Pandangan pertama
Malam harinya, pukul 20.00
Sesuai janjinya tadi, Erland benar - benar datang untuk menjenguk Youna lagi.
Aland
Hai Erland, kamu dateng lagi?
Youna pun tersenyum menatap Erland yang duduk di sebelah ranjangnya.
Yuan
( Itu om galak yang kemaren kan? )
Erland
Youna, ini buat kamu.
Youna
Tapi... ga usah repot - repot kak.
Erland
Apanya yang repot hm?
Erland
Kamu pasti bosen sama bubur rumah sakit, jadi aku bawain dessert ini untuk pencuci mulut. Kamu makan, ya?
Erland pun mengangguk melihat senyuman Youna.
Yuan beranjak dari sofa dan mendekati Youna.
Aland
Yuan, sini. Jangan ganggu tante.
Youna
Ini kue, Yuan. Kamu mau?
Youna pun menyuapkan sesendok dessert itu untuk Yuan.
Youna
Bilang makasih dulu sama om.
Yuan menggeleng dan memeluk Youna.
Lucunya Aland justru tertawa mendengar pengakuan Yuan.
Aland
Haha... Erland, kayanya Yuan masih takut tuh sama kamu.
Erland
I- iya kak, ga masalah.
Erland
( Emang mukaku seseram itu apa? )
Youna
Yuan, ga- ga boleh ngomong gitu.
Youna
Iya dong. Buktinya dia bawain kue yang enak buat kita.
Youna
Berarti om itu orang baik, iya kan?
Youna
Udah, minta maaf gih.
Yuan pun memberanikan diri dan melepaskan pelukannya.
Yuan
Makasih udah bawain kue yang enak ini, hihi...
Youna pun memberikan sepiring dessert untuk Yuan.
Youna
Nih, makan sama ayah, ok?
Yuan
Oke tanteee. Makasih...
Yuan pun menurut dan membawanya ke sofa untuk makan bersama Aland.
Erland
Kamu udah minum obat?
Youna
Oh iya! Kakak dapet nomornya dari siapa?
Erland
Itu? Aku minta nomornya dari mama.
Mereka terus mengobrol hingga larut malam, dan Erland pun memutuskan untuk pulang.
Keesokan harinya, pukul 06.30
William
Apa barangnya aman?
Erick
Semua aman, tenang aja.
William
Oke, segera antar. Jangan sampai ada kesalahan.
William bergegas menutup telepon saat Zoya menghampirinya.
William
Wah... udah rapi aja.
Apa? Ya.
Ini fakta barunya. Zoya, adalah adik kandung William.
Hari ini Zoya bersemangat karena ia akan interview untuk memulai magangnya di perkantoran.
William
Yaudah, sarapan dulu ya?
William
Nanti kakak anterin.
Selesai sarapan William segera mengantarkan Zoya.
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di kantornya.
William
( Kenapa aku ngerasa ada yang aneh? )
William mengamati kantor itu dari dalam mobil.
Zoya
Yaudah, Zoya masuk dulu ya?
William mencium kening adiknya.
William
Semoga berhasil, cantik.
Zoya pun turun dari mobil itu.
Ia lalu melambaikan tangan dan berlari masuk ke dalam kantor.
Setelah memastikan Zoya sampai dengan selamat, William langsung tancap gas untuk melanjutkan pekerjaannya.
Zoya
( Duh... ruangannya dimana ya? )
Zoya pun bertanya pada receptionis, kemudian ia di arahkan untuk menuju lantai 5.
Zoya segera mencari lift untuk sampai ke atas sana.
Zoya
( Duh rame banget lagi. )
Berhubung lift terlihat ramai dan juga lambat, Zoya pun merasa tidak sabar dan berlari mencari tangga darurat.
Tanpa berpikir panjang ia langsung menaiki anak tangga tersebut.
Zoya
( Ayo Zoya! Kamu pasti bisa! )
Setelah melewati puluhan anak tangga, Zoya akhirnya sampai di lantai 5.
Zoya
( Hah... hah... akhirnya... )
Zoya istirahat sejenak, kemudian ia keluar dari pintu tangga darurat dan mulai berlari lagi.
Zoya menabrak seseorang di hadapannya.
Tubuhnya oyong, kemudian di tangkap dengan mudah oleh orang itu.
Keduanya saling menatap dan jantung pun mulai berdebar.
Zoya
( Ganteng banget... )
Sky lalu tersadar dan membantu Zoya berdiri tegak.
Zoya
Duh... kok aku ceroboh banget sih?
Zoya segera merapikan berkas - berkas miliknya yang berjatuhan.
Sky lalu bergerak membantu Zoya memungut berkas - berkas itu.
Sky
( Jadi dia mau lamar kerja? )
Sky
Lain kali hati - hati.
Zoya
I- iya tuan, makasih.
Zoya membungkuk sesaat kemudian berlari meninggalkan Sky.
Sky menatap Zoya cukup lama, hingga akhirnya wanita itu memasuki ruang interview.
Sky
( Aish! Apa - apaan sih aku? )
Sky pun memalingkan pandangannya.
Namun, saat ia hendak melangkah, ia menemukan sesuatu tergeletak di lantai.
Sky
( Pena? Apa ini punya cewek itu? )
Sky
( Dia pasti butuh ini. )
Sky tergerak dan berbalik menuju ruangan itu untuk mengembalikan pena Zoya.
Sementara itu, sejak tadi Zoya masih berdiri tegak di depan lantaran ia dimarahi karena datang terlambat.
Staff HRD
Kenapa bisa terlambat?
Staff HRD
Apa kamu ga tau kalau orang - orang di sini sangat menghargai waktu?
Staff HRD
Seharusnya kamu itu sadar diri!
Zoya
Tolong kasih saya kesempatan, saya mohon.
Staff HRD
Sudahlah! Ga perlu! Perusahan ini ga membutuhkan orang - orang lalai seperti kamu!
( Ceklek! )
Sky masuk setelah mendengar semuanya.
Staff HRD
Eh... tu- tuan? Ada perlu apa?
Zoya
( Dia? Dia orang yang tadi itu kan? )
Sky memasang wajah seriusnya lantaran merasa geram.
Ia lalu menarik Zoya dan membawanya menjauh dari ruangan itu.
Langkahnya kemudian terhenti saat mendengar isak tangis dari Zoya.
Ia pun berbalik dan bergerak memeluk gadis itu untuk menenangkannya.
Sky
( Brengsek! Bisa - bisanya di kantorku ada karyawan sekasar itu. )
Zoya
Pasti bosnya marah banget. Seharusnya aku dateng lebih awal.
Zoya
Hiks... Sekarang aku harus gimana?
Sky
( Apa dia belum kenal sama bos di perusahaan ini? )
Sky
( Jadi dia ga kenal aku? )
Sky melepaskan pelukannya dan terkekeh.
Zoya pun heran dan merasa kesal dengan sikap Sky.
Jangan lupa =
❀ Gift
❀ Like
❀ Vote
❀ Komen
❀ Subscribe
Maaciii><
Comments
💎𝑨𝒍𝒍𝒆𝒕𝒉𝒂 𝓻𝓹
Up eonnie 💜
ditunggu...
2022-02-04
16
Raraa
Up kak ❣
2022-02-04
14
Raraa
Bawang bawang nya udah mulai bertebaran nih..
2022-02-04
14