Part 13

Natha sudah siap dengan seragam sekolahnya. Rambutnya di kuncir kuda sederhana. Rok selutut, baju di masukan, lengan panjang, dasi, kaus kaki putih sampai betis, sepatu putih dan tas kecil biru tua.

Tidak ada make up apapun yang menghiasi Wajahnya. Justru kecantikan alami sangat memancar. Ia hanya memakai bedak tipis agar tidak terlalu kusam. Serta lip balm agar bibir tidak kering.

Setelah siap, Natha melirik tempat tidur yang di tempati Abyan. Dia tersenyum dan mendekat.

"Suami, aku akan pergi ke sekolah dulu," bisiknya seraya terkekeh oleh panggilan yang ia sebutkan.

Natha sudah sarapan, ia juga sudah memberi Abyan sarapan sendiri. Dan tentu saja, Abyan sudah mandi sebelum dia.

Walaupun dalam posisi tidur, Abyan terlihat sangat baik. Pakaian yang Natha pakaian selalu cocok dengan penampilannya. Natha tersenyum melihat karyanya.

"Sampai jumpa. Jangan merindukanku." Natha mencium pipinya seraya terkikik sendiri.

Setelah itu, Natha mulai keluar kamar dan menutup pintu dengan santai. Sebenarnya, waktu masih terlalu pagi. Namun, Natha terlalu bersemangat.

Saat menuruni tangga, Natha sempat melirik ruang makan yang sedang di sajikan para pembantu. Belum ada siapapun.

Alasan inilah yang membuat Natha berangkat pagi. Ia tak ingin bertemu anggota keluarga ini di rumah itu. Apalagi Briyan. Jika saja Natha berangkat agak siang, ia akan berpapasan atau melewati ruang makan mereka. Natha malas berbasa-basi.

"Apakah Nona tidak makan dahulu?"

Pertanyaan seseorang membuat Natha menoleh. Ia mendapati kepala pelayan.

Kepala pelayan merupakan seorang wanita paruh baya. Wajahnya sangat ramah, namun jika dalam masalah pekerjaan, dia sangat tegas. Natha sedikit mengagumi sikapnya.

"Eum, tidak. Aku sudah makan. Jadi, aku akan langsung berangkat," jawab Natha dengan sopan.

Kepala pelayan--Elen, mengangguk mengerti, "Kalau begitu, hati-hati di jalan, Nona."

Natha mengangguk seraya tersenyum ramah. Lalu, ia melanjutkan langkahnya keluar rumah.

Albert sudah menyiapkan mobil dan supir khusus untuknya. Natha menjadi lebih santai. Natha menyapa sopir itu, lalu membuka pintu dan duduk di belakang.

Mobil mulai berjalan dengan kecepatan rata-rata. Natha sedikit menurunkan jendela, membiarkan semilir angin masuk. Udaranya sangat sejuk karena cuaca masih pagi. Embun menutupi jendela, sedikit mengaburkan penglihatan. Natha menyentuhnya, namun tak tersentuh. Karena, embun menempel di luar jendela.

Ia hanya membuat huruf acak dengan jari telunjuknya di jendela. Natha melakukan hal-hal kecil, namun terasa menyenangkan baginya

15 menit kemudian, mobil sport itu tiba di sebuah gerbang sekolah. Natha mengamati gedung sekolah besar itu. Dia sedikit merindukannya. Namun, tersimpan banyak kenangan pahit masa lalu, di sekolah ini.

Sekarang, Natha akan mengubahnya. Mencoba sesuatu yang baru.

Setelah mengamati beberapa saat, dia keluar mobil.

"Terima kasih, Pak," ucap Natha yang di angguki dan senyum sopan supir itu.

Natha mulai melangkahkan kakinya menuju ke dalam gerbang.

Natha sudah sangat familier dengan Sekolah ini. Letak, suasana, semuanya terasa akrab baginya.

Tidak sedikit orang yang melirik ke arahnya. Karena Natha merupakan ratu sekolah sebelum reputasinya hancur.

Natha merupakan murid kesayangan semua guru karena kepintaran serta kecerdasannya. Nhita tidak jauh beda. Namun kepopuleran Natha lebih luas. Apalagi, ciri-ciri Natha sangat jelas. Beda jauh dengan Nhita yang selalu bermake up tebal.

Ia dan Nhita berbeda kelas. Itu sangat bagus untuknya.

Saat ini reputasinya masih sangat baik. Natha menjadi santai dan tidak perlu nenghindar dari pandangan orang lain. Mata mereka terlihat berkilat kekaguman, bukan kebencian atau rasa jijik.

Natha membalas sapaan siapapun yang menyapanya. Tampang polosnya tak ayal membuat siapapun yang melihatnya gemas. Terlihat imut.

"Natha!"

Ketika akan memasuki kelasnya, panggilan seseorang membuat langkah Natha terhenti.

Natha menoleh ke belakang. Ia mendapati seorang lelaki jangkung, kulit putih, matanya terlihat cerah, bibirnya tersungging senyuman manis.

Dia adalah Aksa Davie Livian. 

Aksa bisa di bilang cukup populer di kalangan para gadis. Sikapnya yang selalu aktif dan ramah membuat siapapun nyaman.

Hubungan Aksa dengan Natha tidak terlalu dekat, namun jika di bandingkan antara lelaki lainnya, bisa di bilang Aksa lebih dekat dengan Natha.

Aksa selalu berinsiatif mendekati Natha. Walaupun Natha selalu menghindar, Aksa tidak menyerah.

Natha tidak mempunyai teman di masa lalunya. Hanya Nhita dan Galen yang paling dekat dengannya.

Adapun Aksa, tidak ada yang tidak tau bahwa Aksa menyukai Natha. Namun, Natha hanya terfokus pada Galen. Bahkan, tidak sedikit lelaki yang mengakui cinta kepadanya. Namun, tidak pernah Natha memperdulikan.

Sekarang, walaupun Natha tidak versama dengan Galen lagi, Natha tidak akan menanggapi siapapun jika nengakui cinta kepadanya. Namun, Natha akan akan memperluas pertemananya dengan siapapun.

"Ya?" sahutnya ramah.

Senyum Aksa melebar saat mendapat tanggapannya. Biasanya, Natha hanya akan meliriknya tanpa menjawab.

"Sebentar lagi akan ada seleksi bakat di sekolah kita. Kamu akan mendaftar atau tidak? Jika kamu tertarik, aku akan membantumu."

Natha terlihat berfikir.

Setiap dua kali setahun, selalu ada kompetisi bakat. Siapapun dapat nemilih untuk berpatisipasi dalam berbagai penghargaan Internasional.

Saat dulu, Natha memang mengikutinya dan ia berhasil mendapat peringkat yang tertinggi. Namun, Natha hanya ingin membuktikan dirinya sendiri agar di lihat dan di puji Galen. Tapi apa? Galen tidak menghargainya sama sekali. Tanggapan antusiasnya sangat di paksakan. Natha masih mengingat jelas bagaimana wajahnya yang sangat berpura-pura.

Natha mengangguk seraya tersenyum, "Oke."

Natha akan mengikutinya untuk dirinya sendiri. Bukan untuk siapapun. Sekaligus mempertahankan posisi dan reputasinya.

Aksa tidak menyangka Natha menjawab dengan cepat. Apalagi jawabannya sesuai dengan yang ia inginkan. Jadi, dia bertanya lagi untuk memastikan, "Benarkah?!"

Natha hanya mengangguk kembali.

Aksa tersenyum lebar menampilkan gigi putihnya, "Baiklah. Apa yang bisa aku bantu?"

Natha terkekeh seraya menggeleng pelan, "Tidak perlu."

Aksa terpesona dengan kekehannya. Dengan cepat memulihkan wajahnya. Telinganya memerah. Namun, Natha tidak terlalu memperhatikannya.

"Jika kamu butuh sesuatu, aku bisa membantumu."

Natha tersenyum tulus. Ia pikir, tidak buruk berteman dengan Arsa. "Baik. Terima kasih."

Aksa memalingkan muka. Wajahnya sedikit memerah, "Kalo begitu, ayo masuk kelas."

Natha mengangguk.

Saat mereka masuk, hampir semua mata memandang ke arah kedua orang itu. 

Sangat jarang Natha berjalan berdampingan dengan siapapun. Kecuali Galen. Walaupun berbeda kelas, Natha selalu ke kelasnya.

Dan sekarang, sangat aneh melihat Natha bersama dengan seseorang. Apalagi, orang itu Aksa. Tidak sedikit teman sekelas yang menggoda Aksa karena berhasil mendekati Natha.

Aksa tersenyum bangga dan arogan menanggapi siulan teman-temannya.

Natha duduk di kursinya. Kursi di sampingnya selalu kosong, karena Natha selalu melarang siapapun duduk dengannya.

"Natha, bolehkah aku duduk di sampingmu?" Setelah mengumpulkan keberaniannya, Aksa mencoba untuk bertanya hati-hati. Ia terlihat gugup. Sudah lama Aksa menginginkannya. Namun, ia tidak punya keberanian. Setelah melihat sikap Natha hari ini, Aksa pikir Natha akan menerimanya.

Natha menoleh dan melihat Aksa yang gugup. Ingin sekali ia tertawa, namun Natha tahan.

Tidak mendapatkan tanggapannya, Aksa berpikir dia terlalu lancang, "Ah, kalo tidak bole--"

"Boleh," jawabnya santai.

Mata Aksa terbelalak dengan mulut tercengang. Lalu ia langsung terenyum cerah.

Aksa dengan cepat langsung duduk karena takut Natha berubah pikiran.

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

dia berfikir lebih matang

2025-03-21

0

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

jadi rebutan ternyata 😂

2024-11-23

0

Bzaa

Bzaa

aksa lucuu

2024-10-20

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Part 1
3 Part 2
4 Part 3
5 Part 4
6 Part 5
7 Part 6
8 Part 7
9 Part 8
10 Part 9
11 Part 10
12 Part 11
13 Part 12
14 Part 13
15 Part 14
16 Part 15
17 Part 16
18 Part 17
19 Part 18
20 Part 19
21 Part 20
22 Part 21
23 Part 22
24 Part 23
25 Part 24
26 Part 25
27 Part 26
28 Part 27
29 Part 28
30 Part 29
31 Part 30
32 Part 31
33 Part 32
34 Part 33
35 Part 34
36 Part 35
37 Part 36
38 Part 37
39 Part 38
40 Part 39 (17+)
41 Part 40
42 Part 41
43 Part 42
44 Part 43
45 Part 44
46 Part 45
47 Part 46
48 Part 47
49 Part 48
50 Part 49 (16+)
51 Part 50 (18+)
52 Part 51
53 Part 52
54 Part 53
55 Part 54
56 Part 55
57 Part 56
58 Part 57
59 Part 58
60 Part 59
61 Part 60
62 Part 61
63 Part 62
64 Part 63
65 Part 64
66 Part 65
67 Part 66
68 Part 67
69 Part 68
70 Part 69
71 Part 70
72 Part 71
73 Part 72
74 Part 73
75 Part 74
76 Part 75
77 Part 76
78 Part 77
79 Part 78
80 Part 79 (17+)
81 Part 80
82 Part 81
83 Part 82
84 Part 83
85 Part 84
86 Part 85
87 Part 86
88 Part 87
89 Part 88
90 Part 89
91 Part 90
92 Part 91
93 Part 92
94 Part 93
95 Part 94
96 Part 95
97 Part 96
98 Part 97
99 Part 98
100 Part 99
101 Part 100
102 Part 101
103 Part 102
104 Part 103
105 Part 104
106 Part 105
107 Part 106
108 Part 107
109 Part 108
110 Part 109
111 Part 110
112 Part 111
113 Part 112
114 Part 113
115 Part 114
116 Part 115
117 Part 116
118 Part 117
119 Part 118
120 119 [END]
121 Promosi Cerita Baru!!
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Prolog
2
Part 1
3
Part 2
4
Part 3
5
Part 4
6
Part 5
7
Part 6
8
Part 7
9
Part 8
10
Part 9
11
Part 10
12
Part 11
13
Part 12
14
Part 13
15
Part 14
16
Part 15
17
Part 16
18
Part 17
19
Part 18
20
Part 19
21
Part 20
22
Part 21
23
Part 22
24
Part 23
25
Part 24
26
Part 25
27
Part 26
28
Part 27
29
Part 28
30
Part 29
31
Part 30
32
Part 31
33
Part 32
34
Part 33
35
Part 34
36
Part 35
37
Part 36
38
Part 37
39
Part 38
40
Part 39 (17+)
41
Part 40
42
Part 41
43
Part 42
44
Part 43
45
Part 44
46
Part 45
47
Part 46
48
Part 47
49
Part 48
50
Part 49 (16+)
51
Part 50 (18+)
52
Part 51
53
Part 52
54
Part 53
55
Part 54
56
Part 55
57
Part 56
58
Part 57
59
Part 58
60
Part 59
61
Part 60
62
Part 61
63
Part 62
64
Part 63
65
Part 64
66
Part 65
67
Part 66
68
Part 67
69
Part 68
70
Part 69
71
Part 70
72
Part 71
73
Part 72
74
Part 73
75
Part 74
76
Part 75
77
Part 76
78
Part 77
79
Part 78
80
Part 79 (17+)
81
Part 80
82
Part 81
83
Part 82
84
Part 83
85
Part 84
86
Part 85
87
Part 86
88
Part 87
89
Part 88
90
Part 89
91
Part 90
92
Part 91
93
Part 92
94
Part 93
95
Part 94
96
Part 95
97
Part 96
98
Part 97
99
Part 98
100
Part 99
101
Part 100
102
Part 101
103
Part 102
104
Part 103
105
Part 104
106
Part 105
107
Part 106
108
Part 107
109
Part 108
110
Part 109
111
Part 110
112
Part 111
113
Part 112
114
Part 113
115
Part 114
116
Part 115
117
Part 116
118
Part 117
119
Part 118
120
119 [END]
121
Promosi Cerita Baru!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!