Chapter 17 Tiba di Akademi Langit Abadi.
Kapal angkasa milik Ming Mei melaju sangat kencang setelah diberikan energi dari Batu Kuno. Tidak sampai 1 hari mereka telah dekat dengan wilayah Akademi Langit Abadi.
Banyak kekuatan yang melihat ke atas, saat kapal angkasa itu bergerak dengan kecepatan tinggi. Namun, saat ingin menghentikan kapal angkasa itu, banyak kekuatan yang membaca tulisan yang tertulis di lambung kapal 'Akademi Langit Abadi, Alchemist Ming Mei', sehingga niat mereka diurungkan.
Siapa saja pasti takut dan menghormati Akademi Langit Abadi, bahkan Sekte Awan Berkabut juga memberikan rasa hormatnya kepada Akademi Langit Abadi.
Sekte Awan Berkabut sendiri tidak takut, hanya saja mereka tidak ingin bentrok dengan mantan murid Akademi Langit Abadi yang kebanyakan adalah orang-orang yang disegani di Benua Jiang Shan.
"Aku tidak menyangka dengan Batu Kuno kapal angkasa ini bisa melaju secepat kilat!" ujar Ming Mei yang duduk disebelah Bu Wanmei sambil memeluk lengan kirinya.
"Berarti kakak tidak pernah menggunakan Batu Kuno?" tanya Ming Li Ling yang juga duduk disebelah kanan Bu Wanmei dengan menyandarkan kepalanya di bahu Bu Wanmei.
"Hah! Memiliki Batu Kuno sangat sulit, bahkan memiliki 1 Batu Kuno sudah merupakan kemewahan tersendiri. Banyak orang kaya yang tidak memiliki Batu Kuno seperti kita, jadi jangan sembarangan memperlihatkan Batu Kuno di tempat umum!" jawab Ming Mei kepada adiknya, sembari menggoda Bu Wanmei dengan mengelus pahanya.
"Jika kamu menggoda ku terus, kamu harus bertanggung jawab!" bisik Bu Wanmei ditelinga kanan Ming Mei.
Ming Mei tersenyum dan tidak berusaha berhenti menggoda Bu Wanmei, malahan Ming Mei sengaja menyentuh sesuatu dibalik pakaian bawah Bu Wanmei.
Ming Li Ling yang tahu, juga ikut menggoda suaminya dengan memegang sesuatu yang sudah berdiri dibalik pakaian Bu Wanmei.
"Kita akan sampai sekitar 8 waktu dupa..." ujar Ming Mei yang memiliki arti sendiri, dan semakin menempel buah kenyal miliknya di lengan Bu Wanmei.
"Kalian...! Lihat itunya sudah siap bertempur..." ucap Bu Wanmei kepada kedua gadis disebelahnya, dengan mengeluarkan feromon dari tubuhnya.
Seketika mereka berdua mencium aroma wangi yang membangkitkan sifat liar mereka yang terpendam, dan gerakan tangan kedua gadis itu semakin berani.
Bu Wanmei pun tidak tinggal diam, kedua tangannya melingkar di pinggangnya kedua gadis itu sembari memegang gunung mereka yang kenyal dan berisi.
Terdengar suara nafas mereka berdua mulai memburu, dan Ming Li Ling yang sudah tidak tahan mencium bibir Bu Wanmei, dengan tangan kanannya memegang tongkat milik Bu Wanmei.
Gerakan tangan kedua gadis itu sangat liar dan mulai melucuti pakaian Bu Wanmei.
Bu Wanmei sendiri juga tidak berdiam diri, tangannya sudah bergerilya di seluruh tubuh mereka berdua.
Melihat tongkat Naga sakit Bu Wanmei yang berdiri gagah dan siap bertempur, membuat kedua gadis itu semakin menjadi-jadi.
Ming Li Ling yang sudah tidak tahan, segera menyingkapkan pakaian bawah dan melepas pelindung didalam lembah surganya.
Kini giliran Ming Mei yang mencium bibir Bu Wanmei dengan ganas dan kasar, karena hal ini baru dia lakukan.
Sedangkan Ming Li Ling sudah duduk di pangkuan Bu Wanmei dengan memposisikan lembah surganya pada tongkat Naga sakti itu.
Aksi mereka tidak diketahui oleh keempat murid yang berada di luar kendali kapal angkasa, karena ruang kendali itu kedap suara.
Aksi ketiga orang itu sangat menggiurkan jika ada yang melihatnya, dimana Ming Li Ling yang sudah merasakan puncaknya dan lemas. Dia segera mengeluarkan tongkat Naga itu, dan diganti oleh Ming Mei yang duduk dipangkuan Bu Wanmei.
Keringat kedua gadis itu bercucuran dengan derasnya setiap kali mencapai puncak, sedangkan Bu Wanmei masih belum mencapai puncak.
Kedua gadis itu kembali mengulangi perbuatannya, karena Bu Wanmei masih belum merasakan puncak indahnya dunia fana.
"Kamu harus segera keluar, aku sudah kelelahan Suami!" ucap Ming Li Ling dengan nada menggoda dan tangannya selalu membelai lembut harta berharga milik Bu Wanmei yang masih berdiri kokoh.
Bu Wanmei yang sedari tadi hanya pasif saja, kini dirinya ingin menghajar lembah surga milik kedua gadis itu.
"Hehehe! Kalian baru 1 waktu dupa sudah kelelahan, padahal aku belum beraksi!" ucap Bu Wanmei yang sengaja memprovokasi kedua wanitanya.
"Adik, biarkan aku yang akan berusaha mengeluarkan air surganya, setelah keluar kita akan berbagi..." pinta Ming Mei yang tidak menyerah melawan Bu Wanmei.
"Sudah, lebih baik kalian duduk dengan membuka lebar lembah surga milikmu ...!" Bu Wanmei akhirnya akan beraksi dengan berdiri dari tempat duduknya.
Kedua gadis itu tersenyum bahagia dan memposisikan diri sesuai permintaan kekasihnya. Bu Wanmei segera meletakkan senjata andalannya yang masih berdiri kokoh pada lembah surga milik Ming Li Ling.
Bu Wanmei dengan kasar menghajar lembah surga Ming Li Ling, sedangkan tangan kanannya memainkan lembah surga milik Ming Mei yang basah.
Tidak terasa disaat mereka memadu kasih di dalam ruang kendali kapal angkasa, mereka telah sampai kota terdekat dengan Akademi Langit Abadi.
Melihat jika mereka akan sampai, buru-buru Bu Wanmei melepaskan cairan surganya memasuki lembah surga Ming Li Ling dan Ming Mei secara bergantian, hingga perut mereka berdua sangat kekenyangan.
"Kita akan sampai, Sayang," kata Ming Mei dengan memakai pakaian yang berserakan dimana-mana akibat tangan Bu Wanmei yang ganas.
"Iya, nanti bisa kita lanjutkan lagi!" jawab Bu Wanmei dengan tersenyum mesum, dengan Ming Li Ling yang memakaikan pakaian Bu Wanmei seperti seorang istri yang sudah terbiasa melayani suami.
Dengan kendali Ming Mei, kapal angkasa itu mendarat di depan pintu gerbang Akademi Langit Abadi.
Bhuzhhhh...
Debu bertaburan disaat kapal angkasa itu mendarat dengan mulus, melihat siapa yang datang, banyak murid-murid luar dan murid dalam mulai bergerak menghampiri kapal angkasa milik Ming Mei.
Nama Ming Mei sangat terkenal di Kerajaan Han dan Kerajaan Long, apalagi di Akademi Langit Abadi. Status sebagai seorang Alchemist selalu menjadi perhatian banyak kekuatan dimana-mana, setiap orang selalu memberikan penghormatan tertinggi melebihi seorang Raja. Sebab seorang Alchemist, keahliannya sangat dibutuhkan oleh semua kultivator, entah itu membuatkan pil kultivasi, pil pemulih energi, pil penangkal racun maupun yang lainnya.
Pil yang banyak dibutuhkan oleh setiap kultivator sudah pasti pil kultivasi, bahkan banyak kultivator rela membayar dengan harga mahal demi 1 pil kultivasi, yang bermanfaat bagi peningkatan kekuatan seseorang.
Jumlah seorang ahli Alchemist tidak banyak, dan rasio antara kultivator dan ahli Alchemist adalah 1 banding 10 ribu.
Ming Mei adalah seorang ahli Alchemist tingkat Master tahap Awal, dan merupakan Alchemist termuda di Benua Jiang Shan. Jumlah Alchemist tingkat Master bisa dihitung dengan jari, dan itu pun tidak mudah ditemui ataupun dimintai bantuan untuk meramu pil.
"Itu Master Ming Mei, ayo kita kesana."
"Hahaha! Kita sambut kecantikan akademi kita!"
Semua murid luar dan murid dalam buru-buru keluar saat melihat kapal angkasa milik Ming Mei berhenti di pintu gerbang
"Cepat sekali mereka sudah datang!" ucap seorang Penatua yang mengetahui kedatangan Ming Mei dari puncak menara pelindung Akademi Langit Abadi.
"Siapa pria bertopeng itu, apa dia juga ingin memasuki akademi?" tanya seorang pria paruh baya, jika dilihat dari pakaian, dia adalah pemimpin dari Akademi Langit Abadi.
Penatua itu adalah Penatua Agung yang bertanggung jawab untuk melindungi Akademi Langit Abadi, kekuatan dia berada pada tingkat Saint level 9. Sedangkan pemimpin akademi memiliki kekuatan tingkat Saint level 5.
"Kenapa aku tidak bisa melihat basis kultivasinya?" Penatua Agung yang ditanya malah bertanya balik, saat tidak bisa melihat basis kultivasinya dari Bu Wanmei.
"Benar, aku juga tidak bisa melihat kekuatan pria bertopeng itu. Apakah dia menggunakan semacam artefak yang bisa menyembunyikan aura kekuatannya?" pemimpin akademi juga balik bertanya kepada Penatua Agung.
Penatua Agung dengan serius memeriksa seluruh tubuh Bu Wanmei dari puncak menara pelindung, sontak dia terkejut melihat struktur tulang milik Bu Wanmei yang masih berusia 12 tahun.
"Mustahil, benar-benar tidak normal, mana mungkin baru berusia 12 tahun tinggi badannya sudah 185 sentimeter!" Penatua Agung berbicara pada dirinya sendiri saat telah melihat Bu Wanmei.
Kedua orang hebat itu saling berbicara dengan tidak jelas, saat mengomentari penampilan Bu Wanmei yang tidak normal untuk seusianya.
Li Bo dan ketiga temannya merasa lega setelah menahan tubuhnya dari kecepatan tinggi kapal angkasa, keempat orang itu segera mengkonsumsi pil pemulih energi, karena hampir 10 dupa waktu mengeluarkan energi Qi tanpa henti.
Ming Mei dan Ming Li Ling segera keluar dari ruang kendali kapal, penampilan kedua gadis itu semakin menarik setelah bercinta dengan Bu Wanmei.
Bu Wanmei mengikuti mereka dari belakang karena itu bagian dari rencana Ming Mei. Bu Wanmei yang merasa dirinya sedang di awasi, segera melihat ke arah menara pelindung itu.
Bang... Bang
Tatapan mereka bertiga segera bertemu dan mengeluarkan kekuatan mental yang saling berbenturan, benturan itu hanya bisa di dengar di kepala mereka saat mata Bu Wanmei mengeluarkan cahaya.
"Sial! Kekuatan jiwa sangat mengerikan!"
"Aduh ...! Kekuatan mentalnya sangat kuat..."
Kedua orang itu merasakan rasa sakit di kepalanya saat Bu Wanmei menyerang dengan kekuatan jiwa atau mentalnya, kedua orang itu memegangi kepalanya dan tidak melihat lagi ke arah Bu Wanmei.
"Selidiki anak muda itu, dan peringatkan para murid untuk tidak memprovokasi dia. Aku kuatir banyak murid yang memprovokasi dia menjadi gila karena serangan mentalnya!" titah Penatua Agung kepada pemimpin akademi, sembari memegangi kepalanya yang masih terasa pusing setelah terkena serangan mental.
"Baik, Penatua Agung."
Buru-buru pemimpin akademi pergi dari menara pelindung akademi, dan menuju ke balai pengadilan, walau pemimpin akademi masih merasa pusing, dia berusaha melaksanakan perintah Penatua Agung.
Di dalam topengnya, Bu Wanmei hanya tersenyum saat menguji kedua orang tua yang mengawasinya, walaupun basis kultivasinya di bawah mereka, bukan berarti kekuatan jiwanya rendah.
Kedua wanitanya tidak tahu jika Bu Wanmei sudah bentrok dengan Penatua Agung dan pemimpin akademi, sedangkan Bu Wanmei sendiri tidak perduli dengan status mereka berdua di Akademi Langit Abadi.
"Ini untuk kalian yang telah membantu ku selama beberapa hari ini!" kata Ming Mei kepada Li Bo dan ketiga rekannya.
Ming Mei membagikan 4 botol giok kepada mereka berempat sebagai bentuk imbalan telah ikut menjemput Ming Li Ling dan juga ikut mencari keberadaan Excel Shimo.
"Hahaha! Master Mei, tidak perlu sopan kepada ku, suatu kehormatan bisa mengikuti Anda!" Li Bo tertawa senang saat menerima imbalan dari Ming Mei.
"Terima kasih, Master Mei."
"Aku akan panggil kalian saat aku memerlukan bantuan!" ujar Ming Mei kepada keempat orang itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 478 Episodes
Comments
Aru Lauje
sampai di sekte langit abadi
2024-12-29
0
Rhakean Djati
12 tahun udah lancar ena².heheee
2024-03-22
1
shadow life
ya
2024-03-09
0