Part 17

"Natha! Tadi ada seorang guru yang  bertanya tentangmu. Apakah kamu akan mengikuti olimpiade fisika?" kata Theresa saat melihat Natha masuk kelas. "Sebenarnya kamu di haruskan. Tapi itu terserahmu saja."

Natha memang paling pintar dalam bidang fisika. Wajar, jika guru fisika mengajukan Natha ke seleksi bakat untuk olimpiade.

Melihat Natha yang terdiam, Theresa khawatir Natha tidak akan mengikutinya. Theresa membujuknya, "Nath, ayo ikuti saja! Internasional loh! Olimpiadenya pun di laksanakan di luar kota. Kamu bisa membanggakan sekolah kita!" 

Teman sekelas lainnya yang berada di kelas mengangguk setuju dan mendukungnya.

"Ada apa?"

Natha akan membuka mulut, namun tertutup kembali saat mendengar pertanyaan orang yang baru memasuki kelas. Dia Aksa.

Theresa terlihat sangat antusias menjawab pertanyaan Aksa, "Begini, Natha di ajukan untuk mengikuti olimpiade fisika. Tadi, ada guru yang datang ke sini.."

Aksa langsung menatap Natha dengan senyum cerah, "Nath! Terima saja! Aku akan mendukungmu sampai akhir!" ujarnya semangat.

"Iya, Nath! Kita bakal mendukungmu di baris terdepan!"

"Terima saja!"

"Kamu mempunyai otak yang cerdas, jadi fisika pasti sangat mudah untukmu!"

"Iya! Selain bisa membanggakan sekolah, kelas kita pun akan menjadi populer karenamu!"

"Betul sekali!"

Natha di kerumuni dengan suara ramai yang merupakan dukungan semua teman kelasnya.

Natha terlihat kewalahan. Ia menghela nafas dalam-dalam, "Oke, oke. Aku akan mengikutinya."

Suara Natha menghentikan semua orang yang berbicara. Kelas menjadi hening. Beberapa detik kemudian, suara tepuk tengan dari Aksa menyebar ke semua orang.

Kelas menjadi sangat ramai. Mereka bersorak mendapatkan jawaban Natha.

Hati Natha terasa hangat mendapatkan dukungan dari mereka.

Dulu, mereka tidak seantusias ini. Natha merasa sendiri. Tidak ada yang mendukungnya. Ia di benci dan di acuhkan. Semua usahanya terasa sia-sia.

Sepertinya, Tuhan memberikan keadilan padanya--di kehidupan sekarang.

Natha akan berusaha dan tidak mengecewakan mereka.

***

"Nath! Kamu di panggil ke kantor untuk membahas tentang olimpiade itu," teriak Aksa dari luar kelas.

Hari ini memang jamkos. Jadi Natha hanya baca-baca buku di kelas. Sedangkan, orang lain berkeliaran entah kemana.

Natha mengangguk untuk menanggapi Aksa. Lalu, ia beranjak keluar.

"Mau aku temani tidak?" tawar Aksa saat Natha sudah keluar pintu kelas.

Natha menggeleng, "Tidak perlu. Aku akan ke sana sendiri saja."

Aksa nengangguk mengerti.

"Aku duluan, yah!" pamit Natha yang di balas senyuman manis Aksa.

Natha mulai melangkahkan kakinya menuju kantor. Letaknya tidak terlalu jauh, hanya butuh 4 menit untuk sampai di sana.

Natha mengetuk pintu. Lalu, ada suara dari dalam untuk menyuruhnya masuk.

Natha membuka pintu bercat cokelat itu. Pandangannya di sambut dengan rak-rak dengan berbagai macam buku dan kertas yang menumpuk, meja guru, serta kursi panjang.

Mala--guru fisika, saat melihat Natha masuk, ia langsung tersenyum, "Natha, duduklah," katanya seraya menunjuk ke kursi di hadapannya.

Natha mengangguk.

Namun, gerakan Natha terhenti saat melihat seseorang di kursi yang akan dia duduki. Ia baru sadar ada orang lain di depan Bu Mala.

Mala yang melihat pandangan Natha, mulai mengerti dan menjelaskan, "Dia yang akan menjadi pasangan olimpiade kamu."

Kening Natha mengerut tidak suka seraya menatap orang itu.

Yang akan menjadi pasangannya..

Galen?

Hati Natha menegang. Ini kali pertamanya bertemu dengan Galen sejak kelahirannya kembali. Jantungnya berdegup kencang. Natha menutup matanya berusaha untuk menahan ingatannya masa lalunya. Natha menarik nafas dalam-dalam. Setelah membuangnya ia menjadi sedikit tenang.

Natha tidak menduga ia akan bertemu Galen secepat ini. Ia memang tidak pernah bertemu. Walaupun berada di tingkatan yang sama, Natha berbeda jurusan dengan Galen. Jarak kelasnya pun cukup jauh. Jadi, Natha tidak perlu waswas dan menghindar jika menemui Galen.

Galen memang pintar. Namun, dia pemalas. Natha ingat kembali, Galen tidak mengikuti olimpiade di masa lalu. Tapi, kenapa sekarang Galen mengikutinya?

Galen dan Bu Mala bingung melihat keterdiaman Natha yang tidak wajar.

Lalu Natha menatap Bu Mala dengan senyuman yang tidak sampai ke matanya, "Bu, Maaf. Sepertinya aku tidak bisa mengikuti olimpiade."

Ucapan Natha membuat Bu Mala dan Galen sama-sama mengernyit.

"Loh? Kenapa Natha? Kalian sudah saling mengenal, kan?" kata Mala melihat ketidaksenangan di wajah Natha saat menatap Galen.

Natha tersenyum pongah, "Bukan itu maksud saya, Bu. Saya mempunyai sesuatu yang tidak bisa saya tinggalkan di rumah," jawabnya antara benar dan tidak.

Awalnya, Natha memang akan mengikuti. Namun, setelah melihat Galen dan juga saat mengingat Abyan di rumah, Natha berubah pikiran. Lebih baik ia merawat Abyan daripada harus bersama Galen untuk olimpiade.

Walaupun kecewa, Bu Mala tetap mengangguk mengerti. Ia tidak akan terlalu memaksa. 

Sedangkan ekspresi Galen berubah. Galen tahu apa yang di maksud Natha. Hatinya panas dan merasa kesal. Awalnya, ia tidak mau ikut olimpiade, namun Galen mendengar Bu Mala menyuruh seseorang untuk memberitahu dan menawarkan Natha mengikuti olimpiade. Galen merasa tertarik dan ikut mengikutinya.

Tidak terbayangkan, Natha mundur. Sekarang, saat Natha menatapnya, bukanlah tatapan antusias dan senang, tapi tatapan tidak suka dan sedikit dingin.

Galen yakin, Natha tidak jadi ikut pasti karena dia sendiri yang akan menjadi pasangannya. Galen tidak yakin dengan alasan yang Natha ucapkan. Natha tidak akan suka dan merawat lelaki cacat itu! Natha pasti masih menyukainya! Mungkin tatapan tidak suka yang Galen lihat di mata Natha kepadanya pasti karena pernikahannya yang tidak jadi!

Memikirkan itu, wajah Galen sedikit pulih.

"Kalau begitu, saya pamit, Bu," ucap Natha seraya mencium tangan Bu Mala.

Bu Mala menghela nafas berat, "jika kamu berubah pikiran, temui ibu di sini. Waktunya masih beberapa hari lagi."

Natha mengangguk dan tersenyum sopan. Lalu, dia keluar dari ruangan itu. Namun setelah langkah, suara seseorang memanggilnya.

"Natha!"

Langkah langsung Natha berhenti. Ia sangat tahu suara siapa yang memanggilnya. Natha diam tanpa menoleh.

"Kenapa?" tanya Galen dengan kening mengerut, setelah dia sampai di depan Natha.

Natha tidak perlu berpura-pura, ia menatap Galen dingin.

Penderitaannya di masa lalu terus-menerus melintas di benaknya. Walaupun Natha mempunyai rasa takut, trauma dengan apa yang sudah Galen lakukan di masa lalu, ia mencoba melawan rasa takutnya.

Galen semakin bingung dengan mata dingin mata. Apalagi, Galen melihat kebencian yang sangat dalam. Ia tidak pernah melihatnya. Kenapa? Galen juga merupakan korban. Ia tidak pernah menduga, bukan Natha yang ia nikahi.

Natha tidak menjawab. Dengan acuh tak acuh malah melanjutkan langkah kakinya.

Galen sangat kesal, ia langsung menarik lengan kiri Natha, sehingga Natha mundur kembali ke belakang.

Wajah Natha semakin dingin. Dengan kasar, Natha menghempaskan tangan Galen yang menggenggam lengannya.

Galen kaget dengan reaksinya. Wajahnya jelas tidak senang, "Sebenci itukah kamu kepadaku? Kenapa? Kenapa kamu mundur? Apakah karena aku yang akan menjadi pasanganmu yang menjadi alasannya? Jangan membenciku, Natha. Aku sendiri pun menjadi korban dari pernikahan yang tertukar itu. Aku tidak pernah menyangka mereka akan mengorbankanmu untuk menggantikan Nhita. Aku menerima pernikahan ini karenamu."

Natha tersenyum sinis, "Oh, ya? Lalu kenapa harus aku yang menjadi alasanmu menerima pernikahan itu?"

Galen tidak mengerti dengan sikap Natha sekarang. Sikapnya sangat berbeda daripada saat terakhir kali dia bertemu dengannya. Natha sangat lembut bila berbicara dengannya. Wajah polos dan cantiknya selalu cerah dengan bibir yang selalu melengkung. Namun sekarang? Seakan-akan Natha orang lain. Sangat dingin.

"Karena aku menyukaimu, Natha."

Terpopuler

Comments

Ayu Dani

Ayu Dani

preeeeeettt bukanya loh suka sama harta nya tuh dasar buaya

2025-03-11

0

Ira ajj

Ira ajj

Karena aq menyukai hartamu Natha /Chuckle/

2024-11-26

0

Ds Phone

Ds Phone

tak usah cakap kosong

2025-03-21

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Part 1
3 Part 2
4 Part 3
5 Part 4
6 Part 5
7 Part 6
8 Part 7
9 Part 8
10 Part 9
11 Part 10
12 Part 11
13 Part 12
14 Part 13
15 Part 14
16 Part 15
17 Part 16
18 Part 17
19 Part 18
20 Part 19
21 Part 20
22 Part 21
23 Part 22
24 Part 23
25 Part 24
26 Part 25
27 Part 26
28 Part 27
29 Part 28
30 Part 29
31 Part 30
32 Part 31
33 Part 32
34 Part 33
35 Part 34
36 Part 35
37 Part 36
38 Part 37
39 Part 38
40 Part 39 (17+)
41 Part 40
42 Part 41
43 Part 42
44 Part 43
45 Part 44
46 Part 45
47 Part 46
48 Part 47
49 Part 48
50 Part 49 (16+)
51 Part 50 (18+)
52 Part 51
53 Part 52
54 Part 53
55 Part 54
56 Part 55
57 Part 56
58 Part 57
59 Part 58
60 Part 59
61 Part 60
62 Part 61
63 Part 62
64 Part 63
65 Part 64
66 Part 65
67 Part 66
68 Part 67
69 Part 68
70 Part 69
71 Part 70
72 Part 71
73 Part 72
74 Part 73
75 Part 74
76 Part 75
77 Part 76
78 Part 77
79 Part 78
80 Part 79 (17+)
81 Part 80
82 Part 81
83 Part 82
84 Part 83
85 Part 84
86 Part 85
87 Part 86
88 Part 87
89 Part 88
90 Part 89
91 Part 90
92 Part 91
93 Part 92
94 Part 93
95 Part 94
96 Part 95
97 Part 96
98 Part 97
99 Part 98
100 Part 99
101 Part 100
102 Part 101
103 Part 102
104 Part 103
105 Part 104
106 Part 105
107 Part 106
108 Part 107
109 Part 108
110 Part 109
111 Part 110
112 Part 111
113 Part 112
114 Part 113
115 Part 114
116 Part 115
117 Part 116
118 Part 117
119 Part 118
120 119 [END]
121 Promosi Cerita Baru!!
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Prolog
2
Part 1
3
Part 2
4
Part 3
5
Part 4
6
Part 5
7
Part 6
8
Part 7
9
Part 8
10
Part 9
11
Part 10
12
Part 11
13
Part 12
14
Part 13
15
Part 14
16
Part 15
17
Part 16
18
Part 17
19
Part 18
20
Part 19
21
Part 20
22
Part 21
23
Part 22
24
Part 23
25
Part 24
26
Part 25
27
Part 26
28
Part 27
29
Part 28
30
Part 29
31
Part 30
32
Part 31
33
Part 32
34
Part 33
35
Part 34
36
Part 35
37
Part 36
38
Part 37
39
Part 38
40
Part 39 (17+)
41
Part 40
42
Part 41
43
Part 42
44
Part 43
45
Part 44
46
Part 45
47
Part 46
48
Part 47
49
Part 48
50
Part 49 (16+)
51
Part 50 (18+)
52
Part 51
53
Part 52
54
Part 53
55
Part 54
56
Part 55
57
Part 56
58
Part 57
59
Part 58
60
Part 59
61
Part 60
62
Part 61
63
Part 62
64
Part 63
65
Part 64
66
Part 65
67
Part 66
68
Part 67
69
Part 68
70
Part 69
71
Part 70
72
Part 71
73
Part 72
74
Part 73
75
Part 74
76
Part 75
77
Part 76
78
Part 77
79
Part 78
80
Part 79 (17+)
81
Part 80
82
Part 81
83
Part 82
84
Part 83
85
Part 84
86
Part 85
87
Part 86
88
Part 87
89
Part 88
90
Part 89
91
Part 90
92
Part 91
93
Part 92
94
Part 93
95
Part 94
96
Part 95
97
Part 96
98
Part 97
99
Part 98
100
Part 99
101
Part 100
102
Part 101
103
Part 102
104
Part 103
105
Part 104
106
Part 105
107
Part 106
108
Part 107
109
Part 108
110
Part 109
111
Part 110
112
Part 111
113
Part 112
114
Part 113
115
Part 114
116
Part 115
117
Part 116
118
Part 117
119
Part 118
120
119 [END]
121
Promosi Cerita Baru!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!