Part 10

Nhita meraung dan menangis. Ia benar-benar khawatir dengan tujuan Natha pulang. Wajahnya yang bermake up tebal luntur dan menjadi menyeramkan karena air mata.

Sonia menghela nafas berat, lalu mengusap kepala putrinya dan berkata, "Tidak akan, Nhita. Ibu tidak akan pernah membiarkannya."

Nhita mengangguk mendengar ucapan ibunya.

"Kita harus bersikap lebih baik kepada Natha hari ini. Kita harus lebih membujuknya agar selalu bersama pria cacat itu."

Nhita mengangkat kepalanya dan tersnyum cerah mendengar usulan ibunya. Dia lupa, Natha selalu luluh karenanya

"Oke, Bu!" Nhita manggut-manggut. Membayangkan penderitaan Natha, ia menyeringai seolah yang menangis sebelumnya bukan dia, "Lalu dia akan menderita di sana! hahaha.."

Namun sayangnya, Natha sudah tahu semua kemunafikan mereka.

Ting nong

Mendengar suara bel di luar, ibu dan anak itu saling lirik. Keduanya langsung beranjak. Sebelum pintu di buka, dengan cepat mengubah mereka memperbaiki ekspresi mereka menjadi tersenyum cerah seakan kedatangan Natha adalah hal yang paling di nantikan dan membahagiakan.

Setelah pintu terbuka, mereka melihat Natha yang tersenyum polos menatap mereka.

"Natha!" Sonia dan Nhita Langsung memeluknya antusias yang di balas oleh Natha seraya menahan rasa jijik yang tersembunyi.

"Natha! Apakah kamu tidak apa-apa?! Apakah mereka mengganggumu dan menyakitimu?! Ibu sangat khawatir, hiks.." Ocehan cemas Sonia hampir memecahkan gendang telinga Natha.

"Kakak! Aku minta maaf! Seharusnya aku tidak egois, Kak, hiks. Aku akan melakukan apapun untukmu, Kak, hiks," isak Nhita terdengar pilu.

Namun, di telinga Natha seakan tengah mendengar monyet mengoceh.

Natha masih mempertahankan senyum polosnya yang terlihat semangat dan riang, "Aku baik baik saja. Aku sangat bahagia tinggal di sana.."

Senyum di wajah Nhita dan Sonia langsung membeku. Kebahagiaan Natha memang terdengar tulus dan itu menghancurkan bayangan penderitaan Natha di benak mereka.

Nhita berusaha mempertahankan senyumannya. Bertanya dengan antusias, "Benarkah?!"

Sangat jelas, bahwa senyumnya terlalu kaku dan di paksakan. Melihat itu, Natha menyembunyikan seringaiannya dan mengangguk semangat.

Lalu, tiba-tiba wajah Natha berubah menjadi sedih membuat kedua orang di depannya mengernyit.

"Bu.. kata keluarga Grissham, aku bukan putrimu.."

Bagaikan di sambar petir di siang bolong. Dengan mata melebar, wajah Sonia dan Nhita memucat.

Natha menyeringai diam-diam, melihat reaksi mereka.

Setelah menarik kesadarannya, Sonia yang panik tanpa sadar membentak, "Omong kosong apa yang kamu katakan?! Tentu saja kamu putriku!"

Natha sedikit mundur. Ekspresi Natha terlihat ketakutan. Matanya berkaca-kaca, "Kalau begitu.. kenapa kamu membentakku, Bu?"

Sonia gelagapan. Suaranya langsung melembut, "Ah, maaf! Ibu hanya kaget. Jangan dengarkan omong kosong mereka.."

"Iya, Kak! Tentu saja kamu kakakku dan putri ibu.." ujar Nhita ikut menambahkan.

Natha mengerjap polos, "Tapi.. aku mempercayai mereka. Karena mereka sudah menjadi keluargaku. Kalian bukan keluargaku lagi. Aku juga sudah tidak tinggal di rumah ini..."

Sonia semakin memucat. Apalagi mendengar 'Bukan keluargaku lagi'. Apakah usahanya selama 17 tahun akan sia-sia begitu saja? Tentu saja Sonia tidak akan membiarkannya!

"Bagaimana bisa begitu, Natha? Kamu bisa pulang kapan saja. Kamu juga masih keluarga kami," bantah Sonia sedikit putus asa.

Ketika mereka mendengar ucapan Galen hari itu, benar-benar membuat mereka gelisah. Namun, mereka masih bisa tenang karena Lexandra dan surat warisan Natha dan Lexandra masih ada di tangan mereka, dan kegelisahan mereka terhapus.

Hanya saja, saat Natha menyebutkan hal ini, kegelisahan Sonia menjadi bertambah besar. Ia takut, Natha tidak akan kembali lagi kerumah mereka untuk berurusan dengan mereka.

Natha hanya diam membuat Sonia semakin kalut. Dengan lembut, dia mengambil tangannya, "Ayo masuk dulu, kita bicarakan saat Ayah di sini. Ibu akan meneleponnya."

Natha mengangguk patuh. Dia masuk ke rumah itu dan duduk di ruang tamu.

Dengan tergesa Sonia langsung menelepon Andre.

Andre yang tengah bekerja, menerima telepon itu. Dengan panik ia langsung pulang hanya dalam beberapa menit.

Mereka mulai berkumpul di ruang tamu. Natha duduk di sofa yang hanya untuk satu orang. Nhita di sofa panjang kanan, sedangkan Andre dan Sonia di sofa panjang kiri.

"Sepertinya kita tidak bisa menutupinya. Keluarga Grissam sudah mengetahui bahwa dia bukan putri kita," bisik Andre kepada Sonia.

Natha yang ada di hadapan mereka hanya diam berpura-pura tidak mendengar. Padahal selain penglihatannya yang jelas, dia juga bisa mendengar suara sekecil pun walau beberapa meter jarak jauh darinya.

Natha hanya tersenyum dingin. Saat Nhita menoleh ke arahnya, senyumannya menjadi manis.

"Natha, bagaimana mereka mengetahui itu? Apakah kamu juga mengetahui sesuatu dan memberi tahu mereka?" tuntut Andre sedikit dingin.

Natha menyusut takut, bibirnya mengerucut, "Apakah ayah menuduhku? Kenapa? Bahkan aku sama sekali tidak tahu bahwa aku bukanlah putri kalian.."

Sonia mencubit keras pinggang Andre dan melototinya. Sonia berbisik tajam, "Kenapa kau malah mengatakan itu?"

Andre meringis kesakitan mendapat cubitan Istrinya. Setelah mengusap pinggangnya yang menjadi korban, Andre kembali menatap Natha dengan ekspresi bersalah, "Ah, bukan itu maksudnya. Ayah hanya ingin tahu saja."

Natha menghela nafas. Lalu menjawab asal, "Aku tidak tahu, Ayah. Mereka yang menebaknya sendiri."

Ketiga orang yang mendengar ucapan Natha menegang.

"Lalu, bagaimana sikap mereka terhadapmu? Apakah kamu tahu apa yang mereka rencanakan?" desak Andre.

Natha hanya diam tidak menjawab membuat kecemasan mereka menambah.

"Natha beritahu kami, apalagi yang mereka katakan?" Sonia semakin mendesaknya dengan panik.

"Ayah, ibu. Kalian benar-benar bukan orang tuaku, kan?" Natha malah bertanya yang lain.

"Kak! Kenapa kamu malah bertanya sesuatu yang tidak penting?! Orang tua kita bertanya! Kamu malah mengalihkan pembicaraan! Apakah keluarga Grissham akan melakukan sesuatu kepada kami?!" raung Nhita cemas dan kesal.

Mereka bertiga tidak tahu saja, Natha tertawa diam-diam melihat kecemasan ketiga orang itu. Sangat menyenangkan. Batinnya.

Dengan sengaja, Natha bertanya pertanyaan yang sama, "Kalian juga kenapa tidak menjawab? Ibu dan ayah bukan orang tuaku, kan?"

"Ya! Kami bukan orang tuamu! Kamu bukan putri kami! Puas kau?!" Andre kehilangan kendali karena kekesalannya.

Sonia dan Nhita kaget dengan mata melototi Andre.

Natha juga sedikit kaget karena pengakuannya. Namun tanpa terlihat, ia tersenyum kemenangan.

"Begitu, yah?" monolog Natha dengan kepala tertunduk untuk menutupi seringaiannya.

Natha kembali mengangkat kepalanya. Ia menatap satu persatu wajah orang di hadapannya, "Kalau begitu, jika aku bukan putri ibu dan ayah, aku ingin mengambil hakku."

Andre mengerutkan kening. Firasatnya tidak enak, "Hak apa maksudmu?"

"Aku juga mendengar, keluarga Grissham mengatakan bahwa aku mempunyai sebuah surat warisan dari orang tuaku yang asli," jawabnya tanpa beban.

Ketiga orang di sana menegang dengan keringat dingin.

Sonia berusaha menstabilkan suaranya, "Surat warisan apa maksudmu?"

"Aku memilikinya 'kan, Bu?" tanya Natha lagi malah menambah kegelisahan mereka. Tanpa menunggu jawaban mereka, Natha melanjutkan, "... Jika iya, maka aku akan mengambilnya. Aku sudah dewasa dan sudah menikah. Aku juga sudah bukan keluarga kalian lagi."

Terpopuler

Comments

Ajusani Dei Yanti

Ajusani Dei Yanti

sukurin biar mampus paman sama bibik nya gak tau diri

2025-03-07

0

Siti solikah

Siti solikah

syukurin kau paman

2025-03-29

0

Ds Phone

Ds Phone

apa kah meraka bagi

2025-03-21

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Part 1
3 Part 2
4 Part 3
5 Part 4
6 Part 5
7 Part 6
8 Part 7
9 Part 8
10 Part 9
11 Part 10
12 Part 11
13 Part 12
14 Part 13
15 Part 14
16 Part 15
17 Part 16
18 Part 17
19 Part 18
20 Part 19
21 Part 20
22 Part 21
23 Part 22
24 Part 23
25 Part 24
26 Part 25
27 Part 26
28 Part 27
29 Part 28
30 Part 29
31 Part 30
32 Part 31
33 Part 32
34 Part 33
35 Part 34
36 Part 35
37 Part 36
38 Part 37
39 Part 38
40 Part 39 (17+)
41 Part 40
42 Part 41
43 Part 42
44 Part 43
45 Part 44
46 Part 45
47 Part 46
48 Part 47
49 Part 48
50 Part 49 (16+)
51 Part 50 (18+)
52 Part 51
53 Part 52
54 Part 53
55 Part 54
56 Part 55
57 Part 56
58 Part 57
59 Part 58
60 Part 59
61 Part 60
62 Part 61
63 Part 62
64 Part 63
65 Part 64
66 Part 65
67 Part 66
68 Part 67
69 Part 68
70 Part 69
71 Part 70
72 Part 71
73 Part 72
74 Part 73
75 Part 74
76 Part 75
77 Part 76
78 Part 77
79 Part 78
80 Part 79 (17+)
81 Part 80
82 Part 81
83 Part 82
84 Part 83
85 Part 84
86 Part 85
87 Part 86
88 Part 87
89 Part 88
90 Part 89
91 Part 90
92 Part 91
93 Part 92
94 Part 93
95 Part 94
96 Part 95
97 Part 96
98 Part 97
99 Part 98
100 Part 99
101 Part 100
102 Part 101
103 Part 102
104 Part 103
105 Part 104
106 Part 105
107 Part 106
108 Part 107
109 Part 108
110 Part 109
111 Part 110
112 Part 111
113 Part 112
114 Part 113
115 Part 114
116 Part 115
117 Part 116
118 Part 117
119 Part 118
120 119 [END]
121 Promosi Cerita Baru!!
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Prolog
2
Part 1
3
Part 2
4
Part 3
5
Part 4
6
Part 5
7
Part 6
8
Part 7
9
Part 8
10
Part 9
11
Part 10
12
Part 11
13
Part 12
14
Part 13
15
Part 14
16
Part 15
17
Part 16
18
Part 17
19
Part 18
20
Part 19
21
Part 20
22
Part 21
23
Part 22
24
Part 23
25
Part 24
26
Part 25
27
Part 26
28
Part 27
29
Part 28
30
Part 29
31
Part 30
32
Part 31
33
Part 32
34
Part 33
35
Part 34
36
Part 35
37
Part 36
38
Part 37
39
Part 38
40
Part 39 (17+)
41
Part 40
42
Part 41
43
Part 42
44
Part 43
45
Part 44
46
Part 45
47
Part 46
48
Part 47
49
Part 48
50
Part 49 (16+)
51
Part 50 (18+)
52
Part 51
53
Part 52
54
Part 53
55
Part 54
56
Part 55
57
Part 56
58
Part 57
59
Part 58
60
Part 59
61
Part 60
62
Part 61
63
Part 62
64
Part 63
65
Part 64
66
Part 65
67
Part 66
68
Part 67
69
Part 68
70
Part 69
71
Part 70
72
Part 71
73
Part 72
74
Part 73
75
Part 74
76
Part 75
77
Part 76
78
Part 77
79
Part 78
80
Part 79 (17+)
81
Part 80
82
Part 81
83
Part 82
84
Part 83
85
Part 84
86
Part 85
87
Part 86
88
Part 87
89
Part 88
90
Part 89
91
Part 90
92
Part 91
93
Part 92
94
Part 93
95
Part 94
96
Part 95
97
Part 96
98
Part 97
99
Part 98
100
Part 99
101
Part 100
102
Part 101
103
Part 102
104
Part 103
105
Part 104
106
Part 105
107
Part 106
108
Part 107
109
Part 108
110
Part 109
111
Part 110
112
Part 111
113
Part 112
114
Part 113
115
Part 114
116
Part 115
117
Part 116
118
Part 117
119
Part 118
120
119 [END]
121
Promosi Cerita Baru!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!