Kekuatan yang diperlihatkan Lin Chen sangat mengerikan dan menggetarkan perasaan semua orang yang melihatnya, bahkan anggota Sekte Chenlong juga tidak luput dari keterkejutan. Mereka memang sudah menduga jika Lin Chen sangat kuat, mereka mengetahuinya, namun tidak sampai mampu mewujudkan dua Dewa, Buddha dan Brahma.
Kultivator Buddhist yang melihat dua siluet perunggu keemasan itu mulai berlutut, bahkan ada yang bersujud dan menyembahnya.
Lin Chen menyentuhkan kedua telapak tangannya. "Teknik Buddhist, Gerakan Ketiga. Samsara Buddha."
Buddha yang duduk di kanan belakang Lin Chen menurunkan tangan kirinya dan meletakkannya di atas pangkuan, dengan tangan kanan yang masih dibiarkan terangkat.
Diagram array yang berada di langit semakin membesar menutupi seluruh wilayah yang dilindungi oleh Pelindung Pohon. Dari diagram itu memancarkan sinar berwarna emas yang memandikan seluruh penjuru wilayah, termasuk Rong Heixan.
Tanah yang sebelumnya tandus mulai berubah menjadi sangat subur dengan molekul cahaya emas yang bertebaran di sekitar. Molekul cahaya itu memasuki tubuh Rong Heixan melalui pori-pori kulit, dan perlahan basis kultivasi Rong Heixan meningkat secara signifikan.
Rong Heixan membalikkan tubuhnya dan saat ini berada dalam posisi telungkup, kemudian berdiri perlahan seperti push up. "Haha haha ..."
"Hahahaha! Kekuatanku kembali seperti semula! Aku adalah yang terkuat di Bintang Sheng!"
Lin Chen menurunkan kedua tangannya yang berada di depan dada, dan meletakkannya di atas pangkuan. Hanya dari gerakan sederhana ini, ada perubahan lagi pada tubuh Rong Heixan.
Tubuh Rong Heixan mulai memperlihatkan retakan-retakan pada kulitnya, yang kemudian hancur seperti pasir yang terkena ombak besar. Tubuhnya mulai terkikis, dan setiap kulit maupun daging yang terkelupas, akan memberikan rasa yang sangat menyakitkan.
"Aaarrrgghh!" Rong Heixan berteriak sangat keras dan terdengar menyakitkan.
Proses hancurnya tubuh Rong Heixan tidak terlalu cepat seperti Iblis Merah, sehingga rasanya lebih menyakitkan. Hingga tak lama kemudian, tubuh Rong Heixan benar-benar hancur dengan daging yang tercerai-berai.
Dari kekosongan udara, yang mana tidak ada apa pun di sana. Mulai berkumpul molekul cahaya emas yang membentuk tubuh manusia yang sangat kecil seperti bayi, dan terus tumbuh menjadi remaja, dewasa.
Rong Heixan yang sudah kembali dewasa itu bernapas dengan tersengal-sengal seperti napasnya habis dan hampir mati. Ia menengadahkan kepalanya menatap Lin Chen. "Ba- Bajing**! Apa yang kau lakuka— Aarrgghh!"
Tubuh Rong Heixan mulai meleleh seperti tanah yang terkena api panas dan berubah menjadi lava. Daging yang meleleh itu jatuh mengenai tanah, dan membuat lubang di permukaannya.
Lin Chen yang duduk di atas bunga teratai emas hanya diam dan menatap dingin Dong Heixan. Dengan kekuatan yang ia perlihatkan hari ini, mungkin akan menimbulkan masalah seperti ada yang mengetahui identitas aslinya.
Tapi menurut yang dikatakan Long Xia Yun, semasa hidupnya dulu, ia tidak mempelajari Teknik Buddhist, sehingga tidak mungkin ada yang mengetahui identitasnya. Dan meski sama-sama berwarna emas, ia tidak benar-benar menggunakan energi murninya.
Alasan lain mengapa Lin Chen memperlihatkan kekuatan semacam ini, karena ingin memberi tahu pada Bintang Sheng, jika ia bukan orang yang bisa dikekang di sini. Terutama untuk Pusat Pemerintahan Kota Jishu.
"Ini pertaruhan, mungkin mereka akan berpikir dua kali untuk menekan Kultivator, atau bahkan memburu semua Kultivator di Bintang Sheng agar kedudukan mereka tidak tersingkir."
Kembali lagi pada Rong Heixan, proses reinkarnasi berulang terus berlanjut tanpa henti. Hingga beberapa jam berlalu, entah sudah berapa puluh kali Rong Heixan mati dengan cara yang berbeda-beda di setiap kematiannya.
Contoh kematian Rong Heixan adanya gigitan hewan buas yang memakan setengah tubuhnya, atau tubuhnya yang terpotong menjadi ratusan bagian kecil, bahkan mati karena membeku.
Lin Chen menarik kembali auranya yang tersebar, membuat dua siluet yang berada di belakangnya mulai memudar dan menghilang. Ia berdiri dari tempatnya, menatap dingin Rong Heixan yang matanya nampak suram, dan terkadang berteriak sendiri meski tidak ada apa-apa.
"Keluarga Rong di Bintang Tianlang, telah menghilang tanpa sisa." Lin Chen mengirimkan transmisi suara pada Rong Heixan.
Rong Heixan tersadar dan matanya kembali memancarkan sinar, seperti mendapatkan kembali kesadarannya. Ia menengadahkan kepalanya menatap Lin Chen di langit. "Apa maksud—"
Lin Chen menunjuk jarinya pada Rong Heixan. "Matilah."
Duarr!
Rong Heixan kembali meledak untuk terakhir kalinya dan tidak meninggalkan apa pun, bahkan kabut darah juga tidak ada sama sekali. Namun setelah kematian yang berulang, di permukaan tanah sudah banyak bercak darah maupun daging yang tergeletak.
Lin Chen mendongak menatap Long Xia Yun yang berada di dalam Kota Joshi dan memberikan kedipan mata sebagai tanda.
Saat itu juga, pohon yang menjulang tinggi hingga menembus awan itu mulai bergetar dan turun, menghilang ke dalam tanah seperti tidak pernah ada pohon besar.
Ketika pohon-pohon telah menghilang, kapal perang yang sangat besar menghampiri Lin Chen dengan kecepatan yang cukup cepat. Kapal perang itu memancarkan cahaya biru yang memindai kekuatan Lin Chen, hal ini untuk memastikan apakah kekuatan yang diperlihatkan benar-benar berada di 25.800 Point.
Lin Chen hanya diam dan menarik kembali semua aura kultivasinya sampai ketingkat Prajurit Dewa. Ia sengaja menurunkan basis kultivasinya sampai benar-benar berbeda dari awal ia datang.
Cahaya pemindaian menghilang dan digantikan dengan hologram biru yang memberikan informasi singkat.
[Rong Weilan]
[Kekuatan menurun dari 25.800 menjadi 21.300. Diduga mengalami luka dalam yang sangat parah, karena menggunakan tenaga berlebihan. Berdasarkan luka dalam yang sangat parah, Rong Weilan hanya akan hidup selama satu bulan]
Informasi yang tertera itu membuat penduduk asli Bintang Sheng tersenyum dan mulai bernapas lega. Hal yang ditakutkan mereka ternyata hanya omong kosong dan ada pengorbanan besar yang harus ditanggung.
Lin Chen yang melihat informasi itu tetap diam tidak memperlihatkan perubahan ekspresi yang pasti, hingga ia merasakan ada fluktuasi energi spiritual di depan dadanya, yang merupakan energi milik Long Xia Yun.
"Keuk!" Lin Chen memuntahkan seteguk darah segar dari dalam mulutnya saat dadanya terkena pukulan kuat, yang benar-benar membuat organ dalamnya terluka.
"Chen'er, karena kau berpura-pura terluka dan informasi mengatakan demikian. Kau harusnya terlihat kesakitan dan terkejut, bukan bersikap biasa-biasa saja."
Lin Chen mengencangkan bibirnya saat mendengar suara Long Xia Yun yang berada di benaknya. "Aku tahu, tapi bukankah Bibi terlalu berlebihan sampai benar-benar memukul tubuhku."
Tidak ada balasan untuk beberapa saat, hingga saat kapal perang pergi menjauh, barulah ada suara Long Xia Yun lagi di dalam benaknya. "Bibi sudah meminta izin, dan Ibumu mengatakan boleh, meski saat ini dia sedang menangis dan mengutuk Bibi karena nemukulmu terlalu keras."
Lin Chen mengigit bibir bawahnya, menguatkan tekad. Kemudian mengikuti sandiwara ini. Ia menutup matanya perlahan dengan matanya yang kehilangan cahaya, lalu tubuhnya mulai sempoyongan dan terjun bebas dari ketinggian langit.
Jatuhnya Lin Chen cukup keras dan menciptakan debu saat menghantam tanah, membuat asap cokelat menghalangi, membungkuk Lin Chen yang tergeletak.
Lin Chen yang tertutupi oleh asap itu membuka matanya dan menyebarkan energi spiritualnya, membuat semua luka dalamnya pulih dalam sekejap.
Tidak berhenti di sana, Lin Chen berpindah tempat setelah mengganti penyamaran dan meninggalkan klon di tempat pertarungan.
"Bibi, bukankah kau sangat kejam." Lin Chen yang sudah kembali ke dalam Kota Jishu itu menghampiri Long Xia Yun.
Kali ini ia merubah warna rambutnya menjadi biru langit yang cerah, dengan mata biru berkilau yang indah.
Yan Xue yang sebelumnya hendak pergi menghampiri Lin Chen itu berhenti, kemudian menoleh ke arah Long Xia Yun dan pemuda berambut biru secara bergantian.
"Dia adalah Chen'er. Tapi jangan terlalu dekat, kita masih berada di pusat kota, akan lebih baik kita kembali ke Wilayah Kultivator, dan membawa klon Chen'er." Long Xia Yun berucap sangat pelan seperti berbisik, namun bisa didengar oleh orang terdekat.
Lin Chen tersenyum tipis, kemudian memberi perintah pada Bai Hu untuk mengambil klon tubuhnya yang masih tergeletak jauh di luar Kota Jishu di arah barat.
"Bibi, bagaimana dengan Kultivator pengejar?"
Long Xia Yun menolehkan kepalanya menatap Lin Chen. "Sangat sulit untuk menjelaskannya, tapi yang pasti di Bintang Sheng ada dua Divine God, dan satu Huangdi. Kemungkinan besar mereka adalah pengejar dari Galaxy Zhongyang."
Lin Chen mengangguk kecil, kemudian kembali bertanya dengan mengirimkan transmisi suara, "Apakah mereka mengetahui jika aku adalah Long Li Chen?"
Long Xia Yun menggeleng pelan dengan hembusan napas panjang dari dalam mulutnya, menjelaskan ketidaktahuan.
Lin Chen hanya bisa terdiam, sangat sulit untuk mengetahui apakah identitasnya sudah terbongkar atau belum. Tapi dari gerakan kepala Long Xia Yun, ia bisa menangkap jika tiga orang ini tidak bergerak sama sekali, entah memang benar tidak mengetahui identitas, atau terkejut dan mulai mengirimkan sinyal.
"Tidak ada perubahan pada energi mereka dan tidak ada sinyal yang mampu keluar dari pembatas Bintang Sheng. Lagi pula, meski mereka Huangdi, saat ini kekuatan mereka hanya sebatas Jenderal Dewa."
Lin Chen tertegun dengan mulut sedikit terbuka, kemudian bernapas lega saat mendengarnya.
...
***
*Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 270 Episodes
Comments
Harman LokeST
kuuaaaaaaaaaaattkkaaaannnnnnn teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssss teekaaaaaaaaaaaaaaaayaaaaaddmuuuuu Lin Chen untuk meningkatkan kultivasimu yang lebih tinggi lagi
2024-03-29
1
Alehandro 099
vcvh
2022-11-03
0
Asep
tiada lawan.
2022-07-24
0