Chapter 20 Bakat Tiada Banding.
Keempat orang itu telah sampai di depan pintu masuk Balai Pekerjaan Umum, 2 pintunya sangat tinggi mencapai 10 meter dan lebar setiap pintu mencapai 4 meter.
Bu Wanmei dan Ming Li Ling yang melihatnya sangat mengagumi.
"Sengaja pintu setiap gedung dibuat tinggi dan lebar, sebab tidak hanya Ras manusia saja yang menjadi murid Akademi Langit Abadi. Ada berbagai Ras Binatang di Benua Jiangshan yang menjadi murid juga, kebanyakan dari mereka memiliki postur tubuh besar dan tinggi!" ucap pemimpin akademi dengan rasa bangga.
"Sore, Pemimpin. Tidak biasanya Anda berkunjung di Balai Pekerjaan Umum, apa ada hal yang bisa saya bantu?" melihat jika pemimpin akademi sudah berada di depan pintu Balai Pekerjaan Umum, datang seorang pria tua yang seumuran dengan Wang Kaibo, ia buru-buru menyambutnya.
Ketua itu adalah Ketua Balai Pekerjaan Umum, Ketua itu sudah tahu jika pemimpin akademi menuju kesini sejak keributan yang dibuat Bu Wanmei.
Keributan yang dibuat Bu Wanmei, telah menyebar dengan cepat di seluruh Akademi Langit Abadi.
Para murid inti yang mendengarnya juga penasaran dengan sosok pria bertopeng yang akan menjadi murid baru di akademi.
Walau pemimpin akademi sudah membubarkan para murid yang berkerumun tadi, masih saja banyak yang mengikuti pemimpinnya.
Mereka umumnya penasaran dengan identitas pria bertopeng yang bernama Bu Wanmei, dan yang membuat murid-murid penasaran adalah wajah asli dari Bu Wanmei yang katanya memilik wajah yang tidak sedap di pandang.
Mayoritas murid yang mengikuti adalah murid wanita, yang terpesona dengan mata unik dan tanda di dahi Bu Wanmei.
Menurut murid wanita, Bu Wanmei seperti membawa sikap yang misterius, apalagi tadi dengan mudah mengalahkan 1 murid inti dan 5 murid dalam.
"Hahaha, kamu selalu saja rendah hati, Ketua Xiao. Aku hanya ingin melihat potensi anak muda ini dan Ming Li Ling, mereka berdua calon murid baru akademi." Wang Kaibo tertawa melihat sikap Ketua Xiao yang selalu sopan.
"Saya mengerti, Pemimpin. Silakan ikuti saya kalau begitu." undang Ketua Xiao dengan berjalan bersama pemimpin akademi.
Murid-murid yang penasaran juga mengikuti pemimpinnya.
Saat memasuki Balai Pekerjaan Umum, Bu Wanmei dan Ming Li Ling melihat gedung ini sangat besar.
Banyak pilar besar yang berdiri dengan kokoh. Balai Pekerjaan Umum memiliki 4 lantai, dan setiap lantai selalu di penuhi murid-murid yang ingin mengambil misi untuk mendapatkan poin kontribusi.
Poin kontribusi adalah mata uang yang berlaku di wilayah Akademi Langit Abadi. Poin kontribusi bisa ditukarkan dengan setiap kebutuhan murid, guru maupun para Ketua.
Bahkan Penatua Agung dan pemimpin akademi juga menggunakan poin kontribusi sebagai alat tukar.
Khusus di lantai 1 Balai Pekerjaan Umum, digunakan sebagai penguji bakat bagi murid yang lulus seleksi di pintu gerbang akademi.
Di lantai 2, adalah tempat untuk mengambil misi yang harus di jalankan oleh setiap murid, guru dan para ketua akademi.
Lantai 3 adalah tempat untuk menukar poin kontribusi, yang dibutuhkan setiap anggota akademi.
Khusus lantai 4, adalah tempat Ketua Balai Pekerjaan Umum beserta anggotanya.
Bu Wanmei juga melihat banyak dinding yang tertulis semua peraturan, yang harus dipatuhi oleh setiap orang yang berada di akademi.
Yang membuat Bu Wanmei semakin kagum, ketika dia melihat banyak murid-murid berbagai Ras Binatang.
Ada Ras jenis Burung, Ras Binatang darat, dan uniknya ada Ras penghuni air.
Wajah dan postur tubuh murid dari Ras Binatang sangat unik, ada yang cantik jelita, ada yang tinggi besar, dan sebagian masih terlihat setengah manusia setengah binatang.
Ketua Xiao dan Wang Kaibo berhenti di depan sebuah peti yang berdiri, ukuran sangat besar.
Tingginya mencapai 6 meter dan lebar 3 meter, peti itu berwarna hitam di dinding kanan dan kiri, sedangkan di depan dan belakangnya terbuat dari kaca.
"Ini adalah peti pendeteksi. Mampu melihat basis kultivasi, bakat, usia, unsur elemen dan juga garis darah. Silakan, kalian masuk satu per satu!" jelas Ketua Xiao kepada Bu Wanmei dan Ming Li Ling, dia juga memerintahkan calon murid baru untuk memasuki peti pendeteksi.
Sejujurnya, Ketua Xiao terlalu malas mengurusi hal sepele seperti ini. Biasanya untuk menguji ulang calon murid baru, selalu ditangani oleh bawahannya.
"Kamu dulu." kata Bu Wanmei kepada Ming Li Ling.
Ming Li Ling segera berjalan menuju pintu peti pendeteksi, setelah tersenyum pada kekasihnya.
Melihat Ming Li Ling yang berhenti, Ketua Xiao kembali berbicara.
"Masuk saja, kaca itu sebenarnya sebuah Formasi Array!" jelas Ketua Xiao kepada Ming Li Ling.
Kembali Ming Li Ling berjalan, dan melewati Formasi Array itu.
Ia berhenti tepat di tengah peti pendeteksi, ketika cahaya menyelimuti dirinya.
Setelah menunggu beberapa tarikan nafas, informasinya keluar.
Bhuzhh...
[Tingkat Master level 2]
[Usia 15 tahun]
[Elemen Api dan Kayu]
[Bakat, Alchemist]
[Ras Manusia, 100 persen]
Sontak semua orang berseru kagum, saat informasi muncul di dinding kanan dan kiri dari peti pendeteksi.
"Hahaha, kita mendapatkan murid jenius lagi." pemimpin akademi tertawa bahagia saat membaca semua informasi tentang Ming Li Ling.
"Berkah, ini adalah era kemajuan akademi kita... Hahaha." Ketua Xiao juga ikut tertawa bahagia.
"Wah, ini bakalan menjadi persaingan antar kecantikan berbakat di akademi kita..."
"Hahaha, dia cantik dan menggairahkan diusia muda. Aku harus mendapatkannya."
Semua murid pria berseru kagum dan dipikirannya sudah dipenuhi fantasi. Sedangkan murid wanita merasakan tekanan yang semakin berat di akademi.
Ming Li Ling buru-buru keluar dengan tersenyum bahagia, saat Bu Wanmei memberikan acungan jempol.
Ming Mei juga sangat bahagia, dia buru-buru menghampiri adik sepupunya dan memeluk dengan erat.
"Adik, kamu sangat jenius. Kita akan belajar bersama tentang alkimia.!" ujar Ming Mei yang masih memeluk adiknya.
"Sekarang giliran ku!" kata Bu Wanmei yang ingin mengetahui bakat diri yang sebenarnya.
Seperti yang Ming Li Ling lakukan, Bu Wanmei memasuki Formasi Array dan berhenti saat dirinya diselimuti cahaya.
Semua orang menunggu dengan penuh antusias, saat ingin melihat bakat calon murid baru yang sudah membuat kekacauan di akademi.
Cahaya didalam peti pendeteksi yang menyelimuti Bu Wanmei, terlihat bersinar terang, tetapi kembali redup.
Lalu cahaya itu kembali terang dan prosesnya terus berulang-ulang.
"Kenapa informasinya belum keluar?" gumam pemimpin akademi yang kebingungan melihat peti pendeteksi tidak segera mengeluarkan informasi tentang Bu Wanmei.
"Aneh, tidak biasanya peti pendeteksi seperti ini...!" Ketua Xiao juga ikut kebingungan melihatnya.
"Paling lama berapa nafas peti ini mengeluarkan informasi?" pemimpin akademi bertanya lagi, karena dia juga tidak tahu urusan dalam menguji calon murid baru.
Biasanya Wang Kaibo hanya menerima laporan dari setiap ketua yang bertugas, yang selalu melaporkan perkembangan akademi dan setiap murid.
"Paling lama 30 tarikan nafas, Pemimpin." jawab Ketua Xiao dengan memijat dagunya saat dia sedikit cemas.
"Baiklah. Kita tunggu saja!" ucap pemimpin akademi yang yakin jika peti pendeteksi tidak bermasalah.
Tetapi yang semua orang tidak tahu, Bu Wanmei dan Earth Core Flame sedang berdiskusi perihal peti pendeteksi.
"Tuan, aku akan memanipulasi peti ini, agar semua informasi Tuan tidak terekspos dengan jelas." pinta Earth Core Flame kepada Bu Wanmei.
"Kenapa? Bukannya baik jika informasi ku terlihat semua orang!" tanya Bu Wanmei yang tidak tahu maksud sahabatnya.
"Jika semua informasi Tuan diketahui banyak orang, maka itu sama saja membahayakan nyawa, Tuan." jelas Earth Core Flame kepada Bu Wanmei.
"Oh, aku paham. Terima kasih, Sobat. Lakukan yang terbaik untuk kita." balas Bu Wanmei, yang dirinya juga tidak mau mati konyol hanya karena informasi dirinya diketahui banyak orang.
"Tidak masalah, Tuan. Ini hal yang sepele."
Mereka berdua berbicara melalui telepatinya, sehingga semua orang tidak mendengar.
Mereka hanya tahu jika Bu Wanmei terlihat kebingungan saat berada di dalam peti pendeteksi.
Bhuzhh
[Tingkat Raja level 9 puncak]
[Usia 12 tahun]
[Elemen Api, Kayu, Logam, Angin, Tanah]
[Bakat, Alchemist, Smelting, Beast Taming]
[Ras Manusia, 100 persen]
[Ras Binatang, 50 persen bisa ditingkatkan]
Brukk... Brukk... Brukk
Sontak pemimpin akademi, Ketua Xiao dan murid-murid yang melihat informasi itu, terduduk dilantai dengan mulut terbuka lebar dan mata terbelalak kaget.
Demikian juga halnya dengan Ming Mei dan Ming Li Ling yang tubuhnya sudah gemetaran saat melihat kekasihnya seperti monster nyata.
Suasana yang tadinya ramai dengan suara berbisik maupun obrolan, menjadi hening dan hanya terdengar suara nafas yang terengah-engah karena shock.
"Sobat, apakah informasi ini terlalu berlebihan, sehingga mereka menjadi begitu!" tanya Bu Wanmei dengan telepatinya kepada Earth Core Flame.
"Hahaha, tidak Tuan. Jika aku menunjukkan semua informasi Tuan, maka mereka akan mati berdiri!" Earth Core Flame tertawa mendengar pertanyaan Bu Wanmei, Earth Core Flame tertawa karena melihat reaksi semua orang yang tercengang.
"Hah, syukurlah jika begitu. Aku kira kamu menunjukkan semua informasi ku... Hahaha!" Bu Wanmei menghela nafas lega dan berbicara kepada Earth Core Flame, dia juga ikut tertawa melihat reaksi semua orang.
Earth Core Flame memang sudah memanipulasi peti pendeteksi, agar informasi Tuannya tidak menjadi bencana bagi diri sendiri.
Jika mereka tahu, bahwa informasi itu hanya setengahnya saja, sudah dipastikan mereka akan mati berdiri.
Bu Wanmei berjalan keluar dan menghampiri kedua kekasihnya.
"Hallo, ada apa dengan kalian?"
Suara Bu Wanmei mengema di Balai Pekerjaan Umum lantai satu, saat dirinya bertanya kepada kekasihnya.
Tangan kanan Bu Wanmei melambai-lambai di depan wajah kedua kekasihnya, agar mereka pulih dari keterkejutannya.
"Monster..."
"Eh, kenapa kalian bilang aku monster?" tanya Bu Wanmei dengan mengerutkan keningnya, ia yang tidak tahu arti perkataan kedua kekasihnya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 478 Episodes
Comments
Aru Lauje
mani pulasi
2024-12-30
0
Iron Mustapa
klo tongkat saktinya si shimo ga bisa dideteksi brapa kekuatan dan daya gempurnya yaa Thor kok g keluar... 😁😁😁
2023-11-16
1
Iwan Arema
🤣😂💪🏼💪🏼👊🏼
2023-10-15
0