Kendati Lin Chen sudah disuruh untuk terus berlatih dan jangan bermain-main, ia memutuskan datang ke ruangan di mana Xue Ying beristirahat untuk menyelesaikan proses peningkatan sistem. Itu semua karena Xue Ying merasa kesepian tanpa ada yang bisa diajak bicara, kecuali dirinya.
[Kakak, Yi'er sudah sadar dan bisa melihat sekitar, meski mata masih tertutup dan tidak bisa bergerak. Penglihatan Yi'er hanya sebatas ruangan ini saja, itu sangat membosankan! Karena itulah, temani Yi'er ...]
Lin Chen terkekeh kecil saat melihat layar interface yang muncul di depannya, serta suara Xue Ying yang ada di kepalanya nampak bosan dan mengeluh.
"Ada apa, Gege?" Yan Xue merasa aneh melihat Lin Chen yang tertawa seorang diri, meski Xue Ying sedang tidak sadarkan diri.
Lin Chen menoleh ke kiri dan menjelaskan perasaan bosan yang menimpa Xue Ying saat ini. Hanya ia dan Long Xia Yun saja yang bisa berkomunikasi dengan Xue Ying, karena ketiganya bergabung dalam satu sistem.
"Begitu ..." Yan Xue mengangguk kecil dan berdiri dari kursi di samping Lin Chen, kemudian pergi ke kursi seberang. "Yi'er, jangan terlalu lama tidak sadarkan diri. Apakah kau tidak merindukan rasa daging panggang dan cola kesukaanmu?" Ia menggoda Xue Ying dan memainkan pipinya.
[Kakak...]
Lin Chen kembali tertawa saat mendengar suara melas Xue Ying. Ia sedikit berdiri seraya mengulurkan tangan kanannya, mengusap kening Xue Ying. "Yi'er, aku hanya bisa menemanimu untuk satu jam ke depan. Setelahnya, aku harus pergi untuk berlatih. Ibu mengatakan Bintang Sheng akan menjadi medan perang, karena itulah aku harus meningkatkan kekuatan."
Tidak ada jawaban dari Xue Ying, yang ada hanyalah gerutu yang sepertinya sangat sedih karena harus ditinggalkan sendirian di dalam ruangan.
[Baiklah. Yi'er paham, tapi Yi'er sedikit kesal karena tidak bisa membantu Kakak.]
Lin Chen tersenyum hangat dan mengecup pipi kiri Xue Ying, begitu pun dengan Yan Xue yang mengecup pipi lainnya.
[Hehehe, terimakasih.]
Ia menemani Xue Ying mengobrol apa pun yang bisa menghilangkan kebosanan. Hingga waktu yang ditentukan telah habis, pintu terbuka memperlihatkan Luo Yi dan Long Xia Yun yang bergantian menjaga Xue Ying.
[Kakak, setelah Yi'er bangun, Yi'er ingin memakan masakan Kakak!]
Lin Chen menghentikan langkah kakinya di tengah-tengah pintu, kemudian menoleh ke kiri belakang melihat Xue Ying dengan senyuman hangat terukir di wajahnya. "Baiklah, aku akan memasakkan makanan kesukaanmu saat kau bangun nanti."
Long Xia Yun yang mendengar itu tersenyum lembut dan menceritakannya pada Luo Yi yang penasaran. Bagaimanapun, Luo Yi tidak mengetahui apa yang diucapkan Xue Ying yang tidak sadarkan diri itu.
Ketika mengetahuinya, Luo Yi menganggukkan kepala dan mengecup kening Xue Ying.
***
Lantai Tiga
Banyak monster yang sengaja dibiarkan lepas di dalam Profound Ark, yang digunakan untuk pelatihan dalam pertarungan nyata, meski hanya sebatas monster saja.
Alasan Lin Chen datang kemari karena ingin melihat bagaimana pelatihan semua orang yang ada, karena sudah sangat sama semenjak terakhir kali ia memberikan pengarahan dalam pelatihan.
"Oh, Lin Chen!"
Lin Chen yang baru datang itu mendongak menatap lurus ke depan, melihat Yang Minghuan yang melambaikan tangan yang membawa pedang dan berjalan menghampirinya. "Kau sudah banyak berubah, tidak lagi memakai kacamata dan kau membiarkan rambutmu tumbuh panjang."
"Kau juga sudah menembus Ranah Holy Monarch. Apakah kau melihat yang lainnya?"
Yang Minghuan tertawa kecil seraya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. "Terimakasih, ini semua karenamu. Meski hidup kami penuh darah, tapi entah mengapa aku merasa lebih bahagia di sini. Apakah telah berubah?"
"Untuk yang lain, mereka sedang berburu monster di sekitar Menara Pertempuran atau di Menara Pertempuran itu sendiri."
Yang Minghuan terdiam sejenak, kemudian kembali berucap, "Ngomong-ngomong, bolehkah aku meminta saran darimu mengenai Teknik Pedang Teratai?"
"Tentu ..." Lin Chen menganggukkan kepalanya dan mengeluarkan Pedang Perak. "Dengan senang hati. Gerakan berapa?"
"Gerakan Ketiga, Pusaran Bunga Teratai."
Lin Chen menganggukkan kepalanya dan melangkah menjauh dari Portal Dimensi. Ia pergi ke tanah lapang yang sedikit jauh dari orang-orang, serta tidak ada tanda-tanda kehidupan dalam radius ratusan mil di depannya.
"Ini hanya namanya saja Pusaran Bunga Teratai yang terdengar kuat dan keras. Namun sebenarnya dalam penguasaan gerakan ini mengharuskan untuk tetap tenang dan lembut." Lin Chen menarik bilah pedang dari sarungnya, dan membuang sarung pedang.
Lin Chen mengangkat kaki kanannya dengan posisi menggantung dan kaki kiri sebagai pijakan. Pedangnya dalam posisi horizontal, yang bagian depannya mengarah ke depan. Tangan kirinya juga berada bersebalahan dengan bilah pedang, dengan jari telunjuk dan tengah menghadap sedikit miring.
"Pertama, kau harus berada di posisi seperti ini. Dalam pertarungan, posisi seperti ini akan menjadi kelemahan karena banyak celah yang terbuka. Karena itulah, sebelum menggunakannya dalam pertarungan, pastikan kuasai dengan baik."
Lin Chen memutar tubuhnya perlahan 360°, dan selama ia berputar tadi, samar-samar energi spiritual berwarna emas mulai terpancar dari dalam tubuhnya. Energi spiritual itu mengalir seperti sungai, dan berubah menjadi bunga teratai yang mekar seukuran kepalan tangan.
Aroma harum juga terpancar dari bunga, yang harumnya sulit untuk dijelaskan.
Setelah berputar 360°, Lin Chen menghentakkan kaki kanannya ke tanah, dengan posisi membuka kuda-kuda dan menusukkan pedangnya ke depan.
Bunga teratai berwarna putih dengan bagian pucuknya berwarna merah muda itu bergerak ke ujung pedang secara perlahan. Kemudian, ratusan bunga teratai itu melesat dan berputar searah dengan jarum jam.
Tembakan pusaran bunga teratai itu menciptakan gelombang angin yang kuat, membuat daratan dalam garis lurus terkikis dan membuat lubang dalam.
Lin Chen menutup kuda-kudanya dan menghembuskan napas panjang. Ia menunduk melihat pedang di tangannya yang mulai retak dan berubah menjadi debu. "Pedang Perak, setidaknya Pedang Surgawi untuk benar-benar bisa menahan serangan energi dari Pusaran Bunga Teratai."
Lin Chen berbalik menatap Yang Minghuan. "Apakah kau sudah memahaminya?"
Yang Minghuan mengangguk kecil dan menangkupkan kedua tangan. "Terimakasih, aku sudah memahaminya. Sebelumnya, aku bergerak cepat dan melepaskan banyak energi spiritual, mengingat dinamakan Pusaran ..."
"Tapi aku tidak menyangka gerakannya harus lemah lembut, bahkan dalam mengeluarkan aliran energinya."
Lin Chen tersenyum tipis. "Setelah kau benar-benar bisa menguasainya, kau hanya perlu mengalirkan energi spiritual ke pedang dan sekitarnya, kemudian menusukkan pedang ke depan." Ia menepuk pundak kanan Yang Minghuan.
"Aku pergi dulu, aku juga harus berlatih." Lin Chen terbang bersama Yan Xue dan menyebarkan 4000 klon untuk membantu pelatihan dari 843.058 anggota Sekte Chenlong.
Lin Chen sudah mampu untuk menciptakan 10.000 klon, asalkan tubuh utamanya tetap diam dan berkultivasi di satu tempat tanpa bergerak sedikit pun.
Lin Chen memutuskan untuk berlatih di salah satu tempat di Lantai Ketiga yang tidak sembarang orang bisa memasukinya. Ia juga mengajak Yan Xue untuk berlatih bersama, entah dalam kultivasi maupun teknik.
Lin Chen sudah cukup dalam pengalaman bertarung dan sangat mudah untuk menguasai salah satu teknik, hanya saja ia masih ada beberapa teknik yang belum benar-benar mencapai puncaknya. Salah satunya adalah teknik yang berasal dari Tubuh Dewa Kematian.
Puluhan menit berlalu, 4000 klon miliknya ia hilangkan setelah berhasil melatih semua orang secara bersamaan.
***
Lin Chen duduk bersila menatap Yan Xue yang sedang berkultivasi di depannya. Ia mengamati keadaan kultivasi Yan Xue, apakah ada masalah ataukah tidak. Ia mengangguk kecil dan tersenyum hangat. "Tidak ada yang salah, kemampuan kultivasinya telah meningkat dan hampir menembus Ranah Dewa Surgawi."
"Mereka yang berasal dari Alam Rendah, Alam Immortal dan Alam Dewa sudah menembus Ranah Dewa, dan yang berasal dari Bumi sudah berada diatas Ranah Holy Saint."
Lin Chen menutup matanya dan berkultivasi, ia mencoba memahami Tubuh Dewa Kematian dan Tubuh Roh untuk meningkatkan jumlah kekuatan yang dihasilkan.
Dalam pelatihan ini ia sangat fokus dan tidak memikirkan hal sekitar. Karena itulah, ia tidak menyadari jika Ayah dan Ibunya terus bekerja di luar sana.
Pekerjaan yang dilakukan tentunya adalah membunuh serangga yang menganggu ketenangan dan tikus yang mencoba mendekat dengan niat buruk.
...
***
*Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 270 Episodes
Comments
Rizky Rezha
ying
2024-04-03
1
Harman LokeST
tiiiinnnnnnnnnnngggggkkaaaann teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuussssss kuuuulllllltttiiiiiiivaaasiimmuuuuuuu yang lebih tinggi lagi Lin Chen
2024-03-29
0
Bintang
smangat thor
2022-11-30
0