Hari telah berganti, keberadaan Kirana kini sudah sembuh seperti sedia kala, saatnya bergabung dengan model yang lain dan kini sedang melakukan meeting dengan beberapa pemilik produk ternama, seperti yang selalu terjadi, sang pemilik produk langsung melirik Kirana dengan wajah cantik, bergaris tegas dan full Asia yang selalu banyak di minati.
Viona tersenyum tipis, rasa kecewa dan tidak suka sangat terlihat nyata, hingga dirinya memberikan opsi pilihan lain ke pemilik produk ternama.
"Maaf tuan Christopher, apa anda tidak salah pilih, aku hanya khawatir saja dengan kemampuan model Agensiku yang satu itu, dia masih harus banyak belajar karena sering melakukan kecerobohan" ucap Viona.
"Benarkah?, Tapi aku melihat di beberapa penampilannya, dia paling menonjol dan sukses membuat banyak orang menyukai gayanya"
"Apa anda tidak melihat banyak kejadian fatal yang sudah di lakukan nya?" sahut Viona.
"Dan saya pastikan itu adalah sabotase dari seseorang yang sayang sekali sangat susah saya untuk membuktikannya, atau mungkin orang itu adalah orang-orang penting di agensi kita, seperti anda misalnya Nona Viona?" Sahut Kirana dengan tenang dan berani.
"Kau_!"
"Hei, sudah, kalian tenanglah!" ucap salah satu pemimpin Agensi SEM.
Kemudian kesepakatan segera di lakukan, dimana pemilik merek ternama sebuah pakaian akhirnya tetap memilih Kirana sebagai model utamanya, tentu saja hal itu semakin membuat Viona bertambah murka.
Kontrak kerjasama segera di tanda tangani oleh Agensi dan Kirana tersenyum puas dengan apa yang memang harusnya dia dapatkan, bahkan salah satu pemimpin tertinggi Agensi SEM memberikan ucapan selamat padanya.
Tidak tinggal diam seorang model papan atas yang banyak link dan juga kenalan orang-orang penting segera merencanakan sesuatu, tentu saja ini entah yang ke berapa kali dia membuat kekacauan di pekerjaan Kirana.
**
Malam sebelum acara penting promosi beberapa pakaian merek terkenal di luncurkan, Kirana mendapatkan hadiah spesial dengan sambungan langsung video call dari sang kakak perempuan yang sangat dia rindukan.
Hani yang selalu mengagumi kecantikan kakak perempuan Kirana sangat bahagia ketika ikut di sapa olehnya.
"Terimakasih Nona Alena, sudah mau menyapaku" ucap Hani dengan senyum bahagianya.
"Hei, kenapa kau bicara seperti itu, aku yang seharusnya berterimakasih padamu karena sudah menjaga adikku dengan baik"
"Oh tentu saja Nona, aku sangat bangga bisa berada di antara keluarga Nugraha, sungguh nona Alena" ucap Hani dengan semangat.
Alena tersenyum dan kemudian segera melanjutkan perbincangannya kembali bersama dengan Kirana, beberapa nasehat tak lupa di berikan kepada Kirana agar selalu menjaga ibadah wajibnya apapun yang terjadi, hingga Akhirnya perbincangan di akhiri dengan salam dari sang Kakak tercinta.
"Ingat akan keberadaan kita di Dunia ini Kiran, tidak ada satu hal pun yang bisa menandingi kuasa- NYA, untuk itu mintalah selalu perlindungan pada-NYA" Ucap Alena di akhir perbincangan, seolah dirinya tau betapa beban berat sedang menimpa Kirana.
Tak berapa lama Kirana menutup handphone nya kemudian dirinya terdiam lalu meneteskan air mata, seketika Hani memeluk Kirana untuk menguatkan Sahabatnya kembali.
"Ayolah Beb, ingat kata Nona Alena, kita harus kuat dan selalu meminta perlindungan-NYA, Jangan pernah menyerah, apalagi hanya untuk menghadapi seorang manusia" ucap Hani sambil membelai rambutnya dengan lembut.
"Entahlah Han, aku merasa sendirian disini, dan kenapa langkah kakiku terasa sangat sulit mengembangkan karir di negara ini" ucap lirih Kirana di tengah Isak tangisnya.
"Kita harus hadapi dulu jalan yang sudah kita pilih, setelah itu baru kita bisa memutuskan kembali untuk terus atau berhenti setelah kita menjalaninya Beb"
Kirana terdiam, menarik nafas panjang, kemudian masuk kedalam kamarnya, mengambil air untuk bersuci dan melakukan ibadah, malam itu dia gunakan seluruhnya untuk memohon ampunan dan perlindungan kepada sang pencipta, dia begitu memasrahkan segalanya di dalam doa panjangnya.
**
Gemerlapnya lampu latar fashion show yang akan segera dilakukan begitu meriah dan menyilaukan mata, kali ini semua rancangan istimewa dari produk terkenal yang akan dikenakan oleh Kirana sudah disiapkan dengan Rapi di sebuah kamar khusus untuk Kirana berserta beberapa penata busana dan make up nya.
Kini Kirana sudah bersiap tampil, pakaian yang sudah disediakan untuknya sudah dipakainya, seulas senyuman dari penata bajunya nampak jelas di cermin, mereka selalu puas saat pakaian mereka di pakai oleh Kirana yang nampak begitu cantik dan mempesona.
"Sempurna Beb, kau memang yang terbaik" ucap Hani dengan senyum senangnya.
Kirana membalas senyuman semua orang yang ada diruangan itu, sudah menjadi ciri khasnya bahwa model yang satu ini akan mengucapkan terimakasih atas apa yang sudah dilakukan tim kerjanya, hingga kemudian saatnya dia tampil di atas panggung.
Suara gemuruh dan tepukan tangan didengarnya, Kirana dengan langkahnya mempersembahkan penampilan yang terbaik, hingga tak lama dia merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya, kulitnya terasa sangat gatal dan terbakar, semakin lama dirasakan semakin kuat.
Dengan tetap tersenyum Kirana menahan semuanya, hingga dia merasa perih di kulit yang tertutup oleh bajunya.
"Sial, siapa yang berani mengerjai ku, dan kulitku rasanya sangat perih, sepertinya lecet dan mengelupas" batin Kirana masih dengan tenang berusaha tetap santai berjalan di atas catwalk.
Sampai akhir dari pertunjukan nya, Kirana merasakan tidak kuat lagi, dirinya berusaha tetap tersenyum saat ingin berganti baju yang berikutnya, setelah dibelakang panggung dirinya langsung berlari sambil berteriak memanggil Hani.
"Hani, tolong, buka bajuku cepat, akh!" Teriak Kirana membuat teman satu timnya sangat terkejut.
Mereka semua terperanjat saat membuka baju Kirana dan melihat sebagian kulitnya sudah melepuh bahkan banyak yang mengelupas, tetesan darah bahkan sudah menempel di beberapa bagian bajunya.
Semua orang disana langsung Panik, tidak mungkin lagi meneruskan acara ini dengan kondisi tubuh Kirana yang seperti itu, hingga akhirnya Kirana jatuh pingsan karena tidak kuat lagi menahan nyeri di sekujur tubuhnya.
Keadaan semakin heboh, ketika ambulan sampai di tempat dan segera menggotong tubuh Kirana lalu melarikan ke rumah sakit. Ditemani oleh Hani dan beberapa tim yang membantunya, Kirana di bawa keRumah Sakit.
Sementara seorang laki-laki yang baru menyadari apa yang tengah terjadi dengan Kirana segera berlari masuk ke dalam mobilnya dan ikut menyusul di belakang ambulan, bersamaan dengan itu seorang perempuan tengah tertawa puas dengan apa yang sudah terjadi dengan Kirana.
Sampai di rumah sakit, Kirana mendapatkan penanganan yang cepat, segera terpasang infus dan beberapa perawatan luka di sekujur tubuhnya, salah seorang dokter sangat terkejut melihat luka yang begitu mengerikan di kulit Kirana.
Hani masih sangat cemas dan menangis saking bingungnya, beberapa teman berusaha menenangkannya, hingga seorang dokter spesialis kulit keluar dan memberi tahu bahwa Kirana sudah sadar dan akan mendapatkan perawatan kusus untuk beberapa Minggu ke depan.
Seorang laki-laki mendekat dan menanyakan keadaan Kirana ke Hani, sedikit penjelasan di berikan oleh Hani dengan berat hati.
"Maaf Han, aku tidak bisa ikut menjaga Kirana, masalahnya_"
"Sudahlah tuan Faro, mohon doanya saja, siapa pelaku dari perbuatan ini akan segera di temukan dan mendapat hukuman yang setimpal" sahut Hani geram.
"Aku berharap juga begitu" ucap Alfaro yang kemudian di kejutkan dengan suara deringan handphone nya.
Rupanya Sang kekasih yang tak lain adalah Viona yang sedang mencarinya, karena ingin pulang dari acara yang sudah selesai. Alfaro tampak bingung dan dengan terpaksa pamit ke Hani sambil menitipkan pesan.
"Aku pulang dulu, ada urusan mendadak, tolong sampaikan salam ku ke Kiran, aku akan menjenguknya kembali" ucap Alfaro.
Hani tidak menjawab apapun dan hanya memandang kepergian Alfaro sambil mengumpat dalam hati.
"Dasar brengsek" batin Hani.
Tak lama kemudian, sang dokter yang menangani Kirana segera memberikan perintah untuk memindahkan Kirana ke ruang VVIP selama masa perawatan pemulihan kulitnya.
Kirana tersadar dan melihat Hani berada di sampingnya sambil memegangi tangannya, Kirana tersenyum lalu membelai lembut rambut Hani yang tengah ketiduran.
Air mata Kirana menetes deras, saat dirinya masih bisa merasakan sakitnya kulit tubuhnya dan kejadian-kejadian yang selalu mencelakainya.
"Ya Alloh kuatkan aku, aku selalu percaya padamu dengan semua cobaan yang kau berikan ini untuk membuatku menjadi wanita yang lebih kuat dan selalu ingat akan keberadaan-MU"
Hani yang merasakan ada goncangan di tempat tidur segera membuka mata dan melihat Kirana tengah menangis tersedu, Hani langsung memeluk sahabat.
"Tenanglah Beb, ada aku disini, aku akan selalu ada untukmu" ucap Hani yang kini ikut tenggelam dalam tangisan luka yang teramat dalam.
Bersambung
Masih penasaran dengan apa yang akan terjadi nantinya..ikuti Episode selanjutnya, jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, KOMEN, Selalu di tunggu..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments
Runik Runma
nyesek bacanya
2024-08-24
1
Sulaiman Efendy
SLALU SAJA LENGAH TU HANI DN KIRAN.. GK WASPADA.
2024-07-12
0
suharwati jeni
pasti viona.
dasar ular.
sirik aja.
sirik tanda tak mampu
2024-05-25
2