Lin Chen yang sudah keluar dari Gedung Money Exchange itu berjalan ke gedung di seberang jalan, yang bagian atasnya bertuliskan Pelayanan Kota Jishu. "Oh? Tidak menggunakan bahasa Inggris lagi?"
Lin Chen memasuki bangunan berlantai tiga yang dijaga petugas bersenjata. Orang berjubah yang sebelumnya juga masih mengikutinya sampai sekarang, bahkan juga masuk ke dalam bangunan yang sama.
Di dalam bangunan ini, Lin Chen melihat susunan yang tidak jauh berbeda dari bangunan yang ia kunjungi tadi untuk menukar Batu Roh.
Lin Chen mendengar pembicaraan antara pengunjung dan petugas. Pembicaraan itu mengenai masalah perselisihan antara pendatang dari Bintang Sihir dengan Bintang Pendekar yang sama-sama berasal dari Galaxy Mazhelun.
Ternyata bukan hanya bisa melayani pembuatan kartu identitas, tapi juga masalah seperti itu. Ini adalah waktu yang tepat, mengingat aku diikuti sepanjang waktu.
Belasan menit menunggu, akhirnya giliran Lin Chen yang dipanggil. Ia duduk berhadapan dengan pemuda berseragam kantoran, mengenakan dasi hitam di balik jas.
Pemuda itu berambut hitam pendek dengan potongan rapi, mata biru langit dan pandangan matanya terlihat halus. Nama pemuda itu sendiri adalah Hangdan, menjaga Meja Pelayanan No.03.
"Apakah ada yang bisa saya bantu?"
Lin Chen mengangguk kecil, kemudian menjawab, "Apakah di Kota Jishu boleh melakukan pertarungan atau membunuh?"
Hangdan tertegun dengan mulut terbuka lebar. Pertanyaan tentang pertarungan sudah sering ia dengar, namun tidak dengan membunuh. Ini adalah hal yang sangat baru. Ia menenangkan pernapasannya sejenak, kemudian menjawab, "Tidak boleh ada pertarungan di dalam Kota Jishu, apalagi pembunuhan. Kami tidak bisa mentolerir yang melanggar hukum ini ..."
"Jika melanggar, bukan hanya akan diusir dari Kota Jishu, tapi juga akan menjadi buronan."
Lin Chen mengerutkan keningnya. Ini benar-benar diluar dugaan dan sangat merepotkan. Ia ingin sekali melepaskan seluruh kekuatannya, dan dengan begitu ia bisa bebas bertindak sesuka mungkin tanpa perlu takut melanggar peraturan. Namun, identitasnya akan diketahui seketika itu juga.
"Bagaimana jika kami ingin menyelesaikan masalah? Kami para Kultivator, akan bertanding di Arena Hidup dan Mati jika ada satu masalah ataupun dendam yang tidak dapat diselesaikan. Pertandingan akan berhenti setelah salah satu dari kami terbunuh." Lin Chen mengepalkan tangan kanannya erat di atas meja, benar-benar marah dan ingin membunuh penguntit yang mengikutinya.
Pernyataan Lin Chen ini membuat pegawai di Meja Pelayanan No.01 sampai No.05 terdiam tidak tahu hari berkata apa. Ini adalah kali pertama ada masalah semacam ini semenjak mereka bekerja di sini. Kalaupun ada masalah, biasanya berakhir dengan kekeluargaan atau memberikan kompensasi.
"Tu- Tunggu sebentar ..." Hangdan mengambil alat komunikasi di sebelah kirinya seperti telepon, dan membicarakan masalah ini pada orang di balik telepon. Ia menganggukkan kepalanya berkali-kali, kemudian mendongak menatap Lin Chen. "Pusat Pemerintahan Kota Jishu memberikan izin, Pertandingan Hidup dan Mati akan dilaksanakan besok. Apakah tidak masalah?"
Lin Chen menganggukkan kepalanya. "Tidak masalah." Ia berdiri dari tempat duduknya seraya menekan kedua tangannya di atas meja.
"Tunggu!" Hangdan mencoba menahan Lin Chen agar tidak meninggalkan tempat. "Bisakah Anda sebutkan nama Anda, dan siapa yang akan menjadi lawanmu?"
Lin Chen terdiam sejenak, mencoba mengingat siapa nama yang pernah ia bunuh beberapa tahun ke belakang. "Rong Weilan, dan untuk orang yang akan aku lawan. Dia!" Ia menoleh ke kiri belakang, menunjuk orang yang sedari tadi selalu mengikutinya.
Manusia berjubah itu berdiri dari kursi tunggu seraya membuka jubah yang menutupi kepalanya. Terlihat rambut merah oranye bagaikan api, mata merah menyala dan ada luka dengan tanda silang di pipi kirinya.
"Aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi, Weilan."
Lin Chen mengerutkan keningnya tidak mengenali siapa sebenarnya pria paruh baya yang berada di depannya. Tapi sepertinya memiliki masalah dengan Rong Weilan.
"Apakah kau melupakan pamanmu sendiri? Rong Heixan."
Lin Chen terdiam bukannya melupakan pria di depannya, tapi memang ia tidak mengenalinya sama sekali. "Apakah kau Kultivator Iblis?" Ia berbasa-basi, meski sudah mengetahuinya dari aura yang ia rasakan.
Rong Heixan menaikkan sebelah alisnya merasa aneh dengan sikap Lin Chen yang ia kira Rong Weilan. Ia tahu betul bagaimana sikap Rong Weilan yang tidak pernah berbasa-basi, dan akan langsung menyerang dengan amarah yang memuncak. "Bukankah Keluarga Rong memang Kultivator Iblis, untuk apa lagi kau bertanya seperti itu?"
Lin Chen hanya diam dan berjalan melewati Rong Heixan menuju pintu keluar.
Rong Heixan hanya diam menatap datar punggung Lin Chen, dan menyeringai lebar saat melihat Yan Xue. "Aku akan membunuhmu di depan umum, kemudian mengambil kekasihmu!"
Rong Heixan sangat marah dengan Rong Weilan karena keluarganya dibunuh di depan matanya sendiri oleh Rong Weilan, kemudian dibuang jauh-jauh oleh Rong Wei Zhang. Ia melarikan diri ke Galaxy Mazhelun untuk meningkatkan kekuatannya, dan akan membalas dendam.
Lin Chen yang hampir keluar dari bangunan itu menghentikan langkah kakinya saat mendengar gumaman Rong Heixan. Ia sangat marah dan ingin membunuhnya sekarang, namun sangat disayangkan, ia harus menahan diri.
Ia sendiri tidak peduli ada masa lalu apa antara Rong Heixan dan Rong Weilan, namun karena keduanya adalah Kultivator Iblis, maka tidak ada tempat bagi mereka untuk hidup.
Ketika Lin Chen keluar dari dalam bangunan, ia bisa melihat hologram yang melayang di langit, yang memperlihatkan wajahnya dan Rong Heixan dengan keterangan Pertandingan Hidup dan Mati.
Bahkan pertandingan yang akan dilakukan esok itu sudah diberitakan melalui balon udara ke seluruh Kota Sheng, dan diinformasikan kepada seluruh kota terdekat melalui siaran langsung.
"Begitu ..." Lin Chen mengetahui mengapa Hangdan tadi harus melalukan panggilan telepon, dan mengapa Pemerintah Kota Jishu memberikan izin, itu karena hiburan. Kota Jishu ingin hiburan yang tidak biasa. "Mereka bertindak cepat, dengan adanya Pertandingan yang tidak biasa, akan banyak wisatawan yang datang."
Lin Chen menoleh ke kiri menatap wajah Yan Xue dari samping, kemudian ia tersenyum hangat dan membawanya berkeliling. Ketika ia berkeliling, banyak tatapan mata yang tertuju padanya karena wajah samarannya terpampang jelas di semua tempat.
Setelah Pertandingan Hidup dan Mati besok, aku akan kembali lagi untuk bertanya perihal kejadian pertarungan sepuluh juta tahun lalu, yang dampaknya bisa terdengar sampai seluruh penjuru Galaxy Xiannuzuo, dan melemparkan puluhan Artefak Ilahi.
Ngomong-ngomong, aku juga belum mengetahui geografis Bintang Sheng. Ada berapa daratan, apakah pemerintahan di sini merupakan kerajaan, kekaisaran, atau bahkan republik.
"Xue'er, apakah ada tempat khusus yang ingin kau datangi?"
Yan Xue menoleh ke kanan, kemudian memalingkan wajahnya dan melirik ke bawah seraya menepuk-nepuk bibirnya dengan jari telunjuk. "Hum, Xue'er ingin pergi ke taman bermain."
"Baiklah, ayo pergi." Lin Chen membawa Yan Xue pergi ke taman bermain, yang cukup jauh dari tempat mereka saat ini.
Sebelumnya, Lin Chen berencana untuk menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi. Namun karena Rong Heixan merupakan anggota Keluarga Rong yang menapaki jalan Kultivator Iblis, tentunya ia akan membunuhnya.
Siapa pun yang berhubungan dengan Alam Bawah, ia tidak peduli siapa, ia akan membunuhnya.
***
Keesokan Harinya
Sekte Chenlong sudah mengetahui berita tentang Lin Chen yang akan bertanding dalam Arena Hidup dan Mati hari ini. Tidak ada kekhawatiran di wajah mereka dan bersikap biasa-biasa saja, yang mereka takutkan hanyalah Kota Jishu yang bisa hancur jika Lin Chen tidak menahan diri.
Pertandingannya sendiri akan dilangsungkan di pusat kota, yang mana area di sana sudah dibersihkan hanya untuk pertandingan hari ini. Area seluas tiga puluhan hektar, yang dilindungi oleh pelindung biru dan beberapa kapal perang di langit, untuk menjaga serangan tidak lepas dari arena yang telah disiapkan.
Kamera digital dari berbagai sudut juga diarahkan pada arena, yang nantinya akan disiarkan ke seluruh Bintang Sheng.
Berbagai ras dari tempat lain juga datang berkunjung ke Kota Jishu untuk melihatnya langsung. Entah itu Elf, Dwarf, Half-Human.
Ras di sini bukan 10 Ras Utama yang tinggal di Galaxy Pusat atau Galaxy Zhongyang, melainkan ras biasa yang tinggal di tepi Alam Semesta.
Rong Heixan sudah berada di atas arena terlebih dahulu. Ia datang satu jam sebelum pertandingan dimulai, karena tidak sabar ingin membunuh Lin Chen yang dikiranya sebagai Rong Weilan. "Rong Weilan! Di mana kau?!"
Fluktuasi energi spiritual yang kuat berkumpul di langit Kota Jishu, awan hitam mulai berkumpul di langit, yang tidak lama kemudian terbelah memperlihatkan pusaran hitam. Dari dari dalam pusaran, terlihat Lin Chen yang rambutnya berwarna merah mulai turun dari sana.
"Bukankah kau terlalu bersemangat? Masih ada dua belas menit sebelum pertandingan dimulai."
Lin Chen turun perlahan dari langit dan mendarat di atas arena dengan kaki kanan menyentuh lantai terlebih dahulu.
Ketika ia baru saja turun, ada pria tua yang berambut putih yang bagian atas kepalanya ada hiasan berwarna oranye, dan jenggot panjang sampai dada.
Pria tua itu mengenakan pakaian putih dengan jubah biru muda, dan ada Plat Giok lingkaran menggantung di pinggangnya. Ia menoleh melihat Lin Chen dan Rong Heixan secara bergantian. "Karena kalian akan bertanding, bagaimana jika aku, Mao Aotian dari Bintang Yangse menjadi juri?"
"Ranah asliku bukanlah Jenderal Dewa, melainkan Kaisar Dewa, Dewa Surga—"
"Diamlah!" Rong Heixan berteriak memotong perkataan Mao Aotian. "Hanya Kaisar Dewa belaka! Aku sudah menembus Heavenly Immortal God, Dewa Neraka!"
Mao Aotian tertegun saat mendengarnya, ia menoleh ke kanan menatap Lin Chen untuk mengetahui seberapa tinggi tingkatan yang lain.
Lin Chen yang matanya tertutup itu membuka kelopak mata kirinya, melirik Mao Aotian. "Heavenly Immortal God, Dewa Di. Sembilan tingkat diatas Dewa Surgawi, atau delapan puluh satu bintang diatas Dewa Surgawi."
Mao Aotian terdiam tidak tahu harus berkata apa. Ia yang sebelumnya naik ke atas arena karena ingin menyombongkan diri sebagai Kultivator Ranah Kaisar Dewa, kini merasa seperti badut yang mempermalukan dirinya sendiri.
Semua orang yang berada di sekitar tidak mengetahui apa yang dikatakan tiga orang di atas arena, dan pada saat itu juga terlihat daftar kekuatan yang melayang di udara kosong, memperlihatkan berapa banyak tingkatan kultivasi sampai Heavenly Immortal God.
Ketika daftar itu tersebar, tidak ada yang tidak terkejut. Mereka tidak menyangka akan ada orang yang kuat di Bintang Sheng, namun karena ada larangan yang kuat, mereka tidak terlalu khawatir.
...
***
*Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 270 Episodes
Comments
Anonymous
MC kok ga bijak dalam menyikapi masalah,salah faham bukannya di cari solusi malah main hantam saja...sumbu pendek jg..
2025-01-19
0
Harman LokeST
Lin Chen mengadakan pertarungan hidup dan mati
2024-03-28
1
Duda lapuk
waa kok tidak ada taruhan yaaa... Ais....
2023-03-23
0