Part 15

Natha merasakan ada yang tidak beres. Apalagi saat mendengar suara Nhita yang penuh rasa jijik.

"Maaf.. aku tidak bisa.."

Suara menyedihkan seseorang, membuat Natha langsung beranjak. Ia menengok ke kanan dan ke kiri. Lalu langkah kakinya menuju sumber suara yang berasal dari belokan yang tidak jauh darinya.

Saat sampai, Natha melihat ketiga orang gadis. Salah satunya terlihat menundukkan kepala. Dan yang dua lainnya terlihat berkacak pinggang dengan ekspresi jijik.

plak

Tamparan dari gadis di samping Nhita kepada gadis yang menunduk membuat gadis menyedihkan itu langsung terjatuh dengan muka berpaling ke samping.

Natha mengerutkan kening melihat itu. Langkah kakinya berlanjut dan lebih mendekat.

Mendengar langkah kaki seseorang, ketiga gadis itu menoleh. Yang paling berekspresi kaget adalah Nhita.

"Kakak? Kenapa kamu di sini?" tanyanya dengan mata melebar kaget.

Nhita Pikir, Natha tidak akan pernah bersekolah lagi untuk merawat Abyan. Dan ia pikir, Natha tidak akan di biarkan keluar rumah oleh keluarga Grissham. Pikiran itu membuatnya kesenangan, karena ia bisa merebut gelar ratu sekolah dari Natha.

Melihatnya muncul, apalagi dalam keadaan sekarang membuat Nhita merasa cemas dan panik. Walaupun wajahnya sudah terekspos saat terakhir kali bertemu dengan Natha, namun Nhita akan berpura-pura baik lagi. Apalagi Natha selalu percaya padanya.

Natha tidak menjawab. Tanpa ekspresi apapun di wajahnya, Natha menghampiri gadis yang berjongkok dengan pipi bengkak dan merah bekas tamparan. Natha membantunya berdiri.

Lalu tatapannya menjadi tidak senang saat beralih pada kedua pelakunya, "Nhita? Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu menggertaknya?"

Nhita menggeleng panik dengan kedua tangan ikut melambai mengikuti gerakan kepalanya untuk menyangkal.

Sekarang, Nhita sudah mulai tinggal di kediaman Dirgantara. Nhita tidak tahu informasi apa-apa dari orang tuanya tentang Natha. Sekarang, kenapa sikap Natha terlihat berubah?

Mata Nhita bergulir gelisah, "E-um.. sebentar lagi akan ada seleksi dalam partisipasi pemilihan bakat di sekolah ini. Jadi.. jadi kita hanya berlatih. Ya ya, berlatih.." alibi Nhita dengan kepala mengangguk-angguk seraya tersenyum paksa.

Gadis di samping Nhita--Aldis,  menggeleng menyangkal ucapan Nhita, "Bukan seperti itu!"

Nhita melototinya. Ia mencubit lengan Aldis dengan mengancam.

Aldis meringis. Ia memegang tempat yang di cubit. Setelah melihat mata Nhita yang memberi kode, ia mulai mengerti. Aldis mengangguk Kaku, "Ah, Nhita benar! Kita hanya latihan saja.."

Mata Nhata memicing. Lalu, ia menoleh ke arah Olivia--Gadis yang ia rangkul untuk membantunya berdiri tegak. "Apakah benar?"

Olivia melirik Aldis dan Nhita dengan takut. Tapi, melihat Natha yang melindunginya, Olivia merasa ketakutannya sedikit menghilang.

"Kamu.. Em.. apakah sudah makan siang?" tanyanya pelan.

Natha mengangkat alis. Lalu, tiba-tiba Natha mengerti. Olivia ingin berbicara dengannya di tempat lain.

Natha tersenyum santai seraya menggeleng, "Kebetulan aku belum. Ayo ke kantin bersama," ajaknya mengambil tangan Olivia.

Natha mengabaikan kedua gadis di belakangnya dan menarik tangan Olivia. Aldis ingin menghentikan mereka, namun Nhita menggeleng.

Wajah Aldis terlihat sangat kesal, "Kenapa kamu membiarkan mereka pergi?!"

Nhita tidak menjawab. Namun, dia mengkode Aldis untuk melirik ke arah lain. Saat Aldis mengikuti arah pandangan Nhita, Aldis mendapati Aksa dan lelaki lainnya yang tengah menonton mereka. Entah sejak kapan mereka berdiri di sana.

Aldis merasa sangat malu dan gelisah. Apakah pembullyan yang ia lakukan kepada Olivia mereka lihat?

Ketika melihat Aksa dan yang lainnya terlihat akan pergi, Aldis pasti tidak akan mempunyai kesempatan lagi untuk bertemu dengan Aksa.

Dengan itu, Aldis sedikit mendekat dan tersenyum seraya menyapa, "Hai."

Aksa hanya melirik dengan kening mengernyit jijik. Lalu, Aksa melanjutkan langkahnya di ikuti teman-temannya.

Aldis merasa lebih kesal. Ia menoleh ke arah Nhita dengan marah, "Kamu kenapa tidak memberitahuku dari awal?!"

Kening Nhita mengerut, "Kenapa kamu menyalahkanku? Aku sendiri pun baru sadar mereka ada di sana. Aksa mengejar Natha dan dia akan selalu mengawasinya. Kamu sendiri tahu itu. Seharusnya, kamu menyalahkan Natha, bukan aku!"

Melihat kekesalan temannya, Aldis menghela nafas, "Oke.. oke. Aku minta maaf. kamu tahu, kan? Aksa adalah tunanganku. Aku hanya takut dia membenciku jika melihat perbuatanku seperti tadi."

"Lalu bagaimana? Apakah kamu akan menjelaskannya kepada Aksa?"

"Iya! Aku takut dia salah paham. Aku tidak mau jika seandainya Aksa membatalkan pertunangan kita."

Nhita memutar bola matanya malas, "Terserah kamu saja."

***

Natha dan Olivia sampai di kantin. Sepanjang jalan, tidak ada yang membuka suara.

Saat masuk kantin, Natha melihat Theresa yang sendirian, Natha mengernyit, bukankah Aksa bersamanya?

Natha menarik tangan Olivia menuju meja Theresa.

"Theresa? Kenapa kamu sendiri? Tidak bersama Aksa?"

Theresa mendongak. Ia menatap Natha, lalu matanya beralih pada gadis di belakangnya.

"Iya, aku sendiri. Aku tidak tahu Aksa di mana ," balasnya. Lalu melirik Olivia lagi dengan penasaran, "Dia siapa, Nath?"

Natha duduk di depan Theresa. Lalu, di ikuti Olivia yang duduk di sampingnya.

"Tadi ada pembullyan. Aku tidak bisa diam saja. Ya sudah, aku menolongnya."

Kening Theresa mengernyit dengan pandangan menuju Olivia, "Bully? Siapa yang membullynya?"

"Nhita. Satu orang lagi, aku tidak mengenalnya," jawabnya Jujur.

"Hah? Saudara kembarmu?" Theresa semakin bingung. Ia memang nengenal Nhita, namun ia tidak mempunyai kesan baik tentangnya.

Natha mengangguk.

"... kenapa?" Theresa ingin tahu lebih banyak. Namun, ia menelan kembali pertanyaannya.

Natha mengangkat bahu. Lalu menoleh berhadapan dengan Olivia.

"Namamu Olivia, kan?"

Olivia mengangguk dengan kepala tertunduk. Olivia adalah gadis yang pemalu. Tidak ada yang berinsiatif berteman dengannya. Ia juga terlalu malu untuk mengajak orang lain.

Namun, Olivia tidak menyangka akan ada yang membantunya. Apalagi itu Natha. Olivia sangat tahu siapa dia. Dia sangat mengaguminya dalam kecantikan dan prestasinya. Tidak terbayangkan di benaknya, dia bisa mengobrol dan di ajak Natha.

"Bisakah kamu menceritakannya?" tanya Natha dengan hati-hati. 

Sebenarnya, Natha tidak terlalu peduli dengan urusan orang lain. Namun, melihat Nhita yang ikut membullynya, Natha merasa ingin tahu masalah Olivia dan teman Nhita. Apalagi, Nhita ikut membullynya.

Olivia mengangguk. Dia menceritakannya tanpa ragu.

Olivia dan Aldis merupakan dua anak yang tertukar. Itu terjadi ketika mereka masih bayi di rumah sakit. Entah apa penyebabnya. Aldis bersama keluarga asli Olivia yang merupakan keluarga besar dan masih termasuk kalangan atas, begitupun sebaliknya, Olivia bersama keluarga Aldis yang berkeadaan biasa saja.

Ketika kebenaran terungkap, Olivia kembali ke rumahnya yang bermarga Fernando. Ironisnya, kedatangan Olivia tidak di senangi. Malah dia selalu di abaikan, di ejek dan tidak pernah di anggap.

Aldis yang merupakan putri palsu sangat di sayangi semua keluarga asli Olivia. Bukannya di kembalikan pada keluarga aslinya, namun keluarga Fernando malah membiarkannya tinggal dan merawatnya sangat baik. Apalagi, tingkah Aldis selalu menyedihkan. Membuat mereka lebih menyayanginya dan tidak tega untuk membiarkannya pergi.

"Sangat menyedihkan," gumam Theresa setelah ikut mendengar semua singkat cerita Olivia.

Natha mengangguk setuju, ia sangat tidak senang dengan pernyataan keluarga Fernando.

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

dia akan bertindak lah tu

2025-03-21

0

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

aldis berarti perempuan bermuka dua

2024-11-24

1

Bzaa

Bzaa

wah nitha sama aldis sama seserver

2024-10-20

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Part 1
3 Part 2
4 Part 3
5 Part 4
6 Part 5
7 Part 6
8 Part 7
9 Part 8
10 Part 9
11 Part 10
12 Part 11
13 Part 12
14 Part 13
15 Part 14
16 Part 15
17 Part 16
18 Part 17
19 Part 18
20 Part 19
21 Part 20
22 Part 21
23 Part 22
24 Part 23
25 Part 24
26 Part 25
27 Part 26
28 Part 27
29 Part 28
30 Part 29
31 Part 30
32 Part 31
33 Part 32
34 Part 33
35 Part 34
36 Part 35
37 Part 36
38 Part 37
39 Part 38
40 Part 39 (17+)
41 Part 40
42 Part 41
43 Part 42
44 Part 43
45 Part 44
46 Part 45
47 Part 46
48 Part 47
49 Part 48
50 Part 49 (16+)
51 Part 50 (18+)
52 Part 51
53 Part 52
54 Part 53
55 Part 54
56 Part 55
57 Part 56
58 Part 57
59 Part 58
60 Part 59
61 Part 60
62 Part 61
63 Part 62
64 Part 63
65 Part 64
66 Part 65
67 Part 66
68 Part 67
69 Part 68
70 Part 69
71 Part 70
72 Part 71
73 Part 72
74 Part 73
75 Part 74
76 Part 75
77 Part 76
78 Part 77
79 Part 78
80 Part 79 (17+)
81 Part 80
82 Part 81
83 Part 82
84 Part 83
85 Part 84
86 Part 85
87 Part 86
88 Part 87
89 Part 88
90 Part 89
91 Part 90
92 Part 91
93 Part 92
94 Part 93
95 Part 94
96 Part 95
97 Part 96
98 Part 97
99 Part 98
100 Part 99
101 Part 100
102 Part 101
103 Part 102
104 Part 103
105 Part 104
106 Part 105
107 Part 106
108 Part 107
109 Part 108
110 Part 109
111 Part 110
112 Part 111
113 Part 112
114 Part 113
115 Part 114
116 Part 115
117 Part 116
118 Part 117
119 Part 118
120 119 [END]
121 Promosi Cerita Baru!!
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Prolog
2
Part 1
3
Part 2
4
Part 3
5
Part 4
6
Part 5
7
Part 6
8
Part 7
9
Part 8
10
Part 9
11
Part 10
12
Part 11
13
Part 12
14
Part 13
15
Part 14
16
Part 15
17
Part 16
18
Part 17
19
Part 18
20
Part 19
21
Part 20
22
Part 21
23
Part 22
24
Part 23
25
Part 24
26
Part 25
27
Part 26
28
Part 27
29
Part 28
30
Part 29
31
Part 30
32
Part 31
33
Part 32
34
Part 33
35
Part 34
36
Part 35
37
Part 36
38
Part 37
39
Part 38
40
Part 39 (17+)
41
Part 40
42
Part 41
43
Part 42
44
Part 43
45
Part 44
46
Part 45
47
Part 46
48
Part 47
49
Part 48
50
Part 49 (16+)
51
Part 50 (18+)
52
Part 51
53
Part 52
54
Part 53
55
Part 54
56
Part 55
57
Part 56
58
Part 57
59
Part 58
60
Part 59
61
Part 60
62
Part 61
63
Part 62
64
Part 63
65
Part 64
66
Part 65
67
Part 66
68
Part 67
69
Part 68
70
Part 69
71
Part 70
72
Part 71
73
Part 72
74
Part 73
75
Part 74
76
Part 75
77
Part 76
78
Part 77
79
Part 78
80
Part 79 (17+)
81
Part 80
82
Part 81
83
Part 82
84
Part 83
85
Part 84
86
Part 85
87
Part 86
88
Part 87
89
Part 88
90
Part 89
91
Part 90
92
Part 91
93
Part 92
94
Part 93
95
Part 94
96
Part 95
97
Part 96
98
Part 97
99
Part 98
100
Part 99
101
Part 100
102
Part 101
103
Part 102
104
Part 103
105
Part 104
106
Part 105
107
Part 106
108
Part 107
109
Part 108
110
Part 109
111
Part 110
112
Part 111
113
Part 112
114
Part 113
115
Part 114
116
Part 115
117
Part 116
118
Part 117
119
Part 118
120
119 [END]
121
Promosi Cerita Baru!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!