Rong Heixan membelalakkan matanya ketika melihat Brahma yang seharusnya tidak mungkin, yang mana seharusnya hanya bisa dipanggil oleh Kultivator Buddhist, bukan Kultivator Iblis. "Ka- Kau, bukan Weilan ..."
Lin Chen menaikkan sudut bibir kanannya saat melihat Rong Heixan yang tampak tak percaya. Bukan hanya itu saja, bahkan hampir seluruh penduduk di Bintang Sheng tidak bisa mempercayainya.
Kultivator di Bintang Sheng, entah Kultivator Dao, Kultivator Iblis dan Kultivator Buddhist, mereka merasa kecil seperti semut dihadapan siluet Brahma.
"Itu tidak penting. Sekarang, apakah kau hanya diam dan menerima kematianmu? Kau adalah Kultivator Iblis Heavenly Immortal God, seharusnya sangat mudah bagimu memanggil sesuatu yang serupa dengan yang ku panggil saat ini."
Rong Heixan yang sangat marah itu tidak bisa berkata-kata. Meski yang dilawannya bukan benar-benar Rong Weilan asli, ia tetap akan membunuh siapa pun yang menyamar sebagai anggota Keluarga Rong.
Rong Heixan menggertakkan giginya kesal, kemudian menusuk beberapa titik akupuntur pada bagian dadanya menggunakan ibu jari dari tangan kanan.
Aura merah kehitaman keluar dari dalam tubuh Rong Heixan dan basis kultivasinya yang tertahan mulai mengalami peningkatan. Peningkatan itu cukup pesat dan menakjubkan, mengingat di Bintang Sheng ada larangan yang sangat kuat.
Dewa Air ... Dewa Bumi ... Dewa Angin ... Dewa Api ... Dewa Petir ... Dewa Langit ... Dewa Ashura ... Dewa Surgawi!
Kekuatan Rong Heixan kembali naik, meski hanya sebatas pertengahan Kaisar Dewa.
Celah-celah ruang mulai terbuka saat ada kekuatan yang melebihi batas dan mengabaikan larangan Bintang Sheng. Gemuruh juga mulai menggelegar di langit biru nan cerah, namun tidak lama kemudian berubah dengan adanya awan hitam.
Rong Heixan membuat segel tangan dengan kecepatan stabil, dan setiap gerakan yang ia buat, aura yang menyelimuti tubuhnya semakin membesar dengan tekanan yang semakin kuat. Kemudian ia mengakhirinya dengan menyentuhkan kedua telapak tangannya.
Bang!
Dentuman keras yang memekakkan telinga terdengar bersamaan dengan gelombang angin yang menyebar ke segala arah. Gelombang angin bagaikan pedang tajam itu melesat menuju Kota Jishu.
Ketika hampir mengenai Kota Jishu, tiba-tiba daratan bergetar dan terlihat retakan-retakan di empat sudut mengelilingi tempat pertarungan antara Lin Chen dengan Rong Heixan. Dari dalam retakan, mencuat akar pohon kecil yang tumbuh dengan kecepatan kilat hingga menembus awan.
Empat pohon dari tempat yang berbeda itu memancarkan sinar berwarna hijau keemasan, yang kemudian sinar itu saling menyatu dengan pohon lain, membentuk dinding empat arah.
Terciptanya pelindung itu hanya dalam waktu seperkian detik saja, sehingga semua orang tidak menyadari jika sudah ada pelindung.
Kembali lagi pada Rong Heixan. Aura yang keluar dari dalam tubuhnya sudah sangat tinggi, menyamai Brahma yang sedang duduk di atas bunga teratai emas. "Teknik Iblis Darah, Gerakan Kelima. Pemanggilan Dewa!"
Aura merah kehitaman seperti api itu mulai berubah bentuk. Perlahan, mulai terbentuk siluet manusia yang memiliki enam lengan dengan tiga wajah. Siluet itu bertelanjang dada dan mengenakan celana pendek kain yang tak beraturan.
Siluet itu memiliki rambut putih perak dengan mata merah menyala, dan ada gelang yang menempel erat di lengan atas pergelangan tangan.
Pada bagian belakangnya, terlihat sebuah lingkaran besar berwarna merah dengan nyala api yang menyelimuti.
Ketika makhluk itu muncul, langit mulai gelap karena awan hitam yang menghalangi sinar matahari, serta di bawah awan hitam itu terdapat kilatan petir biru.
Lin Chen yang melihat itu mengerutkan keningnya. Entah mengapa ia merasa tidak akrab, seperti pernah melawan yang serupa, namun dengan kekuatan berkali-kali lipat lebih besar. "Kaisar Dewa. Sepertinya makhluk panggilannya juga menerima larangan dari Bintang Sheng."
"Kekuatanku telah kembali, meski hanya sebatas Kaisar Dewa. Apakah kau akan menyerah, atau menunggu mati karena terbunuh?" Rong Heixan menatap tajam Lin Chen seraya mengeluarkan niat membunuh yang sangat kuat.
Lin Chen hanya diam dan menutup matanya perlahan. Seketika itu juga tercipta fluktuasi energi spiritual yang sangat kuat dari milik Rong Heixan, bahkan sampai menciptakan badai dan suhu terus berubah-ubah dalam hitungan detik.
Perlahan, terlihat siluet emas lain yang duduk di atas bunga teratai, yang berada bersebelahan dengan Brahma yang merupakan Buddha.
Buddha yang duduk bersila, tangan kiri berada di atas pangkuan dan tangan kanan yang terbuka di depan dada. Kedua mata Buddha terbuka perlahan menatap makhluk yang dipanggil oleh Rong Heixan.
Tangan kanan Buddha bergerak perlahan dan mendorongnya ke depan secara tiba-tiba mengarah pada makhluk yang berdiri di belakang Rong Heixan.
Bang!
Rong Heixan terdiam sejenak terlambat bereaksi, kemudian ia menoleh ke belakang melihat makhluk panggilannya yang menghantam dinding hijau keemasan. "Dewa Iblis!"
Lin Chen membuka matanya perlahan dan berdiri di atas bunga teratai emas. Ia mengeluarkan Pedang Angin yang merupakan Senjata tingkat Emas yang baru saja ia beli.
Lin Chen memposisikan pedang itu di depan dada secara vertikal dan menyentuh bilah pedang dengan jari telunjuk dan tengah dari tangan kiri. Ia menggerakkan kedua jarinya dari pangkal bilah dan terus naik sampai ke ujung. "Teknik Penguasa Pedang, Gerakan Kelima. Tebasan Partikel!"
Tebasan Lin Chen yang terlihat sangat kuat, ternyata tidak menimbulkan dampak apa pun, bahkan tidak ada tiupan angin sama sekali. Namun, Dewa Iblis yang terluka parah pada bagian dada itu mulai memperlihatkan sayatan demi sayatan di sekujur tubuhnya.
Sayatan-sayatan itu terlihat tidak terlalu dalam, hingga beberapa detik kemudian, satu per satu lengan mulai terputus dan terus terpotong menjadi ribuan bahkan jutaan bagian.
Pedang yang baru dibeli Lin Chen mulai memperlihatkan retakan kecil di permukaan bilah karena tidak mampu menahan beban dari teknik yang dilepaskan. Tapi Lin Chen tidak berhenti dan mencoba gerakan lainnya.
Kali ini ia menyilangkan pedangnya di depan dada, dengan telapak tangan kirinya menggenggam bilah pedang pada bagian yang tajam. "Teknik Pedang Penguasa, Gerakan Ketiga. Formasi Pedang Pembunuh!" Ia mengibaskan pedangnya, dan membuat tangan kirinya terluka.
Darah mengalir di tangan kiri Lin Chen, namun warnanya bukan warna emas, melainkan merah seperti darah pada umumnya. Jika ia memperlihatkan warna darahnya, maka identitasnya sebagai Long Li Chen bisa terbongkar.
Daratan bergetar hebat dan terlihat pedang mulai mencuat dari dalam tanah dengan tinggi mencapai lima mil. Pedang yang muncul bukan hanya satu atau dua, melainkan puluhan ribu dari tempat Lin Chen berada hingga menuju Dewa Iblis.
Dewa Iblis yang sebelumnya sudah mengalami luka parah dan terus ada sayatan pedang yang tidak tahu kapan berhentinya, kini lukanya telah bertambah karena terkena pedang tajam dari dalam tanah.
Rong Heixan yang melihat ini tidak bisa tetap tenang. Usaha yang digunakannya untuk membagikan larangan Bintang Sheng, sampai-sampai harus mengorbankan masa hidupnya berubah menjadi sia-sia. Ia tidak menyangka Iblis Merah yang ia kembangkan untuk menjadi Iblis Hitam, dan berubah menjadi Dewa Iblis, dapat dikalahkan dengan mudahnya.
"Ah!"
Rong Heixan berbalik saat mendengar suara Lin Chen. "Sialan! Akan aku bunuh kau!"
Lin Chen kembali duduk di atas bunga teratai emas untuk menunggu Rong Heixan sampai. Ia memposisikan tangan kirinya yang terbuka berada di depan dada, dengan tangan kanan mengarah pada Rong Heixan. "Teknik Buddhist, Gerakan Pertama. Manik-manik Buddha!"
Buddha yang berada di kanan belakang Lin Chen mulai mengangkat kedua tangannya setinggi mungkin.
Fluktuasi energi spiritual yang sangat kuat dan menekan berkumpul di langit yang masih berada di dalam pelindung buatan Xue Ying. Dari energi spiritual itu menciptakan diagram array berwarna perunggu, dan mengeluarkan tasbih yang terbuat dari batu giok.
Batu giok itu tidak seperti pada umumnya, itu memiliki warna perunggu yang memancarkan cahaya emas.
Belasan manik-manik tasbih mulai berjatuhan dan semakin besar seiring dengan berjalannya waktu, membuat getaran yang mengerikan saat manik-manik itu mulai menghantam daratan.
Long Xia Yun yang berada di dalam Kota Jishu tidak tinggal diam saja, ia membuat pelindung yang lebih besar lagi agar dapat menahan dampak dari jatuhnya manik-manik tasbih.
Rong Heixan tertekan saat diagram array tercipta dan jatuh menghantam tanah, namun ia tidak terkena serangan ataupun dampak dari jatuhnya manik-manik tasbih. Ini semua bisa terjadi karena Lin Chen sengaja tidak mengarahkan serangan pada Rong Heixan, karena memiliki rencana tersendiri.
Dewa Iblis yang berada di bagian timur dari dinding pelindung itu telah menghilang, berubah menjadi genangan darah seperti danau. Puluhan ribu pedang yang mencuat juga hancur dan berubah menjadi pecahan pedang, yang kemudian menjadi molekul hingga menghilang.
Dari serangan Lin Chen barusan, semua hal yang berada di dalam pelindung telah rata dengan tanah, termasuk beberapa gunung tinggi yang menembus awan. Namun, jika tidak ada pelindung, Kota Jishu sudah bisa dipastikan akan menghilang dari Bintang Sheng.
Lin Chen menundukkan kepalanya menatap tajam Rong Heixan yang tergeletak di tanah dengan tubuh lemah seperti otot-ototnya tidak mampu lagi untuk menopang badannya.
"Sekarang, aku akan membiarkanmu merasakan bagaimana rasanya reinkarnasi berulang tiada akhir."
...
***
*Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 270 Episodes
Comments
hcomrusnam meila
motong timun pakai gergaji mesin
2024-03-29
1
Harman LokeST
buuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh jangan beri ampun
2024-03-28
0
Alehandro 099
jhhjj
2022-11-03
0