Awal
Erland terus melangkah, membawa Youna menaiki anak tangga untuk sampai ke tempat yang ia tuju.
Youna
Ki- kita mau kemana kak? Kok jauh banget?
Erland
Cape? Mau di gendong?
Youna
Ah? E- Engga kok, ga perlu.
Youna akhirnya berhenti mengoceh dan mengalihkan pandangannya dari Erland, membuat pria itu terkekeh gemas melihat tingkahnya.
Setelah melewati beberapa lantai, Erland akhirnya membuka pintu keluar dan menunjukkannya pada Youna.
Ya, ternyata Erland membawa Youna naik ke rooftop, atap sekolah yang luas dan tenang tanpa ada seorang pun di sana.
Erland melanjutkan langkahnya, mengajak Youna hingga ke tepi untuk bisa melihat keseluruhan pemandangannya.
Dengan wajah polosnya Youna sampai ternganga karena takjub dengan pemandangan indah yang disuguhkan dari atas rooftop.
Erland
Gimana? Kamu suka tempat ini?
Youna
Aku? Aku sukaaa banget! Hihi...
Ia sangat gembira karena dari atas sini ia bisa bebas menghirup udara segar sebanyak yang ia mau.
Erland
( Syukurlah dia ga takut ketinggian. Dia bener - bener cewe pemberani. )
Youna
Makasih ya kakak udah bawa aku ke tempat ini.
Erland terus menatap Youna yang tersenyum manis dan tengah asik menikmati pemandangan.
Tatapannya bahkan tidak berpaling saat Youna menatapnya balik, begitu pula Youna yang juga terpanah menatap Erland.
Tatapan mata mereka seolah terkunci satu sama lain dan sangat sulit untuk berpaling, seolah mereka punya suatu hal yang sangat ingin mereka sampaikan.
Erland
( Apa ini saat yang tepat? )
Youna
( Apa aku boleh mengakuinya sekarang? )
( Deg! )
Youna berdebar saat Erland menyebut namanya untuk pertama kali, walau itu bukan nama aslinya.
Jantung Youna berdebar semakin kencang ketika Erland beralih menghadapnya dan menggenggam kedua tangannya.
Erland terlihat mengatur nafasnya kemudian memulai dialognya.
Erland
Aku mau ngomong sesuatu ke kamu.
Erland
Aku ga tau sejak kapan perasaan ini muncul. Tapi, sepertinya kamu wanita yang tepat buat aku. Aku rasa aku nyaman sama kamu.
Erland
Youra... Apakah, kamu mau jadi pacarku?
Mata Youna membulat sempurna lantaran terkejut dengan pengakuan Erland.
Padahal Youna yang nge crush in Erland, tapi ternyata Erland duluan yang confess ke Youna.
Cukup lama Erland menunggu. Dengan penuh harapan dan ketegangan, akhirnya Youna pun bersuara.
Youna
A- apa kamu yakin kak?
Erland
Tentu. Aku serius Youna.
Youna yang selama ini memang mengharapkan Erland, langsung berniat menerima Erland tanpa menaruh rasa curiga sedikit pun pada pria itu.
Youna mengangguk dengan semangat sambil menunjukkan senyum manisnya.
Erland yang melihat itu langsung menyambar tubuh Youna dan memeluknya erat.
Erland
Makasih Youra, makasih...
Youna tersenyum bahagia dan membalas pelukan Erland dengan sangat erat.
Keinginannya untuk bisa berpacaran dengan crush nya ini akhirnya menjadi kenyataan.
Begitulah hubungan asmara mereka dimulai dan terus terbawa arus.
Beberapa hari berlalu, hubungan mereka berjalan mulus tanpa ada halangan sedikit pun.
Mereka melakukan banyak hal menyenangkan dan menghabiskan waktu bersama layaknya sepasang kekasih pada umumnya.
Namun sayangnya mereka masih sama - sama menyimpan rahasia yang tidak bisa mereka ungkapkan satu sama lain. Yakni rahasia Erland dengan taruhannya, dan juga rahasia Youna dengan identitas aslinya.
Hari ini, usia hubungan mereka sudah genap 1 minggu.
Sekolah telah usai beberapa menit yang lalu, namun sepasang kekasih justru memilih pulang terlambat untuk menghabiskan waktu bersama di rooftop yang sudah menjadi tempat favorit mereka.
Erland
Sebentar, aku punya sesuatu buat kamu.
Youna
Hm? Sesuatu apa kak?
Erland kemudian mengeluarkan sebuah box kecil dari saku bajunya dan menunjukkannya pada Youna.
Erland
Ini, hadiah kecil dariku. Buat kamu. Aku harap kamu suka.
Youna
Wahhh? Ka- kakak serius?
Erland mengangguk, ia meraih dan memakaikannya di leher Youna.
Youna menatap dan membelai kalung itu dengan matanya yang berbinar.
Youna
Kakak bisa aja deh, hihi...
Mereka menebar senyuman satu sama lain.
Youna
Makasih kak... aku suka!
Erland melangkah maju mendekati Youna lalu memojokkannya ke pagar, merangkul pinggangnya dengan lembut hingga tidak ada jarak lagi di antara mereka.
Mendapat perlakuan romantis seperti itu ternyata membuat Youna gugup dan tergagap, terutama saat Erland mulai menatapnya serius.
Bukannya menjawab, Erland malah bergerak meraih dagu Youna dan semakin mendekatkan wajahnya pada Youna. Youna mulai menyadari maksud Erland, namun dia tidak bisa berbuat apa - apa.
Dengan tubuh yang seolah terkunci, Youna akhirnya merasakan bibir Erland mendarat tepat di bibirnya.
Youna pun sontak memejamkan matanya, tangannya mengepal kuat lantaran merinding.
Sempat shock, namun kemudian Youna berusaha menenangkan dirinya.
Tak dapat dipungkiri lagi bahwa dia benar - benar menginginkan Erland, dan dia pun membiarkan pria itu mengambil ciuman pertamanya.
Setelah cukup lama Erland pun melepaskan tautannya dan menatap Youna dengan rasa penasaran.
Youna
Ah? E- engga, gapapa kak.
Youna bergerak memeluk Erland dengan erat untuk meyakinkan pria itu, sekaligus menutupi wajahnya yang masih malu.
Tapi ternyata Erland tetap menyadari hal itu. Ia tersenyum dan membalas pelukan wanitanya itu dengan hangat, tangannya pun bergerak mengusap kepala Youna dan berbisik lembut.
Erland
Aku mencintaimu Youra.
Youna
A- aku juga. Aku juga mencintaimu kak.
Senyuman pun terukir indah di wajah kedua insan ini, terbalut pelukan hangat serta indahnya cahaya jingga di langit petang yang seolah merestui hubungan mereka berdua.
Jangan lupa =
❀ Gift
❀ Like
❀ Vote
❀ Komen
❀ Subscribe
Maaciii><
Comments
🚩ZEAN
Up thorr
2022-02-02
15