Kambuh
Tak ingin tinggal diam, Aland langsung menghampiri Youna dan mengangkat tubuh Youna ke ranjangnya.
Aland
Youna! Bangun, Youna! Youna!
Aland terus menepuk - nepuk pipi Youna dan berusaha membangunkannya.
Karena Youna masih tidak sadarkan diri, Aland pun bergegas memanggil ibu dan ayahnya.
Mendengar kabar itu Lia dengan Xion langsung berlari menuju kamar Youna.
Lia
Kamu kenapa? Youna, bangun sayang!
Masih tidak ada jawaban dari Youna.
Lia
Gimana ini? Youna ga sadar juga.
Xion
Ayo, kita ke rumah sakit sekarang!
Saat orang - orang mulai panik, akhirnya Youna sadar juga.
Xion
Youna? Kamu udah sadar?
Lia
Kamu demam sayang. Kita ke rumah sakit ya?
Youna menggeleng. Ia berusaha berbicara dan menolak tawaran ibunya.
Youna
Hmm.. ga, bun. Ga perlu...
Youna menggeleng lagi. Walau lemas ia bersikeras tidak ingin pergi.
Xion
Hm yaudah. Kalo gitu kita panggil dokter kemari. Kamu mau ya?
Youna pun mengangguk pasrah.
Lia langsung menelpon seorang dokter yang ia kenal.
Lia
Duh... mereka sibuk. Gimana ini?
Lia
Dokter... dokter... siapa lagi ya?
Lia pun menghubungi Shin dan memintanya datang, untungnya Shin bisa datang saat ini juga.
Shin masuk ke kamar Erland untuk berpamitan.
Shin
Erland, kamu sarapan sama papa ya. Mama buru - buru.
Erland
Mama mau pergi? Kemana?
Shin
Youna sakit. Mama mau periksa dia.
Belum sempat Erland menjawab Shin langsung berangkat terburu - buru.
Erland
( Youna? Dia sakit apa? )
Erland
( Aish... masa bodoh. Dia bukan siapa - siapaku. )
Tiba - tiba Erland kepikiran Youna, tapi dia langsung menepis pikirannya untuk tidak mengkhawatirkan Youna.
Shin segera menuju kediaman Xion untuk memeriksa keadaan Youna.
Beberapa menit kemudian dia pun sampai.
Lia
Shin, tolong ya kamu periksa Youna.
Shin
Jangan khawatir, Lia.
Sementara orang lain menunggu, Shin langsung mengambil peralatan medisnya dan memeriksa Youna dengan cekatan.
Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, tekanan darah, detak jantung serta pemeriksaan yang dibutuhkan lainnya, semuanya dilakukan oleh Shin untuk mengatahui kondisi terkait kesehatan Youna.
Setelah beberapa menit, akhirnya Shin pun selesai.
Shin
Ga serius kok, ga perlu khawatir. Cuma demam sama anemia, mungkin karena kecapean.
Shin
Youna, kamu rutin minum suplemen penambah darah kan? Kemarin kamu minum obatnya ga?
Youna
Kemaren... aku lupa minum obatnya, tante.
Lia
Kamu serius? Kok bisa lupa sih? Kamu kan kamu ga bisa putus obat.
Mendengar bundanya mengomel, Youna hanya bisa menunduk.
Youna
Maaf, bun. Youna ga sengaja.
Lia
Kalo terjadi apa - apa sama kamu gimana? Kamu juga harus peduli sama kesehatan kamu! Kamu suka buat bunda khawatir begini?
Youna hanya bisa terdiam karena merasa bersalah. Akibat ulahnya sendiri ia malah jatuh sakit dan membuat orang - orang khawatir.
Youna
Maaf bun, Youna ga bakal ulangin lagi.
Setelah puas mengomel Lia akhirnya memeluk Youna untuk menenangkannya.
Lia
Hah... yaudah bunda juga minta maaf. Hari ini kamu istirahat aja ya.
Youna
Tapi bun, Youna kan mau kerja.
Aland
Kalo kamu pingsan lagi kaya tadi gimana? Ga usah bandel deh.
Xion
Udah - udah. Youna, nurut aja ya sayang.
Youna pun mengangguk pasrah.
Shin
Yaudah. Ini aku resepkan obat untuk Youna.
Lia
Makasih banyak ya, Shin.
Shin
Sama - sama, Lia. Ga usah sungkan. Ini udah tugasku.
Setelah memberikan obat Shin pun berpamitan dan pulang ke rumahnya.
Aland dan Xion melanjutkan sarapan untuk pergi bekerja. Sedangkan Youna disuruh tetap di kamarnya untuk beristirahat dan tidak diperbolehkan pergi bekerja.
Untungnya dia CEO nya, jadi bebas deh mau kerja atau engga.
Yuan memasuki kamar bersama Lia yang membawakan semangkuk bubur untuk Youna.
Youna
Yuan? Pagi anak manis.
Youna yang semula berbaring langsung duduk saat melihat Yuan dan Lia datang.
Lia
Bunda buatin kamu bubur. Abis makan kamu langsung minum obat ya sayang.
Lia lanjut menyuapkan bubur untuk Youna, sementara Yuan duduk manis disebelah Youna sambil memperhatikannya.
Yuan
Tante sakit ya? Tante sakit apa?
Youna tersenyum dan mengusap kepala Yuan.
Youna
Tante cuma demam kok sayang.
Yuan langsung manyun dan memeluk Youna.
Yuan
Tante jangan sakit - sakit dong. Nanti kalo tante sakit Yuan main sama siapa?
Melihat itu Youna pun ikut memeluk Yuan.
Youna
Tante gapapa kok. Bentar lagi juga sembuh. Ga perlu khawatir ya.
Aland masuk ke kamar Youna untuk mengantarkan Yuan pergi ke sekolah.
Aland
Yuan? Ayo berangkat.
Yuan
Yah... baru aja liat tante.
Aland
Tante harus istirahat, Yuan.
Youna
Gapapa, Yuan. Nanti pulang sekolah kita main lagi oke?
Yuan melepaskan pelukannya dan mereka pun berpatiman.
Aland
Aland berangkat dulu ya, bun.
Aland dan Yuan akhirnya pergi.
Setelah beberapa suapan Youna pun akhirnya selesai makan dan langsung meminum obatnya.
Lia
Udah semua. Sekarang kamu istirahat ya.
Lia meninggalkan kamar itu dan Youna kembali berbaring di ranjangnya untuk beristirahat.
Siang harinya, pukul 11.20
Youna baru saja terbangun saat mendengar ponselnya berdering.
Ternyata Yeri menelpon Youna dengan niatan ingin mengajaknya makan siang bersama.
Yeri
Nanti makan siang bareng yuk! Bisa ga?
Youna
Maaf, Yeri. Hari ini aku di rumah.
Yeri
What? Kenapa? Tumben kamu mau
libur kerja.
Youna
Soalnya aku lagi sakit, hehe...
Yeri
Kamu sakit? Sakit apa? Parah ga? Ko ga ngabarin aku sih?
Youna
Iya - iya maaf. Ga parah kok, cuma demam sama anemiaku kambuh.
Yeri
Oh gitu. Yaudah ntar jam makan siang aku mampir kesana oke! Kamu istirahat ya! Jangan banyak gerak pokoknya! Dahhh.
Jangan lupa =
❀ Gift
❀ Like
❀ Vote
❀ Komen
❀ Subscribe
Maaciii><
Comments
🍁ᴄᴎ͜͡ᵲ᭄Redblack🌅ͧ ᷤ ⃫ᷨ⃟⃤🧧🍁
Jejak ku sampai sini dulu, akan redblack baca pelan pelan. 🏃❤
2022-04-10
11
💎𝑽𝒆𝒍𝒍𝒊𝒄𝒊𝒂 𝓻𝓹
Lanjut eonni ❣️
Fighting nulisnya 💪
2022-01-31
14
Peri lucukk💐
Mama nya Youna kenapa cemas gitu sih???
Jadi dugun - dugun nie bacanya 😭
2022-01-31
14