🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Hem.. Hem...Hem...
Renata dan Monica terus saja meronta, keduanya tak bisa menjerit dan bergerak karna tubuh mereka di ikat di kursi serta mulutnya di sumpal oleh kaos kaki milik Jeno dan Ardi. Dua pria itu bahkan sampai sakit perut melepas tawa sampai terbahak-bahak melihat Ratunya OSIS sedang di hukum oleh Adam tanpa mereka semua tahu sebab dan alasan Adam melakukan hal menjijikan tersebut.
"Kaos kaki gue dua hari tuh gak ganti" kekeh Ardi sambil memegangi perutnya yang mual membayang kan Renata yang selalu tampil modis kini sangat berantakan karna riasannya hancur terkena lelehan air mata.
"Masih mending gak ganti, lah kaos kaki gue malah bekas di kencingin si chiro kucinh adek gue, hahaha" timpal Jeno yang merasa sangat puas.
Meski pun pria itu terkenal playboy tapi tak pernah terbersit dalam hati Jeno untuk memacari salah satunya, bahkan sekedar menggoda pun ia tak berniat sama sekali.
"Udah yuk, bentar lagi bel, cukup main mainnya, Dam" ucap Akram yang paling kalem diantara ke empatnya, karna ia yang paling pintar di sekolah yang kini sedang bersaing dengan Diana.
"Ih, masih seru di suruh udahan, gak asik lo cakram" selak Jeno yang ingin melihat Renata dan Monica pingsan karna mual.
"Rugi kalau lo di skorsing gara-gara mereka"
Adam menoleh kearah Akram, ia tersenyum simpul menyetujui apa yang dikatakan sahabatnya itu.
...Kalau di skors yang ada gue gak bisa ketemu Dee.....
"Lepasin! kita balik kelas" titah Adam pada Ardi dan Jeno yang di balas sorak protes.
"Huh, gak seru!"
Adam yang keluar lebih dulu bersama Akram berjalan beriringan menuju kelas mereka, namun di ujung tangga keduanya berhenti saat melihat Diana dan Amel yang juga ingin naik ke lantai atas.
"Biarin mereka naik duluan" cegah Adam menarik tangan temannya.
Akram yang di cekal tiba-tiba oleh sahabatnya sempat di buat bingung. Namun, ia paham saat melihat sorot mata Adam yang begitu hangat menatap punggung gadis ber rok panjang sampai ke mata kaki itu.
"Cewe tadi pindahan dari sekolah A, 'kan?" tanya Akram mulai memancing.
"Hem, Iya"
"Yang kemarin disiram dari lantai dua pake cairan merah juga, 'kan?" Akram kini bertanya sambil tersenyum.
"Lo tau?" Adam balik bertanya sambil mengernyitkan dahinya.
"Tau, kemaren gue baru mau pulang dan denger ada rame-rame" jelas Akram si kutu buku yang hobynya menghabiskan waktu di perpustakaan, keduanya bisa berteman baik meski jauh berbeda karakter karna Adam dan Akram adalah saudara sepupu dari ayah mereka.
"Mau sempet nolongin sih, karna kasihan tapi kayanya udah keduluan seseorang" sambungnya lagi dengan senyum tipis di ujung bibirnya.
"Gak usah, gue yang akan jagain dia. Dia milik gue" timpal Adam tegas, tak ada siapapun yang boleh menyentuh Diana termasuk para sahabatnya sendiri.
"Bagus deh, setidaknya hati lo kini bermanfaat"
"Sialan lo" keduanya tertawa bersama lalu melanjutkan lagi langkah mereka menuju kelas karna masih ada dua mata pelajaran lagi yang belum selesai.
.
.
.
"Ehem"
Diana menoleh dirasa ada orang lain di belakangnya.
"Ban motor gue kempes" ucap Adam dengan pandangan lurus kedepan.
"Aku gak nanya, lagian apa urusannya denganku!" ketus Diana.
"Tentu, lo itu punya urusan sama gue" timpal Adam tak kalah ketus.
"Urusan apa?" tanya Diana.
.
.
.
.
.
Urusan ke kantor Agama!
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
sekolah aja belom lulus DamDam 🤣🤣🤣
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 161 Episodes
Comments
Samaniah
untung sifatnya langit nurun ibunya🤣🤣🤣
2023-08-02
0
Ragil Saputri
ingat Dam masih putih abu-abu
2023-07-27
0
Susan Handayani
apa hubungannya ban bocor ma k kua msh jauh bang sekolah dl yg benar 🤪🤪🤪
2022-12-23
0