CLBK
Setelah merasa lebih tenang, mereka pun sepakat untuk berbincang dan jujur satu sama lain.
Erland
Youna, aku minta maaf karena dulu aku kurang serius sama hubungan kita.
Erland
Maaf karena dulu aku terlalu cepet nyerah dan udah buat kamu salah paham.
Erland
( Aish! Pengganggu itu! )
Erland
Youna, aku ga ada hubungan apa - apa kok sama dia.
Erland
Dia itu cuma pengganggu, dan aku sama sekali ga pernah respon dia.
Erland
Waktu itu, dia sengaja meluk aku biar kamu salah paham, biar hubungan kita hancur.
Youna
( Ternyata bener aku cuma salah paham. )
Youna menunduk dan mulai ngedumel.
Youna
Maaf karena aku udah berprasangka buruk sama kakak dan udah membenci kakak tanpa sebab.
Youna
Seharusnya dulu aku lebih percaya sama kakak, dan ga ninggalin kakak kaya gitu.
Youna
Terus, aku juga udah bohongin kakak.
Youna
Sebenarnya namaku memang Youna, bukan Youra. Seharusnya kemaren aku langsung jujur sama kakak pas kita ketemu di rumahku.
Erland terkekeh, dan Youna pun menatapnya.
Youna
Orang lagi serius ih...
Erland pun berhenti tertawa, dan tersenyum.
Erland
Sekarang pun kamu masih bawel ya?
Youna pun jadi salah tingkah lantaran malu sudah bicara terlalu banyak.
Erland
Ga papa, kamu ga salah apa - apa kok.
Erland menggenggam kedua tangan Youna dan menatapnya serius.
Erland
Youna, perasaanku ke kamu ga pernah hilang sedikit pun. Dari dulu, bahkan sampai sekarang ini, aku masih tetap cinta sama kamu.
Erland
Jadi, aku mohon kasih aku kesempatan sekali lagi buat perbaiki semuanya.
Erland
Aku mau kita kaya dulu lagi, Youna.
Erland
Aku janji, kali ini aku bakalan lebih serius, dan akan terus perjuangin kamu, sampai kita menikah nanti.
Lagi - lagi gadis itu dibuat terpaku dengan perbuatan Erland.
Meski sempat berpikir panjang, Youna akhirnya mengangguk dan tersenyum manis.
Erland
Makasih Youna, makasih...
Erland memeluk Youna dengan sangat erat dan langsung di balas Youna.
Mata Erland kemudian menemukan sekotak buah stroberi di atas meja yang sudah berkurang.
Erland
Kamu udah makan stroberinya?
Erland
Sama - sama sayang.
Youna tersipu malu dan menyembunyikan wajahnya di pelukan Erland.
Erland lalu terdiam saat matanya melihat seorang anak kecil yang tertidur di sofa.
Youna mengikuti Erland yang memandangi Yuan.
Erland sontak bangkit dari duduknya.
Mereka pun menatap Aland yang melangkah masuk dengan wajah seriusnya.
Ia meletakkan barang belanjaannya di atas meja, kemudian beralih ke hadapan Erland.
Aland
Aku Aland, suaminya Youna.
Aland
Dan anak itu, adalah anak kami berdua.
Aland terdiam sejenak, kemudian ia tertawa terbahak - bahak menatap Erland yang kebingungan.
Aland
Haha... lucu banget reaksimu.
Aland
Iya - iya, aku bercanda.
Aland pun tersenyum dan mengulurkan tangannya.
Aland
Aku Aland, kakak kandungnya Youna.
Erland
Aku Erland, salam kenal.
Mereka berdua pun berjabat tangan.
Erland
( Ternyata Youna punya kakak. )
Youna
( Syukurlah kakak sama kak Erland bisa akur. )
Youna
( Walaupun baru di awalnya. )
Youna melempar bantal ke arah Aland lantaran masih merasa kesal.
Aland
Haha... iya maaf deh.
Erland
Iya kak, ga masalah.
Aland
Jadi, apa kakak ganggu kalian?
Aland
Kalo gitu kakak keluar lagi deh.
Aland hendak berbalik, namun langsung ditahan oleh Youna.
Youna
Ga- ga perlu. Ka- kami cuma-
Youna memukuli Aland lagi dengan bantalnya.
Aland
( Akhirnya Youna bisa bawel lagi. )
Erland tersenyum melihat tingkah mereka, begitupula Aland yang terlihat bahagia lantaran bisa mendengar ocehan dan keceriaan adiknya lagi.
Shin memasuki ruangan bersama seorang suster yang membawa peralatan medisnya.
Shin
Hai Youna, ceria banget?
Shin
Erland? Kamu beneran dateng?
Shin
Mama pikir kamu ga serius.
Shin
Ternyata kamu beneran khawatir sama Youna ya? Hihi...
Erland hanya tersenyum menatap Youna.
Shin kemudian memperhatikan kantung infus milik Youna.
Shin
Youna? Kamu udah minum obatnya kan?
Shin
Bagus deh. Sekarang tante ganti infusnya dulu ya?
Ini sudah kedua kalinya Youna ganti infus hari ini, namun ia masih terlihat gugup.
Erland kemudian menggenggam tangan Youna untuk menenangkannya.
Erland
Ga papa, tenang aja.
Youna mengangguk.
Erland menahan pandangan Youna pada dirinya supaya Youna tidak menatap ke arah jarum infusnya.
Sementara itu Shin melanjutkan pekerjaannya dan mulai mengganti jarum infus Youna, hingga mengganti kantung infusnya dengan yang baru.
Beberapa menit kemudian, Shin pun selesai memeriksa Youna.
Erland
Gimana keadaan Youna ma?
Shin
Syukurlah, demamnya udah berkurang. Kondisi Youna juga udah lebih stabil dibandingkan tadi pagi.
Shin
Tapi Youna, Kamu masih butuh banyak istirahat dan rutin minum obat juga, ya?
Youna
Iya tante, Youna ngerti kok. Makasih banyak ya tante.
Shin
Mendingan sekarang kamu istirahat lagi deh, biar lekas sembuh.
Shin
Erland, kamu pulang dulu ya?
Youna
( Yah... Baru aja ketemu. )
Erland
Kamu harus istirahat, ya?
Erland
Nanti aku dateng lagi.
Shin dan Erland pun akhirnya meninggalkan ruangan itu.
Aland
Udah, ga usah sedih lagi.
Youna
Si- siapa yang sedih?
Youna
( Kok kakak bisa tau sih? )
Aland
Sekarang kamu tidur, ya?
Youna pun mengangguk dan berbaring perlahan.
Aland
Ga Youna, kamu aja. Kakak takut nanti yuan kebangun.
Youna menguap dan mulai mengantuk.
Aland pun menyelimuti Youna dan mencium kening adiknya itu.
Aland
Sweet dreams, cantik.
Youna
Hihi... makasih kak.
Youna pun tersenyum dan mulai memejamkan matanya.
Jangan lupa =
❀ Gift
❀ Like
❀ Vote
❀ Komen
❀ Subscribe
Maaciii><
Comments
♥️ _Sinta
Lanjut thorr
2022-06-17
4
Raraa
Up thorr!!!
2022-02-03
15