Karena sudah mendapatkan izin dari ibunya, Zhara langsung menuju sebuah hotel untuk beristirahat dan memikirkan rencana untuk kedepannya.
Zhara memutuskan untuk beristirahat di sebuah hotel bernama Hotel Rose dan langsung cek in, tapi ada yang aneh dengan tatapan resepsionis hotel itu sehingga membuat Zhara menjadi kebingungan.
Tapi sebelum dia bisa bertanya, resepsionis itu sudah berbicara terlebih dahulu.
"Apakah anda ingin pelayanan spesial Tuan?"
Zhara tentu tahu apa yang dimaksud resepsionis itu, dan hanya menjawabnya dengan....
"Tentu."
...----------------...
Langit berwarna merah di atas sebuah kota yang terbengkalai, tidak ada aura kehidupan sama sekali di tempat itu dan hanya memperlihatkan suasana suram yang sangat mencekam.
Zhara berdiri di tengah jalanan hancur itu dengan mata kosong tanpa kehidupan, tapi sedikit demi sedikit matanya bersinar dengan penuh kehidupan.
Zhara sadar dan langsung melihat kesekelilingnya, dia begitu kebingungan dan sangat gelisah karena suasana yang tempat itu adalah sebuah tragedi yang tidak pernah bisa dia lupakan dari dalam dirinya.
Lalu dari pandangan kecilnya, Zhara melihat seseorang yang berdiri di tengah-tengah jalanan dengan lemas dan tanpa kehidupan sama sekali dan membuatnya sangat terkejut.
Zhara tentu tahu kalau itu adalah Zombie tapi bukan itu yang membuatnya terkejut....
"Ibu..." gumam Zhara.
Ternyata Zombie yang ada didepannya itu adalah ibunya sendiri.
Ibunya itu kemudian menatap Zhara dengan tajam dan berkata dengan mulutnya yang hancur dan sangat menjijikkan.
"Kenapa kau membunuhku?"
Zhara kebingungan sekaligus sangat ketakutan dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya karena seharusnya Zombie sama sekali tidak bisa berbicara.
"Tidak, itu bukan ibu." kata Zhara meyakinkan dirinya dengan.
Tapi setelah itu satu persatu Zombie mulai terlihat hingga mengerumuninya dari segala arah yang membuat Zhara menjadi sangat ketakutan karena dia tahu siapa Zombie itu sebelumnya.
"Kenapa kau membunuhku?"
"Kenapa kau membunuhku?"
"Kenapa kau membunuhku?"
"Kenapa kau membunuhku?"
"Kenapa kau membunuhku?"
.....
Zombie yang mengerumuni Zhara hanya mengatakan satu hal itu dan membuat Zhara menjadi sangat takut dan putus asa serta perasaan penyesalan yang besar.
"T-tidak! Aku tidak membunuh kalian sama sekali!" teriak Zhara sambil menutup telinganya berharap tidak mendengar suara itu, tapi apapun yang dia lakukan suara itu masih terdengar seolah-olah jika suara itu langsung memasuki kepalanya.
Para Zombie itu kemudian langsung mengerumuninya dan mencabik-cabik seluruh tubuh Zhara hingga memakannya, Zhara merasakan kesakitan, kesedihan, penyesalan dan sangat mendalam ketika dirinya tengah dalam keadaan sangat putus asa.
Dan akhirnya Zhara tewas dengan mengenaskan sekali lagi....
...----------------...
...[1094 Days Before The Apocalypse]...
"Hah!"
Zhara tiba-tiba terbangun dari tidurnya dengan tubuh keringat dingin kemudian mengecek seluruh tubuhnya yang hanya tertutupi selimut.
'Ternyata itu hanya mimpi....' batin Zhara kemudian melihat ke sampingnya dan menemukan seorang wanita cantik yang merupakan resepsionis hotel tanpa sehelai kainpun di tubuhnya.
Siapapun tahu kegiatan panas apa yang mereka lakukan semalam....
Ini adalah dunia damai jadi kenapa tidak dinikmati saja?
Ketika Apocalypse terjadi maka tidak ada lagi kesempatan untuk melakukan hal itu karena banyak Zombie yang mengganggu.
Zhara turun dari ranjangnya dan langsung mengenakan seragam sekolah yang sejak awal memang dia gunakan, bersamaan dengan itu juga wanita resepsionis itu sudah terbangun dari tidurnya dan tiba-tiba langsung memeluk Zhara dari belakang.
"Apa kamu tidak ingin bermain di pagi hari sayang~" bisik wanita resepsionis itu dengan menggoda di telinga Zhara.
Tidak bisa dipungkiri jika dia merasakan kenikmatan sesungguhnya ketika melakukannya dengan Zhara, bahkan dia merasa penasaran bagaimana anak SMA seperti Zhara bisa melakukan permainan panas semalaman dengan sangat baik...
Wanita resepsionis yang terlihat berumur 25 tahun itupun telah termakan dalam jeratan gairah remaja yang sebenarnya telah berumur lebih dari 100 tahun itu dan ingin merasakan sensasi yang sama untuk kedua kalinya, tapi Zhara langsung melepaskan pelukan wanita yang telah di perbudak gairah kenikmatan dari dirinya itu.
"Aku harus segera pergi ke sekolah." kata Zhara dengan cuek.
"Tapi nanti kamu akan bermalam di tempat ini lagi kan?" tanya wanita itu dengan penuh harapan.
"Tidak. Aku akan langsung pulang kerumah." kata Zhara lalu pergi dari kamar bekas permainan panasnya semalam.
Disisi lain wanita itu merasa kecewa tapi juga tidak punya hak untuk menyuruh Zhara untuk tetap tinggal dengannya dan hanya bisa menatap kepergian pria yang telah menjeratnya dalam jeratan gairah itu.
Tapi tepat sebelum Zhara keluar dari pintu kamar hotel, dia menoleh kebelakang dan melihat wanita yang masih duduk di ranjang tanpa sehelai kainpun hingga memperlihatkan seluruh bagian tubuhnya dengan jelas.
Wanita itu sedikit senang karena Zhara menoleh kearah dan sedikit harapan tercipta dalam hatinya, tapi apa yang dikatakan Zhara selanjutnya langsung menghancurkan harapannya itu.
"Engkolanmu kurang nikmat, jadi aku cepat merasa bosan." kata Zhara dengan cuek lalu pergi dari tempat itu.
Zhara sadar jika dia harus mempersiapkan semuanya dengan cepat sebelum Apocalypse karena mimpinya semalam, dia tidak ingin tragedi yang sama kembali terulang untuk kedua kalinya.
'Kali ini aku pasti tidak akan melakukan kesalahan yang sama seperti sebelumnya.' batin Zhara penuh dengan tekad.
...----------------...
Sekolah berjalan dengan lancar walaupun dimarahi oleh guru mata pelajaran karena baru masuk, di hukum guru BK, dicuekin semua siswa, dicap sebagai siswa mesum di seluruh sekolah di benci oleh Amelia.
Selain itu berita kematian Andri menjadi topik pembicaraan panas di seluruh sekolah...
Tapi itu semua masihlah normal dan Zhara tidak menganggap hal itu penting karena satu-satunya hal yang paling penting baginya adalah menjadi kaya secepatnya dan mempersiapkan tragedi Apocalypse.
Dan seperti biasa, Zhara mempunyai 7 jam sebelum ibunya pulang dari kerja.
Salah satu keuntungan dari kembali ke masa lalu adalah mengetahui seluruh pergerakan ekonomi yang terjadi di seluruh dunia.
3 tahun dari sekarang sebuah perusahaan teknologi yang bernama Futuristik Generation akan mengguncang seluruh dunia dengan produk yang mereka ciptakan dapat mengubah susunan ekonomi dunia.
Tapi sehebat apapun perusahaan teknologi itu dimasa depan, sekarang mereka hanyalah perusahaan kecil yang sedang kekurangan dana.
Zhara memiliki uang sebesar 50 juta dari hasil perjudiannya kemarin dan Zhara ingin menginvestasikan 50 juta itu sebagai investasi awal pada perusahaan itu serta harus mempunyai setidaknya 50% saham dari perusahaan itu.
Jika Zhara ikut memiliki perusahaan teknologi Futuristik Generation maka dia bisa menciptakan senjata untuk melawan Zombie dan mempermudah kehidupan di masa Apocalypse.
Dan disinilah Zhara saat ini, di sebuah gedung kecil kumuh dan terlihat tidak terawat sama sekali selama bertahun tahun.
Zhara memasuki gedung itu dan disambut oleh gadis resepsionis dengan hangat dan penuh kegembiraan seolah-olah dia telah menunggu datangnya klien selama seharian.
"Aku tidak ingin membuang waktu, katakan dimana pemilik tempat ini." kata Zhara dengan cuek dan menatap gadis resepsionis itu dengan dingin.
"B-Baik tuan!" jawab gadis pelayan itu dengan cepat karena ketakutan dengan tatapan Zhara yang seolah-olah ingin menyantapnya.
...โฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆ...
...๐ฝ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ข๐๐๐ ๐๐ฆ๐๐ ๐ด๐ก๐๐ข ๐พ๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ท๐๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐๐๐ ๐๐, ๐๐๐๐๐๐ ๐ต๐๐๐๐ก๐๐๐ข ๐ด๐ข๐ก๐๐๐ ๐ฟ๐๐ค๐๐ก ๐พ๐๐๐๐๐ก๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ด๐๐๐ ๐ถ๐๐๐๐ก ๐ท๐๐๐๐ฃ๐๐ ๐...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
pembacasetia
edsn๐
2024-05-26
0
Shadow Hand
dengan total saham sebesar itu tapi menginvestasikan nya cuma 50Jt itu bahkan cuma dpt brpa% ๐คฃ
seharusnya ratusan juta mungkin bisa si, tpi gtw ini perushaan nya model gmna kalo kecil tpi ga mungkin jg kalo dari gambaran nya,.
2022-07-02
0
Eros Lovera
wow
2022-06-06
0