Chapter 18 Kesalahpahaman.
Setelah itu Li Bo dan ketiga rekannya membuka jalan bagi Ming Mei dan Ming Li Ling, sedangkan Bu Wanmei yang memakai topeng mengikuti mereka berdua seperti seorang bodyguard-nya.
Cara berjalan kedua gadis itu terlihat kaku dan menahan rasa sakit di celah kedua kakinya, tetapi keadaan mereka tidak ada yang menyadari. Jelas, jalan mereka berdua kaku dan menahan rasa sakit, karena Bu Wanmei telah mengambil harta yang paling dijaga oleh wanita, apalagi Bu Wanmei menghajar lembah keramat mereka dengan ganas.
"Apa dia pengawal Master Mei?"
"Mungkin saja, tapi kenapa sebagai pengawal dia tidak terlihat memiliki aura kekuatannya?"
Banyak komentar keluar dari setiap murid yang mengiringi langkah Ming Mei menuju Balai Pekerjaan Umum, untuk mendaftarkan Bu Wanmei dan Ming Li Ling sebagai murid baru.
Biasanya untuk mendaftar sebagai murid baru, calon murid harus mengantri di depan pintu gerbang Akademi Langit Abadi.
Berhubungan dengan status Ming Mei, Ming Li Ling dan Bu Wanmei tidak perlu melakukan prosedur yang berlaku.
Mereka berenam langsung menuju Balai Pekerjaan Umum tanpa Ming Li Ling dan Bu Wanmei harus mengantri untuk ujian bakat bagi calon siswa baru.
"Kalian berhenti...!"
Seorang murid inti menghentikan Ming Mei saat berjalan ke arah Balai Pekerjaan Umum, melihat siapa yang menghentikan Ming Mei, Li Bo dan ketiga rekannya buru-buru menghindar murid inti itu.
Status murid ini setara dengan para tetua balai, kecuali Balai Alchemist dan Balai Pengadilan yang statusnya dibawah pemimpin Akademi Langit Abadi.
"Ada apa kamu menghentikan kami?" tanya Ming Mei dengan ketus dan terlihat dirinya tidak suka dengan murid inti itu.
"Hahaha, aku tidak menghentikan kamu, aku menghentikan pria bertopeng itu...!" ucap murid inti dengan menunjuk ke arah Bu Wanmei.
"Apa ada masalah? Dia adalah murid magang ku! Jadi, jika kamu ingin sesuatu dari dia, maka kamu harus melalui diriku!" jawab Ming Mei dengan ketus.
Mendengarkan jawaban Ming Mei, sontak murid-murid bergosip perihal status sebagai murid magang dari Master Mei, siapa saja pasti berharap menjadi murid seorang ahli Alchemist, walaupun hanya sebagai murid magang.
"Master Mei, aku memahaminya, hanya saja aturan tetap harus di patuhi. Kamu tahu kan, di Akademi Langit Abadi dilarang menggunakan topeng atau penutup wajah dalam bentuk apapun? Jika melanggarnya, maka dia dianggap perusuh di akademi ini, dan hukumannya adalah pengusiran!." jawab murid inti itu dengan menyeringai lebar, dirinya merasa bangga bisa menyudutkan Ming Mei, segera teman-teman murid inti itu berdatangan untuk mendukungnya.
Murid inti itu adalah seorang pria, usianya 25 tahun, basis kultivasinya berada pada tingkat Grand Master level 7, lebih tinggi dari Ming Mei 2 level.
Murid inti itu juga tampan, dengan rambut panjang yang di ikat, kulitnya bersih dan tinggi badan 178 sentimeter. Pria itu bernama Shu Shen, dari Klan Shu.
"Oh, kamu menantang ku? Baiklah, aku tidak akan bertanggung jawab atas apapun yang akan menimpa dirimu dan teman-temanmu itu! Usir dia jika kamu mampu!" Ming Mei sudah geram dengan tindakan provokasi Shu Shen yang dari dulu sering dia tolak cintanya.
Ming Mei tahu jika Shu Shen sengaja mencari masalah dengan dirinya, saat melihat Bu Wanmei yang bisa dekat dengannya. Kemudian, Ming Mei melihat Bu Wanmei, dan Bu Wanmei hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Hahaha, benar-benar tega menyuruh murid magangmu untuk melawan kami! Baiklah, aku sebagai murid inti mewakili divisi pengadilan untuk mengusir pria bertopeng itu...!," balas Shu Shen dengan melambaikan tangannya kepada teman-temannya untuk mengusir Bu Wanmei.
"Apa aku boleh membunuh mereka semua?" tanya Bu Wanmei kepada Ming Mei dengan nada keras, yang sengaja Bu Wanmei katakan dengan keras agar orang yang berdiam di menara pelindung itu keluar.
Sontak semua orang kaget dengan ucapan Bu Wanmei yang terdengar berlebihan, bahkan banyak murid luar dan murid dalam tertawa.
"Jangan, jika kamu membunuhnya, itu merupakan pelanggaran berat!" cegah Ming Mei yang mulai panik ketika Bu Wanmei ingin membunuh mereka.
Awalnya Ming Mei ingin melihat kekuatan Bu Wanmei yang sebenarnya, tetapi respon Bu Wanmei membuatnya kuatir. Ming Mei tidak menyangka jika Bu Wanmei berkata begitu.
"Membuatku bergerak, kompensasinya sangat besar. Membunuh 1 ekor ayam untuk memperingatkan kawanan monyet!" kata Bu Wanmei yang ucapannya bisa di pahami semua orang.
"Hahaha, kamu terlalu melebih-lebihkan dirimu, tangkap dia karena telah mengancam akan membunuh sesama murid...!" perintah Shu Shen kepada teman-temannya.
Namun, sebelum teman-temannya Shu Shen mendekati Bu Wanmei...
Wushhhh
Boom... Boom... Boom
"Akhhhh... Ahhh..." teman-teman Shu Shen yang berjumlah 5 orang terpental, dan berteriak kesakitan disaat Bu Wanmei hanya melewati mereka berlima, tubuh mereka seakan-akan dihantam sesuai yang besar dan kuat.
Bukkk... Bukkk... Bukkk
Kelima orang itu terbaring di tanah dan langsung pingsan, Bu Wanmei sudah berada tepat di depan Shu Shen, dengan tangan kanan mencengkeram kuat leher Shu Shen.
"Katakan, bagaimana kamu ingin mati?" tanya Bu Wanmei kepada Shu Shen yang berusaha melepaskan cengkraman tangan kanannya yang kuat.
"Astagaaa..."
"Apa yang baru saja terjadi!"
"Dia benar-benar monster..."
Serentak semua murid luar dan dalam berbicara, ada yang kebingungan karena tidak bisa melihat gerakan Bu Wanmei yang sangat cepat, ada yang tercengang dan berjalan mundur karena ketakutan, ada juga yang mengaguminya.
"Hentikan ...!"
Terdengar suara seorang pria tua berteriak keras untuk menghentikan tindakan Bu Wanmei yang mencekik leher Shu Shen.
Ming Mei dan Ming Li Ling juga tercengang dengan gerakan Bu Wanmei yang sangat cepat tanpa bisa mereka berdua lihat
Ming Mei segera pulih dari keterkejutannya, dan mendekati Bu Wanmei setelah melewati 5 murid yang pingsan. Ming Li Ling buru-buru mengikuti kakaknya.
"Wanmei, hentikan. Ada Wakil ketua Balai Pengadilan!" pinta Ming Mei dengan memegang lengan kanan kekasihnya.
"Wanmei, sabar!" Ming Li Ling segera berbisik di telinga Bu Wanmei dengan suara yang lembut.
Wushhhh... Bam... Bam... Ahh... Brukkkk
Bu Wanmei melempar Shu Shen seperti sampah yang tidak berguna, tubuhnya berguling-guling dan menabrak beberapa kursi dan bangunan.
"Hei, kamu...! Siapa kamu dan berani-beraninya membuat kegaduhan di Akademi Langit Abadi!?" tanya Wakil Balai Pengadilan dengan nada kasar dan membentak Bu Wanmei, dia bersama beberapa tim divisi keamanan akademi.
Bu Wanmei yang di tanya hanya menunjuk Ming Mei, dan melimpahkan semua penjelasan kepada Ming Mei.
Sedangkan Ming Mei tersenyum kecut saat dirinya yang harus bertanggung jawab. "Hah, memang aku yang salah!" batin Ming Mei yang maju untuk melindungi BU Wanmei.
"Maaf, Senior. Aku hanya ingin membawa 2 murid baru untuk mendaftarkan diri di Balai Pekerjaan Umum, tetapi dihalangi oleh Shu Shen!" Ming Mei berkata kepada Wakil Balai Pengadilan.
"Apa kamu tidak tahu aturannya, hah?!" bentak Wakil Balai Pengadilan pada Ming Mei, lanjutnya "Setiap calon murid harus mendaftarkan dirinya di pintu gerbang akademi! Aku tidak perduli siapa kamu, aturan tetap aturan, Ming Mei?!"
Ming Mei yang dibentak-bentak oleh Wakil Balai Pengadilan ingin rasanya menangis, kedua tangannya mengepal erat.
Bu Wanmei yang ikut merasakan perasaan kekasihnya langsung berjalan ke arah Wakil Balai Pengadilan.
"Kamu orang tua tidak tahu tempat untuk bicara kepada wanita! Kamu pikir aku takut dengan Akademi sampah ini...!" ucap Bu Wanmei yang sudah marah kepada Wakil Balai Pengadilan, sudah membentak-bentak kekasihnya. Padahal Ming Mei sudah meminta maaf.
"Apa kamu bilang!? Akademi sampah?! Nak, kamu sudah menjadi musuh Akademi Langit Abadi mulai sekarang! Semuanya tangkap dia...!?" Wakil Balai Pengadilan sangat marah jika akademinya dibilang sampah.
"Siapa dia bertindak sombong di Akademi Langit Abadi, aku akan hancurkan mulutnya..."
"Ayo kita tangkap dia dan Hancurkan kultivasinya..."
Semua murid sangat marah setelah Bu Wanmei menghina Akademi Langit Abadi, apalagi Wakil Balai Pengadilan memerintahkan untuk menangkapnya.
Segera semua murid akademi dan tim keamanan mengepung Bu Wanmei, Ming Mei dan Ming Li Ling.
Sedangkan Li Bo dan ketiga rekannya telah lari semenjak datangnya Shu Shen.
Ming Li Ling dan Ming Mei sangat ketakutan, dengan memegang lengan Bu Wanmei. Sedangkan Bu Wanmei tetap tenang, sembari memeriksa basis kultivasi setiap orang yang mengepung.
"Semuanya hentikan..."
Sebelum Bu Wanmei mengeluarkan basis kultivasinya, tiba-tiba suara pria paruh baya menghentikan semua orang untuk menyerang Bu Wanmei dan kedua wanitanya.
Wushhhh
Tap...
Pria yang menghentikan terbang dari gedung khusus pemimpin akademi, dan dia adalah pemimpin Akademi Langit Abadi, Wang Kaibo.
"Pemimpin."
Serentak semua murid akademi, Wakil Balai Pengadilan dan tim keamanan memberikan salam kepada pemimpin akademi, dengan sedikit membungkuk dan menangkupkan kedua tangannya kedepan mereka
Ming Mei dan Ming Li Ling juga ikut memberikan hormat kepada pemimpin akademi, kecuali Bu Wanmei yang masih diam saja, sembari mengukur tingkat kekuatan Wang Kaibo.
Di balik topengnya Bu Wanmei tersenyum saat mengetahui salah satu orang yang berada di menara pelindung akhirnya keluar.
"Ada apa ini? Ming Mei, jelaskan? Dan yang lainnya diam?!" titah pemimpin akademi yang pura-pura tidak tahu apa yang telah terjadi, dari nada bicaranya dia tidak suka dengan tindakan Wakil Balai Pengadilan yang tidak bersikap bijaksana.
Ming Mei segera maju dan mendekati pemimpin akademi.
"Maafkan atas keributan ini, Pemimpin!," kata Ming Mei dengan menangkupkan kedua tangannya dan sedikit menundukkan kepalanya, lanjutnya "Sebenarnya, tujuanku langsung ke Balai Pekerjaan Umum untuk membawa saudari ku untuk mendaftarkan diri, sesuai keinginan Pemimpin.
Kebetulan saat kami berada dalam perjalanan kembali ke Akademi Langit Abadi, kami bertemu dengan anak jenius yang bernama Bu Wanmei..."
Ming Mei menceritakan kronologis pertemuan mereka dengan Bu Wanmei kepada pemimpin akademi, semua orang juga juga ikut mendengarkan. Hanya saja Ming Mei tidak menceritakan hubungan saudarinya dengan Bu Wanmei.
"Jadi, saat kami akan menuju ke Balai Pekerjaan Umum, kami dihadang oleh Shu Shen, dengan alasan junior Bu Wanmei memakai topeng. Sejujurnya kenapa junior Bu Wanmei memakai topeng karena tanda lahir yang kurang sedap di pandang!"
Akhir cerita dari Ming Mei yang sudah menceritakan semuanya, pemimpin akademi hanya menganggukkan kepalanya, secara garis besar Wang Kaibo sudah memahami semua kejadian ini.
"Baik, baik, aku sudah mengerti. Ini hanya kesalahpahaman saja! Semuanya bubar, dan anggap ini tidak terjadi!," ucap pemimpin akademi kepada Ming Mei, dan membubarkan semua murid untuk kembali beraktivitas, lanjutnya "Wakil Balai Pengadilan, lain kali lebih bijaksana dalam menangani sesuatu, apa kamu paham...!" kata pemimpin akademi kepada Wakil Balai Pengadilan dengan mata kirinya berkedip-kedip.
"Baik, Pemimpin. Lain waktu saya akan lebih hati-hati dalam bertindak!" jawab Wakil Balai Pengadilan dengan menangkupkan kedua tangannya, dia memahami arti kedipan mata kiri dari pemimpin akademi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 478 Episodes
Comments
Aru Lauje
kedipan mata
2024-12-29
0
shadow life
Ok
2024-03-09
1
Iron Mustapa
wuahahahahahaha... dasar klan sampah.. 🤣🤣🤣
2023-11-16
0