Part 18

Galen semakin menyukai Natha ketika ia melihat foto-foto cantik Natha kemarin. Ia sangat cemburu melihat komentar lelaki lain. Jadi, ia tidak ketinggalan.

Mengingat dirinya sudah menikah dan Natha menikahi orang lain, hatinya sangat panas dan tidak nyaman. Seharusnya, Natha miliknya!

Natha tergelak saat mendengar ungkapan Galen seakan mendengar hal paling konyol. Ia mengusap air mata di sudut matanya karena tertawa.

Galen mengerutkan kening. Ia sudah menurunkan egonya, kenapa Natha menertawakan perasaan yang ia ungkapkan?

Dengan senyuman sinis, Natha melangkah mendekati Galen. Ketika bahunya dan Natha bersentuhan, Galen membeku. Jika di lihat dari belakang atau depan, mereka seakan berpelukan. Namun, tangannya tetap di tempat.

Saat wajah Natha sampai di di samping wajah Galen, Natha berbisik dengan nada mengejek, "Menyukaiku atau.."

"... Menyukai hartaku?"

Galen menegang. Wajahnya berubah drastis. Perkataan Natha tidak salah.

Melihat reaksinya, Natha mundur seraya tertawa sarkastik terdengar cemoohan. Natha memiringkan kepalanya, menatap Galen. Ia mendesis sinis, "Aku benar, kan?"

Melihatnya diam, senyum Natha melebar. Tapi itu bukanlah senyuman yang baik. Dengan suara yang hanya bisa di dengar dua orang, Natha berujar, "... Aku tidak menyesel memilih Abyan. Dia lebih baik darimu. Lalu dengan alasan aku mundur, itu bukan karena hanya karenamu saja. Tapi, karena aku ingin merawat Abyan. Dia sudah menjadi prioritasku."

Setelah mengatakan itu, Natha pergi dengan menabrak bahu Galen kasar.

Sedangkan, Galen berdiri kaku dengan kedua tangan terkepal. Hatinya gelisah. Ia tidak menyangka Natha mengetahui niatnya. Galen sangat kesal dengan perkataan terakhirnya. Ternyata Natha membencinya. Dia lebih memilih pria cacat itu. Hatinya merasa sakit dan cemburu.

Di sisi lain, tidak sedikit siswa-siswi yang menonton mereka. Tapi tidak ada yang bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Mereka sudah terbiasa melihat kebersamaan Natha dan Galen

Selain mereka, Nhita sama-sama melihat keduanya berbicara. Kebetulan ia lewat dan melihat keduanya dengan posisi cukup intim. Hatinya terbakar. Wajahnya tidak sedap di pandang. Tubuhnya bergetar karena marah.

Nhita tidak melihat keanehan atau ekspresi kedua orang itu. Nhita hanya melihat mereka berbicara sangat intim.

Nhita melihat Natha penuh kebencian. Setelah mengingat rekaman yang ia punya, wajahnya sedikit lebih baik. Lalu, pergi dari sana.

***

"Maaf." Kata itulah yang Natha ucapkan ketika sudah memasuki kelas.

Pembicaraan dan gerakan semua orang berhenti. Mereka menoleh heran ke arah Natha yang terlihat bersalah.

"Kenapa, Nath?" tanya Aksa bingung.

Aksa berdiri dan menghampirinya yang terdiam di pintu.

Natha menarik nafas dalam-dalam. Ia mengangkat kepalanya menghadapi semua mata yang tertuju kepadanya.

"Aku berubah pikiran. Aku tidak jadi mengikuti olimpiade itu karena aku mempunyai sesuatu yang tidak bisa aku tinggalkan di rumah," ujarnya pelan. Namun, di keheningan semua orang bisa mendengar suaranya.

Natha menatap satu-persatu wajah teman sekelasnya. Namun, tidak ada yang menatapnya kecewa seperti dugaan di benaknya. Malah mereka tersenyum maklum.

"Kenapa kamu harus sesedih itu? Ikut atau tidaknya merupakan hak dan keputusanmu, Natha," ujar Theresa santai.

Yang lain mengangguk.

"Iya. Lagipula semua orang mempunyai kepentingan masing-masing. Kita akan selalu mendukung keputusanmu, Natha. Lagipula, masih ada lain waktu," kata Aksa menghibur.

Natha rileks. Dia tersenyum haru. Tanggapan mereka di luar dugaannya.

"Terima kasih."

***

Pada pagi hari, suasana terasa dingin. Matahari tertutup awan hitam. Rintik-rintik hujan membasahi tanah dan jalanan. Namun, itu tidak menghalangi Natha untuk pergi ke sekolah.

Walaupun suasana dingin, gosip hangat mengalir di sepanjang Natha berjalan di koridor. Natha sangat jelas mendengar apa yang mereka bicarakan. Tapi, gosip miring mereka tidak menghentikan langkah Natha. Apalagi tatapan mereka yang berbeda dari biasanya.

Natha tidak tahu dan tidak ingin tahu apa yang mereka bicarakan. Dia tidak peduli. Yang pasti, Natha sudah menebak dan tahu siapa dalangnya.

Aksa dan Theresa terlihat tergesa menghampirinya. Wajah mereka jelas khawatir. Namun Natha hanya tersenyum ringan.

"Natha! Apakah kamu baik-baik saja?! Jangan dengarkan gosip mereka!" pekik Theresa cemas.

Aksa mengangguk dan menatap tajam penggosip di sekitarnya.

Natha mengangkat alis. Bertanya tanpa minat, "Memang ada apa?"

Kedua orang temannya melotot kaget, "Kamu tidak tahu?!" tanya mereka berbarengan.

Natha menggeleng polos.

Theresa menepuk jidatnya. Lalu, dia membuka ponselnya, "Ini! Di forum sekolah ada yang mengupload videomu bersama Nhita. Yang menjadi masalahnya adalah apa yang Nhita bicarakan denganmu. Komentar semua orang menghina dan mencelamu. Ada yang bilang kamu anak durhaka, munafik, bla.. bla.. " terang Theresa dengan heboh.

"Syukurlah kamu belum melihatnya. Aku takut kamu menjadi sedih. Jangan dengarkan perkataan mereka. Kita yakin, kamu bukan orang seperti itu. Mungkin, itu hanya akal-akalan Nhita," cibir Aksa.

Natha mengangguk tanpa mengubah ekspresinya.

Natha tersenyum dingin. Dugaannya benar, ternyata Nhita hanya berakting. Di sisi lain pasti ada orang yang merekamnya.

"Aku tidak apa-apa. Tenang saja," ucapnya santai.

Theresa dan Aksa semakin cemas melihat responnya. Natha terlalu santai. Hatinya pasti lebih tertekan dan berpura-pura kuat.

"Ini pasti ulah Nhita! Ayo kita ke kelasnya!" marah Aksa.

Aksa akan melangkah, namun Natha mencegahnya. "Tidak perlu. Aku benar-benar baik-baik saja. Biarkan saja dulu," ucapnya di akhiri seringai yang tak terlihat

Theresa dan Aksa menghela nafas lega melihatnya yang tidak bohong. Mereka takut Natha akan sedih.

"Oke. Aku akan membantumu menghilangkan video itu. Atau kita bisa menyatakan kebenarannya?" tawar Aksa yang di gelengi Natha.

"Tidak perlu," tolaknya halus. Natha tersenyum ringan, "Apa yang Nhita katakan memang benar."

Aksa dan Theresa mengernyit heran. Natha tersenyum dan menarik tangan keduanya.

"Ayo, ke kelas. Akan aku ceritakan."

***

"Kamu sudah menikah?!!" pekik Theresa kaget setelah mendengar semua cerita Natha.

Natha melotot seraya mengkode untuk diam. Aksa memukul pelan lengan Theresa dengan kepala menoleh ke sana-kemari untuk memastikan tidak ada orang yang mendengar.

Therese menutup mulut dengan rasa bersalah. Di terkekeh canggung, "... Sorry."

"Untung tidak ada siapapun," gumam Aksa seraya menghela nafas lega.

Waktu istirahat sudah tiba beberapa menit yang lalu. Di kelas itu hanya ketiga orang itu yang mengisi. Semua orang sudah pergi ke kantin.

Pagi tadi, Natha tidak sempat bercerita karena guru pelajaran pertama terlanjur masuk. Tadi pagi pun pandangan teman sekelas sedikit berbeda kepada Natha. Namun, hanya beberapa orang.

"Aku tidak menyangka.." gumam Theresa dengan ekspresi yang masih tidak percaya. Lalu, ia menoleh ke arah Aksa.

"Kamu tidak terkejut?" tanya Theresa heran.

Sedari tadi Aksa hanya diam dengan wajah  masam.

Aksa melirik Theresa sekilas, "Aku sudah tahu."

Meskipun Aksa sudah tahu, tetap saja hatinya merasa sesak ketika mendengar langsung dari mulut Natha.

"Kenapa hanya aku yang tidak tahu.." lirih Thersa sedih.

Natha memandang Aksa ketika mendengar bahwa dia sudah tahu. Natha tidak menyadari perubahan wajahnya sama sekali. Malah mengangkat alis seraya bertanya, "Apa yang kamu tahu?"

Bibir Aksa melengkung ketika mendengar pertanyaan Natha, "Aku tahu kamu menikah dengan Galen karena perjodohan."

Terpopuler

Comments

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

aksa 😌😌😌😌

2024-11-24

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝑨𝒌𝒔𝒂 𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉 😏😏

2024-10-07

0

Lina aja

Lina aja

anhita emang ulet keket yg harus di kasih pelajaran biar kapok

2024-09-01

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Part 1
3 Part 2
4 Part 3
5 Part 4
6 Part 5
7 Part 6
8 Part 7
9 Part 8
10 Part 9
11 Part 10
12 Part 11
13 Part 12
14 Part 13
15 Part 14
16 Part 15
17 Part 16
18 Part 17
19 Part 18
20 Part 19
21 Part 20
22 Part 21
23 Part 22
24 Part 23
25 Part 24
26 Part 25
27 Part 26
28 Part 27
29 Part 28
30 Part 29
31 Part 30
32 Part 31
33 Part 32
34 Part 33
35 Part 34
36 Part 35
37 Part 36
38 Part 37
39 Part 38
40 Part 39 (17+)
41 Part 40
42 Part 41
43 Part 42
44 Part 43
45 Part 44
46 Part 45
47 Part 46
48 Part 47
49 Part 48
50 Part 49 (16+)
51 Part 50 (18+)
52 Part 51
53 Part 52
54 Part 53
55 Part 54
56 Part 55
57 Part 56
58 Part 57
59 Part 58
60 Part 59
61 Part 60
62 Part 61
63 Part 62
64 Part 63
65 Part 64
66 Part 65
67 Part 66
68 Part 67
69 Part 68
70 Part 69
71 Part 70
72 Part 71
73 Part 72
74 Part 73
75 Part 74
76 Part 75
77 Part 76
78 Part 77
79 Part 78
80 Part 79 (17+)
81 Part 80
82 Part 81
83 Part 82
84 Part 83
85 Part 84
86 Part 85
87 Part 86
88 Part 87
89 Part 88
90 Part 89
91 Part 90
92 Part 91
93 Part 92
94 Part 93
95 Part 94
96 Part 95
97 Part 96
98 Part 97
99 Part 98
100 Part 99
101 Part 100
102 Part 101
103 Part 102
104 Part 103
105 Part 104
106 Part 105
107 Part 106
108 Part 107
109 Part 108
110 Part 109
111 Part 110
112 Part 111
113 Part 112
114 Part 113
115 Part 114
116 Part 115
117 Part 116
118 Part 117
119 Part 118
120 119 [END]
121 Promosi Cerita Baru!!
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Prolog
2
Part 1
3
Part 2
4
Part 3
5
Part 4
6
Part 5
7
Part 6
8
Part 7
9
Part 8
10
Part 9
11
Part 10
12
Part 11
13
Part 12
14
Part 13
15
Part 14
16
Part 15
17
Part 16
18
Part 17
19
Part 18
20
Part 19
21
Part 20
22
Part 21
23
Part 22
24
Part 23
25
Part 24
26
Part 25
27
Part 26
28
Part 27
29
Part 28
30
Part 29
31
Part 30
32
Part 31
33
Part 32
34
Part 33
35
Part 34
36
Part 35
37
Part 36
38
Part 37
39
Part 38
40
Part 39 (17+)
41
Part 40
42
Part 41
43
Part 42
44
Part 43
45
Part 44
46
Part 45
47
Part 46
48
Part 47
49
Part 48
50
Part 49 (16+)
51
Part 50 (18+)
52
Part 51
53
Part 52
54
Part 53
55
Part 54
56
Part 55
57
Part 56
58
Part 57
59
Part 58
60
Part 59
61
Part 60
62
Part 61
63
Part 62
64
Part 63
65
Part 64
66
Part 65
67
Part 66
68
Part 67
69
Part 68
70
Part 69
71
Part 70
72
Part 71
73
Part 72
74
Part 73
75
Part 74
76
Part 75
77
Part 76
78
Part 77
79
Part 78
80
Part 79 (17+)
81
Part 80
82
Part 81
83
Part 82
84
Part 83
85
Part 84
86
Part 85
87
Part 86
88
Part 87
89
Part 88
90
Part 89
91
Part 90
92
Part 91
93
Part 92
94
Part 93
95
Part 94
96
Part 95
97
Part 96
98
Part 97
99
Part 98
100
Part 99
101
Part 100
102
Part 101
103
Part 102
104
Part 103
105
Part 104
106
Part 105
107
Part 106
108
Part 107
109
Part 108
110
Part 109
111
Part 110
112
Part 111
113
Part 112
114
Part 113
115
Part 114
116
Part 115
117
Part 116
118
Part 117
119
Part 118
120
119 [END]
121
Promosi Cerita Baru!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!