Li Bing Han melompati tiap batu yang terdapat di sebuah lereng pegunungan rumput seribu tahun di kawasan gunung Kun Lun dengan kecepatan yang sangat luar biasa cepat sekali bagaikan seekor singa jantan kecil.
Wushh...!!
Gerakan lompatan anak usia 6 tahun sungguh luar biasa menakjubkan sekali dan ia bisa sampai di puncak gunung Kun Lun yang memiliki ketinggian yang luar biasa tinggi sampai menembus awan di langit.
"Wahh ,buah Dewa yang ku cari selama ini telah ku lihat dengan sepasang mata ku sendiri."Kata Li Bing Han melebarkan kedua matanya menatap ke arah sebuah pohon yang memlliki buah -buahan yang sangat langka sekali.
"Bing Han ,apakah kau ingin memetik dan makan buah Dewa seribu tahun itu?"Tanya Li Xiao Feng di sampingnya.
"Iya,Guru,Murid ingin sekali memetik dan makan buah Dewa seribu tahun."Jawab Li Bing Han nada bersemangat luar biasa.
"Boleh ,asalkan kau sanggup untuk mengalahkan Long Erl sebagai rintangan mu untuk menikmati buah Dewa seribu tahun ini."Kata Li Xiao Feng di atas batu tebing menikmati udara pegunungan di atas gunung Kun Lun dengan perasaan bahagia.
"Iya,Guru."Jawab Li Bing Han tegas.
Wunggg!!
Naga melayang serta menukik tajam dengan kuku tajam yang mengarah kepada Li Bing Han yang berdiri tegak di kedua kaki bersepatu kulit di atas batu -batu tebing.
Groook..!!
Wushh..!!
Li Bing Han melesat bak komet saat naga mulai tiba di hadapannya dengan serangan yang sangat membahayakan nyawa anak itu.
Wutt..!!
Naga mengibaskan ekornya ke segala arah untuk menyerang Li Bing Han yang sangat lincah sekali mengelilingi naga itu yang akhirnya dengan marah menyemburkan uap api ke arah Li Bing Han.
Brushh..!!
Wushhh...!!
Li Bing Han bak lalat saja yang beterbangan di sekitar naga yang menyemburkan api dari mulut ke segala arah karena naga mulai pusing hadapi kelincahan Li Bing Han.
Wutt...Duk!
Li Bing Han berhenti di udara dan melayangkan 1 tendangan tepat mengenai dahi naga yang telah terbuka untuk kesempatan bagi Li Bing Han bisa menyerang Si naga.
Ngikkk..!!
Naga merintih kesakitan karena dahi memar dan benjol terkena tendangan Li Bing Han ,dan ia pun menjadi murka sekali sehingga menyerang anak itu dengan cakaran di kedua kakinya yang berniat mencabik -cabik kepala anak itu.
Wushh...!!
Bughh..!!
Bruakk!!
Tetapi ,Li Bing Han mengelak bak seekor nyamuk saja dan tahu -tahu puncak kepala naga terkena tinju Li Bing Han yang menyebabkan naga pingsan seketika itu juga.
"Guru,lihatlah murid telah berhasil mengalahkan Long Erl."Kata Li Bing Han melompat dan sujud di depan Li Xiao Feng.
Li Xiao Feng mengamati pertandingan antara Li Bing Han melawan Long Erl dengan puas dan ia pun menggangguk untuk mengizinkan muridnya untuk memetik dan memakan buah Dewa seribu tahun sesuka hati muridnya.
"Han Erl ,kau ini sungguh mirip sekali dengan adik ku Fan Erl dari segi wajah hingga kelakuanku ,ah syukurlah kau tak mewarisi kemiripan dengan pria jahanam yang sudah mengecewakan ibumu yang menjadi adik seperguruan ku itu.Bing Han suatu hari nanti kau wajib membunuh Kaisar Ming Jian untuk membalaskan sakit hati ibumu Yi Fan Jing."
Li Xiao Feng mengungkapkan semua yang ada di hatinya secara terbuka kepada Li Bing Han yang saat ini sedang asyik menikmati buah Dewa yang sangat di sukai anak itu.
"Guru,murid akan mengingat semua yang telah Guru ceritakan kepadaku agar kelak aku dewasa nanti aku akan membalaskan dendam Ibuku yang sengsara di dalam goa abadi."Kata Li Bing Han di hadapannya dengan raut wajah anak itu tegas.
"Satu lagi yang harus kau ingat di benak mu dan otak mu adalah jangan mudah terpikat kepada gadis tercantik di dunia ini karena kecantikan bisa menghancurkan hidup mu dan segala misi mu di masa depanmu.Camkan itu baik -baik muridku."
Pesan Li Xiao Feng kepada Li Bing Han dengan nada tegas sekali sampai muridnya menggangguk dengan cepat dan segera menjawab dengan nada lantang pula.
"Iya,Guru ,Murid patuh kepada pesan Guru."Jawab Li Bing Han lantang.
Werrr..!!
Kepakan sayap burung Hong yang meluncur ke arah mereka berdua menyadarkan Li Xiao Feng untuk menerima sehelai surat yang di jatuhkan si burung Hong itu untuknya.
'Pedang Lipat ada di hutan segitiga biru di bagian selatan pedesaan lembah gunung Hua San.'
Sesudah Li Xiao Feng membaca surat yang amat singkat itu,ia meremasnya hingga hancur lalu ia meraih jemari Li Bing Han untuk naik ke punggung burung Hong ,dan sedangkan dirinya menaiki dan duduk di punggung naga yang sudah siuman dari pingsan usai di beri percikan air surgawi dari Li Xiao Feng.
Mereka guru dan murid terbang menuju ke gunung Hua San atau lebih tepatnya ke pedesaan lembah gunung Hua San,dan setibanya mereka berdua di atas pepohonan yang tepat berada di tempat yang sama dengan Wu Ji dan Gu Miao Li beristirahat di hutan pedesaan lembah gunung Hua San.
Mereka turun tanpa suara sehingga kedua orang gadis dan keledai tak mendengar kedatangan dari mereka berdua bahkan mereka juga dapat duduk di dekat ketiganya tanpa di ketahui ketiganya.
Namun aroma tubuh Li Xiao Feng yang ada ciri khas tersendiri telah di kenal baik oleh Wu Ji yang mengintip kedatangannya dari balik kedua bulu mata lentik gadis jelita itu.
"Emm..Baru saja di bicarakan oleh kami berdua eh muncul juga orang ini di hadapan kami."Batin Wu Ji berbicara.
"Bangunlah kau dan jangan mengintip ku terus -menerus kalau kau tak mau ada bulan di kedua matamu itu."Kata Li Xiao Feng mengetahui Wu Ji telah bangun dari tidurnya.
"Emm..Bulan apakah yang muncul di kedua mata indahku ini,Tuan Li?"Tanya Wu Ji membuka kedua matanya yang seperti sepasang matahari kembar di pagi hari yang indah.
"Bukan bulan yang muncul tetapi telur cicak yang menutupi kelopak mata mu yang indah ,Kakak Wu Ji yang cantik."Jawab Li Bing Han yang di lirik oleh Li Xiao Feng untuk diam saja.
"Bing Han ,rupanya dirimu sudah besar ya?"Wu Ji tersenyum manis sekali kepada Li Bing Han yang melebarkan kedua matanya yang sangat polos itu.
"Iya,Kak Wu Ji."Jawab Li Bing Han senang sekali.
Gu Miao Li terbelalak kaget saat ia terbangun dan melihat kehadiran pria di dalam mimpinya itu kini telah hadir di hadapannya bersama dengan anak kecil usia 6 tahun yang wajahnya mirip sekali Li Xiao Feng sendiri.
"Anaknya kah anak itu?"Pikir Gu Miao Li kecewa.
Bersambung..!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
Akira
kalau gak salah baca di chap 1, disebutkan ayah dari Ming Lian Hua adalah Kaisar Ming San, tapi disini kok ada penyebutan nama kaisar lg yaitu Ming Jian, jadi ada dua kaisar dgn marga yg sama, nah mana yg bener nih nama kiasar nya ..
2024-05-28
0
boss muda
yeeeee!!!!!!
baru kali ini gue tau kalo naga basa juga benjol
hihihiiiiii
2023-03-31
2
chiming
segitiga biru, pink, ungu, merah, hitam semuanya ada corak bunga di tengahnya 😋😋😋😁
2023-02-18
0