Chapter 14 Apa kamu Excel Shimo?
Ming Mei, Ming Li Ling dan keempat murid Akademi Langit Abadi, bertarung dengan sengit melawan kawanan Serigala Putih yang terus menerus berdatangan.
Boom...
Grrrr....
Ledakan benturan energi menghantam tubuh Serigala Putih selalu saja terdengar, dan geraman suara pemimpin Serigala Putih untuk memerintahkan anak buahnya untuk terus menyerang.
Keenam orang itu terlihat mulai kelelahan dan sudah kewalahan menghadapi serangan kawanan Serigala Putih.
Bam... Bukkk
Auoooo....
Yang mereka tanpa sadari, seorang pria memakai topeng separuh wajah sedang mengawasi pertarungan mereka, sembari setengah tiduran di atas batang pepohonan besar yang berjarak 10 meter dari medan pertempuran mereka.
Pria bertopeng separuh wajah itu telah melihat mereka selama 1 dupa waktu, dan hanya menonton mereka tanpa ada niat membantu. Sekali-kali pria itu menguap, saat merasa bosan melihat pertarungan manusia dengan binatang buas peringkat 1 dengan kekuatan tingkat Master level 5.
Sedangkan pemimpin kawanan Serigala Putih memiliki kekuatan tingkat Grand Master level 7, dan hanya mengawasi anak buahnya menyerang mangsa.
Pemimpin Serigala Putih sengaja tidak segera bertindak, dia menunggu Ming Mei kelelahan. Setelah lawan terkuat kelelahan, dia baru bertindak, walau dirinya lebih kuat dari Ming Mei.
Crazhhh.. Bam...
"Sialan, kita seperti dipermainkan Serigala ini?!" umpat Li Bo dengan nada marah, setelah menebas perut Serigala Putih dengan pedang dan menendang tubuhnya.
Crazhhh... Boom
"Kak, aku merasa pemimpin kawanan ini sedang menunggu kita lemah...!" kata Ming Li Ling dengan suara lirih kepada Ming Mei sambil menebas dengan pedang yang berselimutkan energi Qi.
Ming Li Ling dan Ming Mei berdiri berjajar dan berkerja sama melawan kawanan Serigala Putih.
Ming Li Ling tidak mau dianggap lemah oleh Li Bo, dan menolak dirinya untuk dilindungi.
Sebab itu Li Bo menjadi kesal lagi, saat niat baiknya lagi-lagi ditolak oleh kedua wanita itu.
Li Bo melampiaskan kekesalannya terhadap Serigala Putih, sedangkan ketiga pria yang lain, yang selalu melihat Li Bo ditolak lagi, menahan tawanya dan terus fokus melawan serangan kawanan Serigala Putih.
Boom... Bukk... Bukk
Auoooooo....
"Aku tahu, Adik. Karena itu aku tidak menguras seluruh energi ku, untuk menghadapi serangan tiba-tiba dari pemimpin Serigala Putih itu!" jawab Ming Mei sambil melempar bola api kepada Serigala Putih yang ingin melesat ke arahnya.
Serigala Putih itu terpental sejauh 3 meter dengan tubuh terbakar.
Lolongan Serigala Putih itu mengakhiri hidupnya, dan membuat pemimpin Serigala Putih mulai bergerak.
Melihat musuh terkuat mulai bertindak, Ming Mei mulai semakin waspada dengan sorot matanya yang tajam.
Auoooooo....
Serigala Putih itu melolong keras dan membuat anak buahnya mundur seketika. Melihat kesempatan ini, Li Bo kembali ingin menunjukkan sikap seorang pahlawan bagi kecantikan, dia segera bergerak maju bersama ketiga rekannya.
"Bodoh!"
"Konyol!"
Batin Ming Li Ling dan Ming Mei yang kesal, saat melihat keempat pria itu seperti orang bodoh yang tidak bisa mengukur kekuatan lawannya.
"Kalian istirahatlah terlebih dahulu, kami akan mengulur waktu melawa--"
Crazhhh... Aaahhhh
Teriak Li Bo yang diserang oleh pemimpin Serigala Putih, dadanya terkena cakar dari Serigala Putih itu, terlihat dadanya mengeluarkan darah segar, dengan tanda cakar yang jelas terlihat.
"Sial--"
Boom...
"Akhhhh..."
Gerakan pemimpin Serigala Putih itu sangat cepat dan mudah menghantam keempat murid Akademi Langit Abadi.
Teriakan mereka yang kesakitan tidak membuat pemimpin Serigala Putih berhenti, malah terlihat semakin brutal.
Wushhhh... Boom
Ming Mei langsung menyerang dengan melempar bola energi api kepada pemimpin Serigala Putih, tetapi sasarannya dengan mudah mengelak.
Auoooooo...
Serigala Putih itu melolong, dan terlihat mengejek serangan Ming Mei yang tidak berarti apa-apa padanya.
"Sial, cepat sekali gerakannya!" ujar Ming Mei yang gagal melukai Serigala Putih itu.
Melihat keempat pria itu terluka, anak buah Serigala Putih langsung mengepung mereka, dan tidak berniat melepaskan mangsanya.
Ming Li Ling merasa menyesali kesalahannya, saat melihat kondisi keempat murid Akademi Langit Abadi yang telah terluka.
"Kak, maafkan aku. Ini semua gara-gara keegoisan ku untuk mencari orang yang mungkin sud--" sebelum Ming Li Ling menyelesaikan perkataannya.
"Apa kalian membutuhkan bantuanku?"
Terdengar suara pria yang berniat memberikan pertolongan kepada murid Akademi Langit Abadi.
Sontak kawanan binatang buas itu menjadi waspada, demikian juga dengan keenam orang itu.
Suara itu membuat Serigala Putih merasa tertindas dan segera mengalihkan perhatian mereka kearah sumber suara itu.
Namun, pemimpin Serigala Putih dan anak buahnya, tidak menemukan sosok itu.
"Senior, terima kasih jika Senior membantu kami." jawab Ming Mei dengan menangkupkan kedua tangannya kedepan secara acak, karena dirinya tidak tahu dimana orang itu berada.
"Jangan panggil senior, aku lebih muda dari kalian!," balas suara pria itu yang masih tidak diketahui keberadaannya.
Ming Li Ling, Ming Mei, Li Bo dan ketiga pria itu terus mencari sumber suara yang mengema, tapi tetap tidak menemukan keberadaan pria itu.
Ming Li Ling dan Ming Mei saling bertukar pandang, saat suara itu mengatakan lebih muda dari mereka.
Khususnya Ming Li Ling yang merasa dirinya pernah mendengar suara itu, tapi setelah mengingat lagi suara itu, dirinya masih belum bisa mengenali suara itu.
"Kalian kucing-kucing pergi, jika tidak...!" titah pria itu yang masih tidak menunjukkan dirinya kepada pemimpin Serigala Putih, ucapan pria itu terdengar sedikit mengancam dan memberikan tekanan kuat kepada kawanan Serigala Putih.
Auoooooo...
Pemimpin Serigala Putih menahan rasa takut dan gelisah, saat dirinya masih tidak menemukan orang itu, ia melolong sangat keras dan bertujuan memancing orang itu keluar.
"Ckckck, kalian masih saja keras kepala..."
Suara pria itu berdecak lidah dan kembali berbicara kepada pemimpin Serigala Putih. Walau tidak bisa berbicara bahasa manusia, pemimpin Serigala Putih masih bisa mengerti bahasa Ras manusia.
Wushhhh
Tap... Bam... Bukk... Bukk
Auoooooo... Boom... Boom
"Astagaaa ..."
"Ya, Dewaaa ..."
Sontak keenam orang itu terkejut, saat melihat sosok pria dengan wajah yang setengah tertutup topeng tiba-tiba muncul disebelah pemimpin Serigala Putih.
Sosok pria bertopeng itu dengan mudah menendang pemimpin Serigala Putih, hingga tubuhnya menabrak banyak pepohonan. Lolongan pemimpin Serigala Putih itu terdengar sangat kesakitan setelah menghantam pohon dan berguling-guling di tanah.
"Hentak-hentak Bumi!"
Pria itu menghentakkan kaki kanannya ke tanah setelah mengucapkan tekniknya.
Seketika tanah menjadi seperti gelombang air lautan yang bergulung-gulung menyerang kawanan Serigala Putih yang mengepung keenam orang itu.
Boom... Bang... Bang
Ledakan hebat dimana gelombang energi berbentuk air lautan yang bergulung-gulung, dan mengenai banyak kawanan Serigala Putih.
Banyak pepohonan yang dilahap oleh gelombang energi dan tertimbun oleh tanah.
Auoooooo
Kawanan Serigala Putih yang lolos, segera melolong dan melarikan diri saat pemimpin mereka dengan mudah dikalahkan.
Demikian juga pemimpin Serigala Putih yang terlihat lari lebih dahulu, sebelum gelombang energi dari tanah mengenai dirinya.
Keenam orang itu masih shock dengan mulut terbuka lebar, saat melihat aksi pria bertopeng separuh itu dengan mudah mengalahkan kawanan Serigala Putih.
Mereka tidak menyangka kehadiran pria itu mampu membalikkan situasinya dengan mudah.
Setelah semua Serigala Putih melarikan diri dan meninggalkan rekan-rekannya yang mati, pria itu memeriksa sekelilingnya dan melihat banyak inti binatang buas yang keluar dari mayat Serigala Putih.
Dengan melambaikan tangan kanannya, inti binatang itu segera melayang dan melesat kerah pria bertopeng separuh wajah itu.
Tap... Tap
Inti binatang itu berjatuhan tepat didepan keenam murid Akademi Langit Abadi.
Setelah itu, pria bertopeng separuh wajah berjalan menuju ke arah Klan Ming.
"Tu-tunggu, Senior!" Ming Mei segera pulih dari keterkejutannya dan menghentikan pria bertopeng separuh wajah itu yang akan pergi.
"Sudah aku bilang, jangan panggil aku dengan sebutan Senior!" ucap pria itu dengan dingin dan sedikit tidak suka dipanggil senior.
"Ma-maaf, kalau boleh tahu siapa nama Anda?" kata Ming Mei yang sedikit takut jika dirinya menyinggung sosok yang memiliki kekuatan jauh di atasnya.
Sedangkan Ming Li Ling memperhatikan wajah familiar pria itu, perasaannya mengatakan jika dia pernah bertemu dengan pria itu.
Tetapi dia masih belum mengingat di mana dia pernah bertemu.
Ming Li Ling memeriksa separuh wajah pria itu, yang hanya memperlihatkan kedua mata dan ke keningnya.
Rambutnya hitam panjang sepinggang, dengan gaya rambut terbelah tengah, rambut depan menjuntai ke bawah dan menutupi kedua pipinya.
Tinggi badannya mencapai 185 sentimeter.
Alisnya memanjang dan sedikit tebal, di dahi tengah terlihat seperti garis tebal yang membelah keningnya.
Ming Li Ling melihat mata pria itu yang tidak terlalu lebar maupun sipit.
Tubuh Ming Li Ling bergetar hebat saat melihat kedua bola mata itu, kedua mata itu tampak sama seperti milik orang yang dia cari.
"Ap-apa-kah kamu Excel Shimo? Shimo dari Desa Bunga?" tanya Ming Li Ling dengan nada sedikit gemetaran.
Pria itu yang akan menjawab pertanyaan Ming Mei, segera memalingkan wajahnya agar tidak dilihat oleh Ming Li Ling, Ming Mei dan keempat pria itu.
Ming Li Ling semakin curiga saat pria itu buru-buru memalingkan wajahnya.
"Aku?"
Pria itu terlihat ragu ingin memberitahu namanya kepada mereka, setelah berpikir sejenak, "Bu Wanmei, itu namaku!" jawab pria itu yang bernama Bu Wanmei.
(Bu Wanmei \= tidak sempurna)
Pria bertopeng itu sebenarnya adalah Excel Shimo, yang sengaja memakai topeng demi menutupi tanda lahir di pipi kiri hingga memanjang ke lehernya.
Tanda di leher masih bisa ditutupi dengan kerah bajunya yang bergaya Hanfu dan Qipao, dengan lengan panjang sedikit lebar dan pakaiannya yang berwarna hitam seperti Ming Li Ling.
Ming Li Ling semakin yakin dengan ciri-ciri calon suaminya, mata berbentuk Yin dan Yang berwarna putih dan hitam, lalu tanda di dahi dan jenis pakaian yang masih jelas diingat oleh Ming Li Ling.
Apa lagi gaya pakaian juga sama seperti Excel Shimo yang berasal dari Desa Bunga, kecurigaannya semakin besar manakala pria yang mengaku dengan nama Bu Wanmei itu memalingkan wajahnya.
Jika tanda lahir di pipi tidak ditutupi, Ming Li Ling pasti sudah mengenali sosok Excel Shimo.
"Bukan, itu bukan namamu, pasti kamu Excel Shimo, Shimo dari Desa Bunga!" Ming Li Ling masih terus bersikukuh bahwa pria itu adalah calon suaminya yang lama telah menghilang.
"Gadis ini, bagaimana dia tahu namaku? Jangan-jangan dia ..." batin Excel Shimo yang masih memalingkan wajahnya ke arah timur di mana Klan Ming berada.
Excel Shimo jadi teringat dengan sosok gadis kecil yang akan menjadi calon isteri sewaktu dia kecil di Desa Bunga.
Excel Shimo menahan amarahnya saat teringat lagi dengan masa lalunya.
Excel Shimo sudah bersumpah akan menghancurkan Klan Ming secara berlahan, dengan tujuan ingin menyiksa Klan Ming. Terutama Ayah dari Ming Li Ling yang telah membunuh keluarganya.
"Aku bukan dia, permisi!" elak Excel Shimo yang akan pergi kearah Klan Ming.
"Tunggu, Shimo, jangan bohong. Aku tahu itu kamu...!" Ming Li Ling buru-buru berlari dan langsung memeluk punggung Excel Shimo.
Excel Shimo kaget jika dirinya dipeluk oleh Ming Li Ling, dengan kedua tangan melingkari pinggangnya.
"Nona, lepaskan tanganmu. Aku adalah Bu Wanmei, dan bukan Shimo mu itu!" jelas Excel Shimo dengan berusaha melepaskan pelukan Ming Li Ling.
Tetapi, pelukan Ming Li Ling semakin erat dan tangisannya semakin menjadi-jadi.
"Shimo, aku tahu, kamu Shimo ku... Hikss... Suami ku yang telah menghilang sejak kejadian serangan binatang buas di Desa Bunga!" ujar Ming Li Ling yang tidak mau melepaskan pelukannya, tangisannya semakin keras.
"Tuan Muda, maafkan ketidaksopan adik perempuanku, dia telah mengalami masa kecil yang tidak menyenangkan!,"
Ming Mei yang tidak tega melihat kesedihan dan tangisan adik sepupunya, segera meminta maaf kepada Excel Shimo yang mengaku dengan nama Bu Wanmei.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 478 Episodes
Comments
Aru Lauje
meyamar
2024-12-29
0
XiaoAriya
Bukan sih bang
2024-07-11
0
Iron Mustapa
😀
2023-11-16
0