Secercah bias yang menghiasi wajah manis Wu Ji terbingkai oleh segenap cahaya mentari pagi hari di losmen kosong di tepi Kota Man An Timur bagai sebuah magnet bumi dan langit yang menyilaukan bagi Li Xiao Feng.
"Paman Li ,perut ku sungguh sudah lapar?"Rengek Wen Qing berlarian ke arah Li Xiao Feng.
"Wen Qing anak manis yang pintar ,mari ikuti Bibi Li pergi ke toko roti di seberang sana."Jawab Wu Ji meraih jemari mungil balita Wen Qing.
"Bagaimana kalau kita pergi bersama -sama saja ke toko roti untuk sarapan pagi sebelum kita bisa segera berangkat ke Kekaisaran Utara ?!"Ucap Li Xiao Feng menggendong bayi Wen Chao dan Li Bing Han di kedua tangannya.
"Tuan Besar Li..Kita tidak sudah mempunyai kuda kereta lagi sekarang,sedangkan perjalanan kita ke Kekaisaran Utara masih sangat jauh sekali dari Kota Man An Timur tempat kita saat ini."Kata Ashi.
"Ya,itu pekerjaan mu Ashi untuk pergi mencarikan kereta kuda untuk kami ,"Kata Wu Ji judes sekali kepada Ashi semenjak melihat Ashi pernah peluk Li Xiao Feng dan menimbulkan rasa jengkel di hati Wu Ji sejak saat itu.
Li Bing Han atau Tian Xin tersenyum jahil di wajah kepada Li Xiao Feng yang segera menurunkannya dan menyuruhnya berjalan di depan Li Xiao Feng di samping kanan Wu Ji yang menuntun balita Wen Qing.
Ashi termangu di tempatnya melihat mereka telah berjalan keluar dari losmen kosong tepi Kota Man An Timur.Ia bingung terhadap situasi yang tak di mengertinya.
Ashi tidak tahu bahwa Tian Xin telah menghapus ingatannya sebelum rohnya kembali ke raganya sehingga Ashi tidak tahu menahu tentang segala hal yang telah di alami nya pada satu hari kemarin ketika dirinya menjadi roh halus selama satu hari penuh serta di kurung dalam guci keramik segel kertas mantra pengurung roh oleh Li Xiao Feng.
Sepeninggalnya rombongan Li Xiao Feng terjadi sesuatu yang menimpa Ashi di losmen kosong itu yang di sebabkan oleh seorang pemuda tampan yang mirip sekali dengan Ashi.
"Si...Siapakah kamu yang begitu mirip dengan ku?"
Ashi menanyakan dengan sepasang matanya itu terbelalak lebar memandangi pemuda tampan yang menebasnya hingga tewas dengan sebilah pedang yang sangat berkilat tajam di tangan kiri si pemuda tampan itu.
Crakk..!!
"Kau harus membayar perbuatanmu yang telah membunuh kekasih ku Yuen Ling dengan nyawa kotor mu bajingan hina."Kata Yun Fei asli yang tiba di losmen kosong tepi Kota Man An Timur setelah rombongan Li Xiao Feng pergi dan membunuh Ashi untuk balas dendam.
"Kakak Fei ..!" Suara halus nan merdu sekali dari seorang gadis muda usia lima belas tahun yang amat cantik jelita memanggilnya dari pintu masuk ke losmen kosong itu.
"Adik Ying untuk apa kamu menyusul aku ke Kota Man An Timur?Bukankah kamu seharusnya ada di Istana Kekaisaran Tang?"Tanya Yun Fei mengelap darah di pedangnya dengan pakaian Ashi tanpa ada rasa belaskasihan sedikitpun di wajahnya itu.
"Aku di perintahkan oleh Ayahanda untuk bantu kamu dalam misi menemukan liontin seribu naga langit dan bumi serta stempel naga giok milik Ibu Suri Kekaisaran Ming yang lenyap setelah Kaisar Ming Nian meninggal dunia bersama dengan Sang Permaisuri Agung Zhao Lin untuk kejayaan masa depan Negeri Tang kita."Jawab Putri Tang Ying.
"Oh ,baiklah Adik Ying..Marilah kita bersama - sama melaksanakan misi kita untuk Ayahandamu yang tercinta di Istana Kekaisaran Tang."Kata Yun Fei begitu sopan dan hormat kepada Putri Tang Ying.
Mereka berdua pergi begitu saja meninggalkan jasad Ashi yang tergeletak di depan pintu losmen kosong tepi Kota Man An Timur dan menyebabkan Roh Ashi menangis seorang diri pagi hari itu.
"Roh manusia kau sudah waktu mu untuk pergi ke alam akhirat bersama kami sepasang malaikat pencabut nyawa dari alam akhirat."Kata sepasang malaikat berwajah sapi dan kerbau yang di tangan membawa tongkat kepala sapi dan kerbau kepada Ashi.
Ashi teriak ketakutan dan berniat untuk kabur dari sepasang malaikat itu tetapi sebuah rantai besi telah menjeratnya dan memaksanya masuk ke dalam tanah dan lenyaplah Ashi dari muka bumi.
Namun peristiwa naas itu telah di saksikan oleh seorang pemuda tampan usia 20 tahun yang tak sengaja melihat peristiwa naas yang merenggut nyawa Ashi.
" Aku harus melaporkan perbuatan gila Yun Fei kepada Li Xiao Feng karena pria yang di bunuh Yun Fei adalah pelayan pribadi dari Li Xiao Feng Si Pendekar Besar Dewa Api."Kata pemuda tampan yang segera menyusul arah perginya rombongan Li Xiao Feng dengan langkah yang sangat cepat.
Li Xiao Feng dan Wu Ji beserta ketiga orang anak kecil telah meninggalkan Kota Man An Timur usai mereka membeli perlengkapan dan perbekalan mereka selama perjalanan mereka menuju ke arah Kekaisaran Utara.
"Kak Feng ,lihatlah di jalan menuju ke hutan luar Kota Man An Timur ada sebuah gerobak bekas di buang di tepi sungai dekat pintu masuk ke hutan itu yang bisa kita gunakan untuk transportasi kita menuju ke Kekaisaran Utara."Kata Wu Ji begitu senang sekali menemukan gerobak bekas di tepi sungai dekat pintu masuk ke hutan luar Kota Man An Timur kepada Li Xiao Feng.
"Untuk apa menggunakan benda rongsokan bau ini?" Raut wajah Li Xiao Feng sangat enggan untuk menggunakan alat transportasi yang di temukan Wu Ji.
"Untuk anak -anak bisa terhindar dari curah hujan dan panas serta angin kencang,Kak Feng."Kata Wu Ji merakit ulang gerobak bekas dengan kain bajunya yang panjang sebagai penutup atas pada gerobak bekas itu.
"Baju mu nanti kotor dan rusak."Kata Li Xiao Feng melihat baju Wu Ji masih banyak di bungkusan perjalanan gadis itu namun Li Xiao Feng merasa tak nyaman melihat gadis itu merelakan pakaian yang di miliki untuk di jadikan penutup atas dan alas di dalam gerobak bekas yang kini sudah baru kembali karena Wu Ji sangat terampil di bidang merakit apapun yang ada di depan dan di temukan gadis serba bisa itu.
"Bagaimana jika menggunakan jubah luar ku saja yang kau gunakan untuk gerobak mu itu?"Tanya Li Xiao Feng merampas semua baju Wu Ji dan ia berikan kepada gadis itu.Lalu ia gunakan jubah luarnya untuk menjadi penutup atas gerobak dan alas lantai gerobak serta menyelimuti anak -anak kecil itu yang berbaring nyaman di dalam gerobak.
"Lalu aku di manakah ?"Tanya Wu Ji melihat cara Li Xiao Feng menangani anak -anak dan gerobak.
"Kau duduk saja di dalam gerobak juga dan aku yang akan bertugas sebagai kusir kalian dengan kedua kuda kita itu."Jawab Li Xiao Feng yang kini mengangkat Wu Ji dan di taruh di dekat anak -anak di dalam gerobak serta di selimuti hangat pakaian lain milik Li Xiao Feng.
Li Xiao Feng mengikatkan kedua ekor kuda pada tali di kedua sisi gerobak lalu ia duduk di depan dan mengendalikan kedua ekor kuda untuk jalan yang benar sesuai arahannya.
Gerobak pun berubah menjadi kereta kuda ala kadarnya yang di pergunakan Li Xiao Feng dan Wu Ji untuk mempermudah perjalanan mereka ke Kekaisaran Utara yang masih sangat jauh sekali.
Bersambung..!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
Akira
yg jadi pertanyaan, apa mereka sudah atau belum mendengar berita tentang kematian Ashi, yg diseban kan oleh Yun Fei ?? karena agak janggal aja secara tiba2 mereka menemukan gerobak bekas, ketimbang beli kereta kuda tanpa memikir kan Ashi sbg kusir yg tdk muncul
2024-05-29
1
Ibad Moulay
Kekaisaran Utara
2022-10-05
1
^__daena__^
kaiaannya Ashi 🥺...sayang ya Wuji gak bisa pinjam tongkat peri CLING seketika gerobak jadi mobil ya😂😂
2022-07-23
0