Shu Xiansha benar-benar kehabisan kata-kata dan sangat menyesali keputusan yang ia buat untuk datang ke Bintang Sheng, dengan harap bisa membunuh Long Xia Yun. Namun ternyata, ia yang menjadi mangsa di hadapan 5 Naga.
Kendati sudah berada di ujung tanduk, Shu Xiansha bisa mengembalikan ketenangannya. Ia mengangkat tangan kanannya memperlihatkan Plat Hitam Tengkorak.
Plat Hitam Tengkorak adalah Artefak Ilahi yang Shu Xiansha terima dari Kaisar Kematian atau Diyu Maozang.
Plat Hitam Tengkorak ini mampu mengirimkan sinyal pada Kaisar Kematian secara langsung, atau memanggil siluetnya untuk bertarung.
Cara mengaktifkannya juga cukup sederhana, hanya perlu mengalirkan energi spiritual agar mampu digunakan berulang kali. Namun memiliki kelemahan apabila pecah.
Lin Zhian yang melihat itu tidak tinggal diam saja. Meski ia ingin memberi tahu pada Alam Semesta jika Dewa Pedang dan Kematian telah bangkit kembali, namun belum waktunya.
Ia mendorong kembali gagang pedang dan memperlihatkan sedikit bilah pedang. Seketika itu juga fluktuasi energi spiritual berkumpul di tangan Shu Xiansha dan mulai memotong lengan kanan Shu Xiansha menjadi ratusan bagian, bersamaan dengan Plat Hitam Tengkorak.
"Shu Xiansha, aku memang ingin melawan Diyu Maozang lagi. Tapi ini belum waktunya, tidak menyenangkan jika hanya melawan siluet yang kekuatannya tidak sampai lima persen."
Shu Xiansha merintih kesakitan saat lengannya terputus. Harapannya untuk bertahan hidup sudah pupus saat Plat Hitam Tengkorak dihancurkan dan tidak lagi berfungsi. Sekarang, ia benar-benar akan mati dan tidak mungkin bisa selamat dari kepungan 5 Naga.
Bawahan yang ia bawa juga tidak berguna sama sekali. Kekuatannya yang Huangdi tahap Akhir menjadi tidak berarti di sini, dan anehnya mengapa 5 Naga ini tidak terkena larangan dari Bintang Sheng.
Yan Xue yang berada di kejauhan terdiam, kemudian menghilangkan perubahan Tubuh Suci. Ia merasa sia-sia dan kekuatannya masih terlalu jauh dari cukup untuk dapat membantu Lin Chen.
Ketika Yan Xue tertunduk sedih, ia mulai merasakan hangat. Ia mendongak dan menoleh ke kanan, melihat Lin Chen yang sudah berada di sampingnya. Tidak, lebih tepatnya Yan Xue yang berpindah ke samping Lin Chen.
"Setelah semua ini selesai, aku akan membantu Xue'er menembus Immortal God."
Yan Xue bersandar di bahu Lin Chen. "Terimakasih, Gege."
Lin Chen tersenyum tipis dan mendongak menatap Long Xia Yun yang berada di seberang. Ia bisa merasakan kemarahan dan kebencian Bibinya terhadap Shu Xiansha. "Bibi, aku akan menyerahkannya pada Bibi. Anggap saja sedang membalaskan dendam Paman Ho."
Long Xia Yun tersentak dan merasa kurang dewasa karena bisa-bisanya memperlihatkan emosi di depan Lin Chen. Ia menarik napas berulang kali dan menenangkan pernapasan serta ketenangan dirinya. "Katakan, berapa banyak yang mengejar Ho Liiu Yaoshan?" Ia menatap tajam Shu Xiansha.
Shu Xiansha menggertakkan seraya mencengkeram erat tangan kirinya, dan berusaha meregenerasi tangan kanannya yang terputus, meski tidak ada perubahan sedikit pun. Ia mendongak menatap Long Xia Yun. "Lebih baik aku mati daripada harus memberitahukannya padamu!—"
"Aku tahu!" Salah seorang bawahan Shu Xiansha mengangkat tangan kanannya. "Asal kau memaafkan perbuatan kami!"
"Tentu." Long Xia Yun menganggukkan kepalanya.
Shu Xiansha sangat kesal dan melepaskan serangan pedang hitam ke arah pemuda berambut merah.
Bang!
Dentuman keras terdengar saat pedang hitam membentur pelindung milik Long Xia Yun yang melindungi pemuda berambut merah panjang, mata merah, telinga runcing dan taring tajam.
Pemuda itu menyilangkan kedua lengan di depan wajahnya, mencoba menahan serangan dari Shu Xiansha. Ia menurunkan kedua lengannya, kemudian mengalihkan perhatiannya pada Long Xia Yun. "Galaxy Zhongyang, mengirim lima Huangdi dan lima puluh Yuzhao. Ada juga salah satu Penatua dari Ras Macan Putih tingkat Tongzhi yang baru menembus."
"Sepertinya, mereka juga masih berjaga di Bintang Dongjie untuk membunuh Ho Liiu Yaoshan saat keluar nanti."
Long Xia Yun mengangguk kecil dan hanya diam tanpa bersuara lagi. Informasi itu sudah lebih dari cukup baginya, dan membuatnya semakin ingin pergi meninggalkan Bintang Sheng. Namun, masih terlalu awal untuk pergi, karena mereka baru tiba beberapa hari di sini.
"Apa yang direncakan Diyu Maozang?" Kali ini giliran Lin Zhian yang menginginkan informasi. Sudah sangat lama semenjak terakhir kali ia bertemu dengan Diyu Maozang.
Pemuda itu terdiam sejenak dengan kepala tertunduk, seperti enggang untuk memberitahukannya. "Yang Mulia Kaisar Kematian, aku hanya mendengar dari rumornya saja. Dia berencana untuk— Ugk!"
Pemuda itu berhenti berucap dan mata merahnya mulai mengeluarkan darah. Ia mencekik lehernya sendiri sampai kehabisan napas, bahkan entah bagaimana Inti Jiwanya juga terkena dampak hingga hancur.
Karena Inti Jiwanya telah hancur, pemuda itu terjatuh dari ketinggian dan menghantam daratan.
Bukan hanya satu saja, 99 Yuzhao yang lain juga mulai mencekik lehernya sendiri dan terlihat darah yang mengalir dari kedua mata mereka. Badan mereka mulai membesar seperti balon yang terus terisi angin, hingga sampai titik di mana tidak mampu menahannya lagi dan meledak.
Hanya tersisa Shu Xiansha yang berada di tengah-tengah sedang mengangkat tangan kirinya di depan dada, dengan jari telunjuk dan tengah menghadap ke langit. "Hahahaha! Tidak ada informasi yang bocor! Kalian semua, Yang Mulia Kaisar Kematian akan membunuh kalian!"
Tubuh Shu Xiansha terus membesar seperti yang lain, yang kemudian meledak begitu saja tanpa meninggalkan jejak sama sekali.
Tidak ada yang khawatir saat Shu Xiansha meledakkan diri. Dampak ledakannya juga tidak terlalu kuat karena kekuatan kultivasinya yang turun.
"Hanya Shu Xiansha yang memiliki informasi mengenai Diyu Maozang." Long Xia Yun berucap memecah rasa penasaran yang lain. "Alam Bawah berencana untuk membuka Gerbang Dimensi, dan pindah ke Alam Semesta untuk membuat kekacauan ..."
"Target pertama mereka adalah Bintang Zhuyao."
Semuanya terdiam saat mendengar itu. Meski mereka membenci Long Ka Xiang atas semua tindakan yang diperbuat, tapi Bintang Zhuyao adalah kampung halaman dari Ras Naga.
Dari ini, mereka harus lebih cepat mengembalikan kekuatan untuk bisa pergi ke Bintang Zhuyao dan mengambil alih kekuasaan di sana, yang kemudian menghilangkan Alam Bawah.
Lin Chen duduk bersila di atas kepala Naga Emas. Ia sedang berpikir bagaimana cara untuk meningkatkan kekuatan selain dengan cara membunuh dan berkultivasi.
Ngomong-ngomong, Naga Emas panggilan tidak bisa lebih dari seribu mil. Tidak sepertiku yang bertranformasi, bisa mencapai sepuluh ribu mil dan terus bertambah. Kekuatannya juga sangat berbeda, Naga Panggilan lebih digunakan sebagai tunggangan, karena terbuat dari Energi Hukum penggunanya.
Lin Chen kembali mendongak menatap Long Xia Yun. "Bibi, apakah kita harus pergi ke Bintang Dongjie sekarang untuk menyelamatkan Paman Ho?"
Long Xia Yun menggeleng pelan dan menjawabnya, "Tidak. Untuk saat ini kita akan pergi ke Kota Abadi, Serikat Suci. Bibi ingin mencari informasi yang terekam di sana."
Lin Chen hanya menganggukkan kepala dan diam menanggapi balasan dari Long Xia Yun. Dengan kekuatannya yang sekarang juga masih terlalu cepat untuk meninggalkan Bintang Sheng.
Bintang Sheng adalah tempat teraman untuknya saat ini, sampai ia bisa menembus Yuzhao atau bahkan Huangdi.
"Saat aku dulu dikepung, apakah aku memanggil Naga Emas ataukah bertranformasi?"
"Transformasi," jawab Long Xia Yun yang mendekati Lin Chen menggunakan Naga Kuning. "Bertempur menggunakan Naga Panggilan hanya akan ditertawakan saat berada di Istana Naga."
Lin Chen mengalihkan perhatiannya pada Luo Yi untuk meminta kepastian, dan terlihat Luo Yi yang menganggukkan kepala.
Tanpa berbasa-basi lagi di sana, akhirnya 5 Naga memutuskan untuk kembali ke Profound Ark Naga.
Lima Naga itu menghilang saat mendekati Profound Ark, yang kemudian enam orang di sana mulai mendarat di dek depan.
Lin Chen menolehkan kepalanya melihat semua orang yang ada. "Aku akan memberikan kalian waktu dua jam untuk beristirahat, kemudian kita akan berlatih lagi. Aku akan memberikan energi spiritual yang sangat murni, sepuluh kali lipat dari sebelumnya ..."
"Seberapa banyak kalian meningkat, itu tergantung pada kemampuan kalian masing-masing."
Semua orang masih terdiam tak bisa berkata-kata ataupun menanggapi perkataan Lin Chen. Mereka masih terbayang akan peristiwa yang sangat menakjubkan tadi. Hingga belasan detik berlalu, mereka tersadar dari lamunan dan mulai menangkupkan kedua tangan. "Baik, Penguasa Alam Semesta!"
"Eh?" Lin Chen menaikkan sebelah alisnya saat mendengar balasan yang tidak biasa. Kemudian ia tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya.
Penguasa Alam Semesta, kah? Menarik.
...
***
*Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 270 Episodes
Comments
Durian Anget
omoshiroi
2024-07-22
1
Harman LokeST
selamat penguasa alam semesta
2024-03-29
0
Bakulgeblek
wkwkwkwkek....
2024-03-07
0