Lin Chen dan Yan Xue mengenakan pakaian modern yang dibelinya di Bumi dua tahun lalu. Ia mengenakan celana kain berwarna abu-abu, dan memakai kaus hitam polos dengan jaket biru yang terbuka.
Yan Xue sendiri mengenakan rok merah di atas lutut dan kaus kaki putih setinggi lutut. Mengenakan pakaian putih halus dan blazer panjang cokelat muda yang sejajar dengan rok yang dikenakan.
Yan Xue masih belum terbiasa dengan pakaian yang terbuka, karena sangat tidak nyaman saat tertiup angin.
"Apakah tidak nyaman?"
"Bu- Bukan begitu. Hanya saja, ini terlalu pendek dan dingin saat terkena angin, meski Xue'er sudah memakai celana lain di dalamnya." Yan Xue memegangi bagian belakang roknya yang sedikit terangkat.
Lin Chen melepas jaket yang ia kenakan, kemudian sedikit berlutut di depan Yan Xue untuk mengikat jaketnya di pinggang, agar bisa menutupi bagian belakang pinggang Yan Xue.
"Sudah ..." Lin Chen kembali berdiri seraya menepuk-nepuk kedua tangannya. "Ayo kita berangkat. "Kantor Pembelian."
Yan Xue mengangguk kecil dan berjalan bersebalahan dengan Lin Chen seraya menggandeng lengan kirinya.
Lin Chen melirik ke sekitar, mencoba mengetahui apakah ada yang ingin mencari masalah dengannya lagi. Namun sebanyak ia menyebarkan energinya, ia tidak menangkap adanya pergerakan aneh. Sepertinya hari ini cukup damai.
Kantor Pembelian tidak terlalu jauh dari Money Exchange, dan kebetulan mereka sudah berada di pusat kota karena beteleportasi.
Lin Chen baru menyadari bahwa semua fasilitas umum yang penting di sini selaku dijaga oleh petugas bersenjata selama 24 jam.
"Berhenti." Petugas berselangnya serba hitam, mengenakan baret merah dengan kacamata hitam menghentikan langkah Lin Chen. "Apa yang kalian inginkan?"
"Aku ingin membeli kapal perang. Aku memiliki uang yang cukup di dalamnya." Lin Chen memperlihatkan Kartu Penyimpanan yang ia dapatkan di Money Exchange setelah menukarkan Batu Roh.
Petugas keamanan itu terdiam tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan. Melihat dari Kartu Penyimpanan, harusnya pemuda di depannya bukan penduduk asli dari Bintang Sheng. Sebagai seorang keamanan, ia memiliki wewenang untuk mengusir. Namun entah mengapa, perasaannya mengatakan untuk membiarkannya masuk.
"Silakan masuk, tapi harus aku katakan, untuk membeli kapal perang, kau harus menyiapkan banyak Batu Roh atau Batu Sihir."
"Terimakasih." Lin Chen mengangguk kecil, kemudian berjalan memasuki pintu kembar yang terbuat dari kaca.
Ketika ia sudah masuk ke dalam, ia bisa melihat banyak sekali miniatur kapal perang maupun gambaran yang ada di dinding, serta rekaman yang tersiarkan pada hologram yang melayang di udara. Pengunjung di sini juga berbeda, tidak ada yang berasal dari bintang lain, dan semuanya mengetakan pakaian berkelas.
Perhatian para pengunjung tertuju pada Lin Chen yang datang mengenakan pakaian biasa, namun semua orang kembali fokus pada kegiatan masing-masing. Jika ini di Dunia Kultivator, mungkin mereka akan langsung mengusir Lin Chen.
"Ada yang bisa dibantu?" Wanita berambut hitam sebahu datang menghampiri Lin Chen.
Wanita itu mengenakan setelan kantor berwarna hitam, dengan rok hitam ketat di atas lutut. Ia juga mengenakan dasi berwarna merah yang tidak terlalu panjang.
"Apakah aku bisa membeli kapal perang?"
Wanita itu sedikit tertegun, kemudian mengangkat tangan kanannya dan menunjuk salah satu meja kosong. "Bagaimana kalau kita membahasnya di sana?" Ia berjalan menuju meja yang tidak jauh darinya.
Lin Chen berjalan mengikutinya dari belakang, bersama dengan Yan Xue di sampingnya.
Ketika sudah sampai di meja, mereka berdua disuguhkan dengan teh hijau segar yang merupakan teh berkualitas, yang biasanya akan disuguhkan saat Kultivator saling bertamu.
Wanita yang bernama Mayleen itu meneguk setengah cangkir berisikan teh, kemudian meletakkannya kembali di atas meja. Ia mendongak menatap Lin Chen dan berucap, "Jenis kapal perang yang bisa dibeli oleh penduduk asli dan Kultivator yang datang dari luar sangat berbeda ..."
"Alasannya sendiri seharusnya Anda sudah sangat mengetahuinya." Mayleen melanjutkan perkataannya setelah selesai meneguk teh yang tersisa.
Lin Chen menganggukkan kepalanya dan mengerti. Memang tidak mungkin Bintang Sheng akan menjual kapal perang yang sama, yang mana sama saja memberikan senjata untuk menghancurkan Bintang Sheng pada orang luar.
Mayleen mengeluarkan beberapa gambar kapal perang yang bisa dibeli oleh orang luar. Modelnya tidak terlalu jauh berbeda dari yang pertama kali dilihat Lin Chen, hanya saja memiliki ukuran yang lebih kecil. Meski lebih kecil, tapi itu masih sedikit besar dari Profound Ark Naga.
Lin Chen melihat setiap gambar yang ada dengan penjelasan tentang kecepatan maupun ketahanan serangan menggunakan sistem poin. Tidak ada fitur Dimensi Ruang di dalamnya, sehingga bagian dalamnya tidak terlalu luas.
"Seratus juta Batu Roh kualitas Tinggi?" Harga ini tidak terlalu banyak menurut Lin Chen, namun tetap saja itu sangatlah banyak dan tidak mungkin Kultivator lain di Bintang Sheng akan mau menggelontorkan dana hanya untuk membeli kapal.
"Aku ingin membeli kapal yang ini." Lin Chen menunjuk pada gambar kapal yang dilihatnya saat datang ke Bintang Sheng.
Lin Chen mengeluarkan Cincin Ruang dan meletakkannya di atas meja.
Mayleen mengambil alat seperti timbangan kecil, dan meletakkan Cincin Ruang di atasnya. Saat itu juga, ada hologram yang berisikan informasi tentang apa yang berada di dalam Cincin Ruang.
Mayleen membelalakkan matanya saat melihat Batu Roh yang sangat banyak. Sangat jarang ada yang membeli dalam sekali jalan, biasanya mereka akan meminta pembayaran berulang. Ia menenangkan pernapasannya yang kencang, kemudian ia membuatkan tanda terima.
"Kalau begitu, saya akan menghantarkan Anda melihatnya langsung." Mayleen berdiri dari sofa dan berjalan menuju pintu yang sepertinya lift.
Lin Chen dan Yan Xue berjalan mengikuti Mayleen dari belakang, kemudian memasuki pintu.
Lift mulai turun perlahan tanpa adanya goncangan, namun sebenarnya turun sangat cepat dan mampu turun sejauh satu mil hanya dalam hitungan detik.
Semakin aku turun, semakin kuat tekanan yang membuat kekuatan Kultivator melemah. Tapi, itu tidak berdampak sama sekali padaku.
Tidak sampai satu menit, lift sudah berhenti dan terbuka, memperlihatkan ruangan yang sangat luas dan tinggi. Ruangan ini menyimpan ribuan kapal perang, berada belasan mil di bawah tanah Kota Jishu.
Energi spiritual di sini benar-benar kosong, bahkan Bumi terlihat lebih baik. Tempat ini memang sangat tidak cocok untuk seorang Kultivator.
Mayleen membawa Lin Chen berjalan-jalan mengelilingi ruangan bawah tanah yang luas, namun tidak diperbolehkan untuk pergi ke bagian pembuatan.
Belasan menit berlalu, Lin Chen sudah puas berkeliling dan di hadapkan pada kapal perang.
"Apakah Anda ingin kami mengantarkannya ke Wilayah Kultivator?" tanya Mayleen yang menoleh ke belakang.
"Tidak perlu ..." Lin Chen menggelengkan kepalanya pelan. Kemudian ia melangkah maju dan mengangkat tangan kanannya. "Aku bisa menyimpannya sendiri." Kapal perang di depannya mulai bercahaya putih, dan cahaya itu mulai berputar seperti pusaran angin yang terhisap masuk ke dalam telapak tangannya.
Mayleen tidak bisa menahan ekspresi saat melihat hal menakjubkan yang ditunjukkan oleh Lin Chen. Leluhurnya adalah Kultivator kuat, namun setelah waktu berlalu, banyak yang meninggalkan Jalan Kultivasi dan memilih untuk hidup seperti saat ini.
Sudah banyak cerita yang didengarnya tentang Kultivator, dan ia tidak pernah mempercayai jika ada manusia yang bisa lebih kuat dari mesin. Namun setelah melihat pertandingan di pusat kota dan cara menyimpan kapal besar, ia merubah pikirannya.
"Apakah kau tahu tentang ledakan sepuluh juta tahun lalu? Kemudian apakah di sekitar Bintang Sheng ada bintang lain yang membeku, yang seluruhnya ditutupi oleh es," ucap Lin Chen yang menoleh ke kanan depan menatap Mayleen.
Mayleen tersadar dari lamunannya saat mendengar itu. "Sepuluh juta tahun? Saya tidak tahu jika ada peristiwa besar seperti itu, hidup manusia terlama di Bintang Sheng tidak lebih dari seribu tahun. Kemudian ..."
Mayleen menyilangkan kedua lengannya di depan dada dan menundukkan kepalanya dengan mata terpejam. Ia mencoba mengingat-ingat apakah ada bintang semacam itu. Tidak lama setelahnya, ia membuka mata dan mendongak menatap Lin Chen.
"Untuk bintang itu, sepertinya ada dan cukup jauh. Mungkin membutuhkan lima menit kecepatan cahaya."
Satu detiknya kecepatan cahaya setidaknya mampu menempuh jarak 299.729.458 meter. Kemudian dengan kecepatan Profound Ark, kemungkinan membutuhkan 249 hari, namun karena bisa membuka ruang berkali-kali, hanya membutuhkan waktu satu bulan.
"Dengan kecepatan kapal perang yang Anda beli barusan, dan ada fitur membuka lubang cacing, seharusnya Anda bisa tiba di sana dalam waktu tiga hari. Lalu untuk informasi lebih lanjut, lebih baik Anda datang berkunjung ke Perpustakaan Bintang Sheng, Kota Abadi, Ibukota dari Serikat Sheng."
Lin Chen menganggukkan kepalanya. "Terimakasih, aku pasti akan berkunjung ke sana." Ia menangkupkan kedua tangannya, kemudian menghilang dari ruangan itu bersama dengan Yan Xue.
Mayleen kembali dikejutkan saat melihat kejadian barusan. Tidak pernah menyangka kalau manusia bisa berpindah tempat tanpa bantuan teknologi.
...
***
*Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 270 Episodes
Comments
Harman LokeST
maaaaaaaaaaaaannnnnnnnnntttaaaaaaaaaaaaaaaaaaaapppppppppppp
2024-03-29
0
Alehandro 099
njffhhb
2022-11-03
0
Asep
kaya setan aja menghilang.
2022-07-24
0