🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
"Lo bisa gak sih! gak usah ilang dan bikin gue panik?" oceh Adam yang berjongkok didepan Diana.
Sikap Adam yang berubah-ubah tentu membuat Diana kadang bingung dengan pemuda yang kini berada di hadapannya itu.
"Lo dari mana?" Adam mengulang pertanyaannya.
"Aku sama Amel habis dari toko ponsel di dekat halte" jawab Diana pelan.
"Ngapain kesana?" tanya Adam lagi sambil mengernyitkan dahinya.
"Aku beli ini" Diana mengeluarkan benda kecil berbentuk segi empat berwarna merah dari saku baju seragamnya.
"Dam, kamu kenapa?"
Lamunan pemuda sembilan belas tahun itu buyar seketika, ia yang tadi fokus melihat gundukan daging kenyal milik Diana yang begitu menantang harus sadar saat Diana mengguncang pelan bahunya.
"Apa! lo beli apa tadi?"
Diana yang kesal juga jengkel menyodorkan benda tersebut kearah Adam, ia menerimanya dengan tatapan bingung.
"SIMcard? buat apa." tanya Adam.
"Katanya gak punya ponsel?" tambahnya lagi yang semakin di buat penasaran.
"Aku pinjam ponsel dari seseorang, aku akan mengganti nomernya dengan nomer yang baru ini" jelas Diana menundukkan pandangannya.
Gue kira dia kesana mau jual ponsel dari gue!
"Kenapa harus ganti?"
Diana tak menjawab, ia bingung harus beralasan apa pada Adam yang tak tahu apa-apa menurutnya.
"Nih" Adam mengembalikan benda tersembut pada Diana tapi tidak secara utuh, karna Adam hanya memberikan SIMcard nya saja.
"kertasnya balikin, Dam" pinta Diana. karna disanalah nomer nya tertera.
"Ini? buat gue deh, lumayan buat ngelap kotoran burung di jok motor gue" Adam pergi begitu saja meninggalkan Diana yang masih duduk kebingungan.
"Jahat banget, itu aja aku dibeliin Amel" rutuknya kesal namun tak sadar jika semua itu adalah sebagian dari kardus adam.
#Modus.
******
Seluruh jam pelajaran kini telah selesai, semua siswa dan siswi berhamburan keluar kelas dengan satu tujuan yang sama yaitu parkiran motor atau mobil lalu berlanjut keluar menuju gerbang sekolah.
Begitu pun dengan Diana, gadis itu akan berjalan lebih jauh ke halte sebelum naik angkutan umum. Namun, hari ini terasa aneh baginya, Ia bahkan berkali-kali reflek menoleh kearah belakang seperti mencari sesuatu.
Adam.
Ya, dia mencari sosok pemuda tampan yang bagai bunglon karna sering berubah sikap diwaktu yang bersamaan, tapi Diana lebih suka prilaku Adam jika mereka sedang berdua saja termasuk saat di hotel tempo hari lalu, Adam memperlakukannya dengan begitu sangat manis, bahkan ia tak melepas genggamannya sama sekali, belum lagi deru nafasnya yang hangat dan wangi selalu menyapu wajah, leher dan tengkuknya.
"Tumben gak ikutin aku ya?" gumam Diana tertunduk lesu.
Lima menit menunggu, akhirnya mobil angkutan berwarna merah itu pun berhenti di hadapannya. Diana langsung bangkit kemudian masuk kedalam kendaraan yang akan membawanya pulang itu.
Angkutan yang nampak kosong karna hanya ada ia dan pak supir membuat Diana melamun karna bosan, belum lagi ada perbaikan jalan yang akhirnya menghambat perjalanan.
Namun, ia tersentak kaget saat dering ponselnya berbunyi dari dalam tas, awalnya ia kebingungan dengan suara tersebut karna belum terbiasa dengan adanya ponsel malah gadis itu cenderung lupa jika ia sudah memilikinya.
"Hallo" sapa Diana pelan.
"Iya, Hallo apa benar ini dengan Diana?" tanya seseorang di sebrang sana yang langsung membuat hati Diana seakan menciut.
"Iya, saya sendiri, ada perlu apa ya?" tanya Diana panik.
.
.
.
.
.
"Saya ingin mendaftar jadi PACAR anda, apa bisa di Terima hari ini juga?"
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Lu mafia apa tukang paket 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ngakak anjirr..
Like komennya yuk ramaikan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 161 Episodes
Comments
Ragil Saputri
mafia lagi jatuh cinta TEH
2023-07-27
0
Hediana Br Hutagalung
ini mafia romantis namanya,sama kayak sigajah,makanya cocok jd besan
2023-07-20
0
Susan Handayani
Ed dah y s Adam ngajakin pacaran sih lewat hp g romantis lo ngomong ja s langsung pa susahnya 🤪🤪🤪
2022-12-25
0