Part 6

"... Aku hanya melihatmu dari jauh. Aku hanya melihatmu di tidak secara langsung, aku juga melihatmu ketika kamu masih sehat.."

"... Aku sangat menyesal tidak memilihmu di masa lalu. Namun, aku beruntung bisa memilihmu sekarang. Jika orang lain mengejekmu, maka aku yang akan memujimu. jika orang lain menghinamu, maka aku akan menyanjungmu..."

"... Asalkan, kamu selalu ada di sini. Di sampingku. Kamu tidak akan menyakitiku. Kamu akan menjadi satu-satunya orang yang akan mempercayaiku. Aku mengatakan ini karena aku menyaksikan bagaimana kamu tidak pernah bangun di kehidupanku sebelumnya. Walaupun begitu, aku tidak keberatan walaupun kamu bangun di kehidupan ini. Entah kenapa.. aku mempunyai keyakinan kamu akan bangun suatu hari nanti. Tapi jika kamu bangun, aku hanya takut kepercayaanku goyah. "

Natha mengungkapkan semua isi hatinya. Bahkan rahasia kehidupan masa lalunya ia ungkapkan. 

Dia merasa tidak perlu ada rahasia dengan suaminya. Apalagi dia sedang tidur. Jika bangun suatu hari dia bangun juga, Abyan tidak akan mengingat apa yang dia ucapkan. Semoga saja.

Ucapan panjang lebar Natha hanya di balas dengan keheningan kamar itu. Ia tentu saja tidak berharap ada yang menjawabnya. Natha hanya ingin merasa lega.

Natha berdiri dari duduknya. Ia berkeliling melihat-lihat isi kamar itu.

***

Sedangkan di ruangan lain.

Natha tidak tahu bahwa dia dan Abyan sedang di awasi oleh sebuah kamera pengawas.

"Apa yang ia bicarakan? 'Kehidupan sebelumnya'?" tanya heran seorang lelaki remaja kepada keluarganya.

Beberapa orang di sana berpikir rumit.

"Dia bukanlah Nhita. Tapi, kembarannya." Ucapan seorang lelaki tertua di ruangan itu, membuat semua orang kaget.

"Apa?!" teriak mereka kaget berbarengan.

Brak!

"Apakah mereka menipu kita!" marah remaja itu, sambil menggebrak meja.

"Sabar, Nak. Kamu jangan terbawa amarah," ucap lembut seorang wanita.

Wanita adalah ibu Abyan--Alice. Usianya sudah hampir menginjak kepala empat. Dia terlihat masih usia tiga puluhan. Karena terlihat sangat cantik. Penampilannya sangat Anggun.

"Tapi mereka menipu kita, Mah!"

"Briyan! Diam kau!" Kekesalan pria tua itu membuat orang yang di panggil Briyan langsung tertunduk.

"Kita tidak bisa menukar mereka kembali! Pernikahan mereka sudah terjadi! Apakah kamu mendengar ucapan gadis itu? Dia sangat tulus ingin merawat cucuku. Kita bisa membalas keluarga Lumian lain kali!"

Briyan terdiam mendengar ucapan kakeknya.

"Aku akan menyeka keringatmu, bolehkah?" Suara lembut Natha mengalihkan perhatian mereka kembali ke layar.

"Diammu, ku anggap iya," lanjutnya seraya terkekeh.

"Gadis itu terlihat kebalikan dari sikap kembaranya. Dia terlihat sangat baik. Namun, aku belum bisa menerimanya karena dia putri Lumian." Alice berujar tanpa mengalihkan pandangan pada dua orang di layar.

"Meskipun dia baik, aku tidak akan pernah mau mengakui keberadaannya di rumah Ini!" Ada sedikit kebencian dalam nada suara Briyan. Tangannya mengepal.

Dia sudah mengagumi kakaknya dari kecil. Dia berusaha menjadi seseorang seperti kakaknya yang selalu membanggakan orang tua dan bekerja keras. Namun, kecelakaan itu membuat semuanya berubah. Hatinya hancur.

Kakaknya yang selalu gagah, sekarang terbaring. Mata tajamnya, menutup. Apalagi kakinya mengalami cacat.

Briyan sangat membenci pelakunya. Ia sangat marah ketika pelakunya tidak di penjara. Ketika ia tahu pelakunya adalah siswi yang satu sekolah dengannya, Briyan sedikit kaget. Namun tidak lama bibirnya menyeringai. Dia berniat akan membullynya habis-habisan.

Ketika keluarganya memutuskan untuk menikahkannya dengan orang itu, Briyan sedikit tidak terima, namun ia tidak bisa apa-apa.

Dia hanya akan membuatnya menyesal!

***

Natha meminta tolong kepada seorang pembantu untuk membawakan sebuah baskom kecil berisi air hangat dan handuk.

Pembantu itu dengan sopan mengangguk dan melaksanakan perintah.

"Terima kasih!" ucap Natha kepada pembantu wanita yang terlihat masih muda.

Wanita itu tersenyum tulus melihat Nona barunya. "Sama-sama."

Natha menutup pintu. Ia melangkah pelan menuju ranjang, lalu duduk di samping Abyan dengan baskom kecil di pangkuannya.

"Maaf, ya. Bukannya aku tidak sopan. Namun, kita sudah Suami-Istri. Tidak apa-apa, kan, jika aku menyentuhmu?" tanyanya lembut hanya di balas suara percikan air di tangannya.

Natha membasahi handuk itu. Lalu, memerasnya air di handuknya.

Dengan hati-hati, Natha menyeka keningnya yang basah oleh keringat. Tengkuknya serta leher. Gerakannya sangat lembut. Natha tidak berani mengelap di bagian lain. Apalagi membuka bajunya. Walaupun dia sudah menjadi istrinya. Natha belum meminta izin kepada keluarganya sebelum tanggung jawab penuh di serahkan kepadanya.

Natha menyekanya dengan telaten. Setelah selesai, ia menyimpannya baskom kecil tersebut di samping tempat tidur.

Tok tok

Ketukan di pintu membuat Natha langsung beranjak membukanya.

Setelah terbuka, terlihatlah seorang wanita yang ia suruh beberapa menit lalu.

"Nona, Tuan meminta Anda untuk ke ruangannya."

'Tuan' yang ia maksud adalah Kakek Abyan. Karena, ayah Abyan sudah meninggal tiga tahun yang lalu karena penyakit.

Natha mengangguk mengerti. Ia yakin, pasti yang orang itu bahas yaitu tentang Abyan.

"Mari saya antarkan," tuturnya yang Natha angguki.

Natha mengikutinya di belakang.

Di perjalanan, Natha bertanya. "Kakak, namamu siapa?"

Wanita itu tersenyum malu. Namun tetap menjawab. "Nama s-aya Winda, Nona."

Natha tersenyum. "Kalau begitu, aku akan memanggilmu Kak Winda!"

"Ah, jangan Nona! Itu terdengar tidak pantas. Aku hanya pem--"

Natha memotongnya. "Apakah tidak boleh? Aku hanya ingin lebih akrab dengan Kak Winda." Ucapannya terdengar menyedihkan.

Winda gelagapan. "Bu-bukan begitu, No-na..."

"Boleh, yah?"

Melihat harapan di matanya, Winda mengangguk kaku.

Natha tersenyum lebar. "Terima kasih."

"Sudah sampai, No--"

"Kakak harus memanggilku, Natha."

"I-tu.. sangat tidak sopan untukku no--"

"Natha. N-A-T-H-A." Dengan keras kepala Natha mengejahnya, agar Winda memanggil namanya.

Winda hanya pasrah. Ia berucap pelan. "Oke. N-natha.".

Natha punya tujuan lain melakukannya. Ia bukan hanya sekedar ingin akrab dengan pembantu rumah ini. Karena, ia tidak akan mempercayai siapapun lagi.

Dengan pelan-pelan, ia hanya ingin tahu lebih banyak tentang keluarga Grissham lewat Winda.

"Terima kasih, sudah mengantarku," ucap Natha tulus.

"Ya, ya. Sama-sama," Winda mengangguk berulang kali, lalu pergi.

Senyuman di wajah Natha hilang di gantikan ekspresi dingin.

Tok tok

Natha mengetuk tiga kali pintu di depannya.

"Masuk."

Ketika mendengar suara di di balik pintu, Natha kembali memasang ekspresi palsunya dengan senyum sopan. Ia dengan pelan membuka pintu.

Setelah masuk, yang Natha lihat seperti ruangan interogasi, sangat cocok. Di dalam berisi dua bangku berhadapan. Di tengahnya, meja persegi panjang berukuran sedang. Lampu menggantung hanya menyinari bagian tengah meja itu.

Ruangan terasa dingin. Tapi, tidak ada sedikitpun rasa takut dalam diri Natha. Dia sudah pernah menempati tempat yang lebih mengerikan di kehidupan pertamanya.

"Duduk." Suara dingin pria tua di ruangan minim cahaya itu, di balas bungkukan sopan Natha sebelum duduk.

"Kamu bukan Nhita."

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

dia orang kamu betul pilih perumpuan yang baik

2025-03-21

0

ˢ⍣⃟ₛAngela

ˢ⍣⃟ₛAngela

kok bsa Langs ketahuan yaaa ...😂😂

2024-11-22

0

Siti solikah

Siti solikah

langsung ketahuan ya

2025-03-29

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Part 1
3 Part 2
4 Part 3
5 Part 4
6 Part 5
7 Part 6
8 Part 7
9 Part 8
10 Part 9
11 Part 10
12 Part 11
13 Part 12
14 Part 13
15 Part 14
16 Part 15
17 Part 16
18 Part 17
19 Part 18
20 Part 19
21 Part 20
22 Part 21
23 Part 22
24 Part 23
25 Part 24
26 Part 25
27 Part 26
28 Part 27
29 Part 28
30 Part 29
31 Part 30
32 Part 31
33 Part 32
34 Part 33
35 Part 34
36 Part 35
37 Part 36
38 Part 37
39 Part 38
40 Part 39 (17+)
41 Part 40
42 Part 41
43 Part 42
44 Part 43
45 Part 44
46 Part 45
47 Part 46
48 Part 47
49 Part 48
50 Part 49 (16+)
51 Part 50 (18+)
52 Part 51
53 Part 52
54 Part 53
55 Part 54
56 Part 55
57 Part 56
58 Part 57
59 Part 58
60 Part 59
61 Part 60
62 Part 61
63 Part 62
64 Part 63
65 Part 64
66 Part 65
67 Part 66
68 Part 67
69 Part 68
70 Part 69
71 Part 70
72 Part 71
73 Part 72
74 Part 73
75 Part 74
76 Part 75
77 Part 76
78 Part 77
79 Part 78
80 Part 79 (17+)
81 Part 80
82 Part 81
83 Part 82
84 Part 83
85 Part 84
86 Part 85
87 Part 86
88 Part 87
89 Part 88
90 Part 89
91 Part 90
92 Part 91
93 Part 92
94 Part 93
95 Part 94
96 Part 95
97 Part 96
98 Part 97
99 Part 98
100 Part 99
101 Part 100
102 Part 101
103 Part 102
104 Part 103
105 Part 104
106 Part 105
107 Part 106
108 Part 107
109 Part 108
110 Part 109
111 Part 110
112 Part 111
113 Part 112
114 Part 113
115 Part 114
116 Part 115
117 Part 116
118 Part 117
119 Part 118
120 119 [END]
121 Promosi Cerita Baru!!
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Prolog
2
Part 1
3
Part 2
4
Part 3
5
Part 4
6
Part 5
7
Part 6
8
Part 7
9
Part 8
10
Part 9
11
Part 10
12
Part 11
13
Part 12
14
Part 13
15
Part 14
16
Part 15
17
Part 16
18
Part 17
19
Part 18
20
Part 19
21
Part 20
22
Part 21
23
Part 22
24
Part 23
25
Part 24
26
Part 25
27
Part 26
28
Part 27
29
Part 28
30
Part 29
31
Part 30
32
Part 31
33
Part 32
34
Part 33
35
Part 34
36
Part 35
37
Part 36
38
Part 37
39
Part 38
40
Part 39 (17+)
41
Part 40
42
Part 41
43
Part 42
44
Part 43
45
Part 44
46
Part 45
47
Part 46
48
Part 47
49
Part 48
50
Part 49 (16+)
51
Part 50 (18+)
52
Part 51
53
Part 52
54
Part 53
55
Part 54
56
Part 55
57
Part 56
58
Part 57
59
Part 58
60
Part 59
61
Part 60
62
Part 61
63
Part 62
64
Part 63
65
Part 64
66
Part 65
67
Part 66
68
Part 67
69
Part 68
70
Part 69
71
Part 70
72
Part 71
73
Part 72
74
Part 73
75
Part 74
76
Part 75
77
Part 76
78
Part 77
79
Part 78
80
Part 79 (17+)
81
Part 80
82
Part 81
83
Part 82
84
Part 83
85
Part 84
86
Part 85
87
Part 86
88
Part 87
89
Part 88
90
Part 89
91
Part 90
92
Part 91
93
Part 92
94
Part 93
95
Part 94
96
Part 95
97
Part 96
98
Part 97
99
Part 98
100
Part 99
101
Part 100
102
Part 101
103
Part 102
104
Part 103
105
Part 104
106
Part 105
107
Part 106
108
Part 107
109
Part 108
110
Part 109
111
Part 110
112
Part 111
113
Part 112
114
Part 113
115
Part 114
116
Part 115
117
Part 116
118
Part 117
119
Part 118
120
119 [END]
121
Promosi Cerita Baru!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!