Shin Hospital
Lia
Youna? Kamu kenapa? Bangun sayang!
Keesokan paginya Youna kembali di temukan pingsan di lantai kamarnya.
Saat dahinya di cek ternyata demamnya sudah naik lagi.
Xion
Ayo! Kita ke rumah sakit!
Berhubung Youna tak kunjung sadar, Aland pun menggendongnya dan membawanya masuk ke dalam mobil untuk berangkat menuju rumah sakit.
Lia
Sabar ya sayang, bertahanlah.
Shin cemas menatap wajah putrinya yang sudah pucat di pangkuan Aland.
Tak lama berselang, mereka akhirnya sampai di rumah sakit.
Begitu masuk, Aland pun langsung menidurkan Youna di UGD di tempat Shin menanti mereka.
Shin
Sebentar, biar aku periksa.
Lia
Aku mohon sadarkan Youna.
Shin mengangguk dan mulai memeriksa keadaan Youna dengan cekatan, mulai dari mengecek detak jantungnya, mengecek suhu hingga memasangkan selang infus pada Youna.
Xion
Tenang aja, Youna pasti kuat.
Aland
Jangan khawatir bun.
Lia mengangguk setelah merasa lebih tenang.
Untungnya ini hari minggu, jadi mereka semua bisa berkumpul menemani Youna tanpa harus memikirkan masalah pekerjaan.
Beberapa menit berlalu, Shin akhirnya menyudahi aktivitasnya.
Lia
Gimana? Gimana keadaan Youna?
Shin
Tenang aja, sekarang Youna udah gapapa.
Shin
Cuma kondisinya aja yang masih lemah karena demam tinggi dan dehidrasi. Tapi aku udah pasangkan infus untuknya. Setelah di rawat beberapa hari Youna pasti membaik.
Shin
Sekarang, Youna akan di pindahkan ke ruang rawat ya.
Shin
Sudah. Sekarang aku harus memeriksa pasien yang lain. Panggil aku jika kalian butuh bantuan, ya?
Lia
Iya Shin, makasih banyak ya.
Shin
Sama - sama Lia, ini udah tugasku.
Shin pun berlalu keluar untuk melanjutkan pekerjaannya.
Beginilah rutinitasnya sehari - hari sebagai dokter yang tidak pernah ada kata libur dalam pekerjaannya.
Kini, Xion, Lia dan Aland tengah terduduk diam menatap Youna yang masih terbaring lemah di ranjangnya.
Lia yang berada tepat di sebelah Youna langsung menggenggam tangan Youna, dan mengecup tangan putrinya itu.
Lia
Cepat sadar ya sayang, bunda kangen.
Inilah kenyataan tentang Youna, yang memang sering keluar masuk rumah sakit karena anemia yang di deritanya.
Namun, biarpun sudah sering, tetap saja hal ini selalu membuat mereka khawatir.
Lia
Kok Youna belum sadar juga ya?
Xion
Gapapa, yang penting sekarang Youna udah aman di rumah sakit.
Lia mengangguk paham.
Beruntung Youna belum sadar, jadi dia bisa di bawa ke rumah sakit tanpa penolakan.
Lia
Eh, Yuan gimana? Kasian dia sendirian di rumah.
Aland
Sebentar, bun. Biar Aland telepon bibi.
Lia
Sini, biar bunda aja yang ngomong.
Aland pun memberikan ponselnya pada Lia.
Lia
Halo bi. Yuan udah bangun?
Pelayan
Oh nyonya? Sudah kok nyonya. Ini baru aja selesai mandi.
Lia
Bibi bisa bawain buah buat Youna ga?
Pelayan
Iya nyonya, bisa kok.
Lia
Nanti minta supir buat anterin kalian kemari ya bi?
Lia
Yaudah bi, makasih banyak ya.
Pelayan
Iya nyonya, sama - sama.
Xion
Aland, kamu pesenin makanan ya. Kita sarapan di sini.
Aland mengutik ponselnya lagi untuk memesan makanan lewat aplikasi pesan antar.
Yuan akhirnya sampai dan langsung berlari ke pangkuan neneknya.
Lia
Tadi Yuan ga nangis kan?
Yuan
Engga dong nek. Kan Yuan pemberani.
Pelayan
Nyonya, ini buahnya.
Bibi memberikan buah - buahan segar yang ia bawa dari rumah.
Pelayan
Sama - sama, nyonya.
Lia
Youna? Kamu udah sadar sayang?
Youna membuka matanya dan mengangguk. Akhirnya ia siuman berkat kebisingan yang di ciptakan Yuan.
Aland
Syukurlah kamu udah sadar.
Youna pun kembali tersenyum setelah menatap wajah keponakannya.
( Tok! Tok! )
Seorang kurir datang mengantarkan pesanan Aland.
Aland pun langsung membayar dan menerima pesanan tersebut.
Xion
Bibi udah sarapan? Mau sarapan bareng?
Pelayan
Ah ga tuan, ga perlu.
Lia
Oh iya bi! Bibi sama yang lain kalo mau makan masak sendiri aja ya? Ga perlu nungguin saya. Kalo males masak pesan makanan aja gapapa, nanti saya yang bayarin.
Pelayan
I- iya nyonya, makasih. Makasih banyak.
Lia pun tersenyum ramah.
Pelayan itu lalu pulang bersama supir untuk sarapan dengan pekerja lainnya yang bekerja di mansion Xion.
Lia dan keluarganya memang selalu murah hati bahkan dengan pelayan - pelayan di rumah mereka, sehingga hubungan mereka pun tetap berjalan dengan rukun.
Lia segera menuangkan segelas air untuk Youna dan membantunya untuk duduk.
Youna pun meneguk air putih untuk menyegarkan tenggorokannya yang sudah kering, kemudian matanya menatap sekeliling ruangan itu.
Lia
Kita di rumah sakit sayang.
Aland
Tadi pagi kamu pingsan Youna. Kamu ga inget?
Youna
( Oh... Aku pingsan lagi ya? )
Yuan
Tante sakit lagi ya? Tante sakit apa?
Youna
Ah? Engga kok sayang, tante ga papa.
Youna
Bun, Youna ga mau di rumah sakit. Youna udah ga papa kok. Kita pulang aja ya?
Lia
Ga papa apanya Youna? Orang kamu masih demam gitu.
Xion
Ga boleh Youna, kamu masih sakit. Lebih baik kamu di rawat dulu di sini.
Aland
Nanti kalo kamu pingsan, kakak ga mau mau gendong kamu lagi.
Youna manyun mendengarkan omelan keluarganya.
Lia
Hihi... biarin aja. Makanya kamu jangan bandel.
Lia
Pokoknya kamu ga boleh pulang sebelum kamu sembuh. Ngerti?
Yuan
Nenek! Kita makan yuk! Yuan laper nih.
Semua orang pun terkekeh mendengar ocehan Yuan.
Xion
Yaudah, kita sarapan dulu ya.
Mereka pun duduk berkumpul dengan Youna dan menyantap sarapan bersama dengan ceria.
Jangan lupa =
❀ Gift
❀ Like
❀ Vote
❀ Komen
❀ Subscribe
Maaciii><
Comments
🚩ZEAN
Up thorr...
2022-02-03
15