Chapter 8 Ikatan Pernikahan.
Sisa hadiah yang diberikan oleh pemimpin kamar dagang Ming, oleh Ju Hua diberikan kepada Xiu Zan untuk dikelola dengan baik. Sedangkan Ju Hua mengambil 1.000 keping emas untuk membeli segala kebutuhannya dan Excel Shimo.
"Sekarang saatnya transaksi kita mulai!" pinta Ming Lai kepada Mu Jin sebagai Kepala Desa Bunga.
"Baik, saudara. Xiu Zan, bawa keluar semua yang kita jual!" perintah Mu Jin kepada Ju Hua.
Segera Xiu Zan bersama beberapa penduduk desa mengeluarkan barang-barang yang akan dijual kepada kamar dagang Ming.
Di sisi lain Excel Shimo, Xiu Zhu dan Ming Li Ling sedang bermain di kebun buah bersama-sama anak-anak desa.
Mereka terlihat cepat akrab dengan Ming Li Ling, apalagi Ming Li Ling terlihat selalu menempel pada Excel Shimo.
Kehadiran Ming Li Ling, membuat Xiu Zhu menjadi cemburu karena merasa dia mendapatkan saingan baru, jika hanya sesama gadis desa, Xiu Zhu tidak kuatir.
Berhubungan Ming Li Ling memiliki penampilan yang cantik dan anggun, membuat Xiu Zhu gelisah dan selalu memegang ujung baju Excel Shimo.
"Shimo, itu namamu kan, Shimo! Kenalkan aku Ming Li Ling, Putri dari pemimpin kamar dagang," kata Ming Li Ling dengan mengulurkan tangan kanannya, ia memperkenalkan dirinya, dan ingin juga mengenal Excel Shimo yang telah membuatnya tertarik.
"Iya, namaku Shimo, Excel Shimo." jawab Excel Shimo dengan menjabat tangan kanan Ming Li Ling dan segera melepaskan tangannya.
"Hai! Kakak Ling, aku Xiu Zhu anak dari Xiu Zan." Xiu Zhu juga memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangan kanan.
Melihat tangan Xiu Zhu, Ming Li Ling terlihat tidak menyukainya, dan hanya menempelkan ujung-ujung jari tangan kanannya.
Xiu Zhu yang merasa dirinya tidak mendapatkan tanggapan baik, hanya mendengus dan malah memegang lengan kanan Excel Shimo erat.
Persaingan kedua gadis cilik itu, tidak lepas dari perhatian Ju Hua dan beberapa orang, mereka hanya tersenyum melihat si bayi ajaib menjadi rebutan para gadis.
"Bagaimana jika dia dewasa nanti, apa tidak membuat gadis-gadis cantik mengejarnya... Hahaha!" ujar Ming Li yang selalu mengamati Excel Shimo karena penasaran.
"Bencana bagi wanita... Hahaha!" timpal Ming Kwong yang ikut ketawa seperti Ming Li.
Ju Hua yang mendengarkan obrolan mereka berdua, hanya meliriknya saja. Di dalam hatinya, Ju Hua merasa cemas saat bayangan Excel Shimo dewasa menjadi idola para gadis muda, dia takut jika Excel Shimo melupakan dirinya.
"Otak ku, kenapa menjadi kacau!" batin Ju Hua sembari terus memperhatikan Excel Shimo.
"Hahaha, saudara ku, panen mu kali ini sangat melimpah. Dengan hasil ini, kamar dagang kita tidak rugi lagi dengan hilangnya beberapa desa yang dibakar para bandit Bajing Loncat." Ming Lai tertawa gembira saat melihat barang-barang yang akan dijual.
Kamar dagang Ming, sengaja selalu mengunjungi desa manapun setiap 14 bulan sekali, dengan tujuan agar setiap desa bisa mengumpulkan hasil kerja kerasnya cukup banyak.
Kamar dagang Ming sebenarnya bisa mengunjungi desa manapun setiap 6 bulan sekali, tetapi itu akan mendapatkan hasil lebih sedikit. Sebab itu, kamar dagang Ming membuat jadwal kunjungan setiap 14 bulan sekali di semua desa wilayah Klan Ming.
"Ikan-ikan yang masih segar, apa semua ikan ini baru di dapatkan?" tanya Ming Lai yang terlihat sangat senang dengan hasil panen Desa Bunga.
"Tepat sekali, ini semua adalah hasil tangkapan penduduk desa. Seperti kataku tadi, Putra ku selalu membawa keberuntungan terhadap Desa Bunga!" jawaban Mu Jin yang sedikit berbohong kepada Ming Lai, dan alasannya selalu sama.
Mu Jin selalu menutupi kehebatan Putra kesayangannya, dia kuatir jika Excel Shimo menjadi bahan incaran banyak kekuatan, termasuk Ming Lai.
"Hahaha, memang Putramu ini menjadi bintang keberuntungan Desa Bunga!" Ming Lai tertawa, saat dirinya merasa jika Mu Jin terlalu bahagia memilik anak tunggal.
Ming Lai memahami psikologis Mu Jin yang baru memiliki anak di usia tua, karena itu dirinya tidak curiga jika Mu Jin menyembunyikan sesuatu darinya.
"Aku akan beli ini semua...," segera Ming Lai membeli apapun bahan-bahan pangan, yang bermanfaat dan memiliki minat komoditas tinggi di kota.
Penduduk juga senang jika hasil panen mereka terjual habis, apalagi pemimpin kamar dagang Ming membeli dengan harga yang layak.
"Pengawal buka gerbong ketiga..." perintah Ming Lai kepada pengawalnya.
"Baik, pemimpin."
Gerbong ketiga berisi berbagai kebutuhan penduduk desa, seperti senjata, pakaian, pil pemulih energi, pil kultivasi, perlengkapan wanita dan sebagainya.
Penduduk segera mengerumuni gerbong ketiga tanpa harus diperintah, karena mereka sudah mengetahuinya. Chu Ju, Ju Hua, Xin Zan juga tidak ketinggalan, mereka segera memilih kebutuhan apapun bagi mereka.
Khusus untuk Xin Zan, dia membeli sesuai daftar pesanan para penjaga dan dibantu Ju Hua. Chu Ju juga membeli pakaian dan sepatu baru untuk Putra kesayangannya, demikian juga dengan Ju Hua.
Setelah hari menjelang sore, semua kebutuhan penduduk desa telah terbeli, mereka tampak senang dengan transaksi kali ini, karena keuangan mereka melebihi ekspektasi, bahkan masih menyisakan beberapa keping emas dan perak.
"Saudara Jin, rombongan kita akan menginap di desa ini karena hari sudah mulai gelap. Besok kita akan kembali ke kota. Seandainya desa-desa lain tidak di hancurkan oleh bandit Bajing Loncat, kita akan terus melakukan perjalanan panjang untuk bertransaksi!" ujar Ming Lai kepada Mu Jin.
"Hahaha! Dengan senang hati kita menerimanya, jika saudara Lai mau menginap di desa kita. Sekaligus kita akan adakan jamuan sederhana, untuk merayakan hasil yang saling menguntungkan ini!" Mu Jin tertawa gembira saat pemimpin kamar dagang ingin menjadi tamu di Desa Bunga.
Tidak pernah pemimpin kamar dagang Ming menginap di desa manapun setelah bertransaksi jual beli, biasanya rombongan kamar dagang Ming akan langsung melanjutkan perjalanannya.
"Isteri ku, segera buatkan masakan yang terbaik untuk hari ini!" pinta Mu Jin kepada Isterinya.
Dengan tersenyum dan menganggukkan kepala, ia mengajak beberapa wanita desa untuk memasak.
"Ju Hua, mandikan Shimo dan pakai pakaian yang telah aku beli, aku akan memasak jamuan untuk malam ini!" pinta Chu Ju kepada Ju Hua.
"Baik." dengan senang hati, Ju Hua segera berjalan untuk memanggil Excel Shimo, yang masih bermain dengan Xiu Zhu, Ming Li Ling dan anak-anak desa.
"Shimo, ayo mandi dulu!" ajak Ju Hua setelah dirinya dekat dengan Excel Shimo.
"Sudah waktunya mandi, ya!" jawab Excel Shimo yang berdiri di batang pohon buah, dengan tangannya meraih buah yang telah masak.
"Bibi, aku ikut, ya?" pinta Xiu Zhu yang ingin mandi dengan Excel Shimo.
"Baiklah, lagian Ibumu juga sedang memasak dengan Nenek Ju. Ambil dulu pakaian baru kamu. Dan anak-anak, kalian juga segera mandi dan gunakan pakaian baru kalian!" perintah Ju Hua kepada Xiu Zhu dan anak-anak yang lainnya.
Ming Li Ling mengerutkan keningnya, saat saingannya ingin ikut mandi bersama Excel Shimo, dia tidak ingin dikalahkan oleh Xiu Zhu dalam menarik perhatian Excel Shimo.
"Bibi, apa aku juga boleh ikut?" kata Ming Li Ling kepada Ju Hua.
"Tentu, tapi apa kamu mau mandi dengan Shimo?" tanya Ju Hua yang tersenyum menatap wajah gadis cantik di depannya.
"Mm...!" Ming Li Ling terlihat sedang berpikir, wajahnya sedikit memerah saat membayangkan dirinya sedang mandi bersama orang yang telah menarik minat di hati.
"Iya, a-aku mau...!" jawab Ming Li Ling yang sedikit malu-malu saat berbicara.
Ming Li Ling segera berlari setelah berbicara, ia berlari menuju Ayahnya. Xiu Zhu menjadi cemberut dengan memajukan bibirnya, saat saingannya yang juga ingin ikut mandi.
Setelah Ming Li Ling berlari, anak-anak desa juga buru-buru kembali ke rumahnya masing-masing, demikian juga dengan Xiu Zhu yang berlari untuk mengambil pakaian barunya.
Ju Hua mengandeng tangan Excel Shimo dan berjalan ke pondok Kepala Desa Bunga. Saat mereka berdua berjalan, Excel Shimo tersenyum aneh, yang tidak diketahui oleh Ju Hua.
"Ayah, aku akan mandi dengan Shimo!" ucap Ming Li Ling kepada Ayahnya, saat dirinya disebelahnya dengan sedikit nafas terengah-engah setelah berlari.
"Hahaha! Terserah kamu. Apa kamu menyukainya?" Ming Lai tertawa melihat Putrinya mau bermain dengan anak-anak desa, dia juga menggoda Putri bungsunya.
Biasanya Ming Li Ling selalu berdiam diri di dalam gerbong, saat Ayahnya sedang bertransaksi dengan penduduk desa.
Baru kali ini Ming Li Ling mau bermain dan juga mau mandi dengan pria desa.
"Huff! Tidak!" jawab Ming Li Ling yang malu dengan wajah yang memerah, ia segera berlari menuju gerbongnya.
Ming Lai, Mu Jin dan Mu Liang saling bertukar pandang, mereka bertiga hanya tersenyum melihat reaksi Ming Li Ling yang terlihat malu-malu kucing.
Ming Li Ling segera berlari lagi untuk mengambil tas miliknya, yang berisi pakaian dan aksesoris kesukaannya, lalu ia buru-buru keluar untuk menuju ke pondok Kepala Desa.
Demikian juga dengan Xiu Zhu yang juga membawa tas baru yang berisi pakaian baru dan beberapa perlengkapan rias, Ibunya sudah menyiapkan semua keperluan Xiu Zhu.
Ju Hua segera mengisi ember yang sangat besar di pondok Kepala Desa dengan air bersih. Sedangkan Excel Shimo telah melepaskan pakaiannya sembari menunggu Ju Hua selesai.
"Bibi."
Xiu Zhu dan Ming Li Ling memanggil Ju Hua saat memasuki pondok, saat mendengar gemericik suara air, mereka berdua buru-buru menuju arah sumber suara di kamar mandi.
Setelah memasuki kamar mandi yang cukup luas, Xiu Zhu dan Ming Li Ling menjadi terdiam, saat melihat Excel Shimo tanpa sehelai kain di tubuhnya. Mata mereka berkedip-kedip penuh arti, terlihat wajah kedua gadis kecil itu menjadi merah karena malu.
Excel Shimo hanya diam dan sedikit tersenyum saat melihat kedua temannya.
"Shimo, ayo mas--" pinta Ju Hua kepada Excel Shimo setelah selesai mengisi ember dengan air.
Ju Hua menjadi diam saat melihat kebelakang, dan yang dia lihat tubuh Excel Shimo yang sudah telanjang, lalu mata Ju Hua menatap terus kearah tongkat Excel Shimo yang sudah berdiri tegak sejak tadi.
Ju Hua menelan salivanya, dia menjadi teringat tentang semalam yang membelai tongkat Excel Shimo, baru ini dia bisa melihat dengan jelas.
Byurrrr
Excel Shimo segera memasuki ember tanpa disuruh, dan membenamkan tubuhnya ke dalam air, kini hanya terlihat kepalanya saja, sambil bersandar di pinggiran ember.
"Kalian berdua mandi setelah Shimo atau mandi bersama-sama?" tanya Ju Hua kepada kedua gadis kecil itu, saat telah sadar setelah terpesona dengan tongkat besar Excel Shimo.
"Mandi bersama saja, Bibi!" jawab Xiu Zhu sembari meletakkan tasnya, lalu dia buru-buru melepaskan pakaiannya.
"Aku juga, Bibi!" Ming Li Ling juga tidak mau kalah dengan Xiu Zhu, dia juga meletakkan tasnya.
Dengan sedikit rasa malu, Ming Li Ling juga melepaskan pakaiannya seperti Xiu Zhu, dan buru-buru memasuki ember.
Ju Hua segera menutup pintu kamar mandi, dan juga melepaskan pakaiannya, karena dia juga perlu mandi sambil memandikan Excel Shimo dan kedua gadis itu.
Setelah selesai mandi, Ju Hua memakaikan pakaian baru untuk Excel Shimo, setelah membantu kedua gadis kecil itu berpakaian.
Xiu Zhu memakai pakaian model hanfu berwarna biru langit, sedangkan Ming Li Ling memakai pakaian berwarna merah muda. Pakaian yang dikenakan oleh Ming Li Ling adalah perpaduan antara model Hanfu dan Qipao, yang menunjukkan lekukan tubuhnya.
"Kamu sangat tampan, Sayang!" kata Ju Hua memuji ketampanan Excel Shimo yang setelah memakai pakaian baru.
Pakaian yang dikenakan oleh Excel Shimo sangat kasual, celana panjang dan lengan panjang, kerah bajunya menutupi leher. Apa yang dikenakan oleh Excel Shimo juga perpaduan model Hanfu dan Qipao, seluruh pakaiannya berwarna serba hitam.
Excel Shimo yang dipuji hanya sedikit senyum tanpa membalas ucapan Ju Hua, sedangkan Xiu Zhu dan Ming Li Ling tampak terpesona dengan ketampanan Excel Shimo.
Buru-buru Xiu Zhu mendekati Excel Shimo dan memegang lengan kanannya, melihat reaksi cepat saingannya, Ming Li Ling juga mendekati sisi kiri Excel Shimo dan ikut memegang lengan kirinya.
Melihat gadis kecil yang agresif, membuat Ju Hua menghela nafas dan menggelengkan kepalanya. "Seandainya aku masih seusia mereka...!" batin Ju Hua yang iri dan cemburu melihat kedua gadis kecil itu yang lebih bisa dekat dengan Excel Shimo.
Kemudian mereka berempat keluar dari kediaman Kepala Desa Bunga, sedangkan Ju Hua berada dibelakang anak-anak.
"Shimo!"
Teman-teman Shimo yang sudah menunggu langsung memanggil namanya, suara serempak anak-anak itu mengundang perhatian Chu Ju dan semua orang.
"Wah! Sangat tampan Putraku!" seru Chu Ju sambil menghampiri Excel Shimo yang kanan kirinya di dampingi oleh Xiu Zhu dan Ming Li Ling.
"Hahaha! Lihat Putramu begitu menarik, sampai Putri ku selalu menempel padanya." Ming Lai tertawa melihat Putrinya memegang lengan kiri Excel Shimo, dia bahagia dengan cara pandang Putrinya yang bisa memilih teman yang tepat.
"Hahaha! Aku saja sudah membayangkan bagaimana jika dia dewasa nanti, aku yakin akan banyak wanita memburunya." Mu Jin juga ikut tertawa bahagia mendengar pujian Ming Lai.
"Pasti itu, dengan bakat monster yang dimiliki Putramu, di manapun dia berada akan selalu menarik perhatian banyak orang...," ujar Ming Lai kepada Mu Jin dan berhenti berbicara karena sedang merencanakan sesuatu untuk masa depan Putrinya.
"Bagaimana jika kita mengikat hubungan dengan perjodohan antara Putri ku dan Putramu!" pinta Ming Lai kepada Mu Jin.
Mendengarkan permintaan dari pemimpin kamar dagang Ming, Mu Jin seketika kaget, tetapi dalam sekejap ia memulihkan kondisi mentalnya.
"Hahaha! Sangat baik, sangat baik. Saudara Lai, aku menyambut baik ikatan pernikahan antara Excel Shimo dan Putrimu!" Mu Jin tertawa sangat bahagia dan mengulurkan tangan kanannya sebagai persetujuan ikatan pernikahan.
"Hahaha! Hari yang bahagia, Saudara!" Ming Lai juga ikut tertawa bahagia dan menyambut uluran tangan Mu Jin.
Chu Ju yang mendengarkan obrolan mereka berdua juga ikut senang, jika masa depan Putranya telah terjamin. Demikian juga semua orang yang mendengar ikut bahagia.
Excel Shimo, Xiu Zhu, Ming Li Ling, Ju Hua dan Chu Ju sudah duduk di tanah yang beralaskan tikar pandan, sambil menikmati hidangan yang disediakan.
Ming Li Ling yang ikut mendengarkan Ayahnya membuat kesepakatan perjanjian pernikahan, langsung tersipu malu-malu, tetapi dia juga ikut senang.
Xiu Zhu menjadi cemberut dan melihat wajah Excel Shimo yang selalu cuek dan dingin, merasakan tatapan Xiu Zhu yang selalu memegang lengannya, Excel Shimo mendekatkan kepalanya di telinga Xiu Zhu
"Aku juga akan menjadikan kamu isteri ku saat dewasa nanti!" bisik Excel Shimo kepada Xiu Zhu, ia berjanji akan menikahinya.
Mendengarkan janji Excel Shimo, membuat Xiu Zhu menjadi malu dan bahagia, wajah yang tadinya cemberut kini telah berubah ceria dengan wajah yang memerah.
"Kakek, aku juga mau menjadi isterinya Shimo!" tidak puas dengan janji Excel Shimo, Xiu Zhu berbicara kepada Kepala Desa Bunga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 478 Episodes
Comments
Aru Lauje
janji
2024-12-29
0
XiaoAriya
Entah apa yang dipikirkan oleh author
2024-07-11
0
shadow life
ya
2024-03-08
0