Bab 5

Milla merasa khawatir karena Gibran belum juga pulang,

dia menelepon Gibran tapi tidak diangkat .Milla menelepon supir yang mengantar Gibran dan menanyakan kabar Gibran dan di mana posisi mereka.

Milla memutuskan untuk menyusul Gibran , diapun pergi mengendarai gojek. Sampailah Milla ke kafe yang diberitahu supir tadi. Milla masuk ke dalam dia melihat sekeliling tapi tidak ada Gibran, dia melihat ke outdor area , di sana terlihat Diki dengan seseorang, Milla pun menghampiri Diki.

" Diki..di mana Gibran ?" Tanya Milla to the poin karena dia merasa cemas.

" kak Milla, Gibran sedang makan di ruangan lain, Diki disini aja."

" Kenapa kamu tinggalin Gibran sendirian? bagai...." perkataan Milla dipotong oleh seseorang.

" Maaf nyonya , tapi tuan Gibran baik- baik saja, mari saya antar ketemu Gibran nyonya."

" Kamu siapa..?"

" Saya Guntur nyonya, mari saya antar," Lalu Guntur berjalan dikuti Milla dan Diki .

Tok..Tok..

"Masuk !!" Guntur lalu membuka pintu setengah .

" Maaf tuan ada yang mencari tuan Gibran "

" suruh masuk !"

" Silahkan nyonya, Gibran ada di dalam."

" Terima kasih" Lalu Milla ikut masuk denan Diki.

Milla melihat 2 orang pria dewasa bersama anaknya, tapi yang satu terlihat mirip sekali dengan Gibran, betul-betul mirip bisa di bilang Gibran versi dewasa. Milla kembali menatap Gibran

" Gibran kenapa kamu tidak mengangkat telepon umi, kamu tahu umi khawatir sekali?" tegur Milla pada Gibran.

" Maaf umi, hp Gibran di silence jadi Gibran tidak tahu kalau umi menelepon." jawab Gibran dengan perasaan bersalah.

Sam terkejut melihat Milla, ternyata benar ini adalah Milla yang sama yang menghabiskan malam itu dengannya,Milla yang liar , dan sekarang penampilannya berubah dia berhijab dan tampak anggun mempesona. Tapi kenapa Milla tidak mengenalinya bukankah tadi Milla melihatnya, apakah mungkin baginya malam itu tidak berkesan jadi dia melupakannya atau Milla menganggap dirinya brengsek karena meninggalkannya dan tidak ingin mengingat kejadian itu....oh banyak sekali pertanyaan di otak Sam.

" Maaf silahkan duduk dulu nyonya...."

"Milla ." Milla melanjutkan kalimat yang sengaja di gantung pria ini.

" yah..nyonya Milla silakan duduk dan anda juga Diki .Milla perkenalkan nama saya Bima dan ini Samuel."

" Terima kasih . tapi ada keperluan apa kalian berdua dengan Gibran anak saya." tanya Milla.

" Umi..Gibran yang mengajak mereka bertemu, " Gibran menerangkan.

" untuk apa nak? "

" Cuma ingin makan siang bersama umi , waktu itu kami ketemu di bandara dan ngobrol terus berjanji sebelum uncle Sam pulang ke negaranya dia ingin makan bersama Gibran..begitu umi."

" Makannya sudah selesai ? kalau sudah ayo kita balik ke hotel, umi cape mau istirahat !!"

"Maaf, anak saya merepotkan kalian."

" tidak, dia anak yang pintar dan mandiri tidak merepotkan sama sekali tenang saja." kata Bima.

" ekhem...nyonya Milla apa anda mau pesan. ?" Sam mulai mengeluarkan suaranya dan dia mengumpat pada dirinya sendiri kenapa malah bertanya seperti itu.

" Terima kasih , tapi saya sudah makan siang. "

"ayo Gibran , kita pulang umi sudah lelah. Belum lagi kita harus mencari hotel."

" iya umi, uncle Sam, uncle Bima Gibran pulang dulu ya."

" Milla bagaimana kalau menginap di hotel saya, supaya tidak membuang waktu kamu dan kamu bisa langsung istirahat." Usul Sam.

" Iya umi..kita di hotelnya uncle Sam aja ya umi. Gibran udah ngantuk mau cepet tidur." aladan Gibran merayu umi, agar dia bisa lebih lama dengan Sam.

" Baiklah , saya akan menginap di hotel anda..terima kasih sebelumnya." Mila tersenyum.

Mereka pergi ke hotel Sam , Milla bersama Diki di mobil yang sama sedangkan Gibran dia memohon pada uminya untuk diijinkan semobil bersama Sam.

Sampai di hotel Milla langsung ingin check in tapi dicegah Sam dia bilang biar dia yang mengurus kamar Milla.

Milla yang sudah lelah tidak menolak tawaran Sam, Milla duduk di lobi yang terlihat besar dan mewah.

Sam mendekati Milla dan memberikan kunci , juga pada supir Milla .

...----------------...

Sam pergi ke kamarnya di hotel itu, kamar yang memang khusus untuknya sebab dia adalah pemilik hotel.

Sam berganti baju dan sholat dzuhur, setelah sholat Sam hanya merebahkan diri di kasur dia menatap langit-langit kamar dan berpikir kenapa Milla tidak kenal dengannya sedangkan Sam saja yang saat itu terpengaruh obat tetap dapat mengingat wajahnya. Bahkan Sam terus mengingat malam itu karena sangat berkesan. Sam ingat bagaimana suaranya, sentuhannya , harumnya semua yang ada pada Milla Sam dapat mengingatnya . Sepertinya Sam harus bicara dengan Milla supaya jelas apalagi Milla punya Gibran mungkin Gibran adalah anaknya. Lelah berpikir akhirnya Sam tertidur.

...----------------...

Setelah di kamar ,Milla dan Gibran membersihkan diri dan shola dzuhur lalu bersiap tidur karena dia sangat lelah serta Gibran menyusul Mila ke tempat tidur, mereka tidur bersama . Sedangkan Diki memilih sekamar dengan supir. Milla sengaja mengajak Diki menginap di hotel, dan akan diantar pulang besok, sekalian Milla pamit pada bunda panti.

2 jam kemudian Milla terbangun dan dlihatnya jam tangannya sudah hampir ashar. Milla ke kamar mandi untuk berendam air hangat agar badannya sedikit relax. 40 menit kemudian Milla selesai dan akan menunaikan sholat Ashar.

Ketika Milla sedang sholat Gibran terbangun dan melihat uminya sedang sholat , Gibran langaung ke kamar mandi untuk mandi dan wudhu.

...----------------...

Jam menunjukkan pulul 16.00 Milla dn Gibran keluar kamar dan Milla menelepon Diki untuk mengajak Diki dan sopir makan.

Mereka makan di restoran hotel. Selesai makan Gibran minta inin Milla untuk berenang di kolam renang yang ada di hotel ,Milla mengijinkannya, Diki dan supir ikut dengan Gibran, Saat Milla ingin kembali ke kamarnya seseorang memanggilnya.

"Milla...betul ibu Milla, tadinya saya ragu tapi ternyata betul. Apa kabar ?" tanya seseorang.

Milla membalikkan badan dan dia melihat pelanggannya yang suka makan si restorannya di Bali.

" Eh..pak Andre apa kabar , tak disangka kita ketemu di sini." jawab Milla.

"Iya..bu Milla , Btw bu Milla sedang apa di sini ?"

" oh..saya mengajak anak saya jalan-jalan pak, liburan. "

" oh..apa ada waktu kita minum kopi sebentar.."

Sam melihat Milla berbincang dengan Andre, Sam tadinya ingin mengajak Milla bicara tapi diurungkannya.

Sam pergi berkeliling hptel sekalian mengeceknya, begitu sampai kolam renang dia melihat Gibran bersama dengan Diki dan supirnya.

Sam mendekati Gibran , dia ingin berenang dengan Gibran .

" Hallo Gibran...uncle mau ikut gabung boleh? ".

" Uncle Sam, tentu boleh Gibran senang berenang sama Uncle, tadinya Gibran mau telepon uncle tapi kata umi jangan nanti ganggu uncle kerja."

" Kalaupun uncle sibuk kalau Gibran atau umi yang telepon pasti uncle angkat dan tidak akan mengganggu pekerjaan uncle you can call me any time...got it."

"yes uncle i get it ,"

" Good boy ..." kata Sam sambil mengusap kepala Gibran.

" why do i feel like a puppy when you treat me like that, ". Sam hanya tertawa mendengar perkataan Gibran, karena dia juga biasa memanggil kucingnya seperti itu dan mengusapnya seperti pada Gibran.

Mereka berenang bersama

" uncle..bolehkah Gibran bicara serius ."

" Ada apa sayang..?"

" hm..uncle apa boleh Gibran memastikan sesuatu?"

" Apa itu?" Jawab Sam, Gibran terlihat gugup .

"hm..Gibran mau minta tolong uncle untuk melakukan tes DNa apa uncle mau?"

" Maksud Gibran tes DNa untuk apa?"

" untuk memastikan kalau uncle adalah ayahku"

" Kenapa Gibran berpikir kalau uncle adalah ayahmu , atas dasar apa?"

" alasannya pertama karena kita mirip, kedua karena nama uncle inisialnya sama dengan yang ada di surat bunda."

" Surat..surat apa?"

"Maafkan saya , saya harus pergi karena ada rapat penting..........."

Gibran membacakan isi surat itu.

"Dari mana kamu tahu isi surat itu dan kamu menghafalnya."

"Gibran tidak sengaja menghafalnya tapi Gibran memang langsung mengingatnya, dan Gibran tahu Uncle memberi kode nama uncle dengan menulis huruf besar pada surat itu. Huruf besar itu kalau di susun akan membentuk nama Samuel Adelard , "

Sam terkejut Gibran tahu kode itu ,itu memang petunjuk untuk Milla agar Milla menghubunginya tapi dia tidak pernah dapat kabar apapun.

"Kamu benar Gibran, itu berarti kamu benar anakku.." Sam lalu memeluk Gibran.

" Lalu untuk apa tes DNA ayah percaya padamu ,"

" Gibran gak mau panggil uncle ayah tapi abi, tes itu diperlukan untuk bukti akurat agar tidak ada masalah ke depannya, supaya bukan hanya ayah yang mengakui tapi seluruh dunia mengakui kalau Gibran anak ayah, dan Gibran tidak dianggap anak haram lagi." Mendengar perkataan Gibran Sam merasa sedih dan bersalah , Sam lalu memeluk Gibran

" oh..anakku maafkan abimu ini nak, andai abi lebih cepat menemukan kalian, sekarang tidak akan abi biarkan seorang pun meremehkan kamu." Lirih Gibran.

" Ayo udah berenangnya abi kedinginan kita mandi, kamu ke kamar abi ya." Gibran mengangguk.

" Kak Diki kita udahan berenangnya kita mandi yuk."

" Iya, tapi kak Diki ke kamar kak Diki aja ya sama pak Asep,"

" Baiklah nanti saya suruh orang mengantar makanan ke kamar kalian ."

" Terima kasih tuan ,"

"Jangan panggil saya tuan.. kamu panggil saya uncle ya "

"baik uncle , kalau begitu saya ke kamar dulu uncle ayo pak Asep."

Diki dan Pak Asep pergi ke kamarnya , sedangkan Sam dan Gibran pergi ke kamar Sam mereka menggunakan bathrobe .

...----------------...

Setelah mandi Sam dan Gibran sedang menonton Tv dan makan cake. Gibran tampak berbeda memakai baju yang dibelikan abinya. Gibran juga sudah memberikan sample rambut untuk dites DNA. Dan Sam sudah memberikannya pada Paul untuk di tes. Umi menelepon Gibran dan menyuruhnya untuk ke kamar . Gibran ijin pada Sam dan bilang kalau dia akan pulang besok. Sam sedih dan berjanji akan menyusul Gibran ke Bali.

...----------------...

Hari ini Milla dan Gibran kembali ke Bali sebelum ke bandara mereka ke panti dulu untuk pamit pada bunda dan mengantar Diki, Milla berangkat dari bandara Husein di Bandung. Sam sudah menawarkan naik pesawat pribadinya tapi Milla menolak , akhirnya Sam mengantar Gibran dan Milla ke bandara.

...****************...

"

"

Terpopuler

Comments

Deliza Yuseva

Deliza Yuseva

lanjut thor.. bagus

2024-05-02

1

Nanda Lelo

Nanda Lelo

good,, gak bertele-tele,,

lanjut Thor,,

2022-07-06

1

Maulida Umaya S

Maulida Umaya S

lnjt kak

2022-05-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Ban 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 bab 14
15 Bab 15
16 bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31.
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab. 88
89 Bab 89
90 Bab 90 END.
91 Bab Bonus 1
92 Bab Bonus 2
93 Bab Bonus 3
94 Bab Bonus 4
95 Bab Bonus Mencari Kakak Meta.
96 Bab Bonus. Rencana Gibran
97 Bab Bonus Senjata Makan Tuan
98 Bab Bonus Terkuaknya Rahasia
99 Bab Bonus. Sedikit petunjuk
100 Jeni pindah sekolah
101 Jeni Beraksi.
102 Fakta Yang Sebenarnya
103 Bermain Drama
104 Feli Datang
105 Gibran Ingin Melamar Feli
106 Gibran Mendapat Restu
107 Membahas Misi.
108 Meta bertemu Aksara
109 Syarat Aksara
110 Menaruh Kamera Tersembunyi Di Rumah Jeni.
111 Mendapatkan Bukti.
112 Aksi Gank Angker
113 Kedatangan Aksara dan Meta
114 Perkelahian
115 Perpisahan.
116 Pengumuman.
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Ban 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
bab 14
15
Bab 15
16
bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31.
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab. 88
89
Bab 89
90
Bab 90 END.
91
Bab Bonus 1
92
Bab Bonus 2
93
Bab Bonus 3
94
Bab Bonus 4
95
Bab Bonus Mencari Kakak Meta.
96
Bab Bonus. Rencana Gibran
97
Bab Bonus Senjata Makan Tuan
98
Bab Bonus Terkuaknya Rahasia
99
Bab Bonus. Sedikit petunjuk
100
Jeni pindah sekolah
101
Jeni Beraksi.
102
Fakta Yang Sebenarnya
103
Bermain Drama
104
Feli Datang
105
Gibran Ingin Melamar Feli
106
Gibran Mendapat Restu
107
Membahas Misi.
108
Meta bertemu Aksara
109
Syarat Aksara
110
Menaruh Kamera Tersembunyi Di Rumah Jeni.
111
Mendapatkan Bukti.
112
Aksi Gank Angker
113
Kedatangan Aksara dan Meta
114
Perkelahian
115
Perpisahan.
116
Pengumuman.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!