan luka di sekujur tubuhnya, salah seorang dokter sangat terkejut melihat luka yang begitu mengerikan di kulit Kirana.

Hani masih sangat cemas dan menangis saking bingungnya, beberapa teman berusaha menenangkannya, hingga seorang dokter spesialis kulit keluar dan memberi tahu bahwa Kirana sudah sadar dan akan mendapatkan perawatan kusus untuk beberapa Minggu ke depan.

Seorang laki-laki mendekat dan menanyakan keadaan Kirana ke Hani, sedikit penjelasan di berikan oleh Hani dengan berat hati.

"Maaf Han, aku tidak bisa ikut menjaga Kirana, masalahnya_"

"Sudahlah tuan Faro, mohon doanya saja, siapa pelaku dari perbuatan ini akan segera di temukan dan mendapat hukuman yang setimpal" sahut Hani geram.

"Aku berharap juga begitu" ucap Alfaro yang kemudian di kejutkan dengan suara deringan handphone nya.

Rupanya Sang kekasih yang tak lain adalah Viona yang sedang mencarinya, karena ingin pulang dari acara yang sudah selesai. Alfaro tampak bingung dan dengan terpaksa pamit ke Hani sambil menitipkan pesan.

"Aku pulang dulu, ada urusan mendadak, tolong sampaikan salam ku ke Kiran, aku akan menjenguknya kembali" ucap Alfaro.

Hani tidak menjawab apapun dan hanya memandang kepergian Alfaro sambil mengumpat dalam hati.

"Dasar brengsek" batin Hani.

Tak lama kemudian, sang dokter yang menangani Kirana segera memberikan perintah untuk memindahkan Kirana ke ruang VVIP selama masa perawatan pemulihan kulitnya.

Kirana tersadar dan melihat Hani berada di sampingnya sambil memegangi tangannya, Kirana tersenyum lalu membelai lembut rambut Hani yang tengah ketiduran.

Air mata Kirana menetes deras, saat dirinya masih bisa merasakan sakitnya kulit tubuhnya dan kejadian-kejadian yang selalu mencelakainya.

"Ya Alloh kuatkan aku, aku selalu percaya padamu dengan semua cobaan yang kau berikan ini untuk membuatku menjadi wanita yang lebih kuat dan selalu ingat akan keberadaan-MU"

Hani yang merasakan ada goncangan di tempat tidur segera membuka mata dan melihat Kirana tengah menangis tersedu, Hani langsung memeluk sahabat.

"Tenanglah Beb, ada aku disini, aku akan selalu ada untukmu" ucap Hani yang kini ikut tenggelam dalam tangisan luka yang teramat dalam.

Bersambung

Masih penasaran dengan apa yang akan terjadi nantinya..ikuti Episode selanjutnya, jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, KOMEN, Selalu di tunggu..

Terpopuler

Comments

Runik Runma

Runik Runma

nyesek bacanya

2024-08-24

1

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

SLALU SAJA LENGAH TU HANI DN KIRAN.. GK WASPADA.

2024-07-12

0

suharwati jeni

suharwati jeni

pasti viona.
dasar ular.
sirik aja.
sirik tanda tak mampu

2024-05-25

2

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61: PENGUMUMAN
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
141 Episode 141
142 142
143 Episode 143
144 Episode 144
145 Episode 145
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Episode 150
151 Episode 151
152 Episode 152
153 Episode 153
154 Episode 154
155 Episode 155
156 Episode 156
157 Episode 157
158 Episode 158
159 Episode 159
160 Episode 160
161 Episode 161
162 Episode 162
163 Episode 163
164 Episode 164
165 Episode 165
166 Episode 166
167 Episode 167
168 Episode 168
169 Episode 169
170 Episode 170
171 Episode 171
172 Episode 172
173 Episode 173
174 Episode 174
175 Episode 175
176 Episode 176
177 Episode 177
178 Episode 178
179 Episode 179
180 Episode 180
181 Episode 181
182 Episode 182
183 Episode 183
184 Episode 184.
185 Episode 185
186 Episode 186
187 Episode 187
188 Episode 188
189 Episode 189
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61: PENGUMUMAN
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140
141
Episode 141
142
142
143
Episode 143
144
Episode 144
145
Episode 145
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Episode 150
151
Episode 151
152
Episode 152
153
Episode 153
154
Episode 154
155
Episode 155
156
Episode 156
157
Episode 157
158
Episode 158
159
Episode 159
160
Episode 160
161
Episode 161
162
Episode 162
163
Episode 163
164
Episode 164
165
Episode 165
166
Episode 166
167
Episode 167
168
Episode 168
169
Episode 169
170
Episode 170
171
Episode 171
172
Episode 172
173
Episode 173
174
Episode 174
175
Episode 175
176
Episode 176
177
Episode 177
178
Episode 178
179
Episode 179
180
Episode 180
181
Episode 181
182
Episode 182
183
Episode 183
184
Episode 184.
185
Episode 185
186
Episode 186
187
Episode 187
188
Episode 188
189
Episode 189

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!