Terungkap
Ternyata keberadaan Erland berhasil mengusik tidur nyenyak Youna. Youna terkejut dan terduduk di ranjang saat mendapati ada seorang pria di dalam kamar tidurnya.
Erland pun menoleh, ia menatap Youna dengan rasa tidak percaya. Mata Youna sempat terbelalak karena terkejut melihat keberadaan Erland di sini.
Youna
( Erland? Kenapa dia bisa ada di sini? )
Youna seolah terpaku saat mendengar Erland memanggilnya dengan sebutan "Youra", nama palsu yang pernah ia gunakan saat SMA.
Erland perlahan bangkit dan duduk di hadapan Youna sambil membawa sebuah kalung di genggamannnya.
Kalung ini ternyata pernah Erland hadiahkan untuk Youna saat mereka masih berpacaran dulu.
Erland
Youra? Jadi, kamu Youra? A- apa aku benar?
Tanpa sadar Youna meneteskan air matanya. Mulutnya serasa terkunci dan tidak tau harus menjawab apa.
Erland duduk di tepi ranjang, menyentuh pipi lembut Youna dan menatap wanita di hadapannya itu dengan mata berkaca - kaca.
Erland
Youra? Tidak, Youna! Apa maksudnya ini? Kenapa kamu ga jujur sama aku? Kenapa kamu ga ceritakan semuanya sejak awal, sejak kita bertemu kemarin? Kenapa Youra?
Bukannya berhasil menjawab pertanyaan itu, tangisan Youna malah semakin menjadi. Ia tertunduk sesenggukan saat mendengar pertanyaan yang mengejutkan dari Erland.
Emosinya benar - benar campur aduk saat ini. Sedih, haru, marah. Rasanya ingin sekali ia menyangkal, ingin marah dan ingin menjauh dari Erland. Tapi entah kenapa tubuhnya sangat sulit melakukan hal itu dan malah tidak bisa berbuat apa - apa.
Melihat wanita itu menangis membuat Erland tergerak untuk menenangkan Youna di pelukannya. Sungguh sulit di percaya. Wanita yang selama ini ia cari - cari, kini sudah ada dalam genggamannya. Erland memeluk Youna dengan eratnya untuk melepaskan rasa rindu yang sudah ia pendam bertahun - tahun lamanya.
Youna akhirnya larut dalam pelukan Erland. Walau sudah bersikeras, ia tetap tidak bisa selamanya berbohong. Karena kebenaranya adalah, ia memang masih mencintai Erland.
Bahkan mereka berdua sampai tidak menyadari, kalau ternyata siang itu hujan turun semakin deras, diikuti suara petir yang mulai bersahut - sahutan di langit.
Saat hujan semakin deras, Lia memutuskan untuk berbaring di kamar Aland, menemani Yuan yang tengah tidur siang. Ia memeluk dan mengecup kening Yuan dengan lembut.
Lia
Tidur yang nyenyak cucuku.
Lia
( Duh... deras banget hujannya. )
Lia mendengar ponselnya berdering, segera ia melihat dan menjawab panggilan di ponselnya itu yang ternyata dari Shin, sahabatnya.
Lia
Halo juga Shin, kenapa?
Shin
Tadi Erland bilang mau jenguk Youna. Apa dia beneran dateng?
Lia
Oh iya! Dia beneran dateng kok. Masih di sini juga.
Shin
Serius? Syukurlah dia ga bohong. Jadi, gimana tuh hubungan mereka? Ada perkembangan ga?
Lia
Duh... aku seneng banget tau ga? Soalnya sekarang Erland masih di dalam kamar sama Youna.
Lia
Iyaaa. Bahkan belum keluar sampe sekarang. Ga tau deh mereka lagi ngapain, hihi...
Mereka berdua terkekeh sambil gosipin anak mereka.
Lia
Semoga aja ada kabar baik ya dari mereka.
Shin
Iya yaaa. Semoga aja mereka berjodoh, biar kita bisa jadi besan beneran. Hihi...
( Ctek! )
Listriknya padam.
Lia
Eh? Mati lampu ya? Udah dulu ya Shin, ntar kita lanjut lagi.
Mereka akhirnya mengakhiri panggilannya.
Lia menyalakan flash ponselnya sebagai penerangan.
Sejenak ia khawatir karena Youna punya phobia gelap. Tapi kemudian ia ingat kalau Erland masih ada bersama Youna.
Lia
( Untung ada Erland. Semoga Youna baik - baik aja deh. Tapi, Erland udah pulang belum ya? )
Youna dan Erland sekarang ini masih dalam keadaan yang sama, hingga tiba - tiba saja kamar tersebut menjadi gelap gulita karena listriknya mati
Youna tersentak dan menghentikan sesenggukannya. Tubuhnya gemetar dengan kedua tangannya yang menyambar mengeratkan pelukannya pada Erland.
Erland yang menyadari hal itu pun langsung berinisiatif menyalakan flash dan meletakkan ponselnya di atas nakas untuk menerangi kamar.
Erland
Gapapa, jangan takut. Aku di sini.
Erland
( Ternyata dia masih phobia sama gelap. )
Ajaibnya, Youna langsung merasa tenang bersama Erland.
Gemetar dan rasa cemas yang sempat melanda kini hilang seketika, tepat setelah tangan kekar Erland mendarat dan mengusap kepalanya dengan lembut.
Kemudian Youna menyadari bahwa dirinya juga sangat merindukan Erland.
Lia
Youna? Kamu gapapa sayang?
( Ctek! )
Listriknya menyala lagi.
Lia yang masih merasa khawatir ternyata menerobos masuk ke kamar Youna. Ia terpaku saat menemukan Youna yang masih berada di pelukan Erland.
Melihat kedatangan Lia, Youna pun sontak melepaskan pelukannya, dan menyeka air matanya.
Lia
Duh... kayanya bunda ganggu ya? Hehe...
Erland bangkit dari duduknya. Ia menatap Youna, namun Youna mengalihkan pandangannya.
Erland
( Apa dia masih marah samaku? )
Lia
Kalian... gapapa kan? Youna? Ada masalah apa?
Lia merasakan ada kejanggalan dari tingkah mereka berdua.
Youna
Gapapa, bun. Youna cuma mau istirahat.
Lia
Oh... gitu. Erland? Kamu-
Erland
Erland pamit aja tante.
Erland
Gapapa tante. kayanya Youna masih butuh istirahat.
Lia
Oh... iya - iya. Yaudah yuk biar tante anterin ke depan.
Erland mengangguk. Pandangannya kembali menatap Youna, tapi Youna masih tidak mau menatapnya.
Erland kemudian melangkah pergi bersama Lia dan meninggalkan kamar itu.
Jangan lupa =
❀ Gift
❀ Like
❀ Vote
❀ Komen
❀ Subscribe
Maaciii><
Comments
sayang
next thoor percepat buat cerita nya jangan buat kita semua pernasaran aja
2022-02-01
20
💎𝑽𝒆𝒍𝒍𝒊𝒄𝒊𝒂 𝓻𝓹
Kesian Youna 😭
2022-02-01
15
𝐀𝐥𝐥𝐞𝐱𝐚
Mengsedih huaaa 😭😭
2022-02-01
15