🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
"Adam?" pekik Amel yang terperanjat kaget begitu pun dengan pria di sebelahnya, yaitu Dhafin.
Adam yang bersikap santai tak perduli dengan rasa terkejut dua orang di hadapannya itu.
Ia malah membuka lebar pintu rumah kontrakan Diana dan mempersilahkan Amel dan Dhafin untuk masuk.
"Diana ada?" tanya Amel, belum sempat Adam menjawab si empunya rumah sudah sudah keluar dari dapur dengan membawa nampan di tangannya.
"Dee"
Diana yang sudah tertangkap basah hanya bisa pasrah dan justru malah mandi sekalian, menghindar atau mengelak pun tak ada arti jika sahabatnya itu sudah melihatnya secara langsung.
Sorot mata Amel seakan mengisyaratkan jika gadis itu butuh penjelasan dan Diana hanya memohon agar Amel mau diam lebih dulu.
"Assalamu'alaikum" sapaan dari luar rumah mengalihkan pandangan mereka semua kearah pintu.
Cek lek
Ibu yang masuk sebelum Diana membuka pintu itu pun sedikit mengernyitkan dahinya.
"Banyak teman Dee, ternyata" ucap Ibu saat Adam, Amel dan Dhafin bangun lalu mencium takzim punggung tangan ibu.
Amel dan Diana ikut masuk kedalam dapur sedangkan Adam dan Dhafin keluar untuk duduk diteras.
******
Esok pagi semua seperti biasa, hanya Amel yang sudah mendapat penjelasan pun tak bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa menjaga Diana tanpa ikut campur lebih jauh meski Amel kecewa kana ia ingin menjodohkan sahabatnya itu depan Dhafin.
"Kalian pacaran gak sebenarnya?" tanya Amel, ia sepertinya kurang puas karna Diana tak menjawab apapun kemarin.
"Gak tahu, dia yang mau jadi pacarku" jawab Diana jujur.
"Terus lo mau gak?"
"Gak tahu, Mel. Aku gak tahu" tegasnya yang sudah pusing dengan perkara Adam yang sering kali memaksanya.
Amel membuany nafas kasar lalu menarik tangan Diana ke. kantin padahal waktu masuk cuma tersisa lima belas menit lagi.
"Kemana sih?!"
"Emosi bikin gue laper, Dee" jawab Amel tanpa menoleh.
Ups...
Dua gadis itu berhenti saat melihat Adam dengan seorang gadis cantik berperawakan kecil dan mungil, Hanya Amel yang tahu siapa yang kini sedang mengobrol dengan Adam begitu dekat.
"Adek kelas tuh, salah satu murid populer" cetus Amel meski Diana tak bertanya.
"Oh" jawaban Diana yang singkat dan dingin membuat Amel terkekeh karna raut wajah sahabatnya itu pun mendadak berubah tak seperti biasanya.
"Tangan lo dingin banget, Dee" ledek Amel lagi, ia masih menarik tangan Diana menuju salah satu meja dekat Adam.
Hanya terdengar gelak tawa dari gadis yang duduk bersama Adam, sedangkan pemuda itu justru tampak acuh dan biasa saja. Ia malah melempar senyum meski Diana mengabaikannya.
"Cepetan, udah mau masuk" ucap Diana pada Amel yang memesan roti bakar dan susu coklat panas.
"Yaelah, sabar napa! bantuin sini kalo mau cepet" jawab Amel yang merasa lucu saat Diana dibuat resah sambil mendesis kesal.
"Lo kenapa? kalo gak suka labrak aja" bisik Amel sambil menahan tawa.
"Enak aja, apa urusanku dengan mereka" jawab Diana, tapi ia mengepal kan tangannya menahan geram.
Triiing.
Bunyi notifikasi pesan membuat Diana langsung merogoh benda pipih itu dalam saku baju seragamnya.
Ia menautkan kedua alisnya saat melihat nama Adam di ponselnya, dengan perasaan malas tapi penasaran Diana pun membukanya pesan tersebut.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Udah cemburu belum? kalau belum, gue bikin cemburu lagi ya besok, ckck
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Ngelunjak 🤣🤣🤣
Mau bikin mafia kenapa jadi bucin kaya gajah ya 😫😫
Kejem nya nanti deh pas tengah bab, kita kasih yang manis manis dulu aja dulu kaya gegetuk yang di awurin kepala 😍😍😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 161 Episodes
Comments
Ragil Saputri
kelapa teteh sanes kepala, ketularan si kakak teteh mah ya🤣🤣
2023-07-30
0
Siti Nuraeni
anjayy...gua bapeeeer....
2023-03-23
0
Susan Handayani
oh ternyata hanya pancingan ja wat bikin s diana cembokur 😅😅😅
2022-12-25
0