Li Xiao Feng menatap lurus dengan sorotan mata yang sangat menakutkan terhadap Nyonya Besar Tu yang ingin pergi meminta pertolongan kepada seseorang yang memiliki hubungan keluarga dan kemampuan untuk menghadapinya.
"Matilah kau wanita buruk rupa,"Kata Li Xiao Feng di dalam batinnya.
Lalu terdengarlah suara ledakan dashyat dari raga Nyonya Besar Tu yang hancur berantakan seketika itu juga karena ilmu penghancur raga melalui nada suara batin Li Xiao Feng.
Duar..!!
"Ka..Kau telah membunuh istriku?!"Pekik Tuan Tu gemetaran.
"Ya,aku juga akan membunuhmu dan tujuh anak buah mu ,"Jawab Li Xiao Feng melemparkan Tuan Besar Tu dengan daya lempar yang sangat cepat dan tinggi sekali sampai nyaris menubruk tujuh orang anak buah dari Tuan Besar Tu.
Jika tak ada seorang gadis muda usia lima belas tahun yang menggunakan sabuk sutra melilit raga Tuan Besar Tu dengan sangat lihai sekali sampai Tuan Besar Tu dapat tertolong nyawanya.
"San San syukurlah kau telah datang dengan tepat waktu sehingga kamu bisa menyelamatkan nyawa aku,"Kata Tuan Besar Tu di turunkan dengan kedua kaki menapak di tanah dengan aman.
"San san ,kau harus membunuh orang itu untuk ku bisa balas dendam atas pembunuhan yang orang itu lakukan secara kejam kepada Bibi mu ,"Imbuh Tuan Besar Tu menunjuk ke arah Li Xiao Feng dari samping kanan gadis remaja cantik jelita berbaju serba merah.
"Manusia laknat berani sekali engkau membuat kekacauan di rumah Paman ku bahkan kau berani membunuh Bibi ku..!!Ku habis kau..!!"Hardik gadis baju serba merah itu melontarkan sabuk sutra di tangan kanannya ke arah Li Xiao Feng dengan lihai sekali.
Wutt..!!
Tar,tar,tar..!!
Daya lontaran sabuk sutra di tangan gadis baju merah sangat hebat sekali sampai terdengarlah suara meledak -ledak dari sabuk sutra dan nyaris menghujani tubuh Li Xiao Feng.
Tetapi ,Li Xiao Feng dengan sangat tenang sekali menangkap ujung sabuk sutra lalu melilitkannya di sekitar pergelangannya sampai gadis baju merah tercengang sekali.
"Heiii..!"Pekiknya.
Wut,wutt..!!
"Hyaahhh..!!"
Gadis baju merah terbawa ke arah Li Xiao Feng karena pemuda ini menarik sabuk sutra dengan daya tarik yang sangat kuat sehingga gadis manis ini ikut ketarik dan menjerit ketakutan karena Li Xiao Feng telah melemparkan gadis itu ke tanah dengan kekuatan yang menyakitkan sekali bagi gadis itu.
"Kau ingin membunuh ku dengan ilmu serendah anak usia enam tahun..!"Ejek Li Xiao Feng dengan nada yang sangat merendahkan gadis baju merah yang meringis kesakitan karena tubuhnya remuk hancur.
"Akh..Aku..Ahhh..!!"Teriak Gadis baju merah yang akhinya meninggal dunia di tanah karena luka di dalam tubuhnya.
"Jangan membunuh kami..!!"Teriak tujuh orang anak buah Tuan Besar Tu yang pucat ketakutan melihat cara pemuda menyeramkan ini dengan amat mudah sekali membunuh gadis paling hebat di seluruh desa kecil bunga Tu.
"Aku tetap akan membunuh orang yang sudah melakukan tindakan keji terhadap wanita lemah dan anak kecil yang tak berdosa untuk dapatkan rejeki dari orang kikir seperti dia..!"Hardik Li Xiao Feng menudingkan telunjuk nya kepada Tuan Tu di seberangnya.
"Guru ,tolong Nyonya muda Wen..!"Ucap Li Bing Han yang bersimpuh di depan wanita muda yang menggendong balita di sudut taman kediaman Tuan Besar Tu.
"Bing Han cepatlah kau berikan dia pil luka dalam yang pernah ku berikan kepadamu,"Kata Li Xiao Feng yang sudah membunuh tujuh orang anak buah Tuan Besar Tu dan Tuan Besar Tu dengan tiupan badai api melalui semburan mulutnya.
Brushh..!!
Wu Ji menotok tubuh wanita muda yang di sebut Nyonya Muda Wen oleh Li Bing Han untuk Wu Ji bisa memberikan pertolongan terhadap wanita muda itu.
"Nyonya Wen kau harus bertahan hidup untuk bayi di dalam kandunganmu dan juga balita mu,"Kata Wu Ji dengan cemas.
"Nona,tolong kau selamatkan saja Wen Qing dan bayi di dalam kandunganku karena aku tahu aku sudah tiba waktuku untuk bertemu dengan suami ku di Nirvana,"Kata Nyonya Muda Wen dengan napas terengah -engah.
"Ta,tapi bagaimana cara ku bisa menyelamatkan bayi mu dari dalam kandunganmu?"Tanya Wu Ji bingung.
Wu Ji terbelalak kaget melihat Li Bing Han telah membelah perut wanita itu dengan pedang naga siluman dan mengambil seorang bayi perempuan dari dalam perut Nyonya Muda Wen yang akhirnya meninggal dunia dengan senyuman tenang di raut wajah wanita itu.
"Bing Han ,kau sungguh berani sekali membelah perut orang begitu saja ,"Kata Wu Ji menelan air liurnya karena kaget bukan main anak seusia Li Bing Han sanggup membelah manusia tanpa ada rasa takut sama sekali.
"Han Erl harus mengambil keputusan yang sangat tepat untuk menolong nyawa yang masih bisa di selamatkan,"Kata Li Xiao Feng membersihkan bayi perempuan itu dengan air bersih dan hangat usai di ambilnya dari Li Bing Han.
"Ibu..Ibu..!!" Tangisan Wen Qing balita usia 3 tahun yang di peluk Wu Ji setelah Nyonya Wen telah di kremasi secara instan oleh Li Bing Han yang telah menggunakan api suci dari satu kali jentikan kecil di jari telunjuk dan jempol anak itu.
Trik,brush!!
"Qing Erl ,jangan menangis lagi karena Ibumu kini berada di sisi Ayahmu ,dan sekarang kamu dan adik mu akan selalu bersama dengan Kakak Wu Ji dan Kakak Li Bing Han serta Paman Li Xiao Feng."
Wu Ji membujuk Wen Qing balita itu untuk anak ini tak menangis lagi.
"Iya,Kakak Wu Ji,"Jawab Wen Qing.
"Guru,siapakah nama dari Adik nya Qing Mei?" Li Bing Han bertanya di perjalanan yang kini mereka lanjutkan kembali untuk menuju ke Kekaisaran Utara.
"Wen Chao,"Jawab Li Xiao Feng yang membiarkan Wu Ji menggendong bayi perempuan yang sudah di balut pakaian dan di bungkus dengan kain tebal baru dan bersih karya kerajinan tangan Wu Ji.
"Kenapa kau memberinya nama Wen Chao ?"Wu Ji juga memberikan susu kacang kedelai yang Wu Ji beli di sebuah toko penjual susu kacang kedelai di pintu keluar dari desa kecil bunga Tu.
"Karena nama itu muncul begitu saja dari otakku yang masih berfungsi dengan sangat baik,"Jawab Li Xiao Feng yang menuntun Wen Qing di sisi kiri dan menjaga Li Bing Han di sisi kanannya.
"Kak Feng,apakah kau tak merasa kalau kita saat ini mirip sekali dengan sepasang suami istri dan tiga orang anak di sekitar kita?"Tanya Wu Ji yang hari demi hari semakin terpikat oleh Li Xiao Feng.
"Tidak,aku justru merasa kalau kita saat ini mirip kakak beradik yang memiliki adik -adik kecil di sekitar kita,"Jawab Li Xiao Feng yang membuat Wu Ji sedih seketika itu juga karena Li Xiao Feng benar -benar menepati ucapannya untuk tidak lagi menganggap Wu Ji sebagai Kekasih.
Bersambung..!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞꙳❂͜͡✯Nuah-௸
uuuh sadis...
2022-12-10
0
Ibad Moulay
Tidakk...
2022-09-21
1
rajo endah
tipe laki-laki yg ga bertele-tele.. iya iya, tidak tidak... bikin wuji tambah baper...wkwkwkw
2022-08-18
1