Chapter 15 Rencana Ming Mei.
Li Bo yang melihat pria asing yang dipeluk oleh Ming Li Ling menjadi cemburu, dengan mengepalkan tangan kanannya, dengan tangan kiri memegang dadanya yang tersayat cakaran pemimpin Serigala Putih.
Ketiga temannya juga demikian, mereka juga cemburu melihat sosok yang diakui sebagai suami oleh Ming Li Ling, mereka berempat juga memendam amarah dan kebencian terhadap orang yang mengaku sebagai Bu Wanmei.
Karena sudah tertangkap basah dengan identitas aslinya yang sudah diketahui, maka dibenak Excel Shimo memikirkan rencana balas dendamnya.
Dengan menyeringai jahat di bibirnya, Excel Shimo telah mendapatkan sebuah rencana yang akan membuat Klan Ming menjadi sebuah Klan yang memalukan.
"Tuan Muda Bu Wanmei, aku meminta padamu pertolongan sekali lagi, demi adikku. Tolong jadilah orang yang dia cintai, yaitu Excel Shimo!" Ming Mei dengan lembut memohon kepada Excel Shimo.
Sejujurnya, Ming Mei juga telah menaruh hati kepada sosok yang telah menolongnya, walaupun baru bertemu dengan Excel Shimo untuk pertama kalinya.
Dia berharap Bu Wanmei mau mengaku menjadi orang yang bernama Excel Shimo.
"Bisakah aku berbicara dengan kalian berdua secara pribadi?" tanya Excel Shimo dengan badan yang masih menghadap ke arah timur, dan Ming Li Ling masih terus memeluk erat-erat.
"Junior Li Bo, berikan kami ruang pribadi!" titah Ming Mei kepada Li Bo dan ketiga rekannya yang sedari tadi melihat drama didepan mereka.
"Baik."
Dengan enggan, keempat orang itu memberikan ruang kepada mereka bertiga, dengan berjalan menuju desa yang telah porak-poranda akibat serangan Serigala Putih.
Setelah Excel Shimo mengawasi mereka berempat yang sudah menjauhi mereka bertiga, dia membalikkan badan dengan Ming Li Ling yang masih memeluk tubuhnya.
"Ling'er..."
Panggil Excel Shimo dengan panggilan akrabnya, seketika Ming Li Ling mendongakkan wajahnya dengan menatap wajah Excel Shimo.
"Aku tahu kamu Shimo, Excel Shimo... Hikss!"
"Iya, aku benar Excel Shimo, calon suamimu..." jawab Excel Shimo dengan lembut, dia membuka topengnya secara berlahan.
Ming Mei yang melihat Excel Shimo yang akan membuat topengnya, membuat jantung berdebar-debar, dia berharap jika wajah Excel Shimo tidak cacat.
Didalam pikiran, sosok pria itu memakai topeng karena luka wajah yang mengerikan, dan tidak ingin diketahui oleh banyak orang.
"Shimooo...." teriak histeris Ming Li Ling saat melihat wajah asli Excel Shimo yang tampan, keren dan maskulin.
Kulitnya putih sehalus giok, hidungnya mancung, dengan nada lahir di pipi kiri yang memanjang hingga di lehernya, apalagi senyum tipis khas dari Excel Shimo dengan tanda lesung di pipi kanannya.
Ming Mei yang melihat wajah tampan Excel Shimo menjadi membeku, dia terpesona melihat suami adik sepupunya yang sangat tampan, keren dan menggairahkan.
Ming Mei tidak menyangka jika sosok Bu Wanmei adalah Excel Shimo yang telah mereka cari selama ini.
"Tolong, kalian jangan ceritakan kepada siapapun perihal diriku, karena aku memiliki banyak musuh yang ingin membunuh ku!" ujar Excel Shimo kepada Ming Li Ling dan Ming Mei.
"Shimo, siapapun yang ingin membunuhmu, aku yang akan selalu melindungimu!" jawab Ming Li Ling yang tidak ingin suaminya terluka maupun pergi meninggalkan dirinya lagi.
"Aku berjanji tidak akan membocorkan identitas dirimu. Kita akan gunakan nama Bu Wanmei mulai saat ini!" jawab Ming Mei yang merasa jika apa yang dikatakan Excel Shimo benar, dan dirinya tidak tahu niat sebenarnya Excel Shimo yang memakai topeng.
"Bagus, aku akan pegang kata-kata kalian berdua. Iya, detik ini nama samaran aku adalah Bu Wanmei." kata Excel Shimo yang masih tidak percaya dengan janji dari keturunan Klan Ming.
Semenjak kejadian di Desa Bunga, Excel sudah mencatat di hati untuk tidak mudah mempercayai seseorang dari penampilan luarnya saja.
"Shi ... maksudku Bu Wanmei, apa yang terjadi sebenarnya pada waktu itu? Dan kemana kamu selama ini?" tanya Ming Li Ling yang hampir keceplosan memanggil nama asli Excel Shimo, dan bertanya perihal kejadian yang sebenarnya.
Ming Li Ling selalu memikirkan keadaan suaminya, walau dia tidak pernah merasakan hidup sendiri disaat masih belia.
Tetapi Ming Li Ling bisa membayangkan bagaimana susahnya hidup sendiri di usia balita, apalagi hidup di alam liar yang dipenuhi bahaya.
"Untuk saat ini aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, itu sama saja aku menjerumuskan kalian dalam bahaya jika kalian tahu!" jawab Bu Wanmei dengan tegas dia tidak mau tujuannya diketahui kedua wanita ini.
Ming Li Ling hanya mengangguk kepalanya dan tetap memeluk suaminya dengan erat.
Bu Wanmei memakai topengnya lagi dan tidak ingin keempat murid pria itu mengetahui wajahnya.
"Kemana tujuanmu sekarang?" tanya Ming Mei dengan nada yang lembut.
Ming Mei kini sudah jatuh cinta kepada Bu Wanmei, dia ingin Bu Wanmei juga memasuki Akademi Langit Abadi bersama Ming Li Ling.
Ming Mei tahu jika Ming Li Ling tidak akan mau memasuki akademi tanpa kehadiran suaminya.
Sebab itu, Ming Mei berharap Bu Wanmei mau memasuki akademi, agar dia juga bisa selalu dekat dengannya.
Kedua mata mereka saling bertemu, disaat Ming Mei bertanya.
Dada Ming Mei merasa berdebar-debar ketika Bu Wanmei melihat dirinya.
"Aku tidak tahu. Mungkin aku akan mengikuti Ling'er kemana dia akan pergi." jawab Bu Wanmei dengan tangan kanan membelai rambut Ming Li Ling.
Ming Li Ling sangat bahagia saat rambutnya dibelai dengan mesra, itu membuat Ming Mei sedikit cemburu.
Tetapi Ming Mei juga senang, jika Bu Wanmei mengikuti adiknya ke akademi.
"Bagaimana kalau kamu memasuki akademi bersama dengan Ming Li Ling?" tanya Ming Mei dengan penuh semangat, dia mengembangkan senyuman manis.
"Kakak, Bu Wanmei belum berusia 15 tahun, apa dia bisa masuk ke akademi?" sela Ming Li Ling sebelum Bu Wanmei berbicara, sambil melepaskan pelukannya dan berganti memeluk lengan kanan Bu Wanmei.
"Ke ke ke, adik ku, walau aturannya mengharuskan minimal usia 15 tahun untuk bisa mendaftar, bukan berarti akademi tidak menerima bakat jenius seperti Bu Wanmei, yang kekuatannya..."
Ming Mei terkekeh mendengar pertanyaan adiknya, dan menjelaskan perihal keuntungan memiliki kekuatan seperti Bu Wanmei, tetapi dia berhenti berbicara saat memeriksa basis kultivasi Bu Wanmei.
Ming Mei terkejut karena tidak bisa melihat kekuatan Bu Wanmei, bahkan dengan persepsinya, Ming Mei gagal merasakan aura kekuatan Bu Wanmei.
"Bu Wanmei, berada di tingkat apa kekuatanmu sekarang?" tanya Ming Mei yang menjadi penasaran dengan kekuatan Bu Wanmei.
Ming Mei yakin jika kekuatan Bu Wanmei melebihi dirinya, jika tidak, tidak mungkin Bu Wanmei mampu melawan pemimpin Serigala Putih dan kawanannya dengan mudah.
Bu Wanmei sudah tahu kekuatan Ming Mei, dan tahu jika Ming Mei seorang Alchemist, saat mencium bau ramuan pil keluar dari tubuh Ming Mei seperti dirinya.
Sebab itu, Ming Li Ling selalu memeluk Bu Wanmei karena aroma harum dari tubuh Bu Wanmei, selain itu dirinya juga sangat merindukan Bu Wanmei.
"Menurutmu, berada di tingkat apa kekuatan ku sekarang?" Bu Wanmei balik bertanya sebelum menjawab pertanyaan Ming Mei.
"Apa kamu sudah berada di tingkat Raja?" kini Ming Mei yang balik bertanya dengan tangan kiri menopang tangan kanannya, sembari jari telunjuk menyentuh bibirnya.
"Dimana Ling'er berada disitu aku berada. Menurutmu, aku harus bagaimana?"
Ming Mei menjadi cemberut saat Bu Wanmei tidak mau memberitahukan basis kultivasinya, malah selalu balik bertanya kepadanya.
Ming Li Ling yang melihat mereka berdua saling bertanya menjadi tersenyum.
"Kak, disaat suami ku baru usia 1 tahun, kekuatannya sudah berada pada tingkat Master level 9. Selama 11 tahun ini, berapa banyak peningkatan kekuatan suami ku saat ini?" Ming Li Ling kini yang ikut bertanya, yang semakin membuat Ming Mei semakin cemberut.
"Sudahlah!,"
Ucap Ming Mei dengan melambaikan tangannya kedepan karena kesal, dan kembali berbicara.
"Anggap saja kekuatanmu sekarang sudah pada tingkat Raja. Jika kamu ingin dekat dengan adik ku, maka kamu harus menyembunyikan tingkat kekuatanmu. Untuk sisanya biarkan aku yang mengaturnya!," Ming Mei langsung membuat pengaturan untuk Bu Wanmei dan Ming Li Ling.
Bu Wanmei dan Ming Li Ling hanya menganggukkan kepala, dan tidak menolak pengaturan Ming Mei.
Tiba-tiba Ming Mei terbersit di pikirannya, dengan senyuman manis.
"Oh, iya, lebih baik jika kamu menjadi murid khusus, selain menjadi murid dalam, kamu juga bisa menjadi murid magang ku! Dengan begitu, kalian tidak akan mendapat intimidasi dari sesama murid dalam maupun murid inti, bagaimana?" Ming Mei mengutarakan rencananya untuk mereka berdua, dan bertanya kepada mereka.
"Terserah kakak, selama ada suamiku di sisi, aku akan selalu mengikuti rencanamu!" jawab Ming Li Ling dengan lugas, didalam pikirannya hanya ingin selalu dekat dengan Bu Wanmei.
Ming Li Ling tidak perduli dengan hal yang lainnya, karena selama 11 tahun ini, dia selalu merindukan suaminya yang menghilang.
Selama 11 tahun, Ming Li Ling selalu berlatih dengan keras walau usianya saat itu belum cukup untuk berkultivasi.
Keinginannya untuk menjadi kuat, hanya untuk mencari keberadaan Excel Shimo yang menghilang entah kemana.
Berkat semangat itu, Ming Li Ling menjadi sosok gadis yang jenius di Klan Ming dan mampu bersaing dengan Ming Mei.
"Aku juga demikian, lakukan sesuai rencanamu!" jawab Bu Wanmei yang juga mengikuti rencana Ming Mei.
Mendengarkan persetujuan mereka berdua, Ming Mei menjadi senang dan buru-buru mendekati Bu Wanmei.
Ming Mei segera melingkarkan tangannya ke lengan kiri Bu Wanmei.
Melihat perlakuan kakaknya yang menjadi intim seperti dirinya, Ming Li Ling tidak merasa cemburu, bahkan dia merasa senang jika Ming Mei juga menyukai suaminya.
"Baiklah, kita akan segera kembali ke Akademi Langit Abadi. Sesampainya disana, kalian berdua akan aku ajak untuk mengikuti ujian masuk akademi. Dengan kehadiran ku, proses ujian itu tidak akan memperlambat kalian!" ujar Ming Mei dengan percaya diri.
Mereka bertiga segera menemui Li Bo dan ketiga rekannya yang lain.
Melihat kedatangan Ming Mei dan Ming Li Ling, membuat keempat murid itu cemburu.
Terlihat sorot matanya memendam rasa benci dan dendam kepada Bu Wanmei, apalagi kedua wanita itu memeluk erat kedua lengan Bu Wanmei seperti pasangan suami isteri.
"Ayo kita kembali!" titah Ming Mei yang kini nada suaranya kembali dingin dan serius.
Bhuzhhhh...
Ming Mei mengeluarkan artefak kapal angkasa tingkat Bumi dari cincin dimensinya, kapal angkasa itu melayang 1 meter di atas permukaan tanah.
Dari bentuk kecil, artefak kapal angkasa segera membesar, panjangnya 12 meter dan lebarnya 6 meter.
Segera Ming Mei naik keatas kapal angkasanya, disusul Bu Wanmei, Ming Li Ling dan keempat rekannya yang masih cemburu dengan sosok pria bertopeng.
Ming Mei dan Ming Li Ling tidak memperdulikan dengan sikap keempat orang itu, sikap mereka berdua dingin dan acuh tak acuh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 478 Episodes
Comments
Aru Lauje
pergi bersama
2024-12-29
0
XiaoAriya
Gasalah sih🗿
2024-07-11
0
Rhakean Djati
+ macho. Mata Chopet.hehehee
2024-03-22
0