Tiba-tiba saja mereka di kejutkan dengan suara mobilnya yang di tabrak dari belakang.
"Astagfirullah, ada apa Kiran?!" Ucap Hani terkejut, dan mobilnya segera dihentikan.
"Maaf Nona Kiran, sepertinya kita di tabrak seseorang dari belakang" ucap pengawal Kirana yang sudah bersiap turun dari mobil.
Namun sesaat kemudian dua mobil sudah menghadang mobil kirana. Sontak kedua pengawal Kirana sangat terkejut dan segera waspada, sementara Hani nampak ketakutan melihat apa yang tengah terjadi.
"Kiran, apa yang terjadi, mereka siapa?" Ucap Hani sambil memegangi lengan Kirana dengan wajah yang begitu cemas.
"Tenanglah Han" sahut Kirana sambil mengusap lembut tangan Hani untuk menghilangkan ketakutannya.
"Kalian segera keluar dan cari tau apa yang mereka inginkan, sepertinya mereka sengaja menghadang kita" ucap Kirana memberi perintah ke pengawalnya yang langsung keluar dan hendak menanyakan apa yang diinginkan oleh orang-orang yang menghadang mereka.
Kedua Pengawal Kiran segera keluar lalu berusaha untuk bicara baik-baik dengan mereka, keduanya sangat terkejut melihat keadaan bagian belakang mobil Kirana yang rusak parah.
Kedua pengawal kirana di buat emosi dengan kelakuan Keenan orang itu yang tidak punya inisiatif baik sama sekali, dan kedua pengawal Kirana menyimpulkan bahwa mereka memang ingin mencari masalah.
"Serahkan kedua wanitamu di dalam mobil itu untuk menemani kita malam ini, kami butuh seseorang untuk menghangatkan tubuh kami" ucap salah satunya dengan sangat kurang ajar, hingga pengawal Kirana terpancing emosi dan mereka saling serang.
Kirana terkejut melihat bagaimana kedua pengawalnya kini tengah bertarung dengan ke enam orang yang menghadangnya.
"Apa-apaan ini, kenapa mereka saling menyerang?" Gumam Kirana yang akhirnya keluar dari dalam mobilnya.
"Kiran bahaya, jangan keluar!" Teriak Hani cemas dan menarik tangan Kirana untuk masuk kembali ke dalam mobil.
"Tenanglah Han, aku bisa menjaga diriku, tidak akan terjadi apa-apa, kamu tetaplah di dalam mobil, jangan keluar, okey?!" Ucap Kirana lalu kemudian segera keluar dari dalam mobilnya.
Sesaat Kirana mengamati pertarungan yang tengah terjadi, dua pengawalnya terlihat kewalahan melawan ke Enam orang itu, dari sana Kirana bisa menyimpulkan, rupanya yang di hadapi sekarang orang-orang yang sudah terlatih.
Hingga Kirana terpaksa melompat saat terdengar suara tembakan pecah di udara, beruntung kedua pengawalnya berhasil di dorong tubuhnya oleh Kirana dan terhindar dari peluru yang melesat ke arahnya.
Keenam musuhnya terkejut mendapati Kirana dengan gerakan cepat melesat membantu kedua pengawalnya, kini Kirana dan kedua pengawalnya siap siaga menghadapi orang-orang yang ada di depannya.
"Nona Kirana sebaiknya anda masuk, mereka membawa senjata Api" ucap pengawal Kirana.
"Tidak apa-apa, kalian kalah jumlah dan juga tenaga, aku akan ikut membantu, berhati-hati lah, jangan sampai lengah" ucap Kirana.
Dan pertarungan pun tidak bisa dihindari lagi, Kirana melompat, menghindar dan sesekali menerjang para musuhnya, tidak sulit bagi Kirana untuk akhirnya melumpuhkan mereka, hingga tanpa di sadari oleh Kirana salah satu dari mereka membidik Kirana dengan senjata apinya.
Terdengar suara tembakan lagi menggema, dan kali ini sampai beberapa kali, Kirana melompat cepat berusaha menghindari peluru yang melesat kepadanya.
"Cepat berlindung!" Teriak Kirana ke kedua pengawalnya, dan saat itulah satu peluru berhasil menggores lengannya hingga kulitnya robek seketika.
Kirana tidak bisa menahan diri lagi dan segera mengeluarkan ilmu tenaga dalamnya untuk menghempaskan beberapa peluru yang hampir saja menyentuh tubuhnya dengan kibasan tangan yang berselimutkan awan putih.
"Kalian sudah sangat keterlaluan!!" Kirana melompat dengan sangat cepat, menyerang dan menghajar keenam orang itu dengan gulungan awan putih yang menyelimuti tubuhnya, sungguh pemandangan yang sangat mengerikan tiba-tiba saja terjadi.
Bahkan kedua pengawalnya sangat terkejut dan tidak percaya apa yang tengah Kirana lakukan, mereka melihat sosok lain dari Kirana yang sangat buas dan kejam menyerang lawannya tanpa ampun.
Begitu juga dengan Hani yang shock dengan pemandangan mengerikan yang di lakukan oleh sahabatnya, dirinya tak percaya bahwa Kirana yang selama ini wanita yang sangat lembut, bisa berubah sangat mengerikan dalam sekejab mata.
Hingga akhirnya keenam orang itupun tumbang terjatuh ke tanah, Kirana berhasil menarik satu orang dengan kekuatan tangannya yang mengeluarkan tenaga dalamnya untuk mendekat ke dirinya.
"Katakan padaku, siapa yang menyuruh kalian!!" Bentak Kirana.
"Kami, Akh!..Kami..mendapat perintah dari tuan kami" ucap salah satu musuhnya.
"Siapa?!, Katakan yang jelas!" Bentak Kirana lagi.
"Tuan kami dan Nona Viona"
DEG.
Seketika Kirana sangat kaget mendengar nama Viona di sebutkan, Kirana juga di kejutkan dengan melihat lambang tato yang sama di leher kanan dari keenam musuhnya.
"Sampaikan pesanku ke Tuan kalian, aku tidak ada urusan dengannya, jadi aku harap kalian tidak mengganggu kami lagi, dan soal Viona yang sudah berani melakukan hal ini, katakan padanya, aku tidak akan segan lagi memberikan pelajaran padanya kalau sampai membahayakan nyawa kami, pergilah!!" ucap Kirana.
Kirana melepaskan mereka dan tidak ingin membuat masalah lagi dengan mereka, dirinya menduga kalau mereka adalah sekelompok besar pasukan Mafia yang ada di Paris, hingga Kirana merasa sedikit khawatir, "Mungkinkah Viona ikut salah satu anggota Mafia itu juga" batin Kirana.
Hani segera berlari keluar dari dalam mobil mendekati Kirana, dengan keadaan yang masih Shock akan kejadian yang baru saja dialami, Hani di kejutkan lagi dengan darah yang menembus lengan baju Kirana, darah terlihat semakin mengucur membasahi tangannya.
"Astagfirullah, Kiran, kau terluka!!" Teriak Hani, panik seketika, Kirana yang baru saja menyadarinya ikut terkejut dan langsung membalut lengannya dengan kain yang di berikan oleh Hani.
"Kita harus ke rumah sakit nona Kiran, sepertinya kulit anda mengalami luka robek yang cukup dalam melihat darah yang banyak keluar dari lengan anda" ucap pengawalnya.
Kirana segera di bawa masuk oleh Hani ke dalam mobil segera menuju rumah sakit terdekat, sesaat keduanya saling terdiam di dalam mobil.
"Maaf Han" ucap Kirana tiba-tiba dan mengejutkan Hani.
"Kenapa kamu meminta maaf, untuk apa?" Tanya Hani heran.
"Maaf sudah membuatmu takut, aku bukan wanita lemah lembut yang selama ini kau kira, ada sisi diriku yang sangat mengerikan bukan?" Ucap Kirana.
"Tidak, aku justru bangga dengan mu Kirana, kau wanita hebat di mataku, dan aku sebelumnya juga sudah tau kau dan keluarga mu orang-orang hebat dengan ilmu supranatural nya"
Kirana tersenyum, lalu memeluk Hani Sesaat.
"Apa kau tau Han, aku sebenarnya tidak pernah ingin memakai kekuatan ku, karena aku sadar itu bisa melukai seseorang, bahkan bisa menghilangkan nyawa kalau aku tidak bisa mengontrol nya"
"Aku yakin kamu bisa menggunakan kekuatan itu dengan bijak Kirana, dan terus terang kau sangat keren, walaupun aku juga sangat takut padamu tadi"
"Dasar kau..!!" Kirana menarik Hani lalu memeluknya kembali, keduanya tertawa hingga kemudian suara pengawalnya memberi tahukan bahwa sudah sampai di depan pintu IGD sebuah Rumah Sakit.
Keduanya segera turun dan bergegas masuk di dampingi kedua pengawalnya, petugas kesehatan yang berjaga segera menyambut kedatangan mereka dan segera memberikan pertolongan, Rupanya Luka robek di kulit lengan Kirana cukup dalam dan lebar.
Hani yang tidak sanggup melihatnya segera menutup matanya.
"Kalian tunggu saja di luar, dokter akan menjahit lukaku, ini tidak akan lama" ucap Kirana.
"Sungguh, ini tidak apa-apa dokter?" Tanya Hani sangat cemas.
"Luka robeknya memang lumayan nona, tapi saya pastikan ini tidak apa-apa, kami akan menjahit dan menutup lukanya, perawatan bisa di lanjutkan di rumah saja" ucap sang dokter.
Hani segera mengangguk dan keluar bersama dengan kedua pengawalnya, mereka duduk di kursi tunggu di depan ruang IGD.
"Maaf nona Hani, anda tidak apa-apa?" Tanya salah satu pengawalnya.
"Tidak, kenapa?" Tanya Hani.
"Saya takut anda masih shock dengan apa yang baru saja terjadi, apalagi dengan apa yang di lakukan Nona Kirana, kami juga benar-benar tidak pernah menyangka Nona Kirana sehebat itu, apa anda sudah tau sebelumnya?"
"Aku sama seperti kalian, baru kali ini melihat Kirana seperti itu, tapi soal dia memiliki kekuatan supranatural, aku sudah pernah mendengar sebelumnya, hanya dia tidak pernah cerita soal itu"
"Oh, jadi begitu, pantas saya sempat melihat anda shock tadi"
"Sudahlah, aku tidak apa-apa, Rahasiakan semua ini, jangan memberitahu Siapa pun, mengerti?!"
"Siap Nona" ucap kedua pengawalnya.
Bersambung
Yang masih punya VOTE segera dikirim untuk novel ini ya.. HADIAH, LIKE, dan KOMEN juga jangan lupa.. Terimakasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments
Dian
apakah viona punya hubungan dgn ketua mafia di sana
2024-09-01
1
Sulaiman Efendy
BRRTI ADA ORG YG BEKINGI VIONA..
2024-07-12
1
Alwi
apa yang nampak tidak seperti yg kau lihat,,lemah di luar kuat di dalam,,
2022-07-31
3