Awal mula penderitaan Garra.

"Tu.. tuan. Ada apa? Ada keperluan apa? Pergi lah. Pergi. Saya.. saya tidak.. saya tidak menggoda tuan." Mia ketakutan, bukan nya menatap Garra yang menyapanya malah memutar kedua bola matanya ke sekeliling. Seolah takut ada yang melihat jika Garra sudah menyapa nya.

"Hei, kau kenapa? Siapa menggoda?" tanya Garra.

Garra sendiri jadi bingung melihat gelagat ketakutan Mia.

Mia tidak menjawab, tapi langsung berlari kejalan untuk menyetop angkot.

Garra tidak diam saja, langsung mengejar Mia.

"Tunggu dulu. Aku akan mengantar mu ya?" Garra menangkap pergelangan tangan Mia.

"Jangan tuan! Tidak, jangan. Tidak usah!" jawab Mia cepat.

"Kau kenapa? Kau takut dengan ku? Apa kau lupa dengan ku? Hei, aku ini cucu nya kakek yang kau tolong kemarin! Masih ingat?" Garra berusaha meyakinkan Mia. Sempat ingin melepas masker nya. Tapi segera ingat, jika kemarin Mia tidak sempat melihat wajahnya. Jadi Garra berpikir itu akan sia sia. Malah wajah nya akan dilihat banyak orang. Garra tentu tidak mau itu dan mengurungkan niatnya.

"Kau tidak ingat aku?" Garra mencoba bertanya kembali pada Mia.

"Ingat Tuan, maka dari itu lepaskan saya. Saya harus pulang sekarang. Saya tidak mau kena marah lagi sama mereka karena dekat dekat dengan Tuan." jawab Mia sambil berontak, melepaskan tangan Garra.

"Hah! Dekat dekat aku bagaimana sih maksudnya? Mereka memarahi mu karena kau terlambat atau karena aku mengantar mu pulang ?" tanya Garra semakin penasaran.

Sayang nya, angkot sudah berhenti di depan Mia. Sebelum Mia memberi jawaban untuk Garra, Mia sudah masuk ke dalam angkot yang langsung melaju itu.

Melihat angkot itu sudah melaju, Garra segera kembali ke mobil nya. Garra menjalankan mobil nya untuk mengikuti angkot itu.

Rasa penasaran dengan keadaannya Mia begitu kuat, membuat Garra ingin segera mengetahui nya.

"Apa gadis itu kena marah lagi kemarin setelah aku pergi? Kenapa tiba tiba berkata jika dia tidak menggoda ku.?" Garra bertanya sendirian.

"Pasti mereka memarahi nya karena aku mengantarnya. Kasihan sekali gadis itu. Pokoknya aku harus mencari tau yang sebenarnya. Jika disana dia benar-benar tertindas, lebih baik aku akan membawa nya. Tidak peduli caranya. Aku bisa membeli nya bila perlu. Kalau dilihat-lihat sepertinya ibu gadis itu matre. Ah.. mudah sekali untuk menaklukkan orang matre." gumam Garra. Matanya masih terus mengamati angkot yang membawa Mia di depan nya.

"Kenapa kepala ku tiba tiba pusing?" Garra tiba tiba merasakan sakit kepala. Dengan tangan kirinya ia memijat kepalanya, berharap bisa mengurangi sakit nya.

Tapi Garra merasakan kepalanya semakin sakit dan mencoba meraba dahi dan lehernya.

"Panas!" Gumam Garra merasakan suhu badan nya panas tinggi.

Garra yang semakin merasakan pusing, memilih menepikan mobil nya untuk beristirahat sejenak. Lalu mengeluarkan Hp nya menelepon Sekretaris Ang.

Belum sempat Garra selesai bicara , hp Garra terlepas dari tangan nya dan Garra jatuh pingsan dengan kepala bersandar begitu saja di setir.

Itulah hari di mana Garra gagal menemui Mia dan mencari tau keadaan Mia yang sebenarnya. Hingga saat ini, Garra tidak bisa lagi menemui Mia. Jangankan mencari tau tentang Mia, nama gadis itu saja Garra tidak berhasil mengetahui nya.

Karena pada saat ia sadar dari pingsan, keadaan nya berubah begitu drastis.

*****

"Tuan muda, anda sudah sadar?" tanya sekretaris Ang, ketika Garra membuka matanya.

Garra menatap sekeliling.

"Ang, dimana ini? Apa yang terjadi padaku?" tanya Garra tidak mengingat apa yang terjadi padanya.

"Saya menemukan Tuan pingsan di dalam mobil. Beruntung tuan sempat menyebutkan lokasi tuan berada saat menyuruh saya menyusul anda pada saat itu. Anda sudah tidak sadarkan diri selama satu minggu Tuan. Syukurlah anda sekarang sudah sadar. Semua mengkhawatirkan keadaan Tuan Muda." jawab Sekretaris Ang.

"Apa ? Satu Minggu? Dan ini? Bukan kah ini kamarku?" tanya Garra saat menyadari jika ruangan di mana dia di rawat bukan lah ruangan rumah sakit melainkan kamar nya sendiri.

"Dua hari yang lalu, Tuan Abraham meminta pihak rumah sakit untuk memindahkan perawatan Tuan Muda ke rumah saja. Menurut Tuan Abraham, di rumah bisa lebih mudah mengontrol keadaan Tuan muda dengan Dokter pribadi kepercayaan keluarga Mahendra." jawab Sekretaris Ang.

"Apa yang sebenarnya terjadi padaku Ang? Kenapa aku merasakan tubuh ku lemas sekali? Aku seperti tidak kuat menggerakkan tubuh ku." kembali Garra bertanya.

"Menurut dokter, Saraf otak besar tuan muda terganggu. Itu sebabnya tuan muda Garra merasakan lemah pada seluruh anggota tubuh. Tapi Tuan muda tenang saja. Dokter spesialis saraf sudah menangani Tuan muda. Tuan muda akan segera sembuh." jawab Sekretaris Ang.

Ya, itu lah awal mula penderitaan Garra di mulai. Ucapan Sekretaris Ang tidak terjadi.

Bukan nya sembuh, keadaan Garra semakin parah. Garra yang tadi nya hanya tidak bisa menggerakkan kedua kaki nya saja, perlahan tidak bisa menggerakkan tangan nya juga. Hingga seluruh tubuh nya tidak bisa lagi di gerakkan selain kepala. Garra hanya bisa menggerakkan kepala saja. Dan yang lebih menyedihkan baru baru ini, Garra pun kehilangan suaranya.

Beruntung, sebelum Garra kehilangan suaranya, Garra sempat berpesan pada Sekretaris Ang untuk mencari Mia. Tanpa menyebut nama gadis itu, tapi memberitahu Ang jika gadis itu adalah anak tiri dari keluarga Kuncoro.

Sebenarnya Garra juga sempat kehilangan pendengaran nya. Dan patut di syukuri beberapa bulan yang lalu, pendengaran Garra kembali walaupun tidak sesempurna dulu.

Dua tahun, Garra hanya bisa menghiasi ranjang. Berjalan menggunakan kursi roda itupun jika ada yang membantu nya.

Selama dua tahun perawatan, bahkan dokter luar negeri pun di datang kan untuk menangani, tapi hasil nya nihil.

Garra semakin terpuruk dalam keputusan asaan. Tidak ada lagi harapan bagi nya. Garra bahkan sempat berharap untuk mati saja. Tapi Kakek dan Nenek nya selalu menyemangati nya. Memohon pada Garra untuk bertahan. Dan meyakinkan Garra jika semua kesulitan ini pasti berlalu.

Garra hanya bisa menanti sebuah keajaiban dari Tuhan.

Lalu Mia, ya.. Mia! Wajah gadis itu masih saja ada di benak nya. Gadis yang sudah menyita rasa penasaran Garra. Tapi tidak untuk sekarang, jangan kan untuk berbuat sesuatu untuk Mia, untuk dirinya saja Garra tidak mampu lagi dan harus mengandalkan orang lain.

Tapi tidak untuk Sekretaris Ang, Pria dewasa itu terus mencari tau tentang Mia. Gadis yang sudah menarik hati Tuan muda nya.

Sekretaris Ang , mulai menyusun rencana untuk bisa membawa Mia ke sisi Tuan muda nya.

Sampai di kemudian hari, saat Abraham mencari kan jodoh untuk Garra.

Kesempatan itu tidak di sia sia kan oleh sekretaris Ang.

Sekretaris Ang, mengarahkan Abraham kepada Mia agar Abraham mau menerima Mia sebagai istri Tuan muda Garra.

Dan itu pun sudah dengan persetujuan dari Garra sendiri, yang langsung mengangguk ketika melihat Sekretaris Ang menunjukkan Photo Mia yang diambil nya secara diam diam.

"Saya pastikan gadis ini akan segera di sisimu Tuan Muda. Saya bersumpah! " Ang.

Terpopuler

Comments

ira

ira

sdh pasti ini ulah pamannya garra dan istrinya itu

2024-05-18

0

Lilisdayanti

Lilisdayanti

aqu yakin gara di racun,, DENGAN racun dosis rendah dan berjalan secara lambat untuk merusak setiap sarap pada tubuh,,aqu curiga banyak yg terlibat termasuk para dokter gadungan yg di percaya abraham 🤔🤔🤔kayanya bukan obat yg di kasih tapi racun,,,biar gara tidak sembuh,,mia setop pengobatan dari dokter,,bukan kamu punya buku obat dan kesehatan yg di kasih bibi 🤔🤔🤔

2023-01-21

4

aisya_

aisya_

gara lumpuh kayanya perbuatan Abraham deh

2022-03-28

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Awal mula
3 Hari pernikahan.
4 Pesan Bu Asri.
5 Merasa nyaman dan Kasihan.
6 Flashback dua tahun yang lalu.
7 Masih Flashback dua tahun yang lalu.
8 Awal mula penderitaan Garra.
9 Luar biasa malu dan canggung! (karena anu)
10 Hanya ingin melindungi Tuan muda!
11 Mia seorang Otodidak!
12 Rencana yang sempurna!
13 Bayi raksasa.
14 Cih...! Berlagak peduli.(Abraham Penjilat)
15 Pertemuan Mia dengan kakek Abian.
16 "Maafkan aku Mia! [ Garra bisa bicara ]
17 Garra cerewet!
18 Kita sama saja!
19 Setan yang doyan sambel!
20 Glubrak....!!!
21 Ngelag!
22 Sepasang suami istri yang kompak!
23 Biawak!
24 "Kau berhutang padaku!"
25 Serangga.
26 Pertengkaran kecil [ Adu argument ]
27 Setan mulai ikut bicara.
28 Seharga Tempe!
29 Lihat aku Mia.
30 Dari ku, hanya dari ku. Untuk mu hanya untuk mu.
31 Garra akan menikah lagi.
32 Satu langkah lagi.
33 Cara membuat cicit.
34 Cuap cuap author Any.
35 Tentu bisa Mia.!
36 Lain kali saja. [ Alias Zonk..!! ]
37 Abang Garra sayang!
38 Judul nya , Kerang ijo.!
39 Sikap Aneh Yuri.
40 Yuri mendadak Ustadzah.
41 Rengekan Tiara.
42 Garra kena tampol.
43 Dua kesalahan besar Yuri.
44 Salah paham.
45 Ciuman yang benar.
46 Penyesalan Yuri Plus Mia terkena serangan Jantung!
47 TBC...!
48 Edisi kebersamaan Mia dan Yuri.
49 Minta HP.
50 Cekrek! [ HP baru ]
51 Junior oh.. Junior..!! Siapa gerangan.
52 Ambyar...!!!
53 Garra dengan dua istri?
54 Malaikat tak bersayap?? Cih...!!!
55 Let's Go Mia! Tumbang kan Pelakor!!
56 Metamorfosis Mia.
57 Pengakuan cinta dari Mia.
58 Obrolan Yang menyesatkan.
59 Sedang bahagia.
60 Berjalan Sempurna.
61 Darah siapa?? Hah! ( Polos Mia kumat lagi.)
62 Ang, keceplosan!
63 Sekretaris Ang Curhat pada bocil.
64 Malam pertama Garra.
65 Stempel Kepemilikan.
66 Tidak seperti biasa.
67 Malu setengah mati.
68 Malam panjang yang kedua.
69 Sekretaris Ang kena sumpah.
70 Menemukan mereka.
71 Garra Mahendra! Menantu Durhaka.
72 Kebaikan Garra.
73 Menemui bi Sumi.
74 Ang, mulai gila!
75 Masih menganggap Bocah.
76 Bucin semua. Tinggal Ang saja.
77 Kesucian Yuri terenggut?
78 Malu!
79 Pria sejati.
80 Patah harapan.
81 Bonus ilmu biologi plus Sekretaris Ang Melamar Yuri?
82 Gatot!
83 Dinner berjalan lancar.
84 Ciuman yang kedua.
85 Meminta bekal.
86 Di kantor part 1.
87 Di Kantor Part 2.
88 Cinta telat pria dewasa.
89 Pengumuman saja, tapi harap di baca juga.
90 Menyelinap ke kamar Yuri??
91 Keadaan yang berbalik. ( Lamaran sekretaris Ang.)
92 Dua koper uang.
93 Nasab Mia kepada Ibunya.
94 Makan siang yang kacau.
95 Garra menderita Sindrom Couvade!
96 Pernikahan Ang, yang di tunda.
97 Di luar nalar!
98 Nama Panjang Sekretaris Ang!
99 Mengantar Pulang Yuri.
100 Ang Mesum!
101 Bangga!
102 6.115.000! Mahar Anggara ( Episode special hari Pernikahan Sekretaris Ang.)
103 Rencana untuk menunda kehamilan!
104 Episode Spesial [ Malam pertama.]
105 Dasar lemah!
106 Entahlah! [ kecil kecil cabe rawit! ]
107 Serasa kejatuhan Bulan!
108 Pisah Ranjang!
109 Sekali lagi. Selamat sekretaris Ang!
110 Giliran Mia yang Ngidam!
111 Hari Persalinan Mia.
112 Bayi Mia!
113 Histerektomi Mia!
114 Pengumuman saja!
115 Kedatangan Bi Sumi!
116 Pengalaman Pribadi.
117 Benalu Tumbuhan Terkutuk Yang Ampuh!
118 Nama Tuan Muda Mahendra!
119 Bonus dari Calon Penerus Mahendra Group!
120 Keinginan Garra!
121 Pesta Penuh Kejutan!
122 Penyesalan Sekretaris Ang!
123 Rencana Prosedur Bayi Tabung.
124 Mengenai Bayi Tabung.
125 Dua garis merah muda!
126 Kegagalan.
127 Menjaga Calon Pengantinnya kelak!
128 Aib keluarga.
129 Rahasia kita berdua.
130 Kepergian Rayyan.
131 Pertemuan yang menyesakkan.
132 Tekad Sekretaris Ang.
133 Terbongkar.
134 Epilog.
135 Bab Penjelasan mengenai Mahram.
136 Promosi Karya baru.
137 Promosi Karya Time Travel!
Episodes

Updated 137 Episodes

1
Prolog
2
Awal mula
3
Hari pernikahan.
4
Pesan Bu Asri.
5
Merasa nyaman dan Kasihan.
6
Flashback dua tahun yang lalu.
7
Masih Flashback dua tahun yang lalu.
8
Awal mula penderitaan Garra.
9
Luar biasa malu dan canggung! (karena anu)
10
Hanya ingin melindungi Tuan muda!
11
Mia seorang Otodidak!
12
Rencana yang sempurna!
13
Bayi raksasa.
14
Cih...! Berlagak peduli.(Abraham Penjilat)
15
Pertemuan Mia dengan kakek Abian.
16
"Maafkan aku Mia! [ Garra bisa bicara ]
17
Garra cerewet!
18
Kita sama saja!
19
Setan yang doyan sambel!
20
Glubrak....!!!
21
Ngelag!
22
Sepasang suami istri yang kompak!
23
Biawak!
24
"Kau berhutang padaku!"
25
Serangga.
26
Pertengkaran kecil [ Adu argument ]
27
Setan mulai ikut bicara.
28
Seharga Tempe!
29
Lihat aku Mia.
30
Dari ku, hanya dari ku. Untuk mu hanya untuk mu.
31
Garra akan menikah lagi.
32
Satu langkah lagi.
33
Cara membuat cicit.
34
Cuap cuap author Any.
35
Tentu bisa Mia.!
36
Lain kali saja. [ Alias Zonk..!! ]
37
Abang Garra sayang!
38
Judul nya , Kerang ijo.!
39
Sikap Aneh Yuri.
40
Yuri mendadak Ustadzah.
41
Rengekan Tiara.
42
Garra kena tampol.
43
Dua kesalahan besar Yuri.
44
Salah paham.
45
Ciuman yang benar.
46
Penyesalan Yuri Plus Mia terkena serangan Jantung!
47
TBC...!
48
Edisi kebersamaan Mia dan Yuri.
49
Minta HP.
50
Cekrek! [ HP baru ]
51
Junior oh.. Junior..!! Siapa gerangan.
52
Ambyar...!!!
53
Garra dengan dua istri?
54
Malaikat tak bersayap?? Cih...!!!
55
Let's Go Mia! Tumbang kan Pelakor!!
56
Metamorfosis Mia.
57
Pengakuan cinta dari Mia.
58
Obrolan Yang menyesatkan.
59
Sedang bahagia.
60
Berjalan Sempurna.
61
Darah siapa?? Hah! ( Polos Mia kumat lagi.)
62
Ang, keceplosan!
63
Sekretaris Ang Curhat pada bocil.
64
Malam pertama Garra.
65
Stempel Kepemilikan.
66
Tidak seperti biasa.
67
Malu setengah mati.
68
Malam panjang yang kedua.
69
Sekretaris Ang kena sumpah.
70
Menemukan mereka.
71
Garra Mahendra! Menantu Durhaka.
72
Kebaikan Garra.
73
Menemui bi Sumi.
74
Ang, mulai gila!
75
Masih menganggap Bocah.
76
Bucin semua. Tinggal Ang saja.
77
Kesucian Yuri terenggut?
78
Malu!
79
Pria sejati.
80
Patah harapan.
81
Bonus ilmu biologi plus Sekretaris Ang Melamar Yuri?
82
Gatot!
83
Dinner berjalan lancar.
84
Ciuman yang kedua.
85
Meminta bekal.
86
Di kantor part 1.
87
Di Kantor Part 2.
88
Cinta telat pria dewasa.
89
Pengumuman saja, tapi harap di baca juga.
90
Menyelinap ke kamar Yuri??
91
Keadaan yang berbalik. ( Lamaran sekretaris Ang.)
92
Dua koper uang.
93
Nasab Mia kepada Ibunya.
94
Makan siang yang kacau.
95
Garra menderita Sindrom Couvade!
96
Pernikahan Ang, yang di tunda.
97
Di luar nalar!
98
Nama Panjang Sekretaris Ang!
99
Mengantar Pulang Yuri.
100
Ang Mesum!
101
Bangga!
102
6.115.000! Mahar Anggara ( Episode special hari Pernikahan Sekretaris Ang.)
103
Rencana untuk menunda kehamilan!
104
Episode Spesial [ Malam pertama.]
105
Dasar lemah!
106
Entahlah! [ kecil kecil cabe rawit! ]
107
Serasa kejatuhan Bulan!
108
Pisah Ranjang!
109
Sekali lagi. Selamat sekretaris Ang!
110
Giliran Mia yang Ngidam!
111
Hari Persalinan Mia.
112
Bayi Mia!
113
Histerektomi Mia!
114
Pengumuman saja!
115
Kedatangan Bi Sumi!
116
Pengalaman Pribadi.
117
Benalu Tumbuhan Terkutuk Yang Ampuh!
118
Nama Tuan Muda Mahendra!
119
Bonus dari Calon Penerus Mahendra Group!
120
Keinginan Garra!
121
Pesta Penuh Kejutan!
122
Penyesalan Sekretaris Ang!
123
Rencana Prosedur Bayi Tabung.
124
Mengenai Bayi Tabung.
125
Dua garis merah muda!
126
Kegagalan.
127
Menjaga Calon Pengantinnya kelak!
128
Aib keluarga.
129
Rahasia kita berdua.
130
Kepergian Rayyan.
131
Pertemuan yang menyesakkan.
132
Tekad Sekretaris Ang.
133
Terbongkar.
134
Epilog.
135
Bab Penjelasan mengenai Mahram.
136
Promosi Karya baru.
137
Promosi Karya Time Travel!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!