Chapter 9 Subuh Berdarah.
Mendengarkan ucapan Xiu Zhu, Mu Jin dan Ming Lai bertukar pandangan.
"Hahaha...!"
Sontak kedua orang itu tertawa terbahak-bahak melihat kepolosan Xiu Zhu, semua orang juga ikut tertawa. Xiu Zan sebagai ibunya, hanya menutup mulutnya dengan tangan karena ingin ikut tertawa.
"Hahaha! Tidak masalah, itu bisa diatur!" jawab Mu Jin yang masih sedikit tertawa.
"Hari yang baik sebagai ikatan pernikahan masa depan Excel Shimo, Ming Li Ling dan Xiu Zhu, karena itu mari kita rayakan kebahagiaan ini!" Ming Lai mengangkat cawan keatas untuk bersulang.
"Hari yang baik dan bahagia selamanya."
Serentak semua pria dan wanita ikut bersulang, dengan mengangkat cawan mereka kedepan dengan kedua tangan.
Malam ini adalah hari yang membahagiakan, anak-anak menari-nari dengan memutari api unggun, dengan iringan suara musik tradisional yang dimainkan beberapa wanita desa.
Para penjaga juga ikut berbahagia dengan mengikuti anak-anak yang menari-nari dengan tertawa.
Aroma minuman beralkohol segera tercium di setiap hidung semua orang.
Excel Shimo juga mencoba rasa minum yang beralkohol itu, "mm! Sedikit pahit dan panas di leher dan dada!" gumam Excel Shimo saat merasakan minuman beralkohol itu, dan tetap meneguk minuman keras.
"Hahaha! Nak, nanti kamu bisa mabuk!" ucap Mu Jin yang mulai terlihat mabuk, dia melihat Putranya yang ingin mencoba minuman keras.
"Biarkan dia mabuk, sebagai laki-laki dia harus merasakan yang namanya minuman pria sejati ... Hahaha!" Ming Lai juga ikut menimpali ucapan Mu Jin, dia tertawa terbahak-bahak karena sudah terpengaruh minuman keras.
Sebagai seorang kultivator tingkat di atas Master, seharusnya mampu menetralisir racun yang terkandung di dalam minuman keras.
Namun, Ming Lai sengaja tidak melakukannya karena ini hari yang bahagia, ia ingin merasakan perasaan mabuk ketika dia masih muda dulu.
"Shimo, jangan minum terus, nanti kamu mabuk, loh!" ujar Xiu Zhu saat Excel Shimo terus mencoba minuman keras.
"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja, Zhu'er!" jawab Excel Shimo dengan menatap wajah Xiu Zhu, dan mengalihkan pandangan untuk melihat Bibi Ju Hua yang sedari tadi melihat dirinya.
Mendengarkan Excel Shimo memanggil namanya dengan cara yang lebih akrab, membuat Xiu Zhu menjadi malu dengan menundukkan kepalanya sembari memainkan jari-jarinya.
"Shimo, ayo makan ini!" Ming Li Ling yang tidak ingin ketinggalan untuk mencari perhatian, segera memotong daging Serigala Malam, dan menyuapi Excel Shimo.
"Nyam... Nyam...! Terima kasih, Ling'er!" kata Excel Shimo setelah selesai mengunyah makanan.
"Sama-sama!" jawab Ming Li Ling yang juga senang dengan panggilan akrab dari calon suaminya.
Malam semakin larut dan iringan musik telah berhenti, para pria telah banyak yang tertidur karena terlalu banyak minum-minum, dan kebanyakan wanita telah kembali ke tempatnya masing-masing, sebagian menggendong anak-anaknya untuk dibawa kembali.
Xiu Zhu dan Ming Li Ling sudah tertidur di paha Excel Shimo, dengan air liur membasahi pahanya. Excel Shimo yang setengah mabuk, ingin berdiri, tapi niatnya dia urungkan karena merasa kasihan dengan kedua calon isterinya.
"Ayo, kita masuk. Ju Hua, kamu gendong Putri Ming Lai ke gerbongnya!" ajak Chu Ju kepada Excel Shimo dan meminta Ju Hua untuk mengantar Ming Li Ling.
"Baik. Aku akan menyusul kalian!" jawab Ju Hua dengan mengangkat Ming Li Ling dan menggendongnya.
"Apa aku boleh tidur dengan kalian?" tanya Xiu Zan yang ingin tidur bersama dengan Chu Ju dan Excel Shimo.
"Tidak masalah, kita bisa berbagi ranjang bersama!" jawab Chu Ju yang tidak keberatan jika Xiu Zan tidur bersama-sama. Pikirnya, dia bisa merapatkan ranjang yang kosong menjadi satu
Segera Xiu Zan mengendong putrinya, dan akhirnya Excel Shimo bisa berdiri dengan paha sedikit kesemutan.
Excel Shimo melihat kearah ayahnya, Ming Lai, Ming Li dan Ming Kwong yang sudah tertidur pulas akibat minuman keras.
"Kenapa perasaan ku tidak enak!" batin Excel Shimo saat melihat pemimpin kamar dagang Ming yang tampak tertidur pulas dengan memegang cawan kosong.
"Hah! Mungkin pengaruh minuman keras!" sekali lagi Excel Shimo menepis perasaan yang selalu mengganjal di hatinya, sejak Ming Lai mengikat pernikahan antara dia, Ming Li Ling dan Xiu Zhu.
"Ada apa, Nak?" tanya Chu Ju yang merasa aneh dengan tingkah laku putranya yang terus memandangi pemimpin kamar dagang Ming.
"Tidak ada apa-apa, Bu. Mungkin aku belum pernah minum-minum, jadi sedikit pusing kepala ini!" jawab Excel Shimo yang tersadar dari lamunannya, dan sedikit berbohong tentang firasat buruk yang sedari tadi mengganggu pikirannya.
"Hahaha! Nak, ini sudah hal biasa terjadi untuk pertama kali meminum minuman keras. Setelah kamu tidur, semua kondisimu akan pulih seperti semula!" ujar Chu Ju yang sedikit ketawa melihat reaksi putranya yang memegangi kepala.
"Ayo kita beristirahat, agar kamu bisa segar kembali!" ajak Ju Hua yang sedang berjalan ke arah mereka
Lalu ia berjalan mengikuti Ibunya, demikian juga dengan Ju Hua. Sesampainya di dalam kediaman Chu Ju, mereka menggeser ranjang yang jarang di pakai tidur oleh Mu Jin untuk menjadi satu, agar ranjang bisa ditempati 5 orang.
Excel Shimo segera melepaskan pakaiannya dan hanya menyisakan celana pendek yang baru di belikan oleh Ju Hua, setelah itu dia naik ke ranjang tanpa harus diperintah oleh ibunya.
Xiu Zan membaringkan Putrinya di pinggir ranjang, dia tidak kuatir jika Putrinya terjatuh, karena Xiu Zhu terlindungi oleh dinding kayu.
Melihat Ju Hua yang lebih dulu tidur disebelah Putranya, Chu Ju hanya menghela nafas, dan merelakan tempat favoritnya diambil oleh Ju Hua. Sedangkan sisi yang lain telah ditempati oleh Xiu Zan yang sudah memejamkan matanya. Mau tidak mau, Chu Ju hanya bisa tidur dipinggir Ju Hua, dan berlahan menutup mata.
Ketiga wanita itu sebenarnya juga setengah mabuk, karena itu mereka dengan mudah tertidur. Excel Shimo yang setengah tertidur, mengeluarkan aroma feromon saat merasakan sesuatu yang kenyal dan lembut milik Xiu Zan yang menempel di lengannya.
Naluri binatangnya segera membangkitkan tongkat Excel Shimo yang tertidur, dan aroma feromon yang keluar dari tubuhnya itu seperti afrodisiak memasuki hidung keempat wanita diranjang itu, walau mereka berempat telah tertidur.
Aroma itu memasuki hidung dan memicu otak mereka untuk melakukan hubungan terlarang di dalam mimpi...
Diluar kediaman Kepala Desa, suasananya begitu sepi. Mu Jin, Ming Lai beserta para pria masih tertidur dengan nyenyak.
Namun, secara berlahan Ming Lai membuka matanya, dan duduk dengan kedua mata memeriksa kondisi sekitarnya.
Setelah Ming Lai terbangun, satu per satu para pengawalnya juga ikut terbangun. Dan saling menganggukkan kepala ketika saling berpandangan.
Lalu, Ming Lai mengeluarkan senjatanya dan diikuti oleh semua pengawalnya. Ming Lai yang dekat dengan Kepala Desa Bunga, mengangkat pedangnya dan menebas leher Mu Jin.
Crazhhh....
Crazhhh...
Ming Li, Ming Kwong dan semua penjaga segera mengikuti pemimpinnya yang membunuh Mu Jin, segera para penjaga Desa Bunga di penggal satu per satu, tanpa mengeluarkan teriakan dari para penjaga.
Mu Liang juga terbunuh oleh Ming Li dengan memenggal lehernya. Setelah membantai para penjaga mereka memasuki setiap pondok penduduk desa, dan mereka juga membantai semua wanita, orang tua dan anak-anak tanpa pandang bulu.
"Jangan biarkan siapapun hidup-hidup!" perintah Ming Lai kepada Ming Li dan semua bawahannya.
"Bagaimana dengan Shimo itu?" tanya Ming Lai kepada pemimpin kamar dagang Ming.
"Bunuh. Jangan biarkan macan kembali ke hutan!" titah Ming Lai dengan tegas.
Ming Lai tampak tidak peduli dengan kehidupan Desa Bunga, dia dengan kejam membantai siapapun. Ming Li hanya bisa menuruti saja perintah pemimpin kamar dagang Ming, walau dirinya sangat menyayangkan jika Excel Shimo dibunuh begitu saja.
Crazhhh...
Crazhhh...
Aroma darah segera tercium oleh Excel Shimo, dan segera semua inderanya memberikan sinyal marabahaya. Dengan tergesa-gesa ia bangun dari ranjang setelah bercinta dengan Xiu Zhu.
"Ada apa ini, kenapa perasaan ku tidak menyenangkan!" batin Excel Shimo dengan melangkah keluar.
Excel Shimo yang tidak mengetahui musuhnya yang melewati pintu belakang, dia buru-buru membuka pintu depan, dan keluar dari kediaman Kepala Desa.
Disaat Excel Shimo telah keluar, terlihat Ming Li masuk dari pintu belakang, dan melihat 3 wanita yang setengah telanjang dan 1 gadis kecil yang juga setengah telanjang.
Crazhhh ... Crazhhh ... Crazhhh ...
Ming Lai langsung menebas leher semua wanita dan termasuk calon isteri Excel Shimo. Saat melakukan itu, Ming Li tidak merasa kasihan dan seperti iblis yang terbangun dan membunuh apapun yang dia lihat.
"Ahhh!?" Excel Shimo berteriak marah saat melihat banyak orang yang dibunuh oleh pemimpin kamar dagang Ming, termasuk syah dan juga pamannya.
"Sialan, bunuh dia!" perintah Ming Lai kepada pengawalnya saat mendengar teriakan Excel Shimo.
Excel Shimo yang menangis dan berteriak, segera menundukkan kepala saat merasakan desiran angin dari sampingnya.
Swinggg...
Pedang Ming Li meleset dari leher Excel Shimo saat dirinya menyerang dari belakang, jika Excel Shimo terlambat menghindari, sudah dipastikan kepalanya akan terlepas dari tubuhnya.
"Sialan?!"
Umpat Ming Li saat dirinya gagal membunuh Excel Shimo dengan sekali tebas. Sedangkan Excel Shimo telah menjauhi beberapa langkah menatap tajam kearah Ming Li.
Tubuh Excel Shimo bergetar hebat saat melihat pedang yang berlumuran darah, apalagi Ming Li baru keluar dari dalam pondok ayahnya.
Excel Shimo sudah yakin jika Ming Li telah membunuh Chu Ju, Ju Hua, Xiu Zhu dan Xiu Zan.
Mata Excel Shimo yang berwarna hitam dan putih berbentuk Yin dan Yang, kini telah berubah merah darah, bisa dipastikan Excel Shimo sangat marah.
"War Clock!" teriakan Excel Shimo dengan mengaktifkan jubah perangnya.
Seketika kalung milik Excel Shimo bercahaya, dan cahayanya menyelimuti seluruh tubuhnya. Cahaya itu menyilaukan mata Ming Li dan semua pengawal yang telah mengepungnya.
Mereka menutupi matanya dengan tangan, sambil mengintip apa yang akan terjadi dengan Excel Shimo. Ming Lai segera mendekati kediaman Kepala Desa Bunga saat melihat cahaya yang terang.
"Ka--"
"Kalian semua akan mati!" ucap Excel Shimo kepada semua pembunuh keluarganya, sebelum Ming Lai berbicara.
"Kamu, bawa gerbong kereta segera menjauhi dari sini, dan tunggu kita di luar gerbang Desa Bunga!" perintah Ming Lai kepada pengawalnya.
"Segera, Pemimpin."
"Kamu ingin membunuh kami semua? Hahaha! Bayi, lihat situasi mu saat ini! Walaupun kamu menggunakan perlengkapan perang, tidak mungkin mampu melawan kita!" timpal Ming Li yang menganggap Excel Shimo terlalu melebih-lebihkan kemampuannya.
"Bunuh dia sebelum mentari keluar!" titah Ming Lai kepada seluruh bawahannya.
Wushhhh... Wushhhh
Segera semua bawahannya menyerang Excel Shimo. Excel Shimo mengeluarkan dua pisau yang panjangnya 30 sentimeter, dan memasang kuda-kuda dengan membalikkan kedua pisaunya kesamping.
Saat pedang musuhnya ingin menebasnya dari depan, Excel Shimo sedikit menggeser tubuhnya, dan tangan kanannya yang memegang pisau, dia hunuskan pisaunya ke tengkuk leher pengawal yang menyerang.
Jleb...
"Arghh!!"
Pisau itu menembus hingga ke leher depan, dan teriakan pengawal itu adalah tanda Akhir hidupnya. Tidak berhenti disitu, Excel Shimo dengan lincah menghindari semua pengawal dengan mudah, dan menyerang balik yang mampu membunuh mereka.
Tingkat Disciple tidak mungkin mampu melawan tingkat Master level 9, apalagi Excel Shimo akan segera menerobos ketingkat Grand Master level 1.
Excel Shimo memanfaatkan postur tubuh kecilnya, dengan bergerak lincah seperti kera yang menunggangi punggung para pengawal itu. Setelah membunuh pengawal dengan menancapkan pisau di tengkuk leher, Excel Shimo segera melompat ke tanah dan menghindar saat pedang musuhnya akan mengenainya.
Jlebb... Akhhhh... Brukkkk
Satu demi satu pengawal setingkat Disciple meregang nyawa di tangan Excel Shimo, setiap teriakan para pengawal adalah akhir hidupnya.
Melihat satu per satu bawahannya mati, Ming Lai segera memerintahkan bawahannya, yang memiliki kekuatan tingkat Master level 1 hingga level 9 untuk menyerang Excel Shimo.
"Kamu semua segera bunuh dia. Kalian mundur!" perintah Ming Lai kepada bawahannya.
Segera pengawal yang tadi masih menyerang Excel Shimo mulai mundur, dan tingkat Master yang berjumlah 20 orang segera menyerang Excel Shimo.
Wushhhh... Wushhhh
"Ha ... Ha ... Ha" Excel Shimo sedikit terengah-engah setelah membunuh 21 pengawal setingkat Disciple.
Sorot matanya menatap tajam kearah musuh-musuhnya, dan selalu mewaspadai adanya serangan menyelinap dari Ming Li dan Ming Kwong. Kedua orang itu melipatkan tangannya di dada, sembari menikmati pertunjukan Excel Shimo yang bertarung dengan para anggotanya.
"Sayap Dao Qi!" ucap Excel Shimo yang mengeluarkan teknik pasif, segera sepasang sayap transparan berwarna kebiru-biruan keluar dari punggungnya.
Bhuzhhhh... Wushhhh...
Excel Shimo segera terbang langit dengan sangat cepat, tanpa menunggu reaksi musuh-musuhnya. Ming Lai, Ming Li dan Ming Kwong tercengang saat melihat sepasang sayap muncul dipunggung Excel Shimo.
"Astaga!! Dia memiliki sayap!" Ming Lai terpesona dengan sayap yang dimiliki oleh Excel Shimo, dan terlihat dia sangat menginginkan sayap itu.
"Gunakan pedang terbang!" perintah Ming Lai kepada bawahannya.
Pedang terbang adalah artefak yang berbentuk pedang, selain bisa digunakan untuk bertarung, pedang itu juga mampu melayang di udara dengan mengalirkan energi Qi pada pedang sebagai bahan bakarnya.
Pedang terbang biasanya di miliki oleh kekuatan dibawah kekuatan tingkat Raja, yang belum mampu terbang dengan memanipulasi udara.
Excel Shimo yang melayang di udara, segera mengganti senjatanya dengan panah, panah yang sama untuk membunuh pemimpin bandit Bajing Loncat. Excel Shimo langsung membidik sasarannya yang berjumlah 20 orang, yang sedang terbang menuju kearahnya.
"Panah Bayangan, 100 Anak Panah!"
Excel Shimo mengeluarkan skill keduanya dari teknik Panah Bayangan.
Xiu ... Xiu ... Xiu
100 anak panah segera melesat kebawah, setelah bermunculan di belakang Excel Shimo, dan menyerang ke arah 20 bawahan Ming Lai.
"Awas--"
Jlebb ... Jlebb
Boom ... Boom ... Boom
"Akhhhh ... Akhhhh ... "
Teriakan menggema di langit saat 100 anak panah menghujani tubuh 20 bawahan Ming Lai, setelah sebagai para bawahan itu terkena, tubuh mereka langsung meledak dan langit berubah menjadi hujan darah.
Walaupun sebagian pengawal mampu menangkis anak panah itu, mereka tetap saja terkena dampak ledakan energi dari anak panah itu, dan tubuh mereka terpental hingga terlepas dari pijakan pedang terbang.
Tubuh mereka dengan cepat terjatuh kebawah, karena tidak mendapatkan pijakan lagi dari pedang terbang.
"Sialan ...!" Ming Li dan Ming Kwong mengumpat secara bersamaan, dan segera bergerak menyelamatkan para pengawalnya yang terjatuh seperti batu yang di lempar keatas.
"Bajingannnn?!"
Wushhhh
Ming Lai sangat marah saat melihat bawahan setingkat Master satu per satu dihujani anak panah, dia tanpa pedang terbang ternyata mampu memanipulasi udara agar dirinya bisa terbang bebas.
"Tingkat Raja!" gumam Excel Shimo yang mulai ketakutan saat melihat Ming Lai terbang menuju ke arahnya dengan sangat cepat
"Panah Bayangan, 100 Anak Panah!"
Xiu ... Xiu ... Xiu ...
Sekali lagi Excel Shimo mengeluarkan tekniknya dan tergetnya kali ini adalah pemimpin kamar dagang Ming. Melihat banyaknya anak panah, Ming Lai segera menyelimuti tubuhnya dengan energi Qi sebagai perisai.
"Bodoh, itu tidak akan mempan padaku. Ledakan Tinju !" ledek Ming Lai kepada Excel Shimo yang menyerangnya dengan teknik yang sama, dia juga segera mengeluarkan tekniknya.
Teknik Ledakan Tinju itu segara melesat keatas, saat 100 anak panah melesat ke bawah, tinju itu berubah menjadi kepalan tangan yang sangat besar.
Bam ... Bam ... Bam
Gemuruh ledakan menggema di langit saat Ledakan Tinju berbenturan dengan 100 anak panah. Ming Lai terus meningkatkan kecepatan tanpa berhenti, saat ledakan dua energi Qi saling berbenturan menciptakan asap putih.
Wushhhh
"Oh, tidak--!" Excel Shimo terkejut saat Ming Lai sudah berjarak 2 meter di atas kepalanya.
"Bocah, mati kamu!" tanpa menyia-nyiakan kesempatan, kepalan tangan kanan Ming Lai menghantam kepala Excel Shimo yang dilindungi perisai War Clock miliknya.
Bammm ...
"Akhhhh!!"
Wushhhh ... Boom ... Boom
Tubuh kecil Excel Shimo terhempas ke bawah, saat kepalan tangan Ming Lai menghantam kepalanya. Tubuh kecil Excel Shimo yang melesat ke bawah segera menghantam banyak pepohonan dan terpental berkali-kali.
"Sial, kuat sekali itu perlengkapan perangnya!" gumam Ming Lai saat matanya melihat kepalan tangannya sedikit berdarah dan gemetar, ia merasakan nyeri di tangannya.
Lalu sorot matanya menatap tajam kearah dimana Excel Shimo terjatuh, dan banyak pepohonan yang tumbang disekitarnya.
Wushhhh
Ming Lai segera menyusul Excel Shimo karena ingin memastikan kondisi musuh yang membahayakan di masa depan, jika Excel Shimo mati, maka ia akan menyerap ingatan dari Excel Shimo demi sayap dan teknik panahnya.
Tap... Boom
Tap ... Tap
Ming Lai segera mendarat di tanah dan menghancurkan pepohonan yang menimbun Excel Shimo, di belakangnya juga telah datang Ming Li, Ming Kwong dan beberapa bawahan yang masih hidup.
"Sialan, kemana dia!" umpat Ming Lai saat tidak melihat mayat ataupun tubuh Excel Shimo yang telah dipukul.
"Cepat kalian cari di sekitar, aku yakin dia tidak akan bisa lari jauh setelah terkena pukulan ku!" titah Ming Lai kepada bawahannya.
Tanpa menjawab semua bawahannya segera mencari keberadaan Excel Shimo yang tiba-tiba menghilang. Ming Lai juga melepaskan kesadarannya untuk melacak keberadaan Excel Shimo.
"Bajingan ini ...!" sekali lagi Ming Lai mengumpat kesal karena tidak menemukan jejak Excel Shimo.
Setelah mencari selama 1 dupa, Ming Li, Ming Kwong dan beberapa bawahan telah mencari keberadaan Excel Shimo, tetapi mereka masih tidak menemukan apapun, bahkan jejak Excel Shimo tidak mereka lihat.
"Pemimpin, kami tidak menemukannya!" lapor Ming Li kepada Ming Lai.
"Sial, jika dia hidup, dia akan merusak rencana ku?! Ming Kwong, segera sewa pembunuhan bayaran Gagak Hitam untuk membunuh Shimo, berapapun harganya bayar saja!"
Ming Lai sangat marah dengan nada membentak, saat menerima laporan dari bawahannya, dia segera memerintahkan Ming Kwong untuk menyewa pembunuh bayaran yang terkenal jitu dalam membunuh targetnya, dan bergerak cepat saat menerima pekerjaan dari siapapun asal bayarannya sesuai.
Organisasi Gagak Hitam adalah organisasi tersembunyi, hanya orang-orang tertentu yang mengetahuinya. Gagak Hitam sangat handal dalam menyelesaikan tugas dari siapapun, tetapi harus membayar mereka dengan sangat mahal sesuai tingkat kesulitannya.
Tidak ada kegagalan dalam kamus dari organisasi Gagak Hitam, pemimpin Gagak Hitam sangat misterius dan hanya para pemimpin di wilayah Kerajaan Han yang pernah bertatap muka dengannya.
"Baik, Pemimpin."
Segera Ming Kwong kembali ke Desa Bunga untuk mengambil kudanya.
"Kalian bakar habis Desa Bunga, jangan tinggalkan bukti apapun. Sekalian kalian awetkan tubuh pemimpin bandit Bajing Loncat itu, dan mayat itu akan berguna saat waktunya tiba!" perintah Ming Lai kepada seluruh bawahannya.
(Author : Khusus bab 9, total 2894 kata, karena bab dewasanya gagal seleksi. Saya harus membuang 1 bab, dan memfilter kata-kata yang bisa saya selamatkan 😂. Semoga kita semua sehat selalu. Jangan lupa tinggalkan jejak ya sobat. Salam Santun, Sersan dan jangan lupa, kopi mana kopi😂😂)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 478 Episodes
Comments
Aru Lauje
banjir darah
2024-12-29
0
XiaoAriya
Bjir alkoholnya terbuat dari apa, bahkan magma pun ga terasa panas bagi Excel /Facepalm/
2024-07-11
0
Rhakean Djati
waduh. kacau ini. malah mendukung anak teler.
2024-03-22
0