Part 1

Di sebuah ruangan *VVIP* rumah sakit, terdapat gadis remaja yang tengah mengalami koma. Dahinya di lilit perban. Wajahnya sangat pucat. Tapi, sama sekali tidak mengurangi kecantikannya.

Sinar matahari sore menembus ke arah jendela di ruangan itu. Sehingga menyinari setengah badan gadis itu.

Beberapa menit kemudian, jari-jari yang diam kaku gadis itu tergerak. Bulu mata lentik hitam dan panjangnya bergetar. Kelopak matanya mulai terbuka.

Tangannya yang masih kaku terangkat untuk menutupi matanya yang silau karena sinar matahari.

Gadis di bangsal mencoba bangun untuk duduk. Setelah mengerjap beberapa kali, matanya terbuka sepenuhnya. Netra hitam dingin itu menatap sekeliling dengan pandangan bingung.

Aku belum mati? Kenapa aku ada di rumah sakit?

Natha melihat sekeliling ruangan rumah sakit itu. Lalu, Natha melihat tangannya yang terlihat lebih kecil. Tidak ada luka apapun. Badannya terasa beda dan aneh. Natha merasa, badannya tidak sekecil ini.

Meskipun merasa lemas, Natha tidak memiliki rasa sakit yang menyiksa, seperti saat berada di ruangan sempit yang beberapa tahun ia tempati.

"Kenapa ini?" gumamnya pelan dengan suara yang masih serak.

Natha menyentuh wajahnya sendiri. Sangat halus dan lembut. Tidak ada rasa sakit, tidak merasa ada bekas luka apapun.

Natha yakin, ia seharusnya sudah mati. Meskipun di selamatkan, Natha tidak akan pernah di layani semewah ini. Mereka akan menempatkannya di tempat mengerikan.

Natha melihat sebuah kalender mini di atas nakas. Ada yang aneh?

Natha segera mengambilnya. Melihatnya lebih jelas. Lalu, mata Natha membola tidak percaya.

Ada apa dengan tahun di kalender ini?! Tidak mungkin salah, kan? Seharusnya sekarang tahun 202*!

Natha terdiam. Mencoba mencerna sesuatu.

Tiba-tiba matanya berbinar.

"Apakah aku kembali ke 10 tahun yang lalu?" Natha bergumam bingung, namun juga senang.

Selain kalender, perubahan seluruh badannya menjadi bukti yang jelas. Sekarang, badan itu masih remaja dan lebih mungil. Keyakinan Natha mungkin sekitar 70%.

Oh Tuhan?! Apakah aku kembali ke masa lalu? Apakah do'aku terkabulkan? Natha hampir menjerit kesenangan. Namun, ia tahan untuk memastikan 30% nya.

Natha mencoba menurunkan kakinya menginjak lantai. Ia mencabut infus di tangannya. Natha mencari kaca untuk melihat wajahnya sendiri. Ia berjalan ke kamar mandi.

Setelah melangkahkan kakinya dengan beberapa langkah yang sulit, Natha mencapai pintunya dan masuk. Di sana terdapat kaca yang lumayan besar. Natha merasa senang. Ia langsung menghampiri kaca itu.

Natha melihat dirinya sendiri terperangah. Dengan wajah tercengang, Natha menyentuh wajahnya sendiri.

Gadis di cermin adalah dirinya saat berumur 17 tahun. Natha yang masih polos.

Wajahnya yang seharusnya lebam dengan begitu banyak bekas luka, menjadi mulus. Rambut hitamnya, kecantikannya yang selalu Natha banggakan, kembali dan terlihat jelas di hadapannya.

Natha benar-benar terlahir kembali.

Natha memperkirakan, dia rumah sakit ini karena tabrakan yang di sebabkan Nhita.

Nhita sendiri yang mengemudi. Namun, Natha yang terluka parah.

Nhita menabrak seorang pria yang sangat Nhita sendiri cintai, sehingga pria itu cacat dan koma.

Dan pria itulah yang sekarang menjadi tujuanku, batin Natha dengan tekad di matanya.

Seharusnya, Natha menikah dengan Galen sekitar satu minggu lagi.

Ya, nikah muda. Karena perjodohan dan kesepakatan oleh kakeknya dan kakek Galen.

Dulu, Natha di beri dua pilihan, yaitu antara memilih lelaki cacat untuk menanggung kesalahan Nhita atau lelaki yang hampir sempurna--yang tentunya cinta pertama Natha.

Tentu saja dulu Natha memilih yang kedua. Namun, berakhir dengan penyesalan.

Lalu saat ini, Natha akan lebih memilih dan merawat pria cacat itu. Aku tidak akan pernah sudi lagi mengulangi kesalahan yang sama.

Mengingat mereka di masa lalu, Natha tersenyum miring. "Lihat saja, aku akan membalaskan semua penderitaanku. Aku tidak akan membiarkan kau mengambil milikku lagi. Dan aku tidak akan membiarkan kalian memiliki takdir yang sama di kehidupan ini." Natha tertawa dingin.

Setelah puas berkaca, Natha kembali ke bangsal. Merebahkan kembali badannya yang belum pulih.

Pikiran Natha menerawang merencanakan berbagai rencana untuk pembalasan dan hidup selanjutnya.

Ceklek

Suara pintu terbuka membuyarkan lamunan Natha.

Natha menoleh melihat tiga orang keluarganya. Keluarga palsu.

Ayahnya, ibunya dan adik perempuannya yang sangat baik. Mereka tengah memerankan perannya.

Jika di lihat sekilas, wajah khawatir mereka terlihat tulus. Natha selalu mempercayainya di masa lalu. Padahal jika di amati lebih lama, wajah khawatir mereka adalah kepura-puraan.

Natha menutupi wajah dinginnya menjadi polos.

"Ya Tuhan, Nak! Apakah kamu sudah tidak apa-apa? Apakah masih ada yang sakit?" tanya ibu palsunya dengan wajah khawatir dan mata berkaca-kaca.

Aku terharu sekali.

"Kami sangat mengkhawatirkanmu, Nak. Ayah takut kamu tidak akan bangun."

Oh? kau berharap aku mati?

"Tidak apa-apa, Bu, Ayah. Aku sudah merasa baik," jawab Natha lembut.

Setidaknya, aku berperan mengikuti akting mereka.

Ibu palsu Natha berpura-pura melotot dengan mata terlihat sangat khawatir saat melihat infus yang sudah terlepas dari tangan Natha.

Aku merasa merinding saat melihat matanya seakan-akan keluar

"Natha! Kenapa infusnya di lepas?!" pekik wanita itu dengan cemas.

Ugh, telingaku sakit.

Natha menunduk takut, matanya berkaca-kaca. Ia melirih. "Maaf, Bu. Aku tidak tahu bagaimana membawanya saat ke toilet."

Wanita itu menghela nafas. "Baiklah. Tidak apa-apa. Nanti, Ibu panggilkan Suster untuk memasangkannya lagi."

Natha mengangguk pelan.

"Kakak, hiks. Maafkan aku, hiks Seharusnya aku yang yang berada di posisimu. Aku sangat sedih melihatmu terluka," isak gadis yang sedari tadi diam menatap Natha dengan rasa bersalah.

Natha mengalihkan atensinya kepada gadis itu. Natha mencibir melihatnya menangis seakan tersakiti.

Tentu saja boleh. Apalagi jika lukaku lebih parah, dengan senang hati aku bersedia menerimamu di posisiku sekarang.

"Sudah, Nitha. kamu tidak salah." Natha mengusap bahunya dengan lembut, namun ekspresi Natha terlihat menahan rasa jijik.

Dialog yang Natha ucapkan kepada mereka saat ini adalah ucapannya di masa malu yang tidak Natha ubah. Natha hanya akan mengikuti alurnya dulu, melihat mereka dulu, baru Natha hancurkan pada akhirnya.

Nhita mengangkat kepalanya dan mengangguk mendengar ucapan Natha. Matanya memerah, tangisannya menyedihkan. Jika Natha yang dulu, mungkin Natha akan ikut bersedih. menghiburnya, menenangkannya. Tapi saat ini, Natha merasa keinginan muntah dan sangat jijik melihat wajah polosnya.

Natha tidak kalah memasang wajah yang lebih polos. Ia akan menipu mereka. Ia juga akan berpura-pura lemah, penurut. Seperti dulu.

"Kalau begitu, kamu beristirahat kembali. Kami akan menjengukmu kembali nanti malam. Lalu, Ibu akan membawakanmu makanan," tuturnya lembut.

Natha menahan untuk tidak memutar bola matanya. Jadi ia hanya mengangguk.

"Kakak, cepet sembuh, yah..," ucap Nhita lembut.

Tapi, Natha sudah tahu isi hatinya. Nhita mengutuknya untuk lebih menderita.

Natha tersenyum semanis gula. Mungkin jika di pertahankan lebih lama, semut akan berdatangan mengerumuninya.

Kedua orang tua palsu di depan Natha mengusap pelan rambut Natha bergantian dengan penuh kasih sayang.

Lalu, ketiga orang itu pergi keluar. Natha merasa ruangan terasa segar kembali, setelah kepergian mereka.

Terpopuler

Comments

Bojone pak Lee

Bojone pak Lee

namanya syulit dieja Nhita bacanya gimana y?natha dan nhita.

2025-03-26

0

Leni Ani

Leni Ani

kok orang tua palsu.bukan kandung kah🤔🤔

2024-12-04

0

Siti solikah

Siti solikah

keluarga kok seperti itu

2025-03-29

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Part 1
3 Part 2
4 Part 3
5 Part 4
6 Part 5
7 Part 6
8 Part 7
9 Part 8
10 Part 9
11 Part 10
12 Part 11
13 Part 12
14 Part 13
15 Part 14
16 Part 15
17 Part 16
18 Part 17
19 Part 18
20 Part 19
21 Part 20
22 Part 21
23 Part 22
24 Part 23
25 Part 24
26 Part 25
27 Part 26
28 Part 27
29 Part 28
30 Part 29
31 Part 30
32 Part 31
33 Part 32
34 Part 33
35 Part 34
36 Part 35
37 Part 36
38 Part 37
39 Part 38
40 Part 39 (17+)
41 Part 40
42 Part 41
43 Part 42
44 Part 43
45 Part 44
46 Part 45
47 Part 46
48 Part 47
49 Part 48
50 Part 49 (16+)
51 Part 50 (18+)
52 Part 51
53 Part 52
54 Part 53
55 Part 54
56 Part 55
57 Part 56
58 Part 57
59 Part 58
60 Part 59
61 Part 60
62 Part 61
63 Part 62
64 Part 63
65 Part 64
66 Part 65
67 Part 66
68 Part 67
69 Part 68
70 Part 69
71 Part 70
72 Part 71
73 Part 72
74 Part 73
75 Part 74
76 Part 75
77 Part 76
78 Part 77
79 Part 78
80 Part 79 (17+)
81 Part 80
82 Part 81
83 Part 82
84 Part 83
85 Part 84
86 Part 85
87 Part 86
88 Part 87
89 Part 88
90 Part 89
91 Part 90
92 Part 91
93 Part 92
94 Part 93
95 Part 94
96 Part 95
97 Part 96
98 Part 97
99 Part 98
100 Part 99
101 Part 100
102 Part 101
103 Part 102
104 Part 103
105 Part 104
106 Part 105
107 Part 106
108 Part 107
109 Part 108
110 Part 109
111 Part 110
112 Part 111
113 Part 112
114 Part 113
115 Part 114
116 Part 115
117 Part 116
118 Part 117
119 Part 118
120 119 [END]
121 Promosi Cerita Baru!!
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Prolog
2
Part 1
3
Part 2
4
Part 3
5
Part 4
6
Part 5
7
Part 6
8
Part 7
9
Part 8
10
Part 9
11
Part 10
12
Part 11
13
Part 12
14
Part 13
15
Part 14
16
Part 15
17
Part 16
18
Part 17
19
Part 18
20
Part 19
21
Part 20
22
Part 21
23
Part 22
24
Part 23
25
Part 24
26
Part 25
27
Part 26
28
Part 27
29
Part 28
30
Part 29
31
Part 30
32
Part 31
33
Part 32
34
Part 33
35
Part 34
36
Part 35
37
Part 36
38
Part 37
39
Part 38
40
Part 39 (17+)
41
Part 40
42
Part 41
43
Part 42
44
Part 43
45
Part 44
46
Part 45
47
Part 46
48
Part 47
49
Part 48
50
Part 49 (16+)
51
Part 50 (18+)
52
Part 51
53
Part 52
54
Part 53
55
Part 54
56
Part 55
57
Part 56
58
Part 57
59
Part 58
60
Part 59
61
Part 60
62
Part 61
63
Part 62
64
Part 63
65
Part 64
66
Part 65
67
Part 66
68
Part 67
69
Part 68
70
Part 69
71
Part 70
72
Part 71
73
Part 72
74
Part 73
75
Part 74
76
Part 75
77
Part 76
78
Part 77
79
Part 78
80
Part 79 (17+)
81
Part 80
82
Part 81
83
Part 82
84
Part 83
85
Part 84
86
Part 85
87
Part 86
88
Part 87
89
Part 88
90
Part 89
91
Part 90
92
Part 91
93
Part 92
94
Part 93
95
Part 94
96
Part 95
97
Part 96
98
Part 97
99
Part 98
100
Part 99
101
Part 100
102
Part 101
103
Part 102
104
Part 103
105
Part 104
106
Part 105
107
Part 106
108
Part 107
109
Part 108
110
Part 109
111
Part 110
112
Part 111
113
Part 112
114
Part 113
115
Part 114
116
Part 115
117
Part 116
118
Part 117
119
Part 118
120
119 [END]
121
Promosi Cerita Baru!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!