Yan Lin sudah menembus Ranah Dewa sejak lama, dan hari ini ia akan menerima Tubuh Khusus yang akan diberikan oleh Lin Chen. Dalam pemberian tubuh ini sendiri diawasi oleh Long Xia Yun, Xue Ying, Leluhur Yan, Yan Zhong, Ji Yue Ling dan tentunya Yan Xue sendiri.
Lin Chen menyentuh lembut hidung Yan Lin. "Apakah kau takut?"
Yan Lin sedikit terkejut, kemudian menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Tidak."
Lin Chen tersenyum, kemudian mengangkat tangannya dan mengacak-acak rambut Yan Lin. "Bagus, ini mungkin tidak menyakitkan, tapi persiapkan dirimu sebaik mungkin."
Yan Lin sedikit menggerutu dan menarik rambutnya yang berantakan. "Kakak, aku bukan lagi anak kecil yang harus diperlakukan seperti dulu."
Lin Chen tertawa kecil, tak menyangka Adik Iparnya sudah berusia 16 tahun, dan ini sudah waktunya untuk mencari tunangan. Untuk tunangan ini, masih tidak tahu harus mencari siapa, tapi dari yang dilihatnya setiap hari. Yan Lin dekat dengan Ann Xinming, putra dari Patriak Ann, dan juga sering berlatih bersama dengan salah satu anak dari Patriak Keluarga Song.
Muridnya, Ling Ji Yue juga terlihat dekat dengan salah satu putra dari Penatua Keluarga Bing. Song Xue Yin juga sudah memasuki usia yang tepat untuk bertunangan, dan terlihat dekat dengan putra dari Penatua Keluarga Lin yang berasal dari Alam Rendah.
Sepertinya, aku sudah semakin tua.
"Tutup matamu."
Yan Lin mengangguk dan menutup matanya perlahan. Ia menghirup napas dalam-dalam kemudian mengembuskannya perlahan, mempersiapkan dirinya. Ia tidak tahu seberapa besar rasa sakitnya, tapi dari apa yang diceritakan oleh Kakaknya, ia bisa membayangkannya.
Lin Chen menolehkan kepalanya melihat Long Xia Yun dan Xue Ying secara bergantian, kemudian mereka mengangguk bersama mencapai satu pemikiran yang sama. Long Xia Yun duduk di kiri belakang Yan Lin, dengan Xue Ying yang berada di kanan belakang.
Lin Huang, Ling Ji Lin, dan Bing Lan Ran sudah menerima tubuh pemberian dari Lin Chen, dan mereka lebih memilih tubuh dengan penguasaan elemen yang sama ketimbang harus memiliki elemen ganda, yang mana membuat pelatihan mereka menjadi lebih berat dan tidak terfokus pada satu kekuatan.
"Tubuh tipe apa yang kau inginkan?" Lin Chen menanyakan pertanyaan yang sama pada setiap mereka yang ingin menerima tubuh.
"Tubuh yang bisa menguasai Element Kayu."
Element Air dan Kayu, suatu elemen yang berkesinambungan. Air memperkuat Element Kayu, dan Element Kayu bisa menyediakan air.
Lin Chen menganggukkan kepalanya, kemudian membeli Tubuh Dewa/Dewi Alam. Gumpalan cahaya hijau gelap seperti daun terlihat di antara kedua telapak tangannya, dengan aura yang cukup kuat. Bahkan hanya dengan kemunculan cahaya itu, rerumputan di sekitar tumbuh dengan cepat dan terlihat beberapa tunas baru yang mencuat dari dalam tanah.
Lin Chen mengendalikan gumpalan cahaya itu memasuki bagian antara bawah dada dan atas pusar Yan Lin.
Perubahan terlihat di tubuh Yan Lin, yang dimulai dari kulit-kulit tubuhnya yang mulai retak dan terkelupas. Jika ini sebelum sistem ditingkatkan, maka rasa sakit yang diterima Yan Lin tidak akan bisa ditahan. Bahkan saat ia membeli Tubuh Roh dan Dewa Kematian, ia benar-benar hampir kehilangan kesadaran.
Duarr!
Tubuh Yan Lin meledak menjadi kabut darah dan menyisakan Api Jiwa berwarna biru. Pada permukaan Api Jiwa itu terlihat seperti retakan ruang berwarna hitam, menandakan Api Jiwa Yan Lin hampir rusak. Namun tidak berselang lama, Api Jiwa itu pulih dengan cepat setelah esensi alam di sekitar menyelimuti Api Jiwa itu.
Api Jiwa yang sebelumnya berwarna biru itu mulai berubah warna, terlihat seperti api yang dilemparkan oleh tembaga. Benar-benar sulit untuk menjelaskan warna dari Api Jiwa yang berubah.
Angin berembus kencang menerbangkan dedaunan pohon maupun mencabut rerumputan dari akarnya, beserta air sungai yang bergejolak.
Perlahan, tunas-tunas baru kembali tumbuh dari dalam tanah dan terlihat sulur tanaman yang mulai naik mengelilingi Api Jiwa Yan Lin, yang kemudian menyelimutinya.
Sulur tanaman itu terus tumbuh, menyebar dan membentuk tubuh manusia. Hingga tak lama, sulur tanaman itu mulai berubah menjadi kulit yang halus, rambut hitam panjang yang tumbuh dan lain sebagainya, sampai memperlihatkan Yan Lin yang telah mengenakan pakaian hijau yang terbuat dari dedaunan.
Keempat orang lain yang melihat itu mulai tenang kembali, mereka khawatir dengan keadaan Yan Lin yang sebelumnya meledak dan menyisakan Api Jiwa yang terluka. Jika ini orang lain dan bukan Lin Chen, tentunya mereka akan melompat masuk, kemudian mengambil Api Jiwa Yan Lin.
Walaupun sudah selesai, Long Xia Yun dan Xue Ying masih belum berhenti mengalirkan energi spiritual menjaga keadaan Yan Lin. Bagaimanapun ini adalah tubuh pemberian yang harus distabilkan, bukan Lin Chen yang distabilkan dengan bantuan sistem.
Proses pemulihan energi spiritual dan menstabilkan tubuh baru Yan Lin membutuhkan waktu yang cukup lama. Hingga hampir satu jam berlalu, Long Xia Yun dan Xue Ying menurunkan kedua tangan mereka.
Yan Lin membuka matanya perlahan, memperlihatkan kilatan cahaya hijau di kedua matanya. Kekuatannya yang sebelumnya Ramah Dewa Putih bintang 5 telah menembus Dewa Kuning.
"Terimakasih, Kakak." Yan Lin menangkupkan kedua tangan masih dalam posisi duduk bersila.
Lin Chen tersenyum tipis, mengangkat tangannya dan mengusap lembut puncak kepala Yan Lin. "Sama-sama ..."
"Tubuh Dewi Alam, untuk saat ini kau hanya bisa meningkatkan tiga bintang. Namun setelah menguasai sepenuhnya, kau bisa menambah tiga tahap kultivasi saat menggunakan perubahan tubuh itu." Lin Chen menekan tangan kanannya di lutut kanan, menopang badannya untuk berdiri dari tempatnya duduk di rerumputan.
Yan Lin menganggukkan kepalanya, kemudian berucap, "Baik! Aku akan terus berusaha untuk meningkatkannya!"
Lin Chen mendongak menatap Leluhur Yan, Yan Zhong dan Ji Yue Ling, kemudian menawarkan Tubuh Khusus pada mereka bertiga. Namun apa yang dikatakan, adalah sebuah penolakan dari ketiganya. Mereka memang menginginkan sebuah kekuatan, namun tidak sampai melalukan sesuatu seperti itu.
Jika mereka menerimanya, itu sama saja iri dengan Yan Lin. Ia juga sudah menawarkan hal yang sama pada Ling Tian, Lin Fu Shan dan Bing Xianlang. Tapi jawaban yang diterima, tidak berbeda jauh dari jawaban saat ini.
Ke depannya, Lin Chen berencana untuk memberikan Tubuh Khusus pada siapa saja yang memiliki semangat dalam kultivasi, tidak pantang menyerah maupun mengeluh dalam pelatihan. Ia tidak ingin tubuh yang diberikan akan menjadi sia-sia pada orang yang tidak mau untuk berlatih lebih keras.
"Bibi, berapa lama lagi untuk sampai ke Galaxy Mazhelun?"
Long Xia Yun berdiri seraya menepuk-nepuk pakaiannya bawahnya yang kotor. "Tiga bulan lagi, dan setelah sampai di sana, kita harus selalu waspada."
Terbilang cepat daripada Galaxy Yinhexi ke Galaxy Xiannuzuo, dan waspada di sana bukan dari kekuatan pembudidaya di sana, melainkan pengejar dari Galaxy Pusat dan Alam Bawah.
Jika saja pamannya yang sampai saat ini ia belum mengetahui namanya itu tidak datang ke sini, mungkin mereka tidak perlu terlalu waspada seperti ini. Salah sedikit saja, nyawa semua orang jadi taruhannya.
"Baiklah, kalau begitu aku akan beristirahat di kota." Lin Chen menoleh ke kanan melihat Yan Xue yang berjalan menghampirinya. "Apakah Xue'er ingin pergi bersama?"
"Tentu." Yan Xue menganggukkan kepalanya.
Lin Chen berjalan menghampiri Keluarga Yan. "Leluhur, Yue Fu, Yue Mu. Kami berdua pergi duluan ke kota untuk beristirahat." Ia menangkupkan kedua tangan.
Ji Yue Ling menganggukkan kepalanya dengan senyum hangat. "Silakan, ngomong-ngomong, aku ingin menggendong cucu," ucapnya sedikit tertawa, mencoba untuk menggoda Lin Chen.
Lin Chen terdiam tidak tahu harus membalas apa tentang pernyataan Ji Yue Ling. Hingga akhirnya Yan Xue melangkah, dan mewakilinya.
"Kami berdua sudah berencana untuk menunda memiliki buah hati, sampai semua masalah yang ada terselesaikan."
Ji Yue Ling tertegun, kemudian tersenyum hangat seraya mengusap puncak kepala Yan Xue. "Baiklah, Ibu mengerti. Memang dengan perjalanan kita yang lebih bahaya seperti ini, sangat tidak baik untukmu mengandung, itu bisa berdampak pada anakmu nantinya."
Ji Yue Ling menoleh ke kanan menatap Lin Chen, kemudian mengulurkan kedua tangannya mengusap kedua pipi Lin Chen. "Pipimu sangat lembut, Ibu sangat iri."
Lin Chen hanya diam dan membiarkan Ji Yue Ling memainkan wajahnya.
Ketika sudah puas, Lin Chen dan Yan Xue meninggalkan enam orang itu, pergi ke kota yang berada di Lantai Dua.
...
***
*Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 270 Episodes
Comments
Rizky Rezha
hah
2024-05-15
2
Harman LokeST
kuuaaaaaaaaaaattkkaaaannnnnnn teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssss teekaaaaaaaaaaaaaaaayaaaaaddmuuuuu Lin Chen untuk meningkatkan kultivasimu yang lebih tinggi lagi
2024-03-28
0
Lalu Adi
Ganti tubuh, ganti kelamin nggak perlu operasi plastik tinggal beli aja disitem... Mantap..
2023-09-29
0