🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Dua mata pelajaran kini tengah usai, saatnya semua siswa dan siswi berhamburan kearah kantin atau juga lapangan serta taman. Namun, tak jarang juga ada yang tetap tinggal di kelas dan salah satunya ialah Diana.
"Kantin yuk" ajak Amel.
"Enggak, kamu aja" tolak Diana halus.
"Anterlah, yuk" Kali ini Amel sedikit memaksa dengan menarik tangan Diana keluar kelas.
Dua gadis yang jauh dari kata populer tapi memiliki otak encer itu pun berjalan beriringan menuju tempat yang menjadi surganya para murid yang sedang merasa kelaparan.
"Lo mau pesen apa?" tanya Amel saat sampai dikantin.
"Aku air putih aja, Mel"
Amel malah terkekeh mendengar jawaban sahabat barunya itu.
"Lo bisa kembung minum aer putih terus" timpalnya sambil berlalu meninggalkan Diana yang tersenyum simpul di salah satu meja kantin.
Diana memang jarang membawa uang lebih, uangnya hanya cukup untuk ongkos angkot dan juga membeli sepotong roti atau biskuit jika ia tak membawa bekal dari rumah.
Dan Amel yang tahu keadaan Diana seringkali mentraktir gadis itu meski hanya segelas jus atau makanan lainnya untuk mengganjal perut.
"Maaf ya, repotin kamu terus" Ucap Diana merasa tak enak hati.
"Santai aja, Dee" jawab Amel sambil menaik turunkan alisnya.
Ehem..
Dua siswi yang tanpa basa basi ikut bergabung dengan Diana dan Juga Amel, mereka adalah anggota OSIS populer di sekolah. Tak ada yang berani menyentuh apalagi berurusan dengan Monica juga Renata, nama dia gadis tersebut.
"Orang miskin yang sekolah disini tuh yang ada cuma nahan laper, kaya lo berdua ini!" ejek Monica sambil tertawa sumbang.
"Lo itu mending keluar deh, dari pada pas lulus sakolah jadi penyakitan kurus kering" timpal Renata yang tanpa disangka malah mengundang gelak tawa yang lain.
Namun, riuhnya kantin mendadak sepi saat Adam berserta gengnya datang. Empat orang pemuda yang memiliki ketampanan di atas rata-rata itu pun duduk di tempat paling pojok tapi bisa menjangkau semua isi kantin.
"Ada Adam, kesana yuk" ajak Renata pada Monica, sahabat sekaligus sepupunya.
Diana dan Amel masih saling diam menatap punggung dua gadis yang tadi terang-terangan menghina mereka, kemudian saling pandang dan tersenyum kecil.
"Gak usah di ambil hati, anggap aja itu suara bebek yang mau di potong" bisik Amel, ia tentu tak berani bersuara keras saat membicarakan dua Ratu OSIS itu.
.
.
.
Bell yang kembali berbunyi menandakan jika jam istirahat berakhir, kini semua siswa dan siswi kembali ke dalam kelas mereka masing-masing, termasuk Diana.
"Aw, sakit!" pekik Diana saat tangannya di cekal dan tubuhnya di sandarkan di bawah tangga.
"Berisik!" sentak Adam serius.
"Kamu mau apa?" tanya Diana panik saat ia ingat pesan yang di katakan Amel kemarin jika ia tak boleh berurusan dengan pemuda yang kini tengah mengungkung tubuh langsingnya.
"Renata sama Monica ngapain lo tadi di kantin?"
Diana hanya menggelengkan kepalanya, jantungnya berdegup kencang saat deru napas Adam begitu hangat menyapu wajahnya.
"Gue nanya! lo gak bisa jawab, hah?!" sentak Adam, kedua mata mereka bertemu dan saling menatap begitu intens.
"Mereka gak ngapa ngapain, aku juga gak kenapa-kenapa" akhirnya Diana menjawab meski dengan sangat gugup, bahkan ia langsung menunduk tak lagi berani menatap wajah tampan pemuda yang sangat terkenal kenakalannya itu.
"Bilang sama gue kalo mereka gangguin lo, paham!" pinta Adam tiba-tiba.
"Buat apa? kenapa aku harus bilang kamu." Tanya Diana bingung
"Karena...... "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Karena ini perintah dari gue!!!
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Jangan galak galak nanti jatuh cinta mabok dah lo 😂😂
Sebel sama modelan laki gak jelas begini 🥱🥱
Malu malu meong garong 😜😜😜
Like komennya yuk ramaikan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 161 Episodes
Comments
Win wina
anjiiiir Lo Thor,di tungguin lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa jawabannya cuma gtu doang 😅
2023-10-20
0
Ragil Saputri
asih Adam klo suka jgn galak" napa
2023-07-27
0
Nurjannah Rajja
Iya sebel, rubahlah thor jadi maaiz manja gitu hehehehe (mafia manjahh)
2023-06-07
0