Rencana yang sempurna!

"Aku belum bisa melakukan terapi totok ini sebelum Tuan muda meminum ramuannya. Saraf tuan muda terlalu lemah dan banyak yang rusak. Tindakan terapi ku malah akan berbalik faedahnya." gumam Mia sambil memijat lembut telapak tangan Garra.

Mia melirik jam dinding yang masih setia berputar.

Siang terasa begitu lambat datangnya. Mia tidak sabar menunggu. Sesekali menoleh pada pintu.

"Kenapa siang lambat sekali sih, jika di tunggu." keluh Mia.

Kini berdiri mondar mandir.

Mia ingin keluar kamar, tapi takut.

Mia bukan tidak sabar menunggu siangnya, yang sebenarnya di tunggu adalah waktu makan siang. Bukan karena lapar.

Tapi, kedatangan pelayan pria itu. Si Anton maksudnya. Bukan, bukan Anton. Tapi setelah Anton datang mengantar makan siang, sudah pasti setelah itu Bu Asri akan datang juga.

Mia menunggu Bu Asri.

Ingin segera memberitahu tentang bahan obat untuk Garra.

Garra tau Mia gelisah, membuat Garra semakin jatuh hati padanya. Bagaimana tidak, Mia gelisah karena memikirkannya.

Sungguh hal tak terduga bagi Garra, malaikat tak bersayap itu datang dan berpihak padanya. Meskipun Mia belum berusaha apa apa, tapi bagi Garra, niat Mia sudah membuat Garra bahagia dan berandai, misal sudah mati sekalipun ingin hidup sekali lagi. Hidup sekali lagi untuk Mia. Mendekap Mia, memeluk Mia dan membahagiakan Mia.

Satu sedang gelisah, satu sedang berdebar penuh khayalan.

Sampai Mia terkejut dengan suara ketukan pintu.

Mia tersenyum lebar, menghampiri pintu dan langsung membukanya.

"Tuan Anton! Untung anda cepat datang!" seru Mia sebelum Anton sempat menyapa.

"Tuan muda sudah kelaparan dan ingin makan siang." sambung Mia segera menyambut nampan dari tangan Anton yang tentu nya berisi makan siang untuk Garra.

Anton tersenyum simpul, membiarkan istri tuan mudanya mengambil nampan itu dari tangannya begitu saja.

"Oh, syukurlah jika Selera makan Tuan muda sudah membaik. Kalau begitu saya permisi Nona. Cepatlah suapi Tuan muda." sahut Anton , semangat.

Setelah Mia mengangguk, Anton pun pergi tanpa masuk terlebih dahulu.

Mia menutup pintu dengan kaki sebelah dan melangkah menaruh nampan itu.

Mia mengambil sendok, kemudian menyendok nasi putih yang ada di piring itu. Mengangkatnya ke depan hidungnya.

Mia tidak mencium bau apapun yang mencurigakan.

Lalu memeriksa lauk dan sayur mayur yang berada di mangkok terpisah.

"Sungguh sempurna sekali!" ucap Mia ketika mendapati serbuk halus timbal yang sepertinya sengaja di tabur seseorang di sana. Walaupun hanya sedikit, tapi jika itu di konsumsi setiap hari, bayangkan akibatnya.

Komplikasi Keracunan Timbal

Jika tidak ditangani, keracunan timbal dengan kadar timbal darah yang rendah sekalipun dapat menyebabkan gangguan intelektual permanen dan gangguan perkembangan otak/saraf otorik.

Sementara itu, orang yang keracunan timbal dengan kadar tinggi dan tidak ditangani dengan benar dapat mengalami komplikasi yang lebih serius, seperti:

Gangguan sistem saraf sampai pada kerusakan saraf.

Kejang.

Kerusakan ginjal.

Hilang kesadaran.

Kematian.

'Rencana yang di rancang secara halus. Pelan tapi pasti.' pikir Mia.

'Sebelum Tuan muda mati, harta kekayaan sudah atas nama Tuan muda Garra. Dan setelah tuan muda mati. Sudah dapat di pastikan seluruh kekayaan nya berpindah pada satu satu nya ahli warisnya yaitu sang istri. Dan aku!' Mia menggeleng geleng.

Sempurna sekali permainan mereka.

Mengingat pernikahannya dengan Garra hanya sebatas jual beli antara Ayahnya dan Abraham , mengenai surat perjanjian yang di buat oleh Abraham, tidak mempunyai hak apapun atas harta kekayaan suaminya dan tidak boleh menuntut apapun.

Mia semakin paham, sambil terus berpikir hingga tidak sadar jika Bu Asri sudah berdiri di belakangnya dan memanggil.

"Nona?"

Mia terlonjak kaget.

"Bu Asri?" pekik Mia membuat Bu Asri tersenyum melihat wajah kaget Mia.

"Bu,!" Mia menarik tangan Bu asri untuk duduk setelah Bu asri meletakkan nampan makanannya di atas meja.

"Apa Ibu tau, racun yang di gunakan untuk sengaja merusak saraf Tuan muda Garra?"

Bu Asri memandangi wajah Mia penuh tanda tanya besar. Lalu menggeleng.

"Serbuk timbal. Begitu halus hingga tak nampak. Tapi jika diteliti tetap terlihat. Di sebar di sayur atau mungkin di bubur tadi pagi. Saking halusnya , terlihat seperti bumbu." jelas Mia.

"Jika terkonsumsi Setiap hari dan dalam waktu panjang, pelan tapi pasti akan merusak seluruh saraf pada tubuh Tuan muda Garra. Bukan hanya lumpuh, tapi kebutaan dan berakhir kematian." sambung Mia.

Bu Asri tercengang juga merinding.

"Anda bisa tau semua itu?"

"Jika ibu ingin membuktikannya, bisa mengambil sedikit Simpelnya guna di periksa di laboratorium untuk lebih jelasnya mengenai serbuk itu, dan efek dari serbuk itu. Mungkin Bu Asri ada waktu untuk melakukannya. Kita bisa mengumpulkan ini untuk bukti suatu hari nanti Bu." ucap Mia.

Bu Asri mengangguk, masih tak lepas dengan keheranannya tentang Mia yang jenius.

Lalu Mia mengambil sebuah kertas catatannya dan memberikan pada Bu Asri.

"Kita harus mendapatkan bahan bahan ini. Apa ibu bisa mendapatkannya demi Tuan muda?"

Bu Asri meneliti tulisan itu.

"Di perkotaan memang sulit menemukannya. Tapi Nona Mia tidak perlu khawatir. Saya akan menghubungi keluarga saya di kampung. Dan meminta seseorang mengantarnya kemari sesegera mungkin." jawab Bu asri membuat Mia tenang.

"Lakukan semua dengan hati hati Bu, jangan ada satu pun yang curiga dengan usaha kita sampai tuan muda membaik. Tanpa Tuan muda, Kita berdua tidak mungkin menghadapi mereka ." ucap Mia.

Bu Asri mengangguk, mengerti dengan maksud Mia.

Perempuan itu tiba tiba meraih tangan Mia, menggenggam erat jemarinya dan mencium nya berkali kaki.

"Terimakasih Nona.. Terimakasih. Akhirnya Tuhan mengirim malaikat untuk Tuan muda." ucap perempuan itu menangis.

Mia menepuk halus punggung Bu Asri.

"Sudah sudah. Jangan melakukan ini." Mia menarik tangannya.

"Ini hanya kebetulan Bu, saya melakukannya bukan karena tuan muda sudah menjadi suami saya. Tapi kebenaran harus di tegakkan. Karena saya juga pernah merasa di zholimi oleh orang terdekat saya yaitu keluarga saya. Saya merasa perlu sekali membantu Tuan muda. Dan juga, bukan kah sudah menjadi tanggungjawab saya?"

Bu Asri mengangguk, lalu berpamitan dan segera bergegas setelah selesai dengan rutinitasnya dengan makanan yang di antar Anton tadi.

Sementara Mia kembali mendekati Garra untuk memberinya makan.

Garra membuka mulutnya dan sepertinya selera makan siangnya kali ini benar benar membaik seperti keadaan hatinya.

"Tidak perlu meminum obat lagi untuk sekarang ini Tuan muda. Saya menaruh kecurigaan pada obat obat itu. Bertahan lah!

Setelah Bu Asri mendapatkan bahan bahan obat itu, Tuan muda akan meminum ramuan. Itu akan membantu penyembuhan Tuan muda." ucap Mia, tanpa sadar sudah menggenggam erat tangan Garra dengan tangan kirinya.

Sementara tangan kanannya di gunakan untuk menyeka bibir Garra dengan tisu, membersihkan sisa makanan di sana.

Kedua mata mereka saling bertemu, ada desir lembut di dada mereka. Desiran lembut yang perlahan menekan nafas keduanya menjadi sesak.

Lalu seperti berubah menjadi kenyamanan yang indah!

Terpopuler

Comments

ira

ira

syukurlah sdh d temukan racunnya

2024-05-18

0

GeviraMP

GeviraMP

aaakkkkkh 😩😩😩😖😩😩

2023-01-13

1

Aindwi28

Aindwi28

Heh baper😭

2022-03-19

2

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Awal mula
3 Hari pernikahan.
4 Pesan Bu Asri.
5 Merasa nyaman dan Kasihan.
6 Flashback dua tahun yang lalu.
7 Masih Flashback dua tahun yang lalu.
8 Awal mula penderitaan Garra.
9 Luar biasa malu dan canggung! (karena anu)
10 Hanya ingin melindungi Tuan muda!
11 Mia seorang Otodidak!
12 Rencana yang sempurna!
13 Bayi raksasa.
14 Cih...! Berlagak peduli.(Abraham Penjilat)
15 Pertemuan Mia dengan kakek Abian.
16 "Maafkan aku Mia! [ Garra bisa bicara ]
17 Garra cerewet!
18 Kita sama saja!
19 Setan yang doyan sambel!
20 Glubrak....!!!
21 Ngelag!
22 Sepasang suami istri yang kompak!
23 Biawak!
24 "Kau berhutang padaku!"
25 Serangga.
26 Pertengkaran kecil [ Adu argument ]
27 Setan mulai ikut bicara.
28 Seharga Tempe!
29 Lihat aku Mia.
30 Dari ku, hanya dari ku. Untuk mu hanya untuk mu.
31 Garra akan menikah lagi.
32 Satu langkah lagi.
33 Cara membuat cicit.
34 Cuap cuap author Any.
35 Tentu bisa Mia.!
36 Lain kali saja. [ Alias Zonk..!! ]
37 Abang Garra sayang!
38 Judul nya , Kerang ijo.!
39 Sikap Aneh Yuri.
40 Yuri mendadak Ustadzah.
41 Rengekan Tiara.
42 Garra kena tampol.
43 Dua kesalahan besar Yuri.
44 Salah paham.
45 Ciuman yang benar.
46 Penyesalan Yuri Plus Mia terkena serangan Jantung!
47 TBC...!
48 Edisi kebersamaan Mia dan Yuri.
49 Minta HP.
50 Cekrek! [ HP baru ]
51 Junior oh.. Junior..!! Siapa gerangan.
52 Ambyar...!!!
53 Garra dengan dua istri?
54 Malaikat tak bersayap?? Cih...!!!
55 Let's Go Mia! Tumbang kan Pelakor!!
56 Metamorfosis Mia.
57 Pengakuan cinta dari Mia.
58 Obrolan Yang menyesatkan.
59 Sedang bahagia.
60 Berjalan Sempurna.
61 Darah siapa?? Hah! ( Polos Mia kumat lagi.)
62 Ang, keceplosan!
63 Sekretaris Ang Curhat pada bocil.
64 Malam pertama Garra.
65 Stempel Kepemilikan.
66 Tidak seperti biasa.
67 Malu setengah mati.
68 Malam panjang yang kedua.
69 Sekretaris Ang kena sumpah.
70 Menemukan mereka.
71 Garra Mahendra! Menantu Durhaka.
72 Kebaikan Garra.
73 Menemui bi Sumi.
74 Ang, mulai gila!
75 Masih menganggap Bocah.
76 Bucin semua. Tinggal Ang saja.
77 Kesucian Yuri terenggut?
78 Malu!
79 Pria sejati.
80 Patah harapan.
81 Bonus ilmu biologi plus Sekretaris Ang Melamar Yuri?
82 Gatot!
83 Dinner berjalan lancar.
84 Ciuman yang kedua.
85 Meminta bekal.
86 Di kantor part 1.
87 Di Kantor Part 2.
88 Cinta telat pria dewasa.
89 Pengumuman saja, tapi harap di baca juga.
90 Menyelinap ke kamar Yuri??
91 Keadaan yang berbalik. ( Lamaran sekretaris Ang.)
92 Dua koper uang.
93 Nasab Mia kepada Ibunya.
94 Makan siang yang kacau.
95 Garra menderita Sindrom Couvade!
96 Pernikahan Ang, yang di tunda.
97 Di luar nalar!
98 Nama Panjang Sekretaris Ang!
99 Mengantar Pulang Yuri.
100 Ang Mesum!
101 Bangga!
102 6.115.000! Mahar Anggara ( Episode special hari Pernikahan Sekretaris Ang.)
103 Rencana untuk menunda kehamilan!
104 Episode Spesial [ Malam pertama.]
105 Dasar lemah!
106 Entahlah! [ kecil kecil cabe rawit! ]
107 Serasa kejatuhan Bulan!
108 Pisah Ranjang!
109 Sekali lagi. Selamat sekretaris Ang!
110 Giliran Mia yang Ngidam!
111 Hari Persalinan Mia.
112 Bayi Mia!
113 Histerektomi Mia!
114 Pengumuman saja!
115 Kedatangan Bi Sumi!
116 Pengalaman Pribadi.
117 Benalu Tumbuhan Terkutuk Yang Ampuh!
118 Nama Tuan Muda Mahendra!
119 Bonus dari Calon Penerus Mahendra Group!
120 Keinginan Garra!
121 Pesta Penuh Kejutan!
122 Penyesalan Sekretaris Ang!
123 Rencana Prosedur Bayi Tabung.
124 Mengenai Bayi Tabung.
125 Dua garis merah muda!
126 Kegagalan.
127 Menjaga Calon Pengantinnya kelak!
128 Aib keluarga.
129 Rahasia kita berdua.
130 Kepergian Rayyan.
131 Pertemuan yang menyesakkan.
132 Tekad Sekretaris Ang.
133 Terbongkar.
134 Epilog.
135 Bab Penjelasan mengenai Mahram.
136 Promosi Karya baru.
137 Promosi Karya Time Travel!
Episodes

Updated 137 Episodes

1
Prolog
2
Awal mula
3
Hari pernikahan.
4
Pesan Bu Asri.
5
Merasa nyaman dan Kasihan.
6
Flashback dua tahun yang lalu.
7
Masih Flashback dua tahun yang lalu.
8
Awal mula penderitaan Garra.
9
Luar biasa malu dan canggung! (karena anu)
10
Hanya ingin melindungi Tuan muda!
11
Mia seorang Otodidak!
12
Rencana yang sempurna!
13
Bayi raksasa.
14
Cih...! Berlagak peduli.(Abraham Penjilat)
15
Pertemuan Mia dengan kakek Abian.
16
"Maafkan aku Mia! [ Garra bisa bicara ]
17
Garra cerewet!
18
Kita sama saja!
19
Setan yang doyan sambel!
20
Glubrak....!!!
21
Ngelag!
22
Sepasang suami istri yang kompak!
23
Biawak!
24
"Kau berhutang padaku!"
25
Serangga.
26
Pertengkaran kecil [ Adu argument ]
27
Setan mulai ikut bicara.
28
Seharga Tempe!
29
Lihat aku Mia.
30
Dari ku, hanya dari ku. Untuk mu hanya untuk mu.
31
Garra akan menikah lagi.
32
Satu langkah lagi.
33
Cara membuat cicit.
34
Cuap cuap author Any.
35
Tentu bisa Mia.!
36
Lain kali saja. [ Alias Zonk..!! ]
37
Abang Garra sayang!
38
Judul nya , Kerang ijo.!
39
Sikap Aneh Yuri.
40
Yuri mendadak Ustadzah.
41
Rengekan Tiara.
42
Garra kena tampol.
43
Dua kesalahan besar Yuri.
44
Salah paham.
45
Ciuman yang benar.
46
Penyesalan Yuri Plus Mia terkena serangan Jantung!
47
TBC...!
48
Edisi kebersamaan Mia dan Yuri.
49
Minta HP.
50
Cekrek! [ HP baru ]
51
Junior oh.. Junior..!! Siapa gerangan.
52
Ambyar...!!!
53
Garra dengan dua istri?
54
Malaikat tak bersayap?? Cih...!!!
55
Let's Go Mia! Tumbang kan Pelakor!!
56
Metamorfosis Mia.
57
Pengakuan cinta dari Mia.
58
Obrolan Yang menyesatkan.
59
Sedang bahagia.
60
Berjalan Sempurna.
61
Darah siapa?? Hah! ( Polos Mia kumat lagi.)
62
Ang, keceplosan!
63
Sekretaris Ang Curhat pada bocil.
64
Malam pertama Garra.
65
Stempel Kepemilikan.
66
Tidak seperti biasa.
67
Malu setengah mati.
68
Malam panjang yang kedua.
69
Sekretaris Ang kena sumpah.
70
Menemukan mereka.
71
Garra Mahendra! Menantu Durhaka.
72
Kebaikan Garra.
73
Menemui bi Sumi.
74
Ang, mulai gila!
75
Masih menganggap Bocah.
76
Bucin semua. Tinggal Ang saja.
77
Kesucian Yuri terenggut?
78
Malu!
79
Pria sejati.
80
Patah harapan.
81
Bonus ilmu biologi plus Sekretaris Ang Melamar Yuri?
82
Gatot!
83
Dinner berjalan lancar.
84
Ciuman yang kedua.
85
Meminta bekal.
86
Di kantor part 1.
87
Di Kantor Part 2.
88
Cinta telat pria dewasa.
89
Pengumuman saja, tapi harap di baca juga.
90
Menyelinap ke kamar Yuri??
91
Keadaan yang berbalik. ( Lamaran sekretaris Ang.)
92
Dua koper uang.
93
Nasab Mia kepada Ibunya.
94
Makan siang yang kacau.
95
Garra menderita Sindrom Couvade!
96
Pernikahan Ang, yang di tunda.
97
Di luar nalar!
98
Nama Panjang Sekretaris Ang!
99
Mengantar Pulang Yuri.
100
Ang Mesum!
101
Bangga!
102
6.115.000! Mahar Anggara ( Episode special hari Pernikahan Sekretaris Ang.)
103
Rencana untuk menunda kehamilan!
104
Episode Spesial [ Malam pertama.]
105
Dasar lemah!
106
Entahlah! [ kecil kecil cabe rawit! ]
107
Serasa kejatuhan Bulan!
108
Pisah Ranjang!
109
Sekali lagi. Selamat sekretaris Ang!
110
Giliran Mia yang Ngidam!
111
Hari Persalinan Mia.
112
Bayi Mia!
113
Histerektomi Mia!
114
Pengumuman saja!
115
Kedatangan Bi Sumi!
116
Pengalaman Pribadi.
117
Benalu Tumbuhan Terkutuk Yang Ampuh!
118
Nama Tuan Muda Mahendra!
119
Bonus dari Calon Penerus Mahendra Group!
120
Keinginan Garra!
121
Pesta Penuh Kejutan!
122
Penyesalan Sekretaris Ang!
123
Rencana Prosedur Bayi Tabung.
124
Mengenai Bayi Tabung.
125
Dua garis merah muda!
126
Kegagalan.
127
Menjaga Calon Pengantinnya kelak!
128
Aib keluarga.
129
Rahasia kita berdua.
130
Kepergian Rayyan.
131
Pertemuan yang menyesakkan.
132
Tekad Sekretaris Ang.
133
Terbongkar.
134
Epilog.
135
Bab Penjelasan mengenai Mahram.
136
Promosi Karya baru.
137
Promosi Karya Time Travel!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!