🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
"Jujur aja kalo lo lagi mikirin gue, biar gue gak malu mikirin lo sendirian!" ucap Adam setelah membersihkan sisa darah pada luka di lutut Diana.
Gadis itu masih meringis kesakitan. Namun, ia langsung terdiam saat melihat Adam memperhatikan kedua bagian kakinya bagai tak berkedip.
"Ada apa? apa ada luka lain." tanya Diana.
"Kaki lo mulus dan jenjang, gue suka"
Adam bangun dari jongkoknya lalu duduk tepat di sisi Diana, gadis itu langsung menggeser duduknya membuat Adam sedikit kesal.
"Kenapa sih?!" sentaknya dengan sorot mata tajam.
Tak ada jawaban dari Diana membuat Adam mengubah posisi duduknya menjadi menghadap gadis itu.
"Gak kenapa-kenapa" jawab Diana gugup.
"Kamu mau ngapain disini? gak pulang" tanya Diana.
"Motor kamu mana?" tambahnya lagi saat dirasa Adam belum menjawab semua pertanyaannya.
Adam sama sekali tak berniat untuk menjawab, ia hanya diam memperhatikan wajah Diana begitu lekat hingga rasanya enggan berpaling.
Cantik.. mubazir banget gak sih kalo gak di pacarin!
"Dam, hey... kamu kenapa?"
"Lo tau nama gue?" Pria tampan itu justru balik bertanya.
Diana hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Ah, cowok ganteng kaya gue gak mungkin gak ada yang tahu" ucapnya dengan bangga sampai membuat Diana membulatkan kedua matanya.
Diana yang sedikit lebih baik, akhirnya bangun dari duduk ia maju beberapa langkah sampai ke sisi jalan.
"Lo mau kemana?"
"Mau pulanglah, kenapa?" sahut Diana.
Belum sempat menunggu jawaban dari Adam, Diana sudah menghentikan satu angkutan umum berwarna merah, dan kini mobil tersebut sudah berhenti tepat di depannya.
"Aku duluan ya" pamit Diana.
"Eh, tunggu! itu udah banyak banget orangnya di dalem" cegah Adam sambil mencekal pergelengan tangan Diana.
"Gak apa-apa, nanti susah buat dapet lagi, aku pulang duluan ya"
Adam menggelengkan kepalanya kemudian mendekat kearah pintu angkutan umum yang masih berhenti mrnunggu Diana naik.
" Heh, lo semua turun!" titah Adam tak main main.
"Apa-apaan sih, seenaknya nyuruh orang turun?' jawab salah satu diantara para penumpang.
"Cewek gue mau naik, jadi lo semua harus turun!"
"Loh, situ jangan macem macem ya tiba-tiba suruh penumpang saya turun" kata si supir yang ikut kesal, tak ada hujan dan angin rejekinya malah di minta untuk kabur oleh bocah yang masih berseragam sekolah itu.
"Nih, gue mau lo kosingin angkot lo ini!" ucap Adam sambil melempar beberpa uang pada si supir.
"Hah! ini serius?"
"Iya, cepetan! udah mendung nih"
Sang supir yang tersenyum senang karna mendapat rejeki nomplok langsung meminta para penumpang yang berjumlah tujuh orang itu segera turun, ia tak perduli saat semuanya mengomel padanya.
"Sudah kosong, silahkan masuk"
Adam meminta Diana yang masih diam tertegun itu untuk lebih dulu naik kedalam angkot lewat kode sorot matanya.
"Cepet, nanti keburu hujan"
Diana yang sadar jika langit memang sudah mendung pun segera masuk tanpa banyak bertanya lagi, ia yang duduk di bagian paling pojok hanya diam memeluk tasanya sendiri.
"Kamu kenapa ikut naik juga?" tanya Diana memecah keheningan selama perjalanan pulang.
"Kan gue yang bayar, masa iya gue gak naek. Terus gue pulang gimana, jalan kaki?" ucap Adam dengan sedikit meninggikan nada suaranya.
Diana langsung menunduk kan wajahnya karna ia malu sendiri dengan pertanyaan konyolnya tadi yang pati sudah menyinggung perasaan Adam.
"Iya, tapi kamu gak harus sewa angkot ini, Dam"
.
.
.
.
.
.
Gue cuma mau mastiin gada satu orangpun yang berani bersentuhan sama lo...
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Micin... eh salah Bucin 🤣🤣
like komennya yuk ramaikan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 161 Episodes
Comments
Ragil Saputri
Lum jga ditembak Dam dh BUCIN duluan aja
2023-07-27
0
Fitri Dewi
cocok banget besanan ama reza nih si jajah dede😂😂
2023-07-13
0
Nurjannah Rajja
Aku tuh ya lagi bayangin othor senyum sendiri, guling guling sendiri hahaha.
2023-06-07
0