Chapter 008 : Memperlihatkan Kekuatan Kultivator

Mao Aotian masih diam di sana tanpa berkata-kata lagi. Ia benar-benar takut jika sampai menyinggung perasaan dua Heavenly Immortal God yang tidak ia duga. Tapi, setelah ia menenangkan pernapasan dan mentalnya, ia mengangkat tangan kanannya.

"Pertandingan Hidup dan Mati, Rong Weilan melawan Rong Heixan. Dimulai!"

Mao Aotian menjauh dari arena pertandingan dan keluar dari pelindung mencoba untuk menyelematkan dirinya agar tidak masuk dalam pertarungan.

Bang!

Baru saja Mao Aotian meninggalkan arena, dentuman yang keras memekakkan telinga terdengar bersamaan dengan pelindung biru yang bergetar, serta asap putih yang menghalangi pandangan semua orang di sana.

Pelindung biru itu sendiri bukan ciptaan Kultivator, melainkan pelindung yang diciptakan oleh Pusat Pemerintah Kota Jishu.

Angin bertiup dengan kecepatan yang stabil, menghilangkan asap tebal yang menghalangi pandangan, memperlihatkan Rong Weilan dan Ring Heixan yang saling beradu sebuah pukulan.

Dalam pertandingan ini, Lin Chen menahan kekuatannya sebanyak mungkin, dan membiarkannya setara dengan Jenderal Dewa, Dewa Giok agar pertarungan ini berlangsung lama. Tapi alasan sebenarnya, ia ingin berolahraga sebanyak mungkin, karena selama ini ia menyerang sekuat tenaga dan membunuh dengan mudah.

Lin Chen yang kaki kirinya berada di depan itu melompat tidak terlalu tinggi seraya memutar tubuhnya ke kanan, dan menendang kepala Rong Heixan menggunakan tumit kaki kanannya.

Rong Heixan mengangkat lengan kanannya, menangkis tendangan yang diarahkan pada kepalanya.

Rong Heixan yang menangkis dan melihat Lin Chen dalam keadaan tidak menguntungkan, ia memanfaatkan kesempatan itu dengan baik. Ia mengangkat kaki kirinya menendang punggung Lin Chen, yang kekuatan tendangan ini mampu menghancurkan barisan gunung.

Lin Chen yang melompat belasan inchi dari permukaan arena itu memutar tubuhnya ke kiri dan menahan tendangan Rong Heixan menggunakan telapak tangan kanannya.

Rong Heixan yang kaki kirinya ditahan itu tidak berhenti, dan memutuskan untuk melompat menggunakan kaki kanannya sebagai tumpuan. Ia berputar di udara, kemudian menendang kepala Lin Chen dengan tumit kaki kanannya.

Lin Chen mengangkat tangan kirinya, menahan tendangan Rong Heixan menggunakan lengannya.

Setiap mereka bertukar serangan sederhana, akan ada suara yang sangat keras dan merusak arena luas.

Kecepatan gerak mereka juga tidak bisa dilihat dengan penglihatan biasa. Yang mereka lihat di arena hanyalah dua cahaya yang saling berseteru dan asap putih yang tebal, menghalangi pandangan.

Setelah bertukar beberapa pukulan, Lin Chen dan Rong Heixan bergerak ke arah yang berlawanan. Keduanya tetap diam dan menunggu ada tebal yang menghalangi. Keduanya merasa arena untuk bertarung sangat kecil, hanya seluas 100 hektar saja.

Angin kembali bertiup menghilangkan asap putih kecokelatan, memperlihatkan arena yang hancur lebur dengan bebatuan yang mencuat keluar dari dalam tanah. Lin Chen dan Rong Heixan juga tidak memperlihatkan tanda-tanda kelelahan ataupun berhenti dalam pertarungan.

Rong Heixan menaikkan sudut bibirnya saat melihat arena yang hancur. "Apakah kau merasakannya? Arena di sini sangat kecil. Untuk Heavenly Immortal God seperti kita, setidaknya membutuhkan lahan sepuluh kali Kota Jishu agar bisa melepaskan seluruh kekuatan."

Lin Chen tidak bisa tidak setuju dengan pendapat Rong Heixan. Untuknya yang sedang menyamar dan menurunkan kekuatan, tentunya arena ini terlalu sempit untuk melepaskan berbagai teknik. Jika ia tidak menyamar sebagai Rong Weilan dan berpura-pura menjadi Jenderal Dewa, ia akan menunjuk pada Rong Heixan, dan membunuhnya dalam sekejap.

"Bagaimana kalau kita bertarung di luar Kota Jishu? Arena di sini terlalu sempit untuk kita bisa mengeluarkan seluruh kekuatan. Bahkan, hanya karena pukulan kita yang saling beradu, pelindung arena bergetar."

Rong Heixan menyeringai lebar dengan keinginan membunuh yang terpancar di matanya. "Ide yang bagus!"

Lin Chen mengangguk kecil dan bergerak sangat cepat. Ia sudah berada di depan Rong Heixan dengan posisi sedikit membungkuk, kemudian mengangkat kaki kanannya, menendang dagu Rong Heixan menggunakan telapak kakinya.

Kecepatan serangannya melebihi apa yang bisa dilihat Rong Heixan, sehingga ia tidak sempat untuk bereaksi lebih cepat, membuatnya melesat naik menghantam dinding biru.

Boom!

Dinding biru itu bergetar hebat dan memperlihatkan retakan-retakan tipis, namun menyebar hampir ke seluruh permukaan dinding biru.

Lin Chen berjongkok dengan kaki kiri yang menekuk dan kaki kanan yang terbuka lebar, dengan telapak tangan kanannya menyentuh lantai yang berantakan. Dengan sedikit gerakan, ia menghilang dari atas arena dan berpindah tempat di bawah Rong Heixan yang masih sedikit menempel di dinding pelindung.

Lin Chen mengangkat tangan kirinya menahan dada Rong Heixan, kemudian memukulkan tinju kanannya pada bagian perut.

Bang!

Dinding pelindung itu hancur dan melemparkan Rong Heixan lebih tinggi lagi melewati kapal perang.

Kapal perang berukuran kecil yang berjaga-jaga itu mulai bergerak saat situasi lepas kendali, namun gerakan mereka tertahan saat Lin Chen melewatinya.

Lin Chen mengarahkan telapak tangan kirinya pada Rong Heixan, membuat Rong Heixan berpindah tempat, keluar dari pelindung Kota Jishu. Ia juga berpindah dari dalam kota, dan memutuskan untuk melanjutkan di luar pelindung agar dapat mengeluarkan kekuatan penuh dari Jenderal Dewa.

"Apakah kau tidak ingin berterimakasih padaku karena sudah membawamu keluar dari Kota Jishu?"

Rong Heixan batuk berulang kali dan memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya. Ia mengalami luka dalam yang cukup parah karena terkena pukulan tadi. "Kau, itu bukan pukulan Dewa Giok." Ia mengelap darah di sudut bibirnya menggunakan punggung tangan kanannya.

Lin Chen mengangkat kedua bahunya. "Aku mengembangkan teknik kultivasi yang berbeda, aku berendam di kolam darah dari membunuh ratusan juta gadis untuk memperkuat fisikku."

Rong Heixan tertegun untuk beberapa saat, sebelum memperlihatkan seringai lebar. "Memang begitulah seharusnya!"

Keduanya masih tetap diam menatap satu sama lain, saling mengamati kemampuan yang ada dan tindakan yang akan dilakukan selanjutnya.

Pusat Pemerintahan Kota Jishu tidak menyangka jika kekuatan Kultivator lebih kuat dari apa yang mereka duga. Bahkan sampai mampu menghancurkan pelindung yang ada dan meniadakan pelindung, karena mampu bergerak sesuka hati.

Lin Chen dan Rong Heixan mengangguk kecil, kemudian keduanya bergerak secara bersamaan, menciptakan suara keras yang memekakkan telinga dan menggetarkan daratan.

Kamera teknologi dari Kota Jishu tidak bisa menangkap gambar pergerakan Lin Chen dan Rong Weilan. Yang terlihat hanyalah cahaya merah dan hitam yang saling mengejar satu sama lain, yang setiap kali bertemu akan selalu menimbulkan dentuman keras bersamaan dengan gelombang angin bagaikan pedang tajam.

Rong Heixang menangkap pukulan Lin Chen dengan tangan kirinya, kemudian membalas pukulan dengan tinju kanannya yang diselimuti energi kuat membentuk kabut hitam. Ia mengayunkan tinjunya, memukulkannya keras pada dada Lin Chen.

Lin Chen tetap diam saat menerima pukulan, kemudian terbesit ide di dalam pikirannya. Ia berpura-pura terlempar sangat jauh ke dalam hutan yang tidak jauh dari kota. Tubuhnya terus terdorong menggesek tanah, membuat jurang yang sangat lebar dalam garis lurus.

Pepohonan sekitar beterbangan ke segala arah dan ada beberapa yang berubah menjadi abu, itu semua hanya dari Lin Chen yang terlempar. Hingga ia menghantam gunung yang menembus awan, barulah ia berhenti.

Rong Heixan menyeringai lebar dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti. Ia melukai pergelangan tangan kirinya, memperlihatkan darah segar yang mengalir deras seperti aliran sungai. "Teknik Aliran Pedang, Gerakan Kedua. Pedang Darah Pembantaian!" Ia mengangkat tangan kanannya setinggi mungkin.

Aliran darah yang keluar dari pergelangan tangan kiri Rong Heixan itu berubah arah dan mulai naik ke langit yang tinggi. Darah itu mulai bertambah banyak, seperti ada aliran darah lain yang berasal dari udara kosong.

Darah itu mulai membentuk pedang sepanjang sepuluh mil dan sangat tajam. Hanya dari pedang yang benar-benar memadat, aura yang dikeluarkan sangat menekan dan membuat getaran di daratan.

Rong Heixan mengepalkan tangan kanannya, kemudian mengayunkannya ke arah Lin Chen secara vertikal. "Mati!"

Pedang yang sangat besar itu jatuh sangat cepat dan memberikan tekanan pada udara di bawahnya. Dari jatuhnya pedang ini juga membuat angin menyebar ke segala arah, serta memperlihatkan retakan-retakan celah di udara kosong.

Badai angin kencang tercipta saat celah ruang mulai terbuka, dan ada kilatan-kilatan petir ungu di dalam celah ruang.

Penduduk di Bintang Sheng yang melihat ini, entah dari Kota Jishu maupun kota-kota lainnya tidak menyangka akan melihat kekuatan yang mengerikan, yang mampu menyamai teknologi buatan mereka. Dari hal ini, mulai banyak yang berkeinginan untuk menapaki Jalan Kultivator, mengikuti Leluhur Bintang Sheng dulu.

Bang!

Dentuman lain yang terdengar lebih keras dari sebelumnya terjadi, bersama dengan asap yang lebih tebal dan luas, menutupi wilayah dalam radius lima ratusan mil.

Tidak membutuhkan waktu lama, setelah asap tebal itu muncul, asap itu mulai tergulung membentuk tornado. Kemudian meledak menyebar ke segala arah membentuk cincin cokelat kerena debu.

Terlihat, dari pusat ledakan Raja Surgawi yang merupakan Brahma tengah duduk di atas bunga teratai emas. Kedua tangan Raja Surgawi yang memegang Aksamala atau Tasbih dan Pustaka itu terangkat, menangkap Pedang Darah Pembantaian dengan kedua telapak tangan yang bersentuhan.

Lin Chen duduk bersila di bagian depan Brahma dan di bawahnya ada bunga teratai dengan warna yang sama. "Jangan tergesa-gesa untuk mengakhiri ini semua, pertandingan baru saja dimulai."

...

***

*Bersambung...

Terpopuler

Comments

Harman LokeST

Harman LokeST

buuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

2024-03-28

1

Duda lapuk

Duda lapuk

pertarungan mereka akan membawa sejarah baru dan bisa merubah pikiran mereka

2023-03-23

0

Alehandro 099

Alehandro 099

jji

2022-11-03

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 001 : Istana Naga
2 Chapter 002 : Memberikan Tubuh
3 Chapter 003 : Obrolan Berat
4 Chapter 004 : Bintang Sheng
5 Chapter 005 : Kota Jishu
6 Chapter 006 : Menukarkan Uang
7 Chapter 007 : Rong Heixan
8 Chapter 008 : Memperlihatkan Kekuatan Kultivator
9 Chapter 009 : Membunuh Dewa Iblis
10 Chapter 010 : Bersandiwara
11 Chapter 011 : Meningkatkan System
12 Chapter 012 : Membeli Kapal
13 Chapter 013 : Bergeraknya Ras Iblis
14 Chapter 014 : Meninggalkan Kota Jishu
15 Chapter 015 : Berlatih
16 Chapter 016 : Sebelum Kekacauan
17 Chapter 017 : Kedatangan Ras Iblis
18 Chapter 018 : Terkejutnya Shu Xiansha
19 Chapter 019 : Keluarga Ras Naga
20 Chapter 020 : Meledakkan Diri
21 Chapter 021 : Informasi Long Ka Xiang
22 Chapter 022 : Kapal Angkasa
23 Chapter 023 : Monster Misterius
24 Chapter 024 : Divine God tahap Akhir
25 Chapter 025 : Membuat Permainan
26 Chapter 026 : Kebosanan Lin Chen
27 Chapter 027 : Mengambil Bentuk Manusia
28 Chapter 028 : Menghadiri Pelelangan
29 Chapter 029 : Pelelangan
30 Chapter 030 : Pelajaran
31 Chapter 031 : Meninggalkan Bintang Sheng
32 Chapter 032 : Bintang Dongjie
33 Chapter 033 : Peperangan
34 Chapter 034 : Giliran Lin Chen
35 Chapter 035 : Menyantap Naga
36 Chapter 036 : Mendatangi Bintang Dongjie
37 Chapter 037 : Ho Liiu Yaoshan
38 Chapter 038 : Selamat
39 Chapter 039 : 'Ketahuilah Identitasmu!'
40 Chapter 040 : Kebenaran
41 Chapter 041 : Jalan Baru
42 Chapter 042 : Mencoba
43 Chapter 043 : Kembali Berkumpul
44 Chapter 044 : Pemberitahuan Informasi
45 Chapter 045 : Meditasi
46 Chapter 046 : Kultivator
47 Chapter 047 : Alam Bawah
48 Chapter 048 : Berpamitan
49 Chapter 049 : Kota Iblis
50 Chapter 050 : Pergi Berburu Manusia?
51 Chapter 051 : Menumbuhkan Pepohonan
52 Chapter 052 : Pergi ke Kota Lainnya
53 Chapter 053 : Kanibal
54 Chapter 054 : Daratan Utama di Alam Bawah?
55 Chapter 055 : Esensi Dao Iblis
56 Chapter 056 : Datang ke Istana Kematian
57 Chapter 057 : Gerbang Neraka
58 Chapter 058 : Memenjarakan Diyu Maozang
59 Chapter 059 : Alam Selestial
60 Chapter 060 : Mati?
61 Chapter 061 : Kehilangan?
62 Chapter 062 : Kultivasi
63 Chapter 063 : Earth Realm
64 Chapter 064 : Kembali Hidup
65 Chapter 065 : Kebenaran tentang Semesta
66 Chapter 066 : Latihan
67 Chapter 067 : Bersama
68 Chapter 068 : Kembali ke Alam Selestial
69 Chapter 069 : Memanfaatkan Kesempatan
70 Chapter 070 : Ilusi Semesta Yongheng
71 Chapter 071 : Membunuh Monster Kuno
72 Chapter 072 : Qing Long
73 Chapter 073 : Bintang Zhuyao
74 Chapter 074 : Reuni Keluarga
75 Chapter 075 : Pengorbanan Ras Naga
76 Chapter 076 : Menciptakan Kehidupan
77 Chapter 077 : Rencana untuk Bintang Qiang
78 Chapter 078 : Memaafkan
79 Chapter 079 : Ini, Bumi?
80 Chapter 080 : Shelter
81 Chapter 081 : Sejarah Kehancuran Bumi
82 Chapter 082 : Kembali ke Bintang Qiang
83 Chapter 083 : Memindahkan Daratan
84 Chapter 084 : Hitam dan Putih
85 Chapter 085 : Kehidupan Chen Hao Ling
86 Chapter 086 : Tanda-tanda Kehancuran
87 Chapter 087 : Kembali dari Masa Lalu
88 Chapter 088 : Kembali Tenang
89 Chapter 089 : Melakukannya
90 Chapter 090 : Berjalan-jalan
91 Chapter 091 : Menghitung Hari
92 Chapter 092 : Lin Qiao Jianying
93 Chapter 093 : 5 Tahun Kemudian
94 Chapter 094 : Pergi Bersama Keluarga
95 Chapter 095 : Kota
96 Chapter 096 : Monster Kuno?
97 Chapter 097 : Memasuki Celah Ruang
98 Chapter 098 : Dimensi Monster Kuno
99 Chapter 099 : Apakah Kau akan Diam Saja?
100 Chapter 100 : Membunuh Yuan Gu
101 Chapter 101 : 2 Tahun Kemudian
102 Chapter 102 : Mengambil Artefak Dewa
103 Chapter 103 : Menyerap 2 Artefak Dewa
104 Chapter 104 : Meninggalkan Semesta Yongheng
105 Chapter 105 : Semesta Xing
106 Chapter 106 : Reinkarnasi?
107 Chapter 107 : Berada di Pihak yang Sama
108 Chapter 108 : Hutan Siwangzha
109 Chapter 109 : Bermain dengan Naga Hitam
110 Chapter 110 : Pergerakan Dewa Xing
111 Chapter 111 : Lebih Cepat dari yang Seharusnya
112 Chapter 112 : God Realm
113 Chapter 113 : Serangan Bertubi-tubi
114 Chapter 114 : Pertempuran Sengit
115 Chapter 115 : Pertarungan yang Melelahkan
116 Chapter 116 : Selesai
117 Chapter 117 : Mengacaukan Ruang Para Dewa
118 Chapter 118 : Semesta Pedang
119 Chapter 119 : Mendapatkan Tunggangan
120 Chapter 120 : Test Petualang
121 Chapter 121 : Mengambil Misi
122 Chapter 122 : Harta Chen Hao Ling?
123 Chapter 123 : Kerja Sama Kakak Adik
124 Chapter 124 : Bersantai-santai
125 Chapter 125 : Gelombang Monster di Ibu Kota
126 Chapter 126 : Menghilangkan Gelombang Monster
127 Chapter 127 : Pergi ke Dinasti Ming
128 Chapter 128 : Membawa Mein
129 Chapter 129 : Pembalasan
130 Chapter 130 : Lin Mein An
131 Chapter 131 : Kota Mangshan
132 Chapter 132 : Berlatih Membunuh Monster
133 Chapter 133 : Berry Emas
134 Chapter 134 : Kembali Sebentar
135 Chapter 135 : Pergi ke Semesta Tian
136 Chapter 136 : Abadi?
137 Chapter 137 : Menyegel Semesta Tian
138 Chapter 138 : Kematian yang Mengenaskan
139 Chapter 139 : Kedatangan Tamu
140 Chapter 140 : Menembus tahap Akhir
141 Chapter 141 : Menyuling 14 God Realm
142 Chapter 142 : Rencana Masa Depan
143 Chapter 143 : Semesta Lantian
144 Chapter 144 : Angkasa Luar di Semesta Lantian
145 Chapter 145 : Galaxy Tianlang
146 Chapter 146 : Menunjukkan Kekuatan Xue Ying
147 Chapter 147 : Kota Mang
148 Chapter 148 : Terbukanya Tempat Misterius
149 Chapter 149 : Negeri Surgawi
150 Chapter 150 : Kesadaran Heavenly Realm
151 Chapter 151 : Menghancurkan Kesadaran Heavenly Realm
152 Chapter 152 : Mendapatkan Air Surgawi
153 Chapter 153 : Kekuatan dari Bintang Shanjin
154 Chapter 154 : Perburuan di Gurun Du
155 Chapter 155 : Alam Suci
156 Chapter 156 : Keluar dari Negeri Surgawi
157 Chapter 157 : Memanggil Monster Kuno
158 Chapter 158 : Membunuh Leluhur Surgawi
159 Chapter 159 : Membunuh Manusia
160 Chapter 160 : Kota Yang
161 Chapter 161 : Heavenly Realm Tersembunyi
162 Chapter 162 : Kedatangan Keluarga Bao
163 Chapter 163 : Kedatangan 3 Earth Realm
164 Chapter 164 : Kekaisaran Qing dan Kerajaan Qiuran
165 Chapter 165 : Meninggalkan Penginapan Jueqi
166 Chapter 166 : Dimensi Leluhur Yang
167 Chapter 167 : Mengamati Monster Kuno
168 Chapter 168 : Mendatangi 9 Earth Realm
169 Chapter 169 : Pergi ke Semesta Shangdi
170 Chapter 170 : Menyerap Pil Dewa
171 Chapter 171 : Masalah dengan Lin Da Zixuan
172 Chapter 172 : Semesta dan Dewi Kuxing
173 Chapter 173 : Mulai Serius
174 Chapter 174 : Berpindah Semesta
175 Chapter 175 : Kematian Dewa 5 Element
176 Chapter 176 : Semesta Heng
177 Chapter 177 : Kematian Dewi Venus dan Dewa Taoist
178 Chapter 178 : Kebenaran tentang Dewi Kuxing
179 Chapter 179 : Ingatan Dewi Kuxing
180 Chapter 180 : Menyerap Kekuatan Kun Xiang Yin
181 Chapter 181 : Membangkitkan Kun Xiang Yin
182 Chapter 182 : Kepergian Anak-anak
183 Chapter 183 : Kekhawatiran Dewa dan Dewi
184 Chapter 184 : Menemani Xue Ying
185 Chapter 185 : Xue Ying Membunuh Monster Kuno
186 Chapter 186 : Monster Kuno Emas dan Hitam
187 Chapter 187 : Hidup Seperti Mortal?
188 Chapter 188 : Membeli Rumah Terbengkalai
189 Chapter 189 : Mengambil Tes
190 Chapter 190 : Membuka Toko Herbal
191 Chapter 191 : Laku Keras
192 Chapter 192 : Kedatangan Sekte ke Kota Fanren
193 Chapter 193 : Kepindahan Chenlong Herbal
194 Chapter 194 : Membuka Rumah Makan
195 Chapter 195 : Pencerahan
196 Chapter 196 : Anak-anak
197 Chapter 197 : Kedatangan Anak-anak
198 Chapter 198 : Mendatangi Semesta Kongxu
199 Chapter 199 : Memberi Harapan pada Lawan
200 Chapter 200 : Bertemu dengan Chen Hao Ling
201 Chapter 201 : Kedatangan Penghuni Alam Tantiang
202 Chapter 202 : Apa itu Ruang Para Dewa?
203 Chapter 203 : Harta Berharga di Tiga Alam
204 Chapter 204 : Yan Xue Menerobos God Realm
205 Chapter 205 : Tangga Surgawi
206 Chapter 206 : Alam Tiantang
207 Chapter 207 : Menyegel Sungai Sanzu
208 Chapter 208 : Xue Ying Kesepian
209 Chapter 209 : Bepergian di Alam Tiantang
210 Chapter 210 : Kedatangan Naga Hitam Pembuat Onar
211 Chapter 211 : Membunuh Naga Kekacauan
212 Chapter 212 : Pulau Hitam
213 Chapter 213 : Pertemuan Lord Realm
214 Chapter 214 : Memukul Binatang Liar
215 Chapter 215 : Membunuh Binatang Liar
216 Chapter 216 : Datang Berkunjung ke Tiga Dewata Murni
217 Chapter 217 : Meningkatkan Roh Pertempuran
218 Chapter 218 : Serangan dari Aliansi Penjarah Surga
219 Chapter 219 : Wilayah Tiantang Vs Aliansi Penjarah Surga
220 Chapter 220 : Langit Berdarah
221 Chapter 221 : Tetua Aliansi Penjarah Surga
222 Chapter 222 : Penghabisan
223 Chapter 223 : Markas Aliansi Penjarah Surga
224 Chapter 224 : Kekuatan Lin Chen
225 Chapter 225 : Menyuling 9 Lord Realm
226 Chapter 226 : Berhasil Menyuling Pil Dewa Abadi
227 Chapter 227 : Menyerap Pil Dewa Abadi
228 Chapter 228 : Kekuatan Kaisar Giok
229 Chapter 229 : Kekuatan Baru
230 Chapter 230 : Yan Xue Menerobos Lord Realm
231 Chapter 231 : Xue Ying dan Dewi Kuxing—Datang
232 Chapter 232 : Beberapa Tikus yang Menyelinap
233 Chapter 233 : Patung Kaisar Giok
234 Chapter 234 : Menyerang Alam Diyu
235 Chapter 235 : Bertukar Pukulan
236 Chapter 236 : Kedatangan Tiga Dewata Murni
237 Chapter 237 : Pemberontakan Yan Luo Wang
238 Chapter 238 : Membelah Alam Diyu
239 Chapter 239 : Kematian Lord Sanzu
240 Chapter 240 : Kembali ke Alam Tiantang
241 Chapter 241 : Tamu Penting
242 Chapter 242 : Dewi Nuwa
243 Chapter 243 : Ras Dewa-Iblis dan Kebenaran Dimensi Kekacauan
244 Chapter 244 : Pembaharuan System
245 Chapter 245 : Dewi Nuwa yang Terluka
246 Chapter 246 : Menciptakan Tanah Suci
247 Chapter 247 : Tanah Suci
248 Chapter 248 : Mengawasi Lin Qiao Jianying (1)
249 Chapter 249 : Mengawasi Lin Qiao Jianying (2)
250 Chapter 250 : Bantuan Keluarga Ye
251 Chapter 251 : Kedatangan Lin Mein An
252 Chapter 252 : Kedatangan Xue Ying
253 Chapter 253 : Kultivasi Profesi Lukis
254 Chapter 254 : Perbatasan Tiga Alam?
255 Chapter 255 : Melawan Umpan Meriam Klan Dewa-Iblis (1)
256 Chapter 256 : Melawan Umpan Meriam Klan Dewa-Iblis (2)
257 Chapter 257 : Melawan Umpan Meriam Klan Dewa-Iblis (3)
258 Chapter 258 : Meledakkan Menara Esensi Jiwa
259 Chapter 259 : Pergerakan Makhluk dari Dimensi Kekacauan
260 Chapter 260 : Kultivasi untuk Menerobos
261 Chapter 261 : Pergi ke Dunia Dewa-Iblis
262 Chapter 262 : Kaisar Dewa-Iblis; Kembali dan Marah
263 Chapter 263 : Serangan Mematikan
264 Chapter 264 : Transformasi Kedua
265 Chapter 265 : Tranformasi Ketiga
266 Chapter 266 : Perubahan Lin Chen
267 Chapter 267 : Membunuh dan Kesengsaraan Besar
268 Chapter 268 : Bertemu dengan "Aku" di Masa Lalu
269 Chapter 269 : Altar Dewa dan Jembatan Penghubung
270 Chapter 270 : Pengakhiran (Epilog)
Episodes

Updated 270 Episodes

1
Chapter 001 : Istana Naga
2
Chapter 002 : Memberikan Tubuh
3
Chapter 003 : Obrolan Berat
4
Chapter 004 : Bintang Sheng
5
Chapter 005 : Kota Jishu
6
Chapter 006 : Menukarkan Uang
7
Chapter 007 : Rong Heixan
8
Chapter 008 : Memperlihatkan Kekuatan Kultivator
9
Chapter 009 : Membunuh Dewa Iblis
10
Chapter 010 : Bersandiwara
11
Chapter 011 : Meningkatkan System
12
Chapter 012 : Membeli Kapal
13
Chapter 013 : Bergeraknya Ras Iblis
14
Chapter 014 : Meninggalkan Kota Jishu
15
Chapter 015 : Berlatih
16
Chapter 016 : Sebelum Kekacauan
17
Chapter 017 : Kedatangan Ras Iblis
18
Chapter 018 : Terkejutnya Shu Xiansha
19
Chapter 019 : Keluarga Ras Naga
20
Chapter 020 : Meledakkan Diri
21
Chapter 021 : Informasi Long Ka Xiang
22
Chapter 022 : Kapal Angkasa
23
Chapter 023 : Monster Misterius
24
Chapter 024 : Divine God tahap Akhir
25
Chapter 025 : Membuat Permainan
26
Chapter 026 : Kebosanan Lin Chen
27
Chapter 027 : Mengambil Bentuk Manusia
28
Chapter 028 : Menghadiri Pelelangan
29
Chapter 029 : Pelelangan
30
Chapter 030 : Pelajaran
31
Chapter 031 : Meninggalkan Bintang Sheng
32
Chapter 032 : Bintang Dongjie
33
Chapter 033 : Peperangan
34
Chapter 034 : Giliran Lin Chen
35
Chapter 035 : Menyantap Naga
36
Chapter 036 : Mendatangi Bintang Dongjie
37
Chapter 037 : Ho Liiu Yaoshan
38
Chapter 038 : Selamat
39
Chapter 039 : 'Ketahuilah Identitasmu!'
40
Chapter 040 : Kebenaran
41
Chapter 041 : Jalan Baru
42
Chapter 042 : Mencoba
43
Chapter 043 : Kembali Berkumpul
44
Chapter 044 : Pemberitahuan Informasi
45
Chapter 045 : Meditasi
46
Chapter 046 : Kultivator
47
Chapter 047 : Alam Bawah
48
Chapter 048 : Berpamitan
49
Chapter 049 : Kota Iblis
50
Chapter 050 : Pergi Berburu Manusia?
51
Chapter 051 : Menumbuhkan Pepohonan
52
Chapter 052 : Pergi ke Kota Lainnya
53
Chapter 053 : Kanibal
54
Chapter 054 : Daratan Utama di Alam Bawah?
55
Chapter 055 : Esensi Dao Iblis
56
Chapter 056 : Datang ke Istana Kematian
57
Chapter 057 : Gerbang Neraka
58
Chapter 058 : Memenjarakan Diyu Maozang
59
Chapter 059 : Alam Selestial
60
Chapter 060 : Mati?
61
Chapter 061 : Kehilangan?
62
Chapter 062 : Kultivasi
63
Chapter 063 : Earth Realm
64
Chapter 064 : Kembali Hidup
65
Chapter 065 : Kebenaran tentang Semesta
66
Chapter 066 : Latihan
67
Chapter 067 : Bersama
68
Chapter 068 : Kembali ke Alam Selestial
69
Chapter 069 : Memanfaatkan Kesempatan
70
Chapter 070 : Ilusi Semesta Yongheng
71
Chapter 071 : Membunuh Monster Kuno
72
Chapter 072 : Qing Long
73
Chapter 073 : Bintang Zhuyao
74
Chapter 074 : Reuni Keluarga
75
Chapter 075 : Pengorbanan Ras Naga
76
Chapter 076 : Menciptakan Kehidupan
77
Chapter 077 : Rencana untuk Bintang Qiang
78
Chapter 078 : Memaafkan
79
Chapter 079 : Ini, Bumi?
80
Chapter 080 : Shelter
81
Chapter 081 : Sejarah Kehancuran Bumi
82
Chapter 082 : Kembali ke Bintang Qiang
83
Chapter 083 : Memindahkan Daratan
84
Chapter 084 : Hitam dan Putih
85
Chapter 085 : Kehidupan Chen Hao Ling
86
Chapter 086 : Tanda-tanda Kehancuran
87
Chapter 087 : Kembali dari Masa Lalu
88
Chapter 088 : Kembali Tenang
89
Chapter 089 : Melakukannya
90
Chapter 090 : Berjalan-jalan
91
Chapter 091 : Menghitung Hari
92
Chapter 092 : Lin Qiao Jianying
93
Chapter 093 : 5 Tahun Kemudian
94
Chapter 094 : Pergi Bersama Keluarga
95
Chapter 095 : Kota
96
Chapter 096 : Monster Kuno?
97
Chapter 097 : Memasuki Celah Ruang
98
Chapter 098 : Dimensi Monster Kuno
99
Chapter 099 : Apakah Kau akan Diam Saja?
100
Chapter 100 : Membunuh Yuan Gu
101
Chapter 101 : 2 Tahun Kemudian
102
Chapter 102 : Mengambil Artefak Dewa
103
Chapter 103 : Menyerap 2 Artefak Dewa
104
Chapter 104 : Meninggalkan Semesta Yongheng
105
Chapter 105 : Semesta Xing
106
Chapter 106 : Reinkarnasi?
107
Chapter 107 : Berada di Pihak yang Sama
108
Chapter 108 : Hutan Siwangzha
109
Chapter 109 : Bermain dengan Naga Hitam
110
Chapter 110 : Pergerakan Dewa Xing
111
Chapter 111 : Lebih Cepat dari yang Seharusnya
112
Chapter 112 : God Realm
113
Chapter 113 : Serangan Bertubi-tubi
114
Chapter 114 : Pertempuran Sengit
115
Chapter 115 : Pertarungan yang Melelahkan
116
Chapter 116 : Selesai
117
Chapter 117 : Mengacaukan Ruang Para Dewa
118
Chapter 118 : Semesta Pedang
119
Chapter 119 : Mendapatkan Tunggangan
120
Chapter 120 : Test Petualang
121
Chapter 121 : Mengambil Misi
122
Chapter 122 : Harta Chen Hao Ling?
123
Chapter 123 : Kerja Sama Kakak Adik
124
Chapter 124 : Bersantai-santai
125
Chapter 125 : Gelombang Monster di Ibu Kota
126
Chapter 126 : Menghilangkan Gelombang Monster
127
Chapter 127 : Pergi ke Dinasti Ming
128
Chapter 128 : Membawa Mein
129
Chapter 129 : Pembalasan
130
Chapter 130 : Lin Mein An
131
Chapter 131 : Kota Mangshan
132
Chapter 132 : Berlatih Membunuh Monster
133
Chapter 133 : Berry Emas
134
Chapter 134 : Kembali Sebentar
135
Chapter 135 : Pergi ke Semesta Tian
136
Chapter 136 : Abadi?
137
Chapter 137 : Menyegel Semesta Tian
138
Chapter 138 : Kematian yang Mengenaskan
139
Chapter 139 : Kedatangan Tamu
140
Chapter 140 : Menembus tahap Akhir
141
Chapter 141 : Menyuling 14 God Realm
142
Chapter 142 : Rencana Masa Depan
143
Chapter 143 : Semesta Lantian
144
Chapter 144 : Angkasa Luar di Semesta Lantian
145
Chapter 145 : Galaxy Tianlang
146
Chapter 146 : Menunjukkan Kekuatan Xue Ying
147
Chapter 147 : Kota Mang
148
Chapter 148 : Terbukanya Tempat Misterius
149
Chapter 149 : Negeri Surgawi
150
Chapter 150 : Kesadaran Heavenly Realm
151
Chapter 151 : Menghancurkan Kesadaran Heavenly Realm
152
Chapter 152 : Mendapatkan Air Surgawi
153
Chapter 153 : Kekuatan dari Bintang Shanjin
154
Chapter 154 : Perburuan di Gurun Du
155
Chapter 155 : Alam Suci
156
Chapter 156 : Keluar dari Negeri Surgawi
157
Chapter 157 : Memanggil Monster Kuno
158
Chapter 158 : Membunuh Leluhur Surgawi
159
Chapter 159 : Membunuh Manusia
160
Chapter 160 : Kota Yang
161
Chapter 161 : Heavenly Realm Tersembunyi
162
Chapter 162 : Kedatangan Keluarga Bao
163
Chapter 163 : Kedatangan 3 Earth Realm
164
Chapter 164 : Kekaisaran Qing dan Kerajaan Qiuran
165
Chapter 165 : Meninggalkan Penginapan Jueqi
166
Chapter 166 : Dimensi Leluhur Yang
167
Chapter 167 : Mengamati Monster Kuno
168
Chapter 168 : Mendatangi 9 Earth Realm
169
Chapter 169 : Pergi ke Semesta Shangdi
170
Chapter 170 : Menyerap Pil Dewa
171
Chapter 171 : Masalah dengan Lin Da Zixuan
172
Chapter 172 : Semesta dan Dewi Kuxing
173
Chapter 173 : Mulai Serius
174
Chapter 174 : Berpindah Semesta
175
Chapter 175 : Kematian Dewa 5 Element
176
Chapter 176 : Semesta Heng
177
Chapter 177 : Kematian Dewi Venus dan Dewa Taoist
178
Chapter 178 : Kebenaran tentang Dewi Kuxing
179
Chapter 179 : Ingatan Dewi Kuxing
180
Chapter 180 : Menyerap Kekuatan Kun Xiang Yin
181
Chapter 181 : Membangkitkan Kun Xiang Yin
182
Chapter 182 : Kepergian Anak-anak
183
Chapter 183 : Kekhawatiran Dewa dan Dewi
184
Chapter 184 : Menemani Xue Ying
185
Chapter 185 : Xue Ying Membunuh Monster Kuno
186
Chapter 186 : Monster Kuno Emas dan Hitam
187
Chapter 187 : Hidup Seperti Mortal?
188
Chapter 188 : Membeli Rumah Terbengkalai
189
Chapter 189 : Mengambil Tes
190
Chapter 190 : Membuka Toko Herbal
191
Chapter 191 : Laku Keras
192
Chapter 192 : Kedatangan Sekte ke Kota Fanren
193
Chapter 193 : Kepindahan Chenlong Herbal
194
Chapter 194 : Membuka Rumah Makan
195
Chapter 195 : Pencerahan
196
Chapter 196 : Anak-anak
197
Chapter 197 : Kedatangan Anak-anak
198
Chapter 198 : Mendatangi Semesta Kongxu
199
Chapter 199 : Memberi Harapan pada Lawan
200
Chapter 200 : Bertemu dengan Chen Hao Ling
201
Chapter 201 : Kedatangan Penghuni Alam Tantiang
202
Chapter 202 : Apa itu Ruang Para Dewa?
203
Chapter 203 : Harta Berharga di Tiga Alam
204
Chapter 204 : Yan Xue Menerobos God Realm
205
Chapter 205 : Tangga Surgawi
206
Chapter 206 : Alam Tiantang
207
Chapter 207 : Menyegel Sungai Sanzu
208
Chapter 208 : Xue Ying Kesepian
209
Chapter 209 : Bepergian di Alam Tiantang
210
Chapter 210 : Kedatangan Naga Hitam Pembuat Onar
211
Chapter 211 : Membunuh Naga Kekacauan
212
Chapter 212 : Pulau Hitam
213
Chapter 213 : Pertemuan Lord Realm
214
Chapter 214 : Memukul Binatang Liar
215
Chapter 215 : Membunuh Binatang Liar
216
Chapter 216 : Datang Berkunjung ke Tiga Dewata Murni
217
Chapter 217 : Meningkatkan Roh Pertempuran
218
Chapter 218 : Serangan dari Aliansi Penjarah Surga
219
Chapter 219 : Wilayah Tiantang Vs Aliansi Penjarah Surga
220
Chapter 220 : Langit Berdarah
221
Chapter 221 : Tetua Aliansi Penjarah Surga
222
Chapter 222 : Penghabisan
223
Chapter 223 : Markas Aliansi Penjarah Surga
224
Chapter 224 : Kekuatan Lin Chen
225
Chapter 225 : Menyuling 9 Lord Realm
226
Chapter 226 : Berhasil Menyuling Pil Dewa Abadi
227
Chapter 227 : Menyerap Pil Dewa Abadi
228
Chapter 228 : Kekuatan Kaisar Giok
229
Chapter 229 : Kekuatan Baru
230
Chapter 230 : Yan Xue Menerobos Lord Realm
231
Chapter 231 : Xue Ying dan Dewi Kuxing—Datang
232
Chapter 232 : Beberapa Tikus yang Menyelinap
233
Chapter 233 : Patung Kaisar Giok
234
Chapter 234 : Menyerang Alam Diyu
235
Chapter 235 : Bertukar Pukulan
236
Chapter 236 : Kedatangan Tiga Dewata Murni
237
Chapter 237 : Pemberontakan Yan Luo Wang
238
Chapter 238 : Membelah Alam Diyu
239
Chapter 239 : Kematian Lord Sanzu
240
Chapter 240 : Kembali ke Alam Tiantang
241
Chapter 241 : Tamu Penting
242
Chapter 242 : Dewi Nuwa
243
Chapter 243 : Ras Dewa-Iblis dan Kebenaran Dimensi Kekacauan
244
Chapter 244 : Pembaharuan System
245
Chapter 245 : Dewi Nuwa yang Terluka
246
Chapter 246 : Menciptakan Tanah Suci
247
Chapter 247 : Tanah Suci
248
Chapter 248 : Mengawasi Lin Qiao Jianying (1)
249
Chapter 249 : Mengawasi Lin Qiao Jianying (2)
250
Chapter 250 : Bantuan Keluarga Ye
251
Chapter 251 : Kedatangan Lin Mein An
252
Chapter 252 : Kedatangan Xue Ying
253
Chapter 253 : Kultivasi Profesi Lukis
254
Chapter 254 : Perbatasan Tiga Alam?
255
Chapter 255 : Melawan Umpan Meriam Klan Dewa-Iblis (1)
256
Chapter 256 : Melawan Umpan Meriam Klan Dewa-Iblis (2)
257
Chapter 257 : Melawan Umpan Meriam Klan Dewa-Iblis (3)
258
Chapter 258 : Meledakkan Menara Esensi Jiwa
259
Chapter 259 : Pergerakan Makhluk dari Dimensi Kekacauan
260
Chapter 260 : Kultivasi untuk Menerobos
261
Chapter 261 : Pergi ke Dunia Dewa-Iblis
262
Chapter 262 : Kaisar Dewa-Iblis; Kembali dan Marah
263
Chapter 263 : Serangan Mematikan
264
Chapter 264 : Transformasi Kedua
265
Chapter 265 : Tranformasi Ketiga
266
Chapter 266 : Perubahan Lin Chen
267
Chapter 267 : Membunuh dan Kesengsaraan Besar
268
Chapter 268 : Bertemu dengan "Aku" di Masa Lalu
269
Chapter 269 : Altar Dewa dan Jembatan Penghubung
270
Chapter 270 : Pengakhiran (Epilog)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!