Part 8

Galen menatap ketiga anggota keluarga Lumian dengan ekspresi tertegun. Sekarang ia mengerti. Kecelakaan seseorang terpenting di keluarga Grissham, menjadi topik di seluruh kota. Selain karena menjadi cacat, dia tidak pernah bangun lagi sampai sekarang.

Banyak orang yang tidak tahu siapa menabraknya. Namun, keluarganya tahu. Termasuk dia sendiri.

Galen juga mendengar tentang pernikahan untuk pertanggungjawaban itu. Namun, kemarin ia tidak terlalu peduli. Sekarang dia sangat bodoh dan baru menyadari, ternyata putri mereka di tukarkan.

Galen menatap tajam dan dingin ketiga orang di depannya, "Kalian mengorbankan Natha."

Andre hanya menyeringai, "Kami tidak mengorbankannya. itu karena keinginannya sendiri."

"Dia tidak akan melakukan jika kalian tidak mengajukannya." Atensi Galen menatap tajam Nhita.

Galen sangat tahu bagaimana sifat Natha yang polos ketika di sekolah. Namun terkadang, Natha selalu melakukan sesuatu yang buruk hanya karena tangisan kembarannya. Dia selalu merasa kasihan. Oleh karena itu, Natha terbodohi.

Dan Galen tahu, siapa penyebabnya. Awalnya dia selalu heran dengan sikap Nhita yang tidak bersahabat sebagai saudara kembarnya sendiri. Sekarang dia mengerti, mereka bukan saudara kandung, namun hanya sepupu.

"Aku yakin, niat kalian tidak beda jauh dengan niatku. Kalian ingin mengambil hartanya, kan?"

Wajah keluarga Lumian berubah. Galen semakin menyeringai lebar, "Apakah kalian menyadari? Kalian membiarkan Natha pergi  menikahi Tuan Muda Grissham. Lalu, bagaimana kalian akan mengambil hartanya? Semuanya masih ada di tangan pengacaranya sebelum dia berusia 18 tahun, kan?"

"Dia akan melupakan kalian dan mengurus lelaki cacat itu," tambahnya dengan tawa mengejek. Galen beranjak dan pergi.

Andre, Sonia dan Nitha terdiam linglung, sambil mengutuk kebodohan diri mereka sendiri.

Namun Andre kembali tersenyum setelah Galen pergi. Ia merangkul istri dan putrinya, "Lexandra masih di genggaman kita saat ini. Tenang saja, aku tidak akan membiarkan gadis itu mengambilnya."

***

Natha tidak tahu, pernikahan sepupunya bukanlah kebahagiaan, namun penyesalan.

Meskipun dia tahu pun, Natha tidak akan peduli. Karena itu bukan urusannya.

Yang menjadi urusannya sekarang adalah lelaki yang terbaring di hadapannya.

Dia menjadi terbiasa merawatnya, termasuk memandikannya. Walaupun awalnya ia yang malu sendiri, Natha akan menutup mata dengan wajah memerah.

Tidak ada yang membantunya. Karena tanggung jawab benar-benar sudah di serahkan kepadanya sepenuhnya.

Tiga hari ini, dia juga tidur di ranjang yang sama. Namun, memakai pembatas. Bukan karena apa-apa. Tapi, Natha takut ketika ia tidur, ia akan melakukan gerakan tidak sadar dalam tidur. Karena memang, ia tidak bisa diam.

Natha tidak mengalami mimpi buruk lagi dari malam pertama kali tidur di rumah ini. Apalagi dia merasa nyaman tidur seranjang dengan Abyan. Natha merasa aman dan lega.

Tiba-tiba sebuah pikiran terlintas. Natha melirik kalungnya yang masih tergantung di leher. Lalu, beralih pada kedua tangannya. Natha mengepalkannya dan.. berhasil.

Matanya berbinar senang.

Ia dengan cepat meraih gelas kosong. Lalu, air yang mengalir dan ia mengarahkannya pada gelas kosong hingga penuh.

Setelah selesai, Natha sedikit meminumnya.

Rasanya seperti pertama kali. Manis dan segar.

Dengan senyum masih mengembang, Natha melirik Abyan, "Apakah kamu mau mencobanya? Ini sangat Segar!" tanyanya antusias.

Natha memberikan minum kepada Abyan. Tentu saja lewat selang yang terdapat di dalam tubuhnya. Dia terus memberinya sedikit-sedikit.

Selama proses memberi minum, Natha mengamati lekuk wajahnya sedikit mendekat.

Alis seperti pedang terlihat tebal dan hitam, mata tertutup rapat, bulu mata tidak lentik ke atas tapi lurus ke bawah, namun terlihat lebih panjang.

Natha tidak tahu setajam apa jika kelopak matanya terbuka. Hidung mancung, bibir tipis pucat. Fitur wajahnya sangat indah membuat siapapun tidak bisa berpaling.

Natha tersadar. Ia tersipu sendiri dan menjauh.

Gelasnya sudah kosong. Natha memberinya minum semuanya. Efeknya sangat cepat, wajah pucatnya berangsur-angsur lebih baik dan segar.

Natha tersenyum cerah, "Aku akan memberimu air ini setiap hari agar badanmu tetap segar.."

"Kapan kamu bangun." Ekspresi Natha menjadi melankonis. Lalu tersenyum pahit, "Tapi, tidak apa jika kau tidak bangun juga. Aku tetap akan merawatmu. Semoga saja aku tidak berubah pikiran jika itu terjadi."

Natha melirik buku-buku tebal di rak kamar. Dia penasaran dan mengambil salah satunya.

Natha mengamati cover buku, yang ternyata tentang bisnis. Walaupun tidak mengerti, Natha mencoba membacanya. Tapi sebelum itu, dia melirik Abyan terlebih dahulu.

"Ah, maaf. Aku lupa meminta izinmu," katanya seraya terkekeh.

Natha mendekat dan duduk di samping ranjang. "Harus boleh, yah? Karena aku sudah mengambilnya."

Natha membuka halaman pertama buku itu. Lalu tersenyum cerah, "Aku akan membacakannya untukmu!"

Natha mulai membaca dengan volume yang hanya terdengar dua orang.

Dia membaca seperti menceritakan kisah dongeng sebelum tidur.

***

Pernikahan Nhita sampai ke telinga keluarga Grissham, sehingga membuat semua wajah orang di keluarga itu suram.

Begitu pula dengan Albert. Dia memandang dingin pada surat resmi penikahan di tangannya.

Keluarga Lumian sengaja memperlihatkannya, agar keluarga Grissham tidak menuntut atau menukar kembali Natha dan nitha.

"Kakek, bolehkah aku mengatakan sesuatu?"

Suara lembut Natha menyadarkan semua orang yang tengah berekspresi gelap sambil menatap kertas di tangan Albert.

Mereka menoleh pada gadis di  belakang yang berdiri seraya menatap kertas itu.

"Kakek?" beo Briyan. Lalu menatap tajam Natha.

"Kenapa?" tanya Natha polos.

"Siapa yang mengizinkanmu memanggil itu?" cetusnya dingin

"Kakek yang mengizinkannya, Briyan. Diam. Jangan membuat masalah," tegas Albert tanpa mengalihkan pandangannya.

Briyan diam sambil menatap Natha dingin.

Albert mendongak ke arah Natha, "Apa yang ingin kamu katakan?"

"Galen atau suami Nitha yang sekarang merupakan anak tidak sah keluarga Dirgantara. Dan kakaknya--Bara, merupakan pewaris yang seharusnya. Dia selalu ingin merebutnya. Jadi, kakek bisa membantu menetapkan Bara sebagai pewaris, agar semua usaha Galen sia-sia."

"Darimana kau tahu?" Albert mengerti kenapa Natha mengatakan ini. Jadi, ia hanya penasaran dari mana Natha mengetahuinya.

Natha tersenyum santai, "Aku sudah di jodohkan dengannya dari kecil. Jadi, aku mengetahui semua tentangnya."

Bohong. Dia mengetahui di kehidupan sebelumnya.

Semua orang di sana tidak mengerti kenapa Natha membicarakan fakta mengejutkan Ini. Namun, Albert tersenyum, "Baiklah. Kamu ternyata tahu bagaimana mengalahkan musuh lewat belakang."

***

Keluarga Grissham saat-saat ini, memiliki pemikiran rumit tentang Natha. Walaupun dia menggantikan Nhita karena kesalahannya, Abyan tidak akan kembali seperti semula.

Apalagi pemikiran Briyan yang sempit dan kekanankan. Dia sangat tidak menyukai

Natha walaupun dia tahu kakaknya di rawat oleh Natha siang dan malam.

Saat awal Briyan tahu bahwa kakaknya di rawat sepenuhnya oleh Natha, dia marah, sangat marah. Namun Briyan tidak bisa melawan keputusan kakeknya.

Tapi Albert, lumayan puas dengan perawatan Natha terhadap Abyan.

Semua orang di rumah itu mengira Natha akan tertekan dan terbebani atas Abyan. Namun mereka salah menduga karena selama seminggu itu Natha terlihat lebih cerah dan semangat. Tidak terlihat lelah atau lesu.

Awalnya jika saja orang yang datang dan menikah dengan Abyan adalah Nhita, sekalipun dia meminta maaf dengan tulus mereka berniat akan membuatnya kesulitan dan menderita. Dan jika saja menyakiti Abyan mereka akan membuat Nhita sangat menyesali hidupnya. Namun, tidak pernah menyangka apa yang mereka bayangkan dan apa yang sudah mereka rencanakan hancur, karena saat ini oang yang menikah dengan Abyan adalah bukan pelakunya.

Walaupun Natha memang tidak bersalah tapi tetap saja dia merupakan keluarga orang yang membuat Abyan celaka.

Hanya Albert yang berfikir berbeda, karena dia sudah tahu kebenarannya.

Namun seminggu ini keluarga Grissham selalu mengawasi Natha yang merawat Abyan sangat tulus dan hati-hati. Mereka menjadi sedikit rileks dan hati mereka melunak terhadap Natha. Walaupun mereka sedikit aneh Natha selalu berbicara kepada Abyan seakan-akan pria itu sudah bangun. Natha juga selalu membacakan buku-buku bisnis seolah-olah membaca dongeng, terkadang mereka ingin tertawa. Mereka jauh lebih santai dan menerima keberadaan Natha di rumah mereka. Hanya Briyan yang selalu dingin.

Terpopuler

Comments

Siti solikah

Siti solikah

kenapa kakek tidak membicarakan dengan keluarganya saja mengenai apa yang dibicarakannya dengan natha

2025-03-29

0

kompiang sari

kompiang sari

bagi tahu pada Bryan siapa Natha donk thor

2025-03-16

0

Fitrian

Fitrian

cuiiiiiihhhhh kentut babi pelangi 🤮🤮🤮

2024-11-27

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Part 1
3 Part 2
4 Part 3
5 Part 4
6 Part 5
7 Part 6
8 Part 7
9 Part 8
10 Part 9
11 Part 10
12 Part 11
13 Part 12
14 Part 13
15 Part 14
16 Part 15
17 Part 16
18 Part 17
19 Part 18
20 Part 19
21 Part 20
22 Part 21
23 Part 22
24 Part 23
25 Part 24
26 Part 25
27 Part 26
28 Part 27
29 Part 28
30 Part 29
31 Part 30
32 Part 31
33 Part 32
34 Part 33
35 Part 34
36 Part 35
37 Part 36
38 Part 37
39 Part 38
40 Part 39 (17+)
41 Part 40
42 Part 41
43 Part 42
44 Part 43
45 Part 44
46 Part 45
47 Part 46
48 Part 47
49 Part 48
50 Part 49 (16+)
51 Part 50 (18+)
52 Part 51
53 Part 52
54 Part 53
55 Part 54
56 Part 55
57 Part 56
58 Part 57
59 Part 58
60 Part 59
61 Part 60
62 Part 61
63 Part 62
64 Part 63
65 Part 64
66 Part 65
67 Part 66
68 Part 67
69 Part 68
70 Part 69
71 Part 70
72 Part 71
73 Part 72
74 Part 73
75 Part 74
76 Part 75
77 Part 76
78 Part 77
79 Part 78
80 Part 79 (17+)
81 Part 80
82 Part 81
83 Part 82
84 Part 83
85 Part 84
86 Part 85
87 Part 86
88 Part 87
89 Part 88
90 Part 89
91 Part 90
92 Part 91
93 Part 92
94 Part 93
95 Part 94
96 Part 95
97 Part 96
98 Part 97
99 Part 98
100 Part 99
101 Part 100
102 Part 101
103 Part 102
104 Part 103
105 Part 104
106 Part 105
107 Part 106
108 Part 107
109 Part 108
110 Part 109
111 Part 110
112 Part 111
113 Part 112
114 Part 113
115 Part 114
116 Part 115
117 Part 116
118 Part 117
119 Part 118
120 119 [END]
121 Promosi Cerita Baru!!
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Prolog
2
Part 1
3
Part 2
4
Part 3
5
Part 4
6
Part 5
7
Part 6
8
Part 7
9
Part 8
10
Part 9
11
Part 10
12
Part 11
13
Part 12
14
Part 13
15
Part 14
16
Part 15
17
Part 16
18
Part 17
19
Part 18
20
Part 19
21
Part 20
22
Part 21
23
Part 22
24
Part 23
25
Part 24
26
Part 25
27
Part 26
28
Part 27
29
Part 28
30
Part 29
31
Part 30
32
Part 31
33
Part 32
34
Part 33
35
Part 34
36
Part 35
37
Part 36
38
Part 37
39
Part 38
40
Part 39 (17+)
41
Part 40
42
Part 41
43
Part 42
44
Part 43
45
Part 44
46
Part 45
47
Part 46
48
Part 47
49
Part 48
50
Part 49 (16+)
51
Part 50 (18+)
52
Part 51
53
Part 52
54
Part 53
55
Part 54
56
Part 55
57
Part 56
58
Part 57
59
Part 58
60
Part 59
61
Part 60
62
Part 61
63
Part 62
64
Part 63
65
Part 64
66
Part 65
67
Part 66
68
Part 67
69
Part 68
70
Part 69
71
Part 70
72
Part 71
73
Part 72
74
Part 73
75
Part 74
76
Part 75
77
Part 76
78
Part 77
79
Part 78
80
Part 79 (17+)
81
Part 80
82
Part 81
83
Part 82
84
Part 83
85
Part 84
86
Part 85
87
Part 86
88
Part 87
89
Part 88
90
Part 89
91
Part 90
92
Part 91
93
Part 92
94
Part 93
95
Part 94
96
Part 95
97
Part 96
98
Part 97
99
Part 98
100
Part 99
101
Part 100
102
Part 101
103
Part 102
104
Part 103
105
Part 104
106
Part 105
107
Part 106
108
Part 107
109
Part 108
110
Part 109
111
Part 110
112
Part 111
113
Part 112
114
Part 113
115
Part 114
116
Part 115
117
Part 116
118
Part 117
119
Part 118
120
119 [END]
121
Promosi Cerita Baru!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!