Glubrak....!!!

Dari jauh, Mia sudah bisa melihat dua manusia yang sedang duduk. Seperti sengaja sedang menunggu nya.

Sekretaris Ang mempersilahkan Mia untuk masuk.

Mia menurut saja.

"Tuan Abraham! Nona Mia sudah datang." sekretaris Ang lebih dulu maju.

"Oh, terimakasih Tuan Ang. Anda boleh pergi kalau begitu." sahut Abraham menoleh.

"Mia, duduk lah!" perintah Abraham beralih pada Mia yang masih berdiri.

Mia mengangguk. Lalu duduk di depan suami istri itu.

Abraham sendiri langsung menoleh pada sekretaris Ang yang masih berdiri di sana seperti menegaskan sekali lagi agar dia meninggalkan ruangan.

Sekretaris Ang memutar tubuh, lalu melangkah pergi. Padahal dia ingin sekali tau apa yang akan di bicarakan Abraham. Tapi ya sudah lah. Dia tidak ingin terlihat mencolok, memilih menyingkir.

"Mia!" panggil Abraham.

Mia mendongak.

"Iya Tuan.."

"Bagaimana? Apa kau sudah menyampaikan pada Tuan Muda Garra tentang niat ku kemarin?"

Mia mendengus, sudah menduga.

"Belum Tuan, karena Tuan muda Garra sepertinya belum siap. Akhir akhir ini kondisi nya semakin buruk, menoleh pun sudah tidak bisa." Mia berdusta, melirik wajah Sintia yang nampak sumringah, tapi segera berpura pura sedih, menunduk menyeka air mata buaya nya.

"Aku sudah mempercayaimu supaya bisa mengurus nya dengan baik. Apa kau tidak memberinya obat dengan baik?" Abraham pura pura marah.

Hati Mia mengumpat.

'Memang tidak.'

"Sudah tuan, sudah. Sungguh! Saya selalu merawat Tuan muda dengan baik. Memberi nya makan tiga kali sehari, setiap kali Tuan Anton mengantar makanan langsung saya berikan pada Tuan Muda. Dan obat tiga kali juga. Bahkan selera makan Tuan muda meningkat. Sayur dan bubur selalu habis tanpa sisa sekuah kuah nya. Tapi saya juga tidak habis pikir, kenapa Tuan Muda tidak kunjung ada perubahan." tutur Mia memberi penjelasan palsu.

"Sudah lah ! Ini bukan salah mu. Mungkin Tuan Muda memang belum waktunya sembuh." sahut Abraham.

"Saya takut Tuan, takut tuan muda tidak bisa tertolong. Sudah beberapa hari ini Tuan muda selalu tidur, tidur dan tidur. Atau jangan jangan dia memang sudah tidak kuat lagi. Hiks... hiks..." Mia menangis, raut wajah di buat sesedih mungkin.

"Mia , bukan hanya kamu saja yang sedih. Kami juga begitu. Tapi mau bagaimana lagi. Usaha juga tidak putus putus. Mungkin ini ujian untuk kita." ucap Abraham, melirik istrinya yang tersenyum sinis.

"Kalau begitu, cepat kau bujuk dia Mia. Aku juga takut. Takut tidak bisa memenuhi wasiat dari kakak ku." ucap Abraham lagi.

Mia melirik, berpikir ulang harus menjawab apa.

"Baik Tuan. Saya pastikan , besok anda akan mendapat kabar baik dari saya." jawab Mia.

Sintia cepat menoleh, tidak menyangka jika Mia akan mengatakan itu.

"Kau serius.?"

"Iya Nyonya. Saya yakin itu."

'Kenapa bisa seyakin itu?' Sintia.

"Baiklah, berhubung kau sudah berjanji, aku akan pegang omongan mu ini. Besok , segeralah menghubungi ku!" Abraham.

'Gadis bodoh ini sungguh bermanfaat' Sintia.

"Baiklah Tuan, saya harus kembali ke kamar. Tidak bisa meninggalkan Tuan muda terlalu lama." Mia yang tak sanggup untuk terus terus beraction pun memutuskan untuk segera berpamitan.

Segera bergegas setelah sepasang suami istri laknat itu mengiyakan.

Sambil membersihkan sisa air matanya yang masih menempel di pipi, Mia terus melangkah.

"Nona Mia menangis?" sekretaris Ang mengejutkan Mia karena sudah ada di depan langkah nya.

"Mana ada." sahut Mia.

"Itu,?" Sekretaris Ang menunjuk wajah Mia.

"Oh, ini. Namanya air mata bawang!"

"(?)"

"Tidak mengerti juga. Sudah sudah, sekretaris andalan kok tidak mengerti apa apa. Bagaimana sih?" celoteh Mia terus saja melangkah.

"(?)" Sekretaris Ang semakin tidak mengerti.

Mia menoleh, ternyata sekretaris Ang mengikuti di belakang.

"Kenapa mengikuti saya?"

"Saya.. saya hanya ingin mengantar Nona. Takut Nona Mia tersesat." jawab Sekretaris Ang, padahal dia sebenarnya ingin menanyakan apa yang di bicarakan Abraham. Tapi melihat sorot mata Mia yang tidak bersahabat, sekretaris Ang urung.

"Tidak perlu mengantar tuan Ang. Saya bisa sendiri. Tidak mungkin juga bakal tersesat di sini." Mia tak peduli, terus saja melangkah.

Sekretaris Ang sendiri, memilih menekan rasa penasaran nya dan memutar langkah nya untuk kembali.

Mia sudah berada di depan kamar Garra, segera membuka pintu dan masuk menghampiri Garra yang sudah menunggunya dengan gelisah.

"Kenapa lama sekali?" Garra langsung bertanya.

"Cuma lima belas menit tuan muda." balas Mia.

"Masa iya. Kok rasanya sudah seperti dua puluh empat jam saja."

"Heleh... lebay Tuan muda ini." ejek Mia ,duduk di sebelahnya.

"Bagaimana?"

"Seperti dugaan kita." jawab Mia.

"Lalu?"

"Saya bilang, tuan muda akan menandatangani surat itu besok. Apa Tuan muda bersedia?" tanya Mia.

"Hah! Kenapa jadi melenceng dari rencana semula?" Garra tercengang mendengar ucapan Mia.

"Tanda tangani saja Tuan muda. Apa susah nya? Toh , atas nama Tuan muda Garra juga kan?"

"Mia! Bukan Masalah itu. Tapi kita sama saja meluluskan keinginan mereka kalau begitu." Garra ngotot.

"Siapa bilang. Justru itu akan membuat mereka melambung ke awan awan, dan akan jatuh ketika sudah mencapai tingkat ketinggian. Pasti sakit sekali." jawab Mia, sambil tersenyum senyum.

"Maksud nya..?" Garra rupanya tidak mengerti.

Mia menghela nafas, ia berpikir kok tuan muda ini bodoh ya? Pikiran nya gak sampai kesitu.

"Kita buat mereka senang setinggi langit dulu, setelah itu tuan muda bisa menghempaskan mereka sesuka hati, kapan nanti setelah tiba waktunya.

Dengan menanda tangani surat itu, mereka pasti senang. Tapi harapan mereka melihat Tuan muda tidak selamat , tidak akan pernah terjadi. Karena saya yakin, tuan muda sebentar lagi akan sembuh dengan sempurna. Di saat itu, Tuan muda bertindak. Bagaimana?" Mia menjelaskan dengan sedikit mendekat kan wajahnya.

Yang di dekati, jelas jantung nya maraton.

"Jangan dekat dekat Mia! Takut khilaf."

"Habis tuan muda tidak paham paham juga. Lagian , jangan sok sok dulu. Takut khilaf... Memang bisa apa? Masih belum sembuh total lho.?" ejek Mia.

"Awas saja nanti.!"

"Mengancam.? Saya tinggal pergi lho. Biar tidak berlanjut pengobatan nya." Mia balik mengancam.

"Jangan donk Mia. Kan sudah berjanji akan melewati ini sama sama. Masa mau meninggalkan aku sendiri?" Garra merengek.

"Makanya jangan mengancam."

"Iya maaf. Terus bagaimana selanjutnya. Setelah aku menandatangani surat itu nanti?" Garra ternyata masih belum sepenuhnya paham.

"Suruh Pengacara keluarga Mahendra tetap menjaga seluruh aset itu. Dengan begitu, Taun Abraham pasti banyak pertanyaan. Dan Tuan Muda akan segera siap menjawab nya." Mia kembali menjabarkan rencana nya.

"Jenius! Istri ku memang jenius!"

Tak sadar, Mia tersenyum mendapat pujian dari Garra.

____

Malam sudah larut, Mia menyuruh Garra untuk tidur. Sementara Mia sendiri bersiap untuk kembali tidur di sofa.

Tidak mungkin juga Mia berani lagi tidur di sebelah Garra.

Garra sebenarnya sedih, melihat Mia keberatan tidur lagi di sebelahnya. Tapi dia bisa apa. Tidak berani memaksa.

Garra seperti ada penyesalan, saat kemarin dia belum bisa apa apa. Mia selalu ada dan mau di dekatnya. Tapi setelah Garra berangsur sembuh, Mia malah menjaga jarak. 'Bagaimana kalau aku sembuh total nanti. Jangan jangan , Mia akan menghindari. Lalu berlari menjauh.'

Garra seperti tidak rela untuk sembuh!

Ah, tapi sampai kapan dia akan menjadi pria cacat tidak berguna. Jangan kan untuk melindungi Mia, melindungi diri saja tidak bisa. Garra bertekad untuk semangat. Masalah Mia ingin pergi, urusan nanti. Dia bisa berjuang kembali. Berjuang untuk mengambil hati Mia! Dan membuat Mia jatuh cinta padanya. Dan tidak bisa lari dari nya. Bila perlu, merantai Mia!

Malam melaju, terasa begitu cepat kali ini.

Kedua insan itu sudah terbuai jauh ke alam mimpi. Lelap. Pulas!

Sampai tidak mendengar ketika ada suara seperti sesuatu yang jatuh.

Glubrakkk...!!!!

Ternyata suara itu, adalah suara tubuh Garra yang terjatuh dari ranjang nya. Entah sedang bermimpi apa dia sampai lolos begitu saja dari tempat tidur. Hanya dia dan Tuhan saja yang tau.

Pria itu menggeliat! Memegangi pinggang nya yang sakit akibat jatuh.

"Ahhrg... pinggang ku." rintih Garra. Berdiri dan melangkahkan kaki nya menuju ranjang nya kembali!

bersambung....!!!!

Terpopuler

Comments

ira

ira

hayoloh mimpi apa tuh🤣🤭wah kakinya garra sdh sembuh tuh

2024-05-18

0

Arin

Arin

sy sllu like Thor,biar tmbh smngt pagi"sy ksih author kopi ya....☺️

2022-10-11

0

Lysa Lisa

Lysa Lisa

sukses selalu thour

2022-03-29

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Awal mula
3 Hari pernikahan.
4 Pesan Bu Asri.
5 Merasa nyaman dan Kasihan.
6 Flashback dua tahun yang lalu.
7 Masih Flashback dua tahun yang lalu.
8 Awal mula penderitaan Garra.
9 Luar biasa malu dan canggung! (karena anu)
10 Hanya ingin melindungi Tuan muda!
11 Mia seorang Otodidak!
12 Rencana yang sempurna!
13 Bayi raksasa.
14 Cih...! Berlagak peduli.(Abraham Penjilat)
15 Pertemuan Mia dengan kakek Abian.
16 "Maafkan aku Mia! [ Garra bisa bicara ]
17 Garra cerewet!
18 Kita sama saja!
19 Setan yang doyan sambel!
20 Glubrak....!!!
21 Ngelag!
22 Sepasang suami istri yang kompak!
23 Biawak!
24 "Kau berhutang padaku!"
25 Serangga.
26 Pertengkaran kecil [ Adu argument ]
27 Setan mulai ikut bicara.
28 Seharga Tempe!
29 Lihat aku Mia.
30 Dari ku, hanya dari ku. Untuk mu hanya untuk mu.
31 Garra akan menikah lagi.
32 Satu langkah lagi.
33 Cara membuat cicit.
34 Cuap cuap author Any.
35 Tentu bisa Mia.!
36 Lain kali saja. [ Alias Zonk..!! ]
37 Abang Garra sayang!
38 Judul nya , Kerang ijo.!
39 Sikap Aneh Yuri.
40 Yuri mendadak Ustadzah.
41 Rengekan Tiara.
42 Garra kena tampol.
43 Dua kesalahan besar Yuri.
44 Salah paham.
45 Ciuman yang benar.
46 Penyesalan Yuri Plus Mia terkena serangan Jantung!
47 TBC...!
48 Edisi kebersamaan Mia dan Yuri.
49 Minta HP.
50 Cekrek! [ HP baru ]
51 Junior oh.. Junior..!! Siapa gerangan.
52 Ambyar...!!!
53 Garra dengan dua istri?
54 Malaikat tak bersayap?? Cih...!!!
55 Let's Go Mia! Tumbang kan Pelakor!!
56 Metamorfosis Mia.
57 Pengakuan cinta dari Mia.
58 Obrolan Yang menyesatkan.
59 Sedang bahagia.
60 Berjalan Sempurna.
61 Darah siapa?? Hah! ( Polos Mia kumat lagi.)
62 Ang, keceplosan!
63 Sekretaris Ang Curhat pada bocil.
64 Malam pertama Garra.
65 Stempel Kepemilikan.
66 Tidak seperti biasa.
67 Malu setengah mati.
68 Malam panjang yang kedua.
69 Sekretaris Ang kena sumpah.
70 Menemukan mereka.
71 Garra Mahendra! Menantu Durhaka.
72 Kebaikan Garra.
73 Menemui bi Sumi.
74 Ang, mulai gila!
75 Masih menganggap Bocah.
76 Bucin semua. Tinggal Ang saja.
77 Kesucian Yuri terenggut?
78 Malu!
79 Pria sejati.
80 Patah harapan.
81 Bonus ilmu biologi plus Sekretaris Ang Melamar Yuri?
82 Gatot!
83 Dinner berjalan lancar.
84 Ciuman yang kedua.
85 Meminta bekal.
86 Di kantor part 1.
87 Di Kantor Part 2.
88 Cinta telat pria dewasa.
89 Pengumuman saja, tapi harap di baca juga.
90 Menyelinap ke kamar Yuri??
91 Keadaan yang berbalik. ( Lamaran sekretaris Ang.)
92 Dua koper uang.
93 Nasab Mia kepada Ibunya.
94 Makan siang yang kacau.
95 Garra menderita Sindrom Couvade!
96 Pernikahan Ang, yang di tunda.
97 Di luar nalar!
98 Nama Panjang Sekretaris Ang!
99 Mengantar Pulang Yuri.
100 Ang Mesum!
101 Bangga!
102 6.115.000! Mahar Anggara ( Episode special hari Pernikahan Sekretaris Ang.)
103 Rencana untuk menunda kehamilan!
104 Episode Spesial [ Malam pertama.]
105 Dasar lemah!
106 Entahlah! [ kecil kecil cabe rawit! ]
107 Serasa kejatuhan Bulan!
108 Pisah Ranjang!
109 Sekali lagi. Selamat sekretaris Ang!
110 Giliran Mia yang Ngidam!
111 Hari Persalinan Mia.
112 Bayi Mia!
113 Histerektomi Mia!
114 Pengumuman saja!
115 Kedatangan Bi Sumi!
116 Pengalaman Pribadi.
117 Benalu Tumbuhan Terkutuk Yang Ampuh!
118 Nama Tuan Muda Mahendra!
119 Bonus dari Calon Penerus Mahendra Group!
120 Keinginan Garra!
121 Pesta Penuh Kejutan!
122 Penyesalan Sekretaris Ang!
123 Rencana Prosedur Bayi Tabung.
124 Mengenai Bayi Tabung.
125 Dua garis merah muda!
126 Kegagalan.
127 Menjaga Calon Pengantinnya kelak!
128 Aib keluarga.
129 Rahasia kita berdua.
130 Kepergian Rayyan.
131 Pertemuan yang menyesakkan.
132 Tekad Sekretaris Ang.
133 Terbongkar.
134 Epilog.
135 Bab Penjelasan mengenai Mahram.
136 Promosi Karya baru.
137 Promosi Karya Time Travel!
Episodes

Updated 137 Episodes

1
Prolog
2
Awal mula
3
Hari pernikahan.
4
Pesan Bu Asri.
5
Merasa nyaman dan Kasihan.
6
Flashback dua tahun yang lalu.
7
Masih Flashback dua tahun yang lalu.
8
Awal mula penderitaan Garra.
9
Luar biasa malu dan canggung! (karena anu)
10
Hanya ingin melindungi Tuan muda!
11
Mia seorang Otodidak!
12
Rencana yang sempurna!
13
Bayi raksasa.
14
Cih...! Berlagak peduli.(Abraham Penjilat)
15
Pertemuan Mia dengan kakek Abian.
16
"Maafkan aku Mia! [ Garra bisa bicara ]
17
Garra cerewet!
18
Kita sama saja!
19
Setan yang doyan sambel!
20
Glubrak....!!!
21
Ngelag!
22
Sepasang suami istri yang kompak!
23
Biawak!
24
"Kau berhutang padaku!"
25
Serangga.
26
Pertengkaran kecil [ Adu argument ]
27
Setan mulai ikut bicara.
28
Seharga Tempe!
29
Lihat aku Mia.
30
Dari ku, hanya dari ku. Untuk mu hanya untuk mu.
31
Garra akan menikah lagi.
32
Satu langkah lagi.
33
Cara membuat cicit.
34
Cuap cuap author Any.
35
Tentu bisa Mia.!
36
Lain kali saja. [ Alias Zonk..!! ]
37
Abang Garra sayang!
38
Judul nya , Kerang ijo.!
39
Sikap Aneh Yuri.
40
Yuri mendadak Ustadzah.
41
Rengekan Tiara.
42
Garra kena tampol.
43
Dua kesalahan besar Yuri.
44
Salah paham.
45
Ciuman yang benar.
46
Penyesalan Yuri Plus Mia terkena serangan Jantung!
47
TBC...!
48
Edisi kebersamaan Mia dan Yuri.
49
Minta HP.
50
Cekrek! [ HP baru ]
51
Junior oh.. Junior..!! Siapa gerangan.
52
Ambyar...!!!
53
Garra dengan dua istri?
54
Malaikat tak bersayap?? Cih...!!!
55
Let's Go Mia! Tumbang kan Pelakor!!
56
Metamorfosis Mia.
57
Pengakuan cinta dari Mia.
58
Obrolan Yang menyesatkan.
59
Sedang bahagia.
60
Berjalan Sempurna.
61
Darah siapa?? Hah! ( Polos Mia kumat lagi.)
62
Ang, keceplosan!
63
Sekretaris Ang Curhat pada bocil.
64
Malam pertama Garra.
65
Stempel Kepemilikan.
66
Tidak seperti biasa.
67
Malu setengah mati.
68
Malam panjang yang kedua.
69
Sekretaris Ang kena sumpah.
70
Menemukan mereka.
71
Garra Mahendra! Menantu Durhaka.
72
Kebaikan Garra.
73
Menemui bi Sumi.
74
Ang, mulai gila!
75
Masih menganggap Bocah.
76
Bucin semua. Tinggal Ang saja.
77
Kesucian Yuri terenggut?
78
Malu!
79
Pria sejati.
80
Patah harapan.
81
Bonus ilmu biologi plus Sekretaris Ang Melamar Yuri?
82
Gatot!
83
Dinner berjalan lancar.
84
Ciuman yang kedua.
85
Meminta bekal.
86
Di kantor part 1.
87
Di Kantor Part 2.
88
Cinta telat pria dewasa.
89
Pengumuman saja, tapi harap di baca juga.
90
Menyelinap ke kamar Yuri??
91
Keadaan yang berbalik. ( Lamaran sekretaris Ang.)
92
Dua koper uang.
93
Nasab Mia kepada Ibunya.
94
Makan siang yang kacau.
95
Garra menderita Sindrom Couvade!
96
Pernikahan Ang, yang di tunda.
97
Di luar nalar!
98
Nama Panjang Sekretaris Ang!
99
Mengantar Pulang Yuri.
100
Ang Mesum!
101
Bangga!
102
6.115.000! Mahar Anggara ( Episode special hari Pernikahan Sekretaris Ang.)
103
Rencana untuk menunda kehamilan!
104
Episode Spesial [ Malam pertama.]
105
Dasar lemah!
106
Entahlah! [ kecil kecil cabe rawit! ]
107
Serasa kejatuhan Bulan!
108
Pisah Ranjang!
109
Sekali lagi. Selamat sekretaris Ang!
110
Giliran Mia yang Ngidam!
111
Hari Persalinan Mia.
112
Bayi Mia!
113
Histerektomi Mia!
114
Pengumuman saja!
115
Kedatangan Bi Sumi!
116
Pengalaman Pribadi.
117
Benalu Tumbuhan Terkutuk Yang Ampuh!
118
Nama Tuan Muda Mahendra!
119
Bonus dari Calon Penerus Mahendra Group!
120
Keinginan Garra!
121
Pesta Penuh Kejutan!
122
Penyesalan Sekretaris Ang!
123
Rencana Prosedur Bayi Tabung.
124
Mengenai Bayi Tabung.
125
Dua garis merah muda!
126
Kegagalan.
127
Menjaga Calon Pengantinnya kelak!
128
Aib keluarga.
129
Rahasia kita berdua.
130
Kepergian Rayyan.
131
Pertemuan yang menyesakkan.
132
Tekad Sekretaris Ang.
133
Terbongkar.
134
Epilog.
135
Bab Penjelasan mengenai Mahram.
136
Promosi Karya baru.
137
Promosi Karya Time Travel!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!