Chapter 007 : Rong Heixan

Lin Chen yang sudah keluar dari Gedung Money Exchange itu berjalan ke gedung di seberang jalan, yang bagian atasnya bertuliskan Pelayanan Kota Jishu. "Oh? Tidak menggunakan bahasa Inggris lagi?"

Lin Chen memasuki bangunan berlantai tiga yang dijaga petugas bersenjata. Orang berjubah yang sebelumnya juga masih mengikutinya sampai sekarang, bahkan juga masuk ke dalam bangunan yang sama.

Di dalam bangunan ini, Lin Chen melihat susunan yang tidak jauh berbeda dari bangunan yang ia kunjungi tadi untuk menukar Batu Roh.

Lin Chen mendengar pembicaraan antara pengunjung dan petugas. Pembicaraan itu mengenai masalah perselisihan antara pendatang dari Bintang Sihir dengan Bintang Pendekar yang sama-sama berasal dari Galaxy Mazhelun.

Ternyata bukan hanya bisa melayani pembuatan kartu identitas, tapi juga masalah seperti itu. Ini adalah waktu yang tepat, mengingat aku diikuti sepanjang waktu.

Belasan menit menunggu, akhirnya giliran Lin Chen yang dipanggil. Ia duduk berhadapan dengan pemuda berseragam kantoran, mengenakan dasi hitam di balik jas.

Pemuda itu berambut hitam pendek dengan potongan rapi, mata biru langit dan pandangan matanya terlihat halus. Nama pemuda itu sendiri adalah Hangdan, menjaga Meja Pelayanan No.03.

"Apakah ada yang bisa saya bantu?"

Lin Chen mengangguk kecil, kemudian menjawab, "Apakah di Kota Jishu boleh melakukan pertarungan atau membunuh?"

Hangdan tertegun dengan mulut terbuka lebar. Pertanyaan tentang pertarungan sudah sering ia dengar, namun tidak dengan membunuh. Ini adalah hal yang sangat baru. Ia menenangkan pernapasannya sejenak, kemudian menjawab, "Tidak boleh ada pertarungan di dalam Kota Jishu, apalagi pembunuhan. Kami tidak bisa mentolerir yang melanggar hukum ini ..."

"Jika melanggar, bukan hanya akan diusir dari Kota Jishu, tapi juga akan menjadi buronan."

Lin Chen mengerutkan keningnya. Ini benar-benar diluar dugaan dan sangat merepotkan. Ia ingin sekali melepaskan seluruh kekuatannya, dan dengan begitu ia bisa bebas bertindak sesuka mungkin tanpa perlu takut melanggar peraturan. Namun, identitasnya akan diketahui seketika itu juga.

"Bagaimana jika kami ingin menyelesaikan masalah? Kami para Kultivator, akan bertanding di Arena Hidup dan Mati jika ada satu masalah ataupun dendam yang tidak dapat diselesaikan. Pertandingan akan berhenti setelah salah satu dari kami terbunuh." Lin Chen mengepalkan tangan kanannya erat di atas meja, benar-benar marah dan ingin membunuh penguntit yang mengikutinya.

Pernyataan Lin Chen ini membuat pegawai di Meja Pelayanan No.01 sampai No.05 terdiam tidak tahu hari berkata apa. Ini adalah kali pertama ada masalah semacam ini semenjak mereka bekerja di sini. Kalaupun ada masalah, biasanya berakhir dengan kekeluargaan atau memberikan kompensasi.

"Tu- Tunggu sebentar ..." Hangdan mengambil alat komunikasi di sebelah kirinya seperti telepon, dan membicarakan masalah ini pada orang di balik telepon. Ia menganggukkan kepalanya berkali-kali, kemudian mendongak menatap Lin Chen. "Pusat Pemerintahan Kota Jishu memberikan izin, Pertandingan Hidup dan Mati akan dilaksanakan besok. Apakah tidak masalah?"

Lin Chen menganggukkan kepalanya. "Tidak masalah." Ia berdiri dari tempat duduknya seraya menekan kedua tangannya di atas meja.

"Tunggu!" Hangdan mencoba menahan Lin Chen agar tidak meninggalkan tempat. "Bisakah Anda sebutkan nama Anda, dan siapa yang akan menjadi lawanmu?"

Lin Chen terdiam sejenak, mencoba mengingat siapa nama yang pernah ia bunuh beberapa tahun ke belakang. "Rong Weilan, dan untuk orang yang akan aku lawan. Dia!" Ia menoleh ke kiri belakang, menunjuk orang yang sedari tadi selalu mengikutinya.

Manusia berjubah itu berdiri dari kursi tunggu seraya membuka jubah yang menutupi kepalanya. Terlihat rambut merah oranye bagaikan api, mata merah menyala dan ada luka dengan tanda silang di pipi kirinya.

"Aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi, Weilan."

Lin Chen mengerutkan keningnya tidak mengenali siapa sebenarnya pria paruh baya yang berada di depannya. Tapi sepertinya memiliki masalah dengan Rong Weilan.

"Apakah kau melupakan pamanmu sendiri? Rong Heixan."

Lin Chen terdiam bukannya melupakan pria di depannya, tapi memang ia tidak mengenalinya sama sekali. "Apakah kau Kultivator Iblis?" Ia berbasa-basi, meski sudah mengetahuinya dari aura yang ia rasakan.

Rong Heixan menaikkan sebelah alisnya merasa aneh dengan sikap Lin Chen yang ia kira Rong Weilan. Ia tahu betul bagaimana sikap Rong Weilan yang tidak pernah berbasa-basi, dan akan langsung menyerang dengan amarah yang memuncak. "Bukankah Keluarga Rong memang Kultivator Iblis, untuk apa lagi kau bertanya seperti itu?"

Lin Chen hanya diam dan berjalan melewati Rong Heixan menuju pintu keluar.

Rong Heixan hanya diam menatap datar punggung Lin Chen, dan menyeringai lebar saat melihat Yan Xue. "Aku akan membunuhmu di depan umum, kemudian mengambil kekasihmu!"

Rong Heixan sangat marah dengan Rong Weilan karena keluarganya dibunuh di depan matanya sendiri oleh Rong Weilan, kemudian dibuang jauh-jauh oleh Rong Wei Zhang. Ia melarikan diri ke Galaxy Mazhelun untuk meningkatkan kekuatannya, dan akan membalas dendam.

Lin Chen yang hampir keluar dari bangunan itu menghentikan langkah kakinya saat mendengar gumaman Rong Heixan. Ia sangat marah dan ingin membunuhnya sekarang, namun sangat disayangkan, ia harus menahan diri.

Ia sendiri tidak peduli ada masa lalu apa antara Rong Heixan dan Rong Weilan, namun karena keduanya adalah Kultivator Iblis, maka tidak ada tempat bagi mereka untuk hidup.

Ketika Lin Chen keluar dari dalam bangunan, ia bisa melihat hologram yang melayang di langit, yang memperlihatkan wajahnya dan Rong Heixan dengan keterangan Pertandingan Hidup dan Mati.

Bahkan pertandingan yang akan dilakukan esok itu sudah diberitakan melalui balon udara ke seluruh Kota Sheng, dan diinformasikan kepada seluruh kota terdekat melalui siaran langsung.

"Begitu ..." Lin Chen mengetahui mengapa Hangdan tadi harus melalukan panggilan telepon, dan mengapa Pemerintah Kota Jishu memberikan izin, itu karena hiburan. Kota Jishu ingin hiburan yang tidak biasa. "Mereka bertindak cepat, dengan adanya Pertandingan yang tidak biasa, akan banyak wisatawan yang datang."

Lin Chen menoleh ke kiri menatap wajah Yan Xue dari samping, kemudian ia tersenyum hangat dan membawanya berkeliling. Ketika ia berkeliling, banyak tatapan mata yang tertuju padanya karena wajah samarannya terpampang jelas di semua tempat.

Setelah Pertandingan Hidup dan Mati besok, aku akan kembali lagi untuk bertanya perihal kejadian pertarungan sepuluh juta tahun lalu, yang dampaknya bisa terdengar sampai seluruh penjuru Galaxy Xiannuzuo, dan melemparkan puluhan Artefak Ilahi.

Ngomong-ngomong, aku juga belum mengetahui geografis Bintang Sheng. Ada berapa daratan, apakah pemerintahan di sini merupakan kerajaan, kekaisaran, atau bahkan republik.

"Xue'er, apakah ada tempat khusus yang ingin kau datangi?"

Yan Xue menoleh ke kanan, kemudian memalingkan wajahnya dan melirik ke bawah seraya menepuk-nepuk bibirnya dengan jari telunjuk. "Hum, Xue'er ingin pergi ke taman bermain."

"Baiklah, ayo pergi." Lin Chen membawa Yan Xue pergi ke taman bermain, yang cukup jauh dari tempat mereka saat ini.

Sebelumnya, Lin Chen berencana untuk menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi. Namun karena Rong Heixan merupakan anggota Keluarga Rong yang menapaki jalan Kultivator Iblis, tentunya ia akan membunuhnya.

Siapa pun yang berhubungan dengan Alam Bawah, ia tidak peduli siapa, ia akan membunuhnya.

***

Keesokan Harinya

Sekte Chenlong sudah mengetahui berita tentang Lin Chen yang akan bertanding dalam Arena Hidup dan Mati hari ini. Tidak ada kekhawatiran di wajah mereka dan bersikap biasa-biasa saja, yang mereka takutkan hanyalah Kota Jishu yang bisa hancur jika Lin Chen tidak menahan diri.

Pertandingannya sendiri akan dilangsungkan di pusat kota, yang mana area di sana sudah dibersihkan hanya untuk pertandingan hari ini. Area seluas tiga puluhan hektar, yang dilindungi oleh pelindung biru dan beberapa kapal perang di langit, untuk menjaga serangan tidak lepas dari arena yang telah disiapkan.

Kamera digital dari berbagai sudut juga diarahkan pada arena, yang nantinya akan disiarkan ke seluruh Bintang Sheng.

Berbagai ras dari tempat lain juga datang berkunjung ke Kota Jishu untuk melihatnya langsung. Entah itu Elf, Dwarf, Half-Human.

Ras di sini bukan 10 Ras Utama yang tinggal di Galaxy Pusat atau Galaxy Zhongyang, melainkan ras biasa yang tinggal di tepi Alam Semesta.

Rong Heixan sudah berada di atas arena terlebih dahulu. Ia datang satu jam sebelum pertandingan dimulai, karena tidak sabar ingin membunuh Lin Chen yang dikiranya sebagai Rong Weilan. "Rong Weilan! Di mana kau?!"

Fluktuasi energi spiritual yang kuat berkumpul di langit Kota Jishu, awan hitam mulai berkumpul di langit, yang tidak lama kemudian terbelah memperlihatkan pusaran hitam. Dari dari dalam pusaran, terlihat Lin Chen yang rambutnya berwarna merah mulai turun dari sana.

"Bukankah kau terlalu bersemangat? Masih ada dua belas menit sebelum pertandingan dimulai."

Lin Chen turun perlahan dari langit dan mendarat di atas arena dengan kaki kanan menyentuh lantai terlebih dahulu.

Ketika ia baru saja turun, ada pria tua yang berambut putih yang bagian atas kepalanya ada hiasan berwarna oranye, dan jenggot panjang sampai dada.

Pria tua itu mengenakan pakaian putih dengan jubah biru muda, dan ada Plat Giok lingkaran menggantung di pinggangnya. Ia menoleh melihat Lin Chen dan Rong Heixan secara bergantian. "Karena kalian akan bertanding, bagaimana jika aku, Mao Aotian dari Bintang Yangse menjadi juri?"

"Ranah asliku bukanlah Jenderal Dewa, melainkan Kaisar Dewa, Dewa Surga—"

"Diamlah!" Rong Heixan berteriak memotong perkataan Mao Aotian. "Hanya Kaisar Dewa belaka! Aku sudah menembus Heavenly Immortal God, Dewa Neraka!"

Mao Aotian tertegun saat mendengarnya, ia menoleh ke kanan menatap Lin Chen untuk mengetahui seberapa tinggi tingkatan yang lain.

Lin Chen yang matanya tertutup itu membuka kelopak mata kirinya, melirik Mao Aotian. "Heavenly Immortal God, Dewa Di. Sembilan tingkat diatas Dewa Surgawi, atau delapan puluh satu bintang diatas Dewa Surgawi."

Mao Aotian terdiam tidak tahu harus berkata apa. Ia yang sebelumnya naik ke atas arena karena ingin menyombongkan diri sebagai Kultivator Ranah Kaisar Dewa, kini merasa seperti badut yang mempermalukan dirinya sendiri.

Semua orang yang berada di sekitar tidak mengetahui apa yang dikatakan tiga orang di atas arena, dan pada saat itu juga terlihat daftar kekuatan yang melayang di udara kosong, memperlihatkan berapa banyak tingkatan kultivasi sampai Heavenly Immortal God.

Ketika daftar itu tersebar, tidak ada yang tidak terkejut. Mereka tidak menyangka akan ada orang yang kuat di Bintang Sheng, namun karena ada larangan yang kuat, mereka tidak terlalu khawatir.

...

***

*Bersambung...

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

MC kok ga bijak dalam menyikapi masalah,salah faham bukannya di cari solusi malah main hantam saja...sumbu pendek jg..

2025-01-19

0

Harman LokeST

Harman LokeST

Lin Chen mengadakan pertarungan hidup dan mati

2024-03-28

1

Duda lapuk

Duda lapuk

waa kok tidak ada taruhan yaaa... Ais....

2023-03-23

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 001 : Istana Naga
2 Chapter 002 : Memberikan Tubuh
3 Chapter 003 : Obrolan Berat
4 Chapter 004 : Bintang Sheng
5 Chapter 005 : Kota Jishu
6 Chapter 006 : Menukarkan Uang
7 Chapter 007 : Rong Heixan
8 Chapter 008 : Memperlihatkan Kekuatan Kultivator
9 Chapter 009 : Membunuh Dewa Iblis
10 Chapter 010 : Bersandiwara
11 Chapter 011 : Meningkatkan System
12 Chapter 012 : Membeli Kapal
13 Chapter 013 : Bergeraknya Ras Iblis
14 Chapter 014 : Meninggalkan Kota Jishu
15 Chapter 015 : Berlatih
16 Chapter 016 : Sebelum Kekacauan
17 Chapter 017 : Kedatangan Ras Iblis
18 Chapter 018 : Terkejutnya Shu Xiansha
19 Chapter 019 : Keluarga Ras Naga
20 Chapter 020 : Meledakkan Diri
21 Chapter 021 : Informasi Long Ka Xiang
22 Chapter 022 : Kapal Angkasa
23 Chapter 023 : Monster Misterius
24 Chapter 024 : Divine God tahap Akhir
25 Chapter 025 : Membuat Permainan
26 Chapter 026 : Kebosanan Lin Chen
27 Chapter 027 : Mengambil Bentuk Manusia
28 Chapter 028 : Menghadiri Pelelangan
29 Chapter 029 : Pelelangan
30 Chapter 030 : Pelajaran
31 Chapter 031 : Meninggalkan Bintang Sheng
32 Chapter 032 : Bintang Dongjie
33 Chapter 033 : Peperangan
34 Chapter 034 : Giliran Lin Chen
35 Chapter 035 : Menyantap Naga
36 Chapter 036 : Mendatangi Bintang Dongjie
37 Chapter 037 : Ho Liiu Yaoshan
38 Chapter 038 : Selamat
39 Chapter 039 : 'Ketahuilah Identitasmu!'
40 Chapter 040 : Kebenaran
41 Chapter 041 : Jalan Baru
42 Chapter 042 : Mencoba
43 Chapter 043 : Kembali Berkumpul
44 Chapter 044 : Pemberitahuan Informasi
45 Chapter 045 : Meditasi
46 Chapter 046 : Kultivator
47 Chapter 047 : Alam Bawah
48 Chapter 048 : Berpamitan
49 Chapter 049 : Kota Iblis
50 Chapter 050 : Pergi Berburu Manusia?
51 Chapter 051 : Menumbuhkan Pepohonan
52 Chapter 052 : Pergi ke Kota Lainnya
53 Chapter 053 : Kanibal
54 Chapter 054 : Daratan Utama di Alam Bawah?
55 Chapter 055 : Esensi Dao Iblis
56 Chapter 056 : Datang ke Istana Kematian
57 Chapter 057 : Gerbang Neraka
58 Chapter 058 : Memenjarakan Diyu Maozang
59 Chapter 059 : Alam Selestial
60 Chapter 060 : Mati?
61 Chapter 061 : Kehilangan?
62 Chapter 062 : Kultivasi
63 Chapter 063 : Earth Realm
64 Chapter 064 : Kembali Hidup
65 Chapter 065 : Kebenaran tentang Semesta
66 Chapter 066 : Latihan
67 Chapter 067 : Bersama
68 Chapter 068 : Kembali ke Alam Selestial
69 Chapter 069 : Memanfaatkan Kesempatan
70 Chapter 070 : Ilusi Semesta Yongheng
71 Chapter 071 : Membunuh Monster Kuno
72 Chapter 072 : Qing Long
73 Chapter 073 : Bintang Zhuyao
74 Chapter 074 : Reuni Keluarga
75 Chapter 075 : Pengorbanan Ras Naga
76 Chapter 076 : Menciptakan Kehidupan
77 Chapter 077 : Rencana untuk Bintang Qiang
78 Chapter 078 : Memaafkan
79 Chapter 079 : Ini, Bumi?
80 Chapter 080 : Shelter
81 Chapter 081 : Sejarah Kehancuran Bumi
82 Chapter 082 : Kembali ke Bintang Qiang
83 Chapter 083 : Memindahkan Daratan
84 Chapter 084 : Hitam dan Putih
85 Chapter 085 : Kehidupan Chen Hao Ling
86 Chapter 086 : Tanda-tanda Kehancuran
87 Chapter 087 : Kembali dari Masa Lalu
88 Chapter 088 : Kembali Tenang
89 Chapter 089 : Melakukannya
90 Chapter 090 : Berjalan-jalan
91 Chapter 091 : Menghitung Hari
92 Chapter 092 : Lin Qiao Jianying
93 Chapter 093 : 5 Tahun Kemudian
94 Chapter 094 : Pergi Bersama Keluarga
95 Chapter 095 : Kota
96 Chapter 096 : Monster Kuno?
97 Chapter 097 : Memasuki Celah Ruang
98 Chapter 098 : Dimensi Monster Kuno
99 Chapter 099 : Apakah Kau akan Diam Saja?
100 Chapter 100 : Membunuh Yuan Gu
101 Chapter 101 : 2 Tahun Kemudian
102 Chapter 102 : Mengambil Artefak Dewa
103 Chapter 103 : Menyerap 2 Artefak Dewa
104 Chapter 104 : Meninggalkan Semesta Yongheng
105 Chapter 105 : Semesta Xing
106 Chapter 106 : Reinkarnasi?
107 Chapter 107 : Berada di Pihak yang Sama
108 Chapter 108 : Hutan Siwangzha
109 Chapter 109 : Bermain dengan Naga Hitam
110 Chapter 110 : Pergerakan Dewa Xing
111 Chapter 111 : Lebih Cepat dari yang Seharusnya
112 Chapter 112 : God Realm
113 Chapter 113 : Serangan Bertubi-tubi
114 Chapter 114 : Pertempuran Sengit
115 Chapter 115 : Pertarungan yang Melelahkan
116 Chapter 116 : Selesai
117 Chapter 117 : Mengacaukan Ruang Para Dewa
118 Chapter 118 : Semesta Pedang
119 Chapter 119 : Mendapatkan Tunggangan
120 Chapter 120 : Test Petualang
121 Chapter 121 : Mengambil Misi
122 Chapter 122 : Harta Chen Hao Ling?
123 Chapter 123 : Kerja Sama Kakak Adik
124 Chapter 124 : Bersantai-santai
125 Chapter 125 : Gelombang Monster di Ibu Kota
126 Chapter 126 : Menghilangkan Gelombang Monster
127 Chapter 127 : Pergi ke Dinasti Ming
128 Chapter 128 : Membawa Mein
129 Chapter 129 : Pembalasan
130 Chapter 130 : Lin Mein An
131 Chapter 131 : Kota Mangshan
132 Chapter 132 : Berlatih Membunuh Monster
133 Chapter 133 : Berry Emas
134 Chapter 134 : Kembali Sebentar
135 Chapter 135 : Pergi ke Semesta Tian
136 Chapter 136 : Abadi?
137 Chapter 137 : Menyegel Semesta Tian
138 Chapter 138 : Kematian yang Mengenaskan
139 Chapter 139 : Kedatangan Tamu
140 Chapter 140 : Menembus tahap Akhir
141 Chapter 141 : Menyuling 14 God Realm
142 Chapter 142 : Rencana Masa Depan
143 Chapter 143 : Semesta Lantian
144 Chapter 144 : Angkasa Luar di Semesta Lantian
145 Chapter 145 : Galaxy Tianlang
146 Chapter 146 : Menunjukkan Kekuatan Xue Ying
147 Chapter 147 : Kota Mang
148 Chapter 148 : Terbukanya Tempat Misterius
149 Chapter 149 : Negeri Surgawi
150 Chapter 150 : Kesadaran Heavenly Realm
151 Chapter 151 : Menghancurkan Kesadaran Heavenly Realm
152 Chapter 152 : Mendapatkan Air Surgawi
153 Chapter 153 : Kekuatan dari Bintang Shanjin
154 Chapter 154 : Perburuan di Gurun Du
155 Chapter 155 : Alam Suci
156 Chapter 156 : Keluar dari Negeri Surgawi
157 Chapter 157 : Memanggil Monster Kuno
158 Chapter 158 : Membunuh Leluhur Surgawi
159 Chapter 159 : Membunuh Manusia
160 Chapter 160 : Kota Yang
161 Chapter 161 : Heavenly Realm Tersembunyi
162 Chapter 162 : Kedatangan Keluarga Bao
163 Chapter 163 : Kedatangan 3 Earth Realm
164 Chapter 164 : Kekaisaran Qing dan Kerajaan Qiuran
165 Chapter 165 : Meninggalkan Penginapan Jueqi
166 Chapter 166 : Dimensi Leluhur Yang
167 Chapter 167 : Mengamati Monster Kuno
168 Chapter 168 : Mendatangi 9 Earth Realm
169 Chapter 169 : Pergi ke Semesta Shangdi
170 Chapter 170 : Menyerap Pil Dewa
171 Chapter 171 : Masalah dengan Lin Da Zixuan
172 Chapter 172 : Semesta dan Dewi Kuxing
173 Chapter 173 : Mulai Serius
174 Chapter 174 : Berpindah Semesta
175 Chapter 175 : Kematian Dewa 5 Element
176 Chapter 176 : Semesta Heng
177 Chapter 177 : Kematian Dewi Venus dan Dewa Taoist
178 Chapter 178 : Kebenaran tentang Dewi Kuxing
179 Chapter 179 : Ingatan Dewi Kuxing
180 Chapter 180 : Menyerap Kekuatan Kun Xiang Yin
181 Chapter 181 : Membangkitkan Kun Xiang Yin
182 Chapter 182 : Kepergian Anak-anak
183 Chapter 183 : Kekhawatiran Dewa dan Dewi
184 Chapter 184 : Menemani Xue Ying
185 Chapter 185 : Xue Ying Membunuh Monster Kuno
186 Chapter 186 : Monster Kuno Emas dan Hitam
187 Chapter 187 : Hidup Seperti Mortal?
188 Chapter 188 : Membeli Rumah Terbengkalai
189 Chapter 189 : Mengambil Tes
190 Chapter 190 : Membuka Toko Herbal
191 Chapter 191 : Laku Keras
192 Chapter 192 : Kedatangan Sekte ke Kota Fanren
193 Chapter 193 : Kepindahan Chenlong Herbal
194 Chapter 194 : Membuka Rumah Makan
195 Chapter 195 : Pencerahan
196 Chapter 196 : Anak-anak
197 Chapter 197 : Kedatangan Anak-anak
198 Chapter 198 : Mendatangi Semesta Kongxu
199 Chapter 199 : Memberi Harapan pada Lawan
200 Chapter 200 : Bertemu dengan Chen Hao Ling
201 Chapter 201 : Kedatangan Penghuni Alam Tantiang
202 Chapter 202 : Apa itu Ruang Para Dewa?
203 Chapter 203 : Harta Berharga di Tiga Alam
204 Chapter 204 : Yan Xue Menerobos God Realm
205 Chapter 205 : Tangga Surgawi
206 Chapter 206 : Alam Tiantang
207 Chapter 207 : Menyegel Sungai Sanzu
208 Chapter 208 : Xue Ying Kesepian
209 Chapter 209 : Bepergian di Alam Tiantang
210 Chapter 210 : Kedatangan Naga Hitam Pembuat Onar
211 Chapter 211 : Membunuh Naga Kekacauan
212 Chapter 212 : Pulau Hitam
213 Chapter 213 : Pertemuan Lord Realm
214 Chapter 214 : Memukul Binatang Liar
215 Chapter 215 : Membunuh Binatang Liar
216 Chapter 216 : Datang Berkunjung ke Tiga Dewata Murni
217 Chapter 217 : Meningkatkan Roh Pertempuran
218 Chapter 218 : Serangan dari Aliansi Penjarah Surga
219 Chapter 219 : Wilayah Tiantang Vs Aliansi Penjarah Surga
220 Chapter 220 : Langit Berdarah
221 Chapter 221 : Tetua Aliansi Penjarah Surga
222 Chapter 222 : Penghabisan
223 Chapter 223 : Markas Aliansi Penjarah Surga
224 Chapter 224 : Kekuatan Lin Chen
225 Chapter 225 : Menyuling 9 Lord Realm
226 Chapter 226 : Berhasil Menyuling Pil Dewa Abadi
227 Chapter 227 : Menyerap Pil Dewa Abadi
228 Chapter 228 : Kekuatan Kaisar Giok
229 Chapter 229 : Kekuatan Baru
230 Chapter 230 : Yan Xue Menerobos Lord Realm
231 Chapter 231 : Xue Ying dan Dewi Kuxing—Datang
232 Chapter 232 : Beberapa Tikus yang Menyelinap
233 Chapter 233 : Patung Kaisar Giok
234 Chapter 234 : Menyerang Alam Diyu
235 Chapter 235 : Bertukar Pukulan
236 Chapter 236 : Kedatangan Tiga Dewata Murni
237 Chapter 237 : Pemberontakan Yan Luo Wang
238 Chapter 238 : Membelah Alam Diyu
239 Chapter 239 : Kematian Lord Sanzu
240 Chapter 240 : Kembali ke Alam Tiantang
241 Chapter 241 : Tamu Penting
242 Chapter 242 : Dewi Nuwa
243 Chapter 243 : Ras Dewa-Iblis dan Kebenaran Dimensi Kekacauan
244 Chapter 244 : Pembaharuan System
245 Chapter 245 : Dewi Nuwa yang Terluka
246 Chapter 246 : Menciptakan Tanah Suci
247 Chapter 247 : Tanah Suci
248 Chapter 248 : Mengawasi Lin Qiao Jianying (1)
249 Chapter 249 : Mengawasi Lin Qiao Jianying (2)
250 Chapter 250 : Bantuan Keluarga Ye
251 Chapter 251 : Kedatangan Lin Mein An
252 Chapter 252 : Kedatangan Xue Ying
253 Chapter 253 : Kultivasi Profesi Lukis
254 Chapter 254 : Perbatasan Tiga Alam?
255 Chapter 255 : Melawan Umpan Meriam Klan Dewa-Iblis (1)
256 Chapter 256 : Melawan Umpan Meriam Klan Dewa-Iblis (2)
257 Chapter 257 : Melawan Umpan Meriam Klan Dewa-Iblis (3)
258 Chapter 258 : Meledakkan Menara Esensi Jiwa
259 Chapter 259 : Pergerakan Makhluk dari Dimensi Kekacauan
260 Chapter 260 : Kultivasi untuk Menerobos
261 Chapter 261 : Pergi ke Dunia Dewa-Iblis
262 Chapter 262 : Kaisar Dewa-Iblis; Kembali dan Marah
263 Chapter 263 : Serangan Mematikan
264 Chapter 264 : Transformasi Kedua
265 Chapter 265 : Tranformasi Ketiga
266 Chapter 266 : Perubahan Lin Chen
267 Chapter 267 : Membunuh dan Kesengsaraan Besar
268 Chapter 268 : Bertemu dengan "Aku" di Masa Lalu
269 Chapter 269 : Altar Dewa dan Jembatan Penghubung
270 Chapter 270 : Pengakhiran (Epilog)
Episodes

Updated 270 Episodes

1
Chapter 001 : Istana Naga
2
Chapter 002 : Memberikan Tubuh
3
Chapter 003 : Obrolan Berat
4
Chapter 004 : Bintang Sheng
5
Chapter 005 : Kota Jishu
6
Chapter 006 : Menukarkan Uang
7
Chapter 007 : Rong Heixan
8
Chapter 008 : Memperlihatkan Kekuatan Kultivator
9
Chapter 009 : Membunuh Dewa Iblis
10
Chapter 010 : Bersandiwara
11
Chapter 011 : Meningkatkan System
12
Chapter 012 : Membeli Kapal
13
Chapter 013 : Bergeraknya Ras Iblis
14
Chapter 014 : Meninggalkan Kota Jishu
15
Chapter 015 : Berlatih
16
Chapter 016 : Sebelum Kekacauan
17
Chapter 017 : Kedatangan Ras Iblis
18
Chapter 018 : Terkejutnya Shu Xiansha
19
Chapter 019 : Keluarga Ras Naga
20
Chapter 020 : Meledakkan Diri
21
Chapter 021 : Informasi Long Ka Xiang
22
Chapter 022 : Kapal Angkasa
23
Chapter 023 : Monster Misterius
24
Chapter 024 : Divine God tahap Akhir
25
Chapter 025 : Membuat Permainan
26
Chapter 026 : Kebosanan Lin Chen
27
Chapter 027 : Mengambil Bentuk Manusia
28
Chapter 028 : Menghadiri Pelelangan
29
Chapter 029 : Pelelangan
30
Chapter 030 : Pelajaran
31
Chapter 031 : Meninggalkan Bintang Sheng
32
Chapter 032 : Bintang Dongjie
33
Chapter 033 : Peperangan
34
Chapter 034 : Giliran Lin Chen
35
Chapter 035 : Menyantap Naga
36
Chapter 036 : Mendatangi Bintang Dongjie
37
Chapter 037 : Ho Liiu Yaoshan
38
Chapter 038 : Selamat
39
Chapter 039 : 'Ketahuilah Identitasmu!'
40
Chapter 040 : Kebenaran
41
Chapter 041 : Jalan Baru
42
Chapter 042 : Mencoba
43
Chapter 043 : Kembali Berkumpul
44
Chapter 044 : Pemberitahuan Informasi
45
Chapter 045 : Meditasi
46
Chapter 046 : Kultivator
47
Chapter 047 : Alam Bawah
48
Chapter 048 : Berpamitan
49
Chapter 049 : Kota Iblis
50
Chapter 050 : Pergi Berburu Manusia?
51
Chapter 051 : Menumbuhkan Pepohonan
52
Chapter 052 : Pergi ke Kota Lainnya
53
Chapter 053 : Kanibal
54
Chapter 054 : Daratan Utama di Alam Bawah?
55
Chapter 055 : Esensi Dao Iblis
56
Chapter 056 : Datang ke Istana Kematian
57
Chapter 057 : Gerbang Neraka
58
Chapter 058 : Memenjarakan Diyu Maozang
59
Chapter 059 : Alam Selestial
60
Chapter 060 : Mati?
61
Chapter 061 : Kehilangan?
62
Chapter 062 : Kultivasi
63
Chapter 063 : Earth Realm
64
Chapter 064 : Kembali Hidup
65
Chapter 065 : Kebenaran tentang Semesta
66
Chapter 066 : Latihan
67
Chapter 067 : Bersama
68
Chapter 068 : Kembali ke Alam Selestial
69
Chapter 069 : Memanfaatkan Kesempatan
70
Chapter 070 : Ilusi Semesta Yongheng
71
Chapter 071 : Membunuh Monster Kuno
72
Chapter 072 : Qing Long
73
Chapter 073 : Bintang Zhuyao
74
Chapter 074 : Reuni Keluarga
75
Chapter 075 : Pengorbanan Ras Naga
76
Chapter 076 : Menciptakan Kehidupan
77
Chapter 077 : Rencana untuk Bintang Qiang
78
Chapter 078 : Memaafkan
79
Chapter 079 : Ini, Bumi?
80
Chapter 080 : Shelter
81
Chapter 081 : Sejarah Kehancuran Bumi
82
Chapter 082 : Kembali ke Bintang Qiang
83
Chapter 083 : Memindahkan Daratan
84
Chapter 084 : Hitam dan Putih
85
Chapter 085 : Kehidupan Chen Hao Ling
86
Chapter 086 : Tanda-tanda Kehancuran
87
Chapter 087 : Kembali dari Masa Lalu
88
Chapter 088 : Kembali Tenang
89
Chapter 089 : Melakukannya
90
Chapter 090 : Berjalan-jalan
91
Chapter 091 : Menghitung Hari
92
Chapter 092 : Lin Qiao Jianying
93
Chapter 093 : 5 Tahun Kemudian
94
Chapter 094 : Pergi Bersama Keluarga
95
Chapter 095 : Kota
96
Chapter 096 : Monster Kuno?
97
Chapter 097 : Memasuki Celah Ruang
98
Chapter 098 : Dimensi Monster Kuno
99
Chapter 099 : Apakah Kau akan Diam Saja?
100
Chapter 100 : Membunuh Yuan Gu
101
Chapter 101 : 2 Tahun Kemudian
102
Chapter 102 : Mengambil Artefak Dewa
103
Chapter 103 : Menyerap 2 Artefak Dewa
104
Chapter 104 : Meninggalkan Semesta Yongheng
105
Chapter 105 : Semesta Xing
106
Chapter 106 : Reinkarnasi?
107
Chapter 107 : Berada di Pihak yang Sama
108
Chapter 108 : Hutan Siwangzha
109
Chapter 109 : Bermain dengan Naga Hitam
110
Chapter 110 : Pergerakan Dewa Xing
111
Chapter 111 : Lebih Cepat dari yang Seharusnya
112
Chapter 112 : God Realm
113
Chapter 113 : Serangan Bertubi-tubi
114
Chapter 114 : Pertempuran Sengit
115
Chapter 115 : Pertarungan yang Melelahkan
116
Chapter 116 : Selesai
117
Chapter 117 : Mengacaukan Ruang Para Dewa
118
Chapter 118 : Semesta Pedang
119
Chapter 119 : Mendapatkan Tunggangan
120
Chapter 120 : Test Petualang
121
Chapter 121 : Mengambil Misi
122
Chapter 122 : Harta Chen Hao Ling?
123
Chapter 123 : Kerja Sama Kakak Adik
124
Chapter 124 : Bersantai-santai
125
Chapter 125 : Gelombang Monster di Ibu Kota
126
Chapter 126 : Menghilangkan Gelombang Monster
127
Chapter 127 : Pergi ke Dinasti Ming
128
Chapter 128 : Membawa Mein
129
Chapter 129 : Pembalasan
130
Chapter 130 : Lin Mein An
131
Chapter 131 : Kota Mangshan
132
Chapter 132 : Berlatih Membunuh Monster
133
Chapter 133 : Berry Emas
134
Chapter 134 : Kembali Sebentar
135
Chapter 135 : Pergi ke Semesta Tian
136
Chapter 136 : Abadi?
137
Chapter 137 : Menyegel Semesta Tian
138
Chapter 138 : Kematian yang Mengenaskan
139
Chapter 139 : Kedatangan Tamu
140
Chapter 140 : Menembus tahap Akhir
141
Chapter 141 : Menyuling 14 God Realm
142
Chapter 142 : Rencana Masa Depan
143
Chapter 143 : Semesta Lantian
144
Chapter 144 : Angkasa Luar di Semesta Lantian
145
Chapter 145 : Galaxy Tianlang
146
Chapter 146 : Menunjukkan Kekuatan Xue Ying
147
Chapter 147 : Kota Mang
148
Chapter 148 : Terbukanya Tempat Misterius
149
Chapter 149 : Negeri Surgawi
150
Chapter 150 : Kesadaran Heavenly Realm
151
Chapter 151 : Menghancurkan Kesadaran Heavenly Realm
152
Chapter 152 : Mendapatkan Air Surgawi
153
Chapter 153 : Kekuatan dari Bintang Shanjin
154
Chapter 154 : Perburuan di Gurun Du
155
Chapter 155 : Alam Suci
156
Chapter 156 : Keluar dari Negeri Surgawi
157
Chapter 157 : Memanggil Monster Kuno
158
Chapter 158 : Membunuh Leluhur Surgawi
159
Chapter 159 : Membunuh Manusia
160
Chapter 160 : Kota Yang
161
Chapter 161 : Heavenly Realm Tersembunyi
162
Chapter 162 : Kedatangan Keluarga Bao
163
Chapter 163 : Kedatangan 3 Earth Realm
164
Chapter 164 : Kekaisaran Qing dan Kerajaan Qiuran
165
Chapter 165 : Meninggalkan Penginapan Jueqi
166
Chapter 166 : Dimensi Leluhur Yang
167
Chapter 167 : Mengamati Monster Kuno
168
Chapter 168 : Mendatangi 9 Earth Realm
169
Chapter 169 : Pergi ke Semesta Shangdi
170
Chapter 170 : Menyerap Pil Dewa
171
Chapter 171 : Masalah dengan Lin Da Zixuan
172
Chapter 172 : Semesta dan Dewi Kuxing
173
Chapter 173 : Mulai Serius
174
Chapter 174 : Berpindah Semesta
175
Chapter 175 : Kematian Dewa 5 Element
176
Chapter 176 : Semesta Heng
177
Chapter 177 : Kematian Dewi Venus dan Dewa Taoist
178
Chapter 178 : Kebenaran tentang Dewi Kuxing
179
Chapter 179 : Ingatan Dewi Kuxing
180
Chapter 180 : Menyerap Kekuatan Kun Xiang Yin
181
Chapter 181 : Membangkitkan Kun Xiang Yin
182
Chapter 182 : Kepergian Anak-anak
183
Chapter 183 : Kekhawatiran Dewa dan Dewi
184
Chapter 184 : Menemani Xue Ying
185
Chapter 185 : Xue Ying Membunuh Monster Kuno
186
Chapter 186 : Monster Kuno Emas dan Hitam
187
Chapter 187 : Hidup Seperti Mortal?
188
Chapter 188 : Membeli Rumah Terbengkalai
189
Chapter 189 : Mengambil Tes
190
Chapter 190 : Membuka Toko Herbal
191
Chapter 191 : Laku Keras
192
Chapter 192 : Kedatangan Sekte ke Kota Fanren
193
Chapter 193 : Kepindahan Chenlong Herbal
194
Chapter 194 : Membuka Rumah Makan
195
Chapter 195 : Pencerahan
196
Chapter 196 : Anak-anak
197
Chapter 197 : Kedatangan Anak-anak
198
Chapter 198 : Mendatangi Semesta Kongxu
199
Chapter 199 : Memberi Harapan pada Lawan
200
Chapter 200 : Bertemu dengan Chen Hao Ling
201
Chapter 201 : Kedatangan Penghuni Alam Tantiang
202
Chapter 202 : Apa itu Ruang Para Dewa?
203
Chapter 203 : Harta Berharga di Tiga Alam
204
Chapter 204 : Yan Xue Menerobos God Realm
205
Chapter 205 : Tangga Surgawi
206
Chapter 206 : Alam Tiantang
207
Chapter 207 : Menyegel Sungai Sanzu
208
Chapter 208 : Xue Ying Kesepian
209
Chapter 209 : Bepergian di Alam Tiantang
210
Chapter 210 : Kedatangan Naga Hitam Pembuat Onar
211
Chapter 211 : Membunuh Naga Kekacauan
212
Chapter 212 : Pulau Hitam
213
Chapter 213 : Pertemuan Lord Realm
214
Chapter 214 : Memukul Binatang Liar
215
Chapter 215 : Membunuh Binatang Liar
216
Chapter 216 : Datang Berkunjung ke Tiga Dewata Murni
217
Chapter 217 : Meningkatkan Roh Pertempuran
218
Chapter 218 : Serangan dari Aliansi Penjarah Surga
219
Chapter 219 : Wilayah Tiantang Vs Aliansi Penjarah Surga
220
Chapter 220 : Langit Berdarah
221
Chapter 221 : Tetua Aliansi Penjarah Surga
222
Chapter 222 : Penghabisan
223
Chapter 223 : Markas Aliansi Penjarah Surga
224
Chapter 224 : Kekuatan Lin Chen
225
Chapter 225 : Menyuling 9 Lord Realm
226
Chapter 226 : Berhasil Menyuling Pil Dewa Abadi
227
Chapter 227 : Menyerap Pil Dewa Abadi
228
Chapter 228 : Kekuatan Kaisar Giok
229
Chapter 229 : Kekuatan Baru
230
Chapter 230 : Yan Xue Menerobos Lord Realm
231
Chapter 231 : Xue Ying dan Dewi Kuxing—Datang
232
Chapter 232 : Beberapa Tikus yang Menyelinap
233
Chapter 233 : Patung Kaisar Giok
234
Chapter 234 : Menyerang Alam Diyu
235
Chapter 235 : Bertukar Pukulan
236
Chapter 236 : Kedatangan Tiga Dewata Murni
237
Chapter 237 : Pemberontakan Yan Luo Wang
238
Chapter 238 : Membelah Alam Diyu
239
Chapter 239 : Kematian Lord Sanzu
240
Chapter 240 : Kembali ke Alam Tiantang
241
Chapter 241 : Tamu Penting
242
Chapter 242 : Dewi Nuwa
243
Chapter 243 : Ras Dewa-Iblis dan Kebenaran Dimensi Kekacauan
244
Chapter 244 : Pembaharuan System
245
Chapter 245 : Dewi Nuwa yang Terluka
246
Chapter 246 : Menciptakan Tanah Suci
247
Chapter 247 : Tanah Suci
248
Chapter 248 : Mengawasi Lin Qiao Jianying (1)
249
Chapter 249 : Mengawasi Lin Qiao Jianying (2)
250
Chapter 250 : Bantuan Keluarga Ye
251
Chapter 251 : Kedatangan Lin Mein An
252
Chapter 252 : Kedatangan Xue Ying
253
Chapter 253 : Kultivasi Profesi Lukis
254
Chapter 254 : Perbatasan Tiga Alam?
255
Chapter 255 : Melawan Umpan Meriam Klan Dewa-Iblis (1)
256
Chapter 256 : Melawan Umpan Meriam Klan Dewa-Iblis (2)
257
Chapter 257 : Melawan Umpan Meriam Klan Dewa-Iblis (3)
258
Chapter 258 : Meledakkan Menara Esensi Jiwa
259
Chapter 259 : Pergerakan Makhluk dari Dimensi Kekacauan
260
Chapter 260 : Kultivasi untuk Menerobos
261
Chapter 261 : Pergi ke Dunia Dewa-Iblis
262
Chapter 262 : Kaisar Dewa-Iblis; Kembali dan Marah
263
Chapter 263 : Serangan Mematikan
264
Chapter 264 : Transformasi Kedua
265
Chapter 265 : Tranformasi Ketiga
266
Chapter 266 : Perubahan Lin Chen
267
Chapter 267 : Membunuh dan Kesengsaraan Besar
268
Chapter 268 : Bertemu dengan "Aku" di Masa Lalu
269
Chapter 269 : Altar Dewa dan Jembatan Penghubung
270
Chapter 270 : Pengakhiran (Epilog)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!