🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Ada apa?" Suara Amel membuyarkan lamunan Diana yang sedang memikirkan kejadian di bawah tangga sebelum ia masuk kedalam kelas tadi
"Gak ada apa-apa"
Amel hanya mengangguk lalu tersenyum kecil, ia tak berani bertanya lebih meski tahu ada yang sedang di sembunyiakan dari sahabatnya itu.
.
.
Empat pelajaran kini sudah selesai semua, bahkan bell sudah berbunyi dari lima menit lalu tapi Diana dan Amel memilih untuk menjadi siswa yang paling akhir saat keluar kelas.
"Main kerumah gue, mau gak?" tawar Amel saat ia sudah bersiap untuk bangun dari duduknya.
"Kapan kapan deh, aku mau langsung pulang" tolak Diana halus.
"Kenapa? dirumah gue gak ada siapa-siapa. Gue bosen sendirian" ucapnya lagi sebelum membuang nafas kasar.
Diana diam sejenak, ia melirik jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul satu siang.
Sama halnya dengan Amel, ia pun akan merasa bosan jika berada di rumah karna ibunya pasti belum pulang berkerja di sebuah toko kue di pinggir pertigaan dekat rumah sewanya.
"Tapi aku pulang sore ya, gak bisa lama-lama"
"Beres, Dee" sahut Amel sambil mengacungkan kedua jempolnya.
.
.
Amel dan Diana berjalan beriringan menuju gerbang sekolah yang lumayan sudah nampak sepi, hanya ada beberapa siswa di lapangan basket serta parkiran motor.
Diana sekilas menoleh saat melihat Adam sedang memakai jaket dan helm diatas motor besar miliknya.
"Dee, lo kenapa?" tanya Amel saat dirasa sikap Diana sedikit berubah, sahabatnya itu mendadak berjalan sambil menundukan pandangannya.
"Hem, enggak. Yuk cepetan!"
Amel yang di tarik tangan nya secara tiba-tiba tentu terlonjak kaget, keduanya dengan cepat keluar dari area sekolah menuju halte dimana mereka bisa menemukan kendaraan umum untuk pulang.
.
.
.
"Ini rumah kamu?" tanya Diana tak percaya karna nyatanya Amel tak seperti yang ia bayangkan.
"Ini rumah orang tua gue lah" kekeh Amel saat menjawab pertanyaan Diana yang masih tertegun di depan pintu masuk rumah berlantai dua milik sahabatnya itu.
Amel menggandeng tangan Diana untuk di bawa langsung ke kamarnya di lantai atas, dan Diana lagi lagi dibuat takjub dengan apa yang di lihatnya kini.
"Aku kira kita sama, makanya aku mau berteman denganmu" ucap Diana merasa tak enak hati karna sudah mengira Amel mempunyai status sosial yang sama dengannya.
"Maaf ya, gue gak jujur semua sama lo karna gue mau lo tau dan lihat sendiri kenyataannya bukan cuma dari omongan gue" balas Amel yang mengerti dengan ketidaknyamanan sahabatnya itu.
"Aku percaya, apapun yang kamu katakan aku akan percaya, Mel"
Dua gadis cantik itu akhirnya berbincang menceritakan banyak hal di atas tempat tidur Amel yang begitu empuk, bahkan seumur hidupnya Diana baru kali ini merasakannya.
Amel yang begitu tulus menerima keadaan Diana tentu di sambut baik oleh gadis itu, keduanya berjanji untuk tidak ada yang di rahasiakan di kemudian hari.
"Aku pamit ya" ucap Diana bangun dari posisi rebahan nya.
"Masih siang, Dee"
Diana menggelengkan kepalanya sambil menunjuk kearah jam dinding yang menggantung di atas TV.
"Ibu pasti udah pulang, kasihan kalau nunggu aku yang gak ada kabar" jelasnya lagi.
"Baiklah," Jawab Amel sembari mengangguk paham.
keduanya langsung turun lagi kelantai bawah, Diana terus menolak saat Amel menawarkan supir untuk mengantarnya pulang.
"Jauh loh, Dee"
"Gak apa-apa, yang penting jalan masih rame jadi gak berasa jauh" tolaknya lagi, bukan Diana namanya jika ia mudah untuk di bujuk.
"Ya sudah, Hati-hati dijalan ya" pesan Amel sambil mengurai pelukannya.
"Sampai ketemu besok"
Diana pulang dengan cara berjalan kaki, sulitnya mendapat angkutan umum ke arah rumahnya membuat ia harus rela menyusuri trotoar menuju pertigaan lampu merah.
Tiiiin....
Mendengar bunyi klakson tepat di sisinya tentu itu membuat Diana terlonjak kaget sampai harus mengusap dadanya sendiri yang masih berbalut seragam sekolah.
"Kamu?!" seru Diana saat pria di atas motor besar itu membuka helm.
"Apa?" tanyanya dengan raut wajah datar namun, tatapannya begitu intens.
"Kamu ngapain? pasti ngikutin aku, 'Kan?" tuduh Diana dengan memicingkan kedua matanya.
"Enak aja! lo pikir gue kurang kerjaan!" selaknya tak terima.
"Tapi ini buktinya kamu ada dibelakang ku, apa namanya kalau kamu gak ngikutin aku, coba?" balas Diana dengan berdecak pinggang, ia berani melawan Adam sebab ini bukan Area sekolah dan tentunya karna banyak orang di sekitar mereka juga.
"Bukan gue yang ngikutin lo!"
"Terus siapa?" cibir Diana mencebikkan bibirnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
MOTOR gue!!!!
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Timpuk Boleh?
Lo kira itu motor karpet ajaib yang bisa terbang sendiri 🤣
Like komennya yuk ramaikan
Makasih yang udah mau mampir, sehat selalu ya buat kalian disana 😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 161 Episodes
Comments
Rhmad Flash
tulisannya bgs Angga acak2an.jd bacanya enak
2024-03-15
0
Ragil Saputri
ampuuun deh tu anak, ngapain jga ngikutin Diana....dasar kang gombal......gimana othornya ya..maaf TEH" 🙏 .....terTHE BEST dah Teteh mah👍🥰
2023-07-27
0
Nurhayati Nia
ampyunnn dah ni mafia kurang krjaan banget yas
2023-03-04
0