Zhara turun dari kamarnya setelah menetapkan tujuan untuk menjadi kaya secepatnya. Di lantai bawah rumah, Ibunya telah menunggunya untuk sarapan pagi bersama.
Ibunya menyambut Zhara dengan senyuman hangat, dia tampaknya tidak mempermasalahkan tindakan Zhara yang mengusirnya sebelumnya.
Sekarang Zhara mengingatnya.
Ketika dia remaja, Zhara merupakan anak yang nakal dan tidak pernah memperdulikan perasaan ibunya, tapi ibunya tidak pernah membencinya dan akan selalu mengkhawatirkan Zhara lebih dari apapun.
Itu bisa dilihat dari tindakan Ibunya yang tidak terlalu memperdulikan masalah cermin pecah dan lebih mementingkan keadaan Zhara sebelumnya.
Zhara menggigit bibirnya ketika mengingat hal itu, dia sama sekali tidak pernah melakukan hal baik sedikitpun kepada ibunya, bahkan ketika Apocalypse terjadi Ibunya mengorbankan nyawanya sendiri untuk menyelamatkan Zhara.
Sekarang Zhara telah bersumpah untuk memberikan kebahagiaan untuk ibunya.
"Zhara apa yang kau tunggu? Ibu disini sudah membuatkan makanan kesukaanmu." ujar Ibunya dengan senyuman hangat.
Zhara tidak menjawab dan hanya duduk untuk menyantap makanan favoritnya yang sudah puluhan tahun tidak pernah dia rasakan itu.
Bukan karena kari ayam itu adalah makanan favoritnya tapi karena makanan itu adalah buatan ibunya.
...----------------...
Sarapan pagi telah selesai dengan Zhara yang hanya diam saja, dia sama sekali tidak tahu harus berbicara apa kepada ibunya.
Ibunya mengambil tasnya dan bersiap untuk meninggalkan rumah untuk bekerja, tapi sebelum itu dia terlebih dahulu menoleh kearah Zhara yang masih terdiam di meja makan dan berkata dengan hangat,"Zhara, usahakanlah untuk datang ke sekolah hari ini."
Salah satu ciri anak nakal adalah tidak pergi ke sekolah dan Zhara adalah contoh itu.
Zhara hanya mengangguk dan ibunya tidak mempermasalahkan itu karena Zhara memang anak yang jarang bicara.
Setelah itu, ibunya kembali berbalik dan bersiap untuk bekerja.
".... Ibu."
Suara Zhara yang memanggilnya membuatnya sedikit tertegun, Ibunya berbalik dan menatap Zhara dengan kebingungan.
"Ada apa sayang?" tanya Ibunya dengan penuh kehangatan.
"...... Hati-hati di perjalanan." kata Zhara singkat masih dengan nada datarnya tapi itu sukses membuat Ibunya tertegun.
Zhara sebelumnya sama sekali tidak pernah mengucapkan hal itu kepada Ibunya. Walaupun perkataan Zhara terkesan datar, tapi Ibunya bisa merasakan kepedulian dari dalamnya, mungkin itu yang disebut sebagai naluri seorang ibu...
Jadi Ibunya hanya tersenyum hangat dan mengangguk setelah itu dia pergi berangkat untuk bekerja dengan semangat yang lebih.
Pekerjaan Ibunya adalah sebagai seorang pelayan di sebuah restoran mewah dan memiliki gaji yang cukup besar untuk membiayai mereka berdua.
Jika kau bertanya tentang ayah Zhara, maka jawabannya adalah dia adalah pria brengsek.
Bagaimana tidak, Ibunya Zhara yang bernama Ayunda sebelumnya ketika masih merupakan seorang Siswi SMA memiliki seorang pacar yang adalah siswa satu sekolahnya dan merupakan orang kelahiran dari korea.
Orang itu telah berjanji kepada Ayunda bahwa dirinya akan bertanggung jawab atas apapun yang terjadi ketika mereka ingin melakukan hubungan intim.
Dan seperti halnya gadis sekolahan yang lugu dan naif, Ayunda mau percaya begitu saja dengan perkataan laki-laki brengsek itu hingga akhirnya Ayunda mengandung Zhara.
Dan ketika Ayunda datang untuk pertanggung jawaban dari orang yang menghamilinya, lelaki brengsek itu sudah kembali ke korea meninggalkan Ayunda yang sedang dalam keadaan terpuruk.
Itulah sebabnya Ayunda terlihat masih sangat cantik dan muda ketika dirinya sudah memiliki seorang anak berusia 16 tahun dan sang anak yang memiliki wajah khas korea dan sangat tampan.
Zhara juga sangat membenci orang itu bahkan ingin membunuhnya, tapi dia sekarang belum bisa melakukan apapun dan lebih memilih untuk datang ke sekolah seperti yang disarankan ibunya.
...----------------...
Zhara berjalan menuju sekolahnya menggunakan sebuah seragam sekolah dengan baju yang keluar. Dia merasa agak malu dengan penampilannya yang sekarang.
Bagaimanapun dirinya adalah pria dewasa yang keren dan sangar, bagaimana bisa dia memakai seragam anak sekolahan?
Itu sebabnya Zhara mengeluarkan bajunya walaupun ada peraturan yang mengatakan jika seorang siswa harus memasukan bajunya untuk menjaga kerapian.
Ketika Zhara sedang asyik menikmati pemandangan kota tanpa satupun bercak darah dan zombie yang berkeliaran, seseorang tiba-tiba menepuk pundaknya dari belakang.
Zhara sama sekali tidak terkejut karena dia telah memprediksi hal itu, walaupun dirinya tidak lagi memiliki kemampuan mutant miliknya tapi Zhara masih mempunyai insting bertarung yang tajam.
Jadi dia sudah memprediksi hal itu terlebih dahulu dan tidak menghindarinya karena itu sama sekali tidak mengancam keselamatannya.
"Hai Zhara, seperti biasa kau sangat keren ya." ujar lelaki yang menepuk pundaknya itu.
Zhara tidak menghiraukan keberadaan orang yang menyapanya itu dan membuatnya cemberut.
"Ayolah Zhara, kau sangat tega cuek pada temanmu sendiri."
Zhara akhirnya mengingat orang Itu, dia adalah seorang siswa SMA sama seperti dirinya dan berada di kelas yang sama, dia ingat jika orang itu bernama Andri dan juga merupakan anak nakal sama seperti dirinya.
Dan jika membahas tentang apakah Zhara berteman dengannya, maka jawabannya adalah salah..... Zhara sama sekali tidak pernah menganggap orang itu sebagai temannya.....
Tentunya itu bukan tanpa alasan.....
"Hei Zhara, kita akan minum dan merokok nanti di belakang sekolah, apa kau mau ikut?" kata Andri berbisik di telinga Zhara.
Sebenarnya yang selalu membujuk Zhara untuk berbuat nakal salah satunya adalah Andri, sebelumnya Zhara adalah yang cukup baik walaupun masih pendiam dan cuek, setidaknya dia tidak terlalu nakal.
Tapi semenjak memasuki bangku SMA dan bertemu dengan Andri dan orang lainnya, Zhara menjadi tertarik dan tertantang untuk menjadi nakal, setidaknya dia akan merasakan sedikit adrenalin di kehidupannya yang suram.
Tapi tentu saja Zhara tidak membutuhkan hal itu lagi....
"Aku tidak tertarik, enyahlah." ujar Zhara dengan datar.
Andri tidak percaya dengan apa yang didengarnya, tidak biasanya Zhara bersikap seperti itu...
"Zhara, apa yang kau katakan? bukankah kita sudah sering melakukannya, ada apa denganmu hari ini?" kata Andri memprotes tindakan Zhara.
"Aku sudah bosan dengan tindakan kalian, jadi enyahlah dari hadapanku." kata Zhara dengan dingin, tapi itu tidak membuat Andri pergi dari sana dan malah lebih memprotes Zhara.
"Tidak, aku tidak menerimanya, kami tidak menerimanya! Setidaknya kau harus membayar semua biaya rokok dan minuman yang kau habiskan bersama kami." kata Andri dengan licik.
Zhara yang sebelumnya tidak menatap Andri ketika berbicara langsung menatapnya, lalu berkata dengan dingin,"Kau ingin uangku?"
"Benar." jawab Andri dengan percaya diri.
"...... Baiklah." kata Zhara kemudian kembali berjalan.
Andri terlihat sedikit tidak percaya dengan apa yang didengarnya, sebenarnya dia hanya bercanda tentang menginginkan uang milik Zhara, tapi karena Zhara sekarang sudah setuju maka dengan senang hati dia menerimanya.
Zhara dan Andri berjalan menuju sebuah zebracross tempat banyak orang biasanya menyebrang, tapi lampu penanda belum berwarna hijau yang berarti masih belum ada yang boleh menyerbrang karena kendaraan masih melaju melewati zebracross itu.
Zhara berhenti di ujung zebracross itu dan disusul dengan Andri yang berjalan dengan riang karena dirinya akan segera mendapatkan uang dari Zhara.
TAK!
Zhara tiba-tiba mengait kaki Andri yang ingin berdiri di sambungnya sehingga Andri terjatuh kedepan dan terbaring di jalanan zebracross itu sementara Andri tidak dapat bereaksi.
BEEEEP!
CRASSH!
Bersamaan dengan itu, sebuah bis melaju dengan kencang dan melindas tubuh Andri hingga hancur.
""Aaaahh!!! ""
Teriakan histeris terdengar dari seluruh penjuru jalanan ketika mereka melihat tubuh seseorang yang hancur terlindas sebuah bis yang seberat ratusan kilo itu.
Darah Andri mengalir dengan deras di hadapan tatapan dingin Zhara.
'Ahh..... merusak pemandanganku saja.... ' batin Zhara.
...****************...
Rekomendasi Novel Author. (UP 2X SEHARI WALAU KADANG BOLONG)
cek di profil Author
...โฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆ...
...๐ฝ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ข๐๐๐ ๐๐ฆ๐๐ ๐ด๐ก๐๐ข ๐พ๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ท๐๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐๐๐ ๐๐, ๐๐๐๐๐๐ ๐ต๐๐๐๐ก๐๐๐ข ๐ด๐ข๐ก๐๐๐ ๐ฟ๐๐ค๐๐ก ๐พ๐๐๐๐๐ก๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ด๐๐๐ ๐ถ๐๐๐๐ก ๐ท๐๐๐๐ฃ๐๐ ๐...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
bysatrio
bukannya gaada genre psikopat di sinopsisnya.,
2024-06-19
0
The Next Guardians Nusantara
pembunuhan di siang bolong....
2022-09-29
0
The Next Guardians Nusantara
tampan palingan juga "oplas"
wkkkkk
2022-09-29
0