Part 14

Percakapan dan gerak gerik Natha dan Arsa semua orang perhatikan. Saat melihat Natha bersedia, mereka sama-sama tercengang. setelahnya, mereka berekspresi iri melihat Aksa karena bisa duduk dengan ratu sekolah.

Natha mengeluarkan buku paket pelajaran hari ini seraya menunggu guru masuk.

Aksa hanya memperhatikannya. Natha tidak keberatan dengan tatapannya. Ia sangat tahu Aksa menyukainya dan bukan rahasia lagi.

Sedangkan Aksa senyum-senyum sendiri. Namun, ketika mengingat pernikahan gadis yang ia sukai. Senyumnya sedikit luntur.

Ya, Aksa tahu. Lebih tepatnya, terpaksa tahu. Aksa merupakan tuan muda dari keluarga Livian yang masih termasuk keluarga kaya di atas Lumian. Tentu saja keluarganya pasti tahu tentang informasi-informasi keluarga kaya lainnya. Aksa mengetahui dari orang tuanya. Hatinya sangat sakit. Tapi, ia akan berpura-pura tidak tahu.

Natha yang tengah fokus membaca, tidak bisa fokus lagi saat mendengar obrolan reman-teman sekelas tentangnya. Mereka bergosip. Tidak hanya gadis-gadis, namun para lelaki sama-sama membicarkannya.

Telinganya yang tajam, bisa mendengar bisikan rendah pembicaraan yang baik maupun buruk tentang dirinya.

Natha menutup buku dengan kesal. Ia merasa risih. Namun, wajahnya terlihat tenang.

Jika dulu, Natha pasti akan membiarkan mereka membicarakan dirinya sesuka hati. Ia akan mengabaikannya sesuai dengan ajaran keluarga palsunya.

Bahkan, hinaan jelek ia abaikan. Seperti yang Nhita dan Sonia katakan, jangan mendengar perkataan atau rumor buruk tentangnya dari orang lain. Natha selalu menurutinya dan benar-benar mengabaikan ucapan semua orang yang menghinanya dan menjelekkannya.

Bahkan Sonia mengajarkan untuk tidak berteman dengan siapapun, dekat dengan siapapun pengecualian keluarganya.

Hingga pada akhirnya Natha di anggap gadis sombong dan di benci orang lain. Natha menjadi anti sosial dan selalu menyendiri.

Tapi, tidak dengan sekarang.

Natha akan berubah. Ia tidak akan lagi terjatuh pada kebodohan yang sama. Ia akan mengubah dirinya sendiri, perilakunya, ataupun pandangan orang lain tentangnya.

Memikirkan itu, tiba-tiba Natha berdiri dan berjalan menghampiri sekelompok gadis yang tengah menggosipinya.

Perilakunya membuat semua perhatian tertuju padanya dengan kaget.

Sekelompok gadis itu sedikit takut karena mereka merasa bersalah telah membicarakan Natha.

Natha yang penyendiri tidak mungkin ikut bergosip, kan? Atau dia mendengarkan pembicaraan mereka? Padahal mereka merasa suara obrolan sangat kecil. Bagaimana Natha bisa mendengarnya?

Wajah mereka pucat. Dengan popularitasnya, Natha bisa mempermalukan mereka di depan umum.

Aksa sendiri pun mengernyit saat melihat gerak-geriknya.

"Dia kenapa?" tanya seorang lelaki di samping. Aksa menggeleng tidak tahu.

"Natha? Ada apa?" Seorang gadis yang paling dekat dengan Natha--Theresa, bertanya heran melihat Natha menghampiri mereka.

Natha tersenyum polos, "Tidak ada."

Theresa tertegun karena mendapat tanggapannya. Sangat jarang Natha menanggapi atau bertanya kepada Siapapun. Mungkinkah dia mendapatkan kesan baik di mata Natha?

Padahal, Theresa membicarakan Natha di belakang beberapa menit yang lalu. Ia sedikit menyesal dan merasa bersalah. Melihat wajah Natha yang santai, Theresa menghela nafas lega.

"Bolehkah aku bergabung?" tanya Natha di keheningan.

Gadis-gadis itu mengangguk beberapa kali. Natha tersenyum dan duduk di kursi kosong di antara mereka. Lalu dengan santai, Natha kembali membuka buku di tangannya.

Natha terlihat fokus membaca buku. Ia tidak menyadari, tepatnya tidak peduli dengan kekagetan semua teman sekelasnya atas perilakunya.

Tidak ada yang bergosip lagi. Tidak ada yang bicara. Kelas menjadi hening. Natha merasa tenang dan nyaman. Namun, orang lain merasa suasana canggung dan aneh dengan semua atensi menuju Natha.

***

Natha sudah berubah.

Itulah kesan hampir semua teman sekelas terhadap Natha setelah lebih dari seminggu mereka mengamati. Di antara yang lainnya, Natha menjadi lebih dekat dengan Aksa dan Theresa.

Mereka layaknya teman, akan ke kantin bersama, saling bantu dan selalu berkelompok di antara yang lainnya.

Natha selalu berinisiatif mengobrol atau membantu keduanya jika sulit dan tidak mengerti dalam pembelajaran. Tentu saja, Aksa dan Theresa sangat terkejut dan senang. Dengan bangga, kedua orang itu selalu pamer kepada siswa lain. Mereka terlihat sombong karena bisa dekat dengan Natha--si cantik dingin dengan gelar ratu sekolah.

Triiing Triiing

Bel istirahat berbunyi begitu nyaring membuat semua orang yang mendengar langsung bersorak senang. Apalagi perut mereka yang ikut bersorak membuat mereka pergi ke kantin dengan semangat.

"Natha, apakah kamu akan ke kantin?" tanya Theresa.

Aksa ikut menatapnya. Kedua orang itu menjadi terbiasa dan lebih santai dengan Natha. Mereka tidak perlu gugup atau canggung lagi.

Natha melirik mereka. Lalu ia menggeleng seraya tersenyum, "Tidak. Aku akan pergi ke perpustakaan."

Theresa dan Aksa hanya mengangguk. Mereka sangat memaklumi Natha. Gadis di depan mereka terlalu rajin dan bersemangat dalam belajar. Selain itu, mereka sama sekali tidak merasa tidak nyaman dengan sikapnya yang agak acuh tak acuh.

"Oke. Kalau begitu, kami duluan, yah!" pamit Theresa yang di angguki Natha.

Aksa dengan enggan mengikuti Theresa. Sebenarnya, kedua orang itu tidak dekat. Mereka hanya teman sekelas biasa. Namun, bisa di bilang mereka menjadi lebih dekat sebagai teman lewat Natha.

Setelah kedua orang itu pergi, Natha tetap dalam posisinya. Sesekali, teman sekelasnya mengajaknya pergi, namun dengan halus Natha menolak.

Melihat mereka berinisiatif berbicara terdahulu kepadanya, Natha menjadi lebih nyaman.

Kelas berangsur-angsur sepi dan menjadi kosong

Semua orang sudah pergi untuk makan siang.

Natha beranjak. Ia memang akan pergi ke perpustakaan. Sepanjang jalan, Natha menjadi lebih terbiasa dengan banyak perhatian murid-murid yang ia lewati menuju kepadanya. Seperti biasa, Natha akan membalas sapaan mereka. Walaupun, sebenarnya ia sangat malas.

Natha berjalan dengan langkah tenang dan santai. Sesekali Natha akan berhenti jika melihat sesuatu yang menarik. Angin sepoi-sepoi menerpa wajahnya. Rambutnya yang ia ikat bergoyang ke segala arah mengikuti gerakan langkah kaki.

Menghirup udara segar, Natha berubah pikiran. Ia tidak jadi pergi ke perpus. Namun, ia ingin berniat pergi ke taman sekolah yang berada di samping gedung sekolah.

Saat Natha sampai di sana, ia langsung merasakan suasananya yang sangat sepi dan tenang. Tempat seperti inilah yang ia inginkan.

Bukannya di kursi yang sudah tersedia, Natha malah duduk lesehan di atas rumput. Punggungnya bersandar pada sebuah pohon yang lumayan besar, sehingga sinar matahari tidak mencapai tubuhnya karena terhalang pohon itu.

Natha memejamkan matanya dengan kepala bersandar sehingga mendongak ke atas. Angin menerpa dedaunan dan ranting sehingga menimbulkan gesekan yang terdengar jelas di telinga Natha.

"Olivia! aku peringatkan sekali lagi! Segera pergi dari rumahku bagaimana pun caranya! kalau tidak, aku akan membuatmu keluar dari sekolah ini!"

Samar-samar, Natha mendengar teriakan tajam di arah jauh membuat alisnya mengernyit.

"Jangan berpura-pura menyedihkan! Aku merasa jijik melihatnya."

Suara yang sangat Natha kenal membuatnya langsung membuka mata indahnya.

Itu adalah suara Nitha.

Terpopuler

Comments

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

Natha santaii kan sekarang .. indah nya sebuah pertemanan

2024-11-24

0

Ds Phone

Ds Phone

dia buli orang lah tu

2025-03-21

0

Bzaa

Bzaa

aihhhh ai nitha

2024-10-20

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Part 1
3 Part 2
4 Part 3
5 Part 4
6 Part 5
7 Part 6
8 Part 7
9 Part 8
10 Part 9
11 Part 10
12 Part 11
13 Part 12
14 Part 13
15 Part 14
16 Part 15
17 Part 16
18 Part 17
19 Part 18
20 Part 19
21 Part 20
22 Part 21
23 Part 22
24 Part 23
25 Part 24
26 Part 25
27 Part 26
28 Part 27
29 Part 28
30 Part 29
31 Part 30
32 Part 31
33 Part 32
34 Part 33
35 Part 34
36 Part 35
37 Part 36
38 Part 37
39 Part 38
40 Part 39 (17+)
41 Part 40
42 Part 41
43 Part 42
44 Part 43
45 Part 44
46 Part 45
47 Part 46
48 Part 47
49 Part 48
50 Part 49 (16+)
51 Part 50 (18+)
52 Part 51
53 Part 52
54 Part 53
55 Part 54
56 Part 55
57 Part 56
58 Part 57
59 Part 58
60 Part 59
61 Part 60
62 Part 61
63 Part 62
64 Part 63
65 Part 64
66 Part 65
67 Part 66
68 Part 67
69 Part 68
70 Part 69
71 Part 70
72 Part 71
73 Part 72
74 Part 73
75 Part 74
76 Part 75
77 Part 76
78 Part 77
79 Part 78
80 Part 79 (17+)
81 Part 80
82 Part 81
83 Part 82
84 Part 83
85 Part 84
86 Part 85
87 Part 86
88 Part 87
89 Part 88
90 Part 89
91 Part 90
92 Part 91
93 Part 92
94 Part 93
95 Part 94
96 Part 95
97 Part 96
98 Part 97
99 Part 98
100 Part 99
101 Part 100
102 Part 101
103 Part 102
104 Part 103
105 Part 104
106 Part 105
107 Part 106
108 Part 107
109 Part 108
110 Part 109
111 Part 110
112 Part 111
113 Part 112
114 Part 113
115 Part 114
116 Part 115
117 Part 116
118 Part 117
119 Part 118
120 119 [END]
121 Promosi Cerita Baru!!
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Prolog
2
Part 1
3
Part 2
4
Part 3
5
Part 4
6
Part 5
7
Part 6
8
Part 7
9
Part 8
10
Part 9
11
Part 10
12
Part 11
13
Part 12
14
Part 13
15
Part 14
16
Part 15
17
Part 16
18
Part 17
19
Part 18
20
Part 19
21
Part 20
22
Part 21
23
Part 22
24
Part 23
25
Part 24
26
Part 25
27
Part 26
28
Part 27
29
Part 28
30
Part 29
31
Part 30
32
Part 31
33
Part 32
34
Part 33
35
Part 34
36
Part 35
37
Part 36
38
Part 37
39
Part 38
40
Part 39 (17+)
41
Part 40
42
Part 41
43
Part 42
44
Part 43
45
Part 44
46
Part 45
47
Part 46
48
Part 47
49
Part 48
50
Part 49 (16+)
51
Part 50 (18+)
52
Part 51
53
Part 52
54
Part 53
55
Part 54
56
Part 55
57
Part 56
58
Part 57
59
Part 58
60
Part 59
61
Part 60
62
Part 61
63
Part 62
64
Part 63
65
Part 64
66
Part 65
67
Part 66
68
Part 67
69
Part 68
70
Part 69
71
Part 70
72
Part 71
73
Part 72
74
Part 73
75
Part 74
76
Part 75
77
Part 76
78
Part 77
79
Part 78
80
Part 79 (17+)
81
Part 80
82
Part 81
83
Part 82
84
Part 83
85
Part 84
86
Part 85
87
Part 86
88
Part 87
89
Part 88
90
Part 89
91
Part 90
92
Part 91
93
Part 92
94
Part 93
95
Part 94
96
Part 95
97
Part 96
98
Part 97
99
Part 98
100
Part 99
101
Part 100
102
Part 101
103
Part 102
104
Part 103
105
Part 104
106
Part 105
107
Part 106
108
Part 107
109
Part 108
110
Part 109
111
Part 110
112
Part 111
113
Part 112
114
Part 113
115
Part 114
116
Part 115
117
Part 116
118
Part 117
119
Part 118
120
119 [END]
121
Promosi Cerita Baru!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!