🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
"Rumah lo disini?" tanya Adam saat mobil angkutan umum berwarna merah itu diminta berhenti oleh Diana di depan sebuah bangunan rumah yang hanya sebesar kamar mandinya itu.
"Itu hanya tempat tinggalku, bukan rumahku" jawab Diana dengan senyum kecil di ujung bibrnya.
"Maksudnya gimana?'
"Keluargaku menyewa rumah itu untuk tempat tinggal kami, karna untuk membelinya orang tuaku belum sanggup"
Gadis cantik itu tak pernah malu mengakui tentang keadaan keluarganya, beban hidupnya sudah sangat banyak dan berat tentu ia tak ingin menambahkannya dengan cara berbohong atau menutupinya.
"Aku turun ya, terima kasih banyak"
"Lo gak mau nyuruh gue mampir?" tanya Adam tanpa basa basi lagi karna menurutnya Diana adalah gadis yang terlalu polos.
"Lain kali saja" tolaknya halus dengan menampilkan senyum terbaiknya lagi sampai terlihat lesung pipinya.
Adam tak menjawab, bahkan ia membuang pandangannya karna Diana sudah berkali-kali membuat ia kecewa dan kesal. Namun, itu membuat Adam sangat penasaran sampai mengingkan gadis itu jatuh kedalam pelukannya.
.
.
#SEKOLAH.
"Dee, lo mau ikut gue gak?" ajak Amel tiba-tiba, ia langsung menarik kursi dan duduk sangat dekat dengan Diana.
"Kemana lagi, sih?" Diana balik bertanya, karna rasanya Amel sering kali mengajaknya untuk meminta antar.
"Daftar jadi anggota Cheerleader di ruang OSIS"
"Anggota cheerleader? yang suka joged joged di lapangan basket."
"Iya, yuk. Ada Ardi dan Jeno loh yang bakal tanding minggu depan" ajaknya lagi begitu antusias.
"Adam juga?' tanya Diana.
Pertanyaan sahabatnya itu tentu membuat Amel sedikit terkejut karna ada nama seorang pria yang tak biasa keluar dari mulut Diana.
"Adam yang pernah gue perinagtin buat lo jauhin itu?" Amel balik bertanya.
Diana tak menjawab, ia hanya menganggukan kepalanya.
"Duku dia sering ikut basket, tapi sekarang keluar sejak sering di skorsing sama guru" jelasnya sedikit, karna Amel memang tak pernah banyak tahu dan tak mau tahu.
"Ya udah, aku anter aja ya ke ruangan OSISnya"
"Gak sekalian daftar gitu bareng sama gue?" ajaknya lagi sambil sedikit memohon.
"Enggak, malu ah"
Amel yeng merengut kecewa tak bisa berbuat banyak selain pasrah, ia yang berharap Diana mau ikut mendaftarkan dirinya pun harus rela masuk sendirian keruangan OSIS.
"Heh, lagi ngapain lo disini?" tanya Adam yang berdiri tepat didepan Diana yang sedang duduk sendiri di depan pintu ruang Organisasi Siswa Intra Sekolah itu.
"Nunggu Amel daftar jadi Cheerleader" jawab Diana jujur, ia begitu takut dengan wajah dan sorot mata Adam yang dingin.
"Awas lo ya kalo ikutan!" ancam Adam tak main-main terlihat jelas dari nada bicaranya yang begitu serius.
"Emang kenapa?"
"Gue patahin kaki lo, mau?!"
Deg.
Diana menelan salivanya kuat kuat sambil meremas sendiri jari jari tangannya diatas paha, gadis cantik itu tak berani mendongakkan wajahnya kembali menatap Adam yang masih berdiri.
"Lutut lo masih sakit?" tanya Adam, ia tak perduli saat kini begitu banyak pasang mata melihat kearah mereka berdua yang di duga Adam sedang memarahi Diana, siswi berprestasi pindahan beberapa minggu lalu.
"Sedikit, kalo banyak gerak masih nyeri" jawabnya.
"Gue tunggu lo sekarang juga di ruang Lab, awas kalo sampe gak dateng" ancam nya lagi kemudian pergi meninggalkan Diana yang belum memberi jawaban.
Entah karna rasa takut atau memang murni panggilan hatinya sendiri, Diana berlalu keruang Lab menemui Adam disana, ruang yang tak ada siapa pun itu terasa mencekam bagi Diana yang baru pertama kalinya mamasukinya.
"Nih, pake!" suara Adam yang tiba-tiba membuat jantung Diana serasa mau copot, ia begitu lemas dan hampir jatuh jika Adam tak menahannya.
"Apa ini?" tanya Diana saat menerima plastik putih dari Adam.
"Buka dan pake sekarang juga" titahnya masih dengan wajah datar.
Diana langsung membuka dan mengambil isi dari dalam plastik tersebut, ia mengernyitkan dahinya saat tahu benda apa yang kini ada di tangannya itu.
"Rok panjang, buat apa? luka ku udah kering kok gak akan kena debu" ujar Diana menebak alasan Adam memberinya Rok seragam abu-abu panjang sampai ke mata kaki.
"Bukan itu maksud gue kasih ini" ucap Adam sambil melangkah mendekat kearah Diana, ia memegang bahu gadis cantik itu dengan kedua tangannya.
"Terus apa?"
.
.
.
.
.
.
.
Gue gak mau kaki lo yang mulus dan jenjang itu di nikmati sama mata cowok lain selain gue, paham!!
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Gemoy Banget sih Bang DamDam, jadi pengen cium besannya 😜😜😜😜😜🤣🤣🤣🤣
Like komennya yuk ramaikan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 161 Episodes
Comments
Alif
sayang tiap episode nya cm dikit2
2025-01-09
0
Ragil Saputri
beda banget ma anaknya.......kayak bumi dan langit....eeh emang anaknya kan langit ya
2023-07-27
0
Fitri Dewi
hahhahaha..cocuwiitt adam kenapa yg mau di cium besan nyaa 😂😂
2023-07-13
0