______________________________________________
[Alkemis aparatice]
Rank : Rare (grow)
Tipe : Talent
Keterangan :Talenta yang diberikan oleh dewa pengetahuan. Pemilik talenta akan memiliki pengetahuan yang luas tentang alkimia. Semakin banyak pengetahuan yang didapatkan maka berkembang talenta yang dimiliki.
______________________________________________
“Alkemis, kah?. Talent biasa yang didapatkan oleh sebagian besar pemain dari kubu Netral.”
Athena merasa tidak ada yang istimewa dari talenta yang dia dapat dari skill books.
“Tapi dijelaskan pada situs resmi jika alkemis memiliki kemampuan untuk mengupgrade Skill aprisal normal menjadi Botanis aprisal. Mari kita coba.”
Saat Athena melihat ke sekeliling dia merasakan ada beberapa perbedaan. Dibandingkan dengan kemampuan penilaian biasa yang membutuhkan waktu beberapa detik saat menatap sebuah objek, aprisal yang dia miliki setelah mendapat talenta [Alkemis] menjadi aktif lebih cepat, ditambah data yang ditampilkan pun menjadi lebih terperinci.
______________________________________________
[Pins bark]
Rank : Comon
Keterangan : Kulit kayu pohon Pins mengandung bau yang begitu khas, dapat digunakan sebagai bahan pembuatan parfum aroma terapi.
______________________________________________
“Hemmm…. Tidak buruk, dengan ini aku akan lebih mudah menemukan berbagai tanaman herbal di hutan.”
Setelah beberapa saat melakukan looring di sekitar, Athena mendapati kereta kayu yang ditarik para semut telah penuh oleh berbagai jenis herbal.
Karena tidak ada tempat di kereta yang tersisa akhirnya komandan pasukan itu pun menceritakan pasukannya untuk segera kembali ke sarang.
***
Matahari telah sampai di ufuk barat, langit sore pun menyala merah keemasan menandakan jika hari akan segera berganti malam.
Rombongan semut tiba di sarang mereka dengan belasan gerobak kayu yang dibuat dengan sangat buruk dan sebagian besar semut itu sendiri membawa kotak kayu dengan beragam hal dipunggung mereka.
Melihat kepulangan rombongan yang dipimpin oleh Athena membuat semut penjaga yang mengawasi sarang dibuat begitu takjub.
Seratus semut yang baru menetas pagi tadi telah kembali dengan perubahan signifikan, mereka bagaikan prajurit semut yang telah hidup lebih lama dari semut lain yang berada di dalam koloni.
Kekuatan dan pengalaman yang semut-semut baru itu dapat tentu semua berkat pelatihan keras dari pemimpin mereka.
***
“Kau melakukannya, kau benar-benar melakukannya.”
Di dalam ruangan penetasan, ratu semut terlihat begitu bersemangat setelah menyaksikan sendiri perubahan pada seratus semut yang dia berikan pada Athena.
“Walaupun ada beberapa yang tidak selamat, tapi jujur itu lebih baik dari yang slama ini aku lakukan.” Ratu semut memberikan pujian pada perdana menteri koloni semut, Athena.
“Kau bahkan mengalahkan sniky snake yang sering memburu para semut saat mereka akan pulang.” Tambah semut raksasa itu sambil mengunyah potongan daging ular.
Dia terlihat sangat menikmati daging dari makhluk yang sering memangsa anak-anaknya.
Tapi Magenta tiba-tiba berhenti menikmati daging itu ketika menyadari jika temannya hanya diam menatung.
“Thena, apa ada yang salah?.”
Mendapati teguran dari ratu semut membuat Athena tersadar dari lamunannya.
“Ah!, Tidak bukan apa-apa…. Hanya saja menang setiap prajurit semut yang aku bawa telah kembali dengan level mereka yang naik pesat. Tapi masalahnya tidak ada satupun diantara mereka yang berevolusi.”
Athena kembali teringat dengan semut-semut yang telah dia didik seharian ini. Kebanyakan dari mereka sudah mencapai level maksimum yaitu level 10 setelah itu tidak dapat dinaikkan lagi sebanyak apapun mereka berburu.
“Bahkan saat aku memberikan beberapa tetes Nektar pun tidak berpengaruh…” ucap tanam Mandragora itu.
“Apa!. Kau memberikan Nektar pada mereka?.” Magenta terlihat terkejut setelah mendengar jika Athena memberikan cairan emas yang hanya dia yang dapat memproduksinya pada para semut.
“Ya, aku memberikan Nektar untuk memberikan motifasi sehingga mereka mau berusaha keras untuk mendapatkan satu tetes Nektar. Terlebih Nektar juga dapat memulihkan para semut yang terluka. Jika tidak menggunakan Nektar mungkin pasukan semut yang kembali tidak akan sebanyak ini.”
Mendengar penjelasan Athena membuat ratu semut meras iri pada anak-anaknya sendiri. Dia meminta Athena untuk membawanya bersama lain kali tapi Mandragora itu menolak.
“Jika kau ikut nanti setiap monster kuat yang berada di hutan akan memburu kita karena tubuh besarmu itu akan menjadi sasaran empuk.” ucapnya memberi alasan. Ratu tentu tidak merasa senang dengan alasan itu, tapi memang benar selain menetaskan telur dirinya sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk bertarung.
“Jadi kau mengaggap ku sebagai beban.” ratu semut berkata dengan nada yang begitu menyedihkan.
“Haaahhh… bukan seperti itu. Hanya saja jika kau terbunuh nanti siapa yang akan memimpin koloni ini?.”
Athena kemudian memberikan cangkir yang terbuat dari kayu berisikan Nektar pada Ratu. Setelah mendapat Nektar ratu semut kembali merasa baikan.
“Ya aku akan ikut denganmu lain kali.” tapi semut itu masih bersikeras akan ikut dengan Athena.
“Haaaahhh… terserah kau saja, tapi terlebih dahulu kau harus berevolusi dengan bentuk yang lebih baik.” Artemis pun hanya bisa menyerah pada temannya yang begitu keras kepala.
“Bentuk evolusi yang lebih baik?, Maksudmu seperti naga?.”
Athena hanya terdiam mendengar ide dari ratu semut yang ingin menjadi naga.
“Apa yang salah?. Bukankah naga itu memang makhluk terkuat yang artinya dia memiliki bentuk terbaik dari yang ada bukan?.”
“Yap, aku tahu jika naga memang selalu digambarkan menjadi monster terbaik di kebanyakan cerita fantasi, tapi masalahnya apa kau memang bisa berubah menjadi seperti para kadal itu?.”
Mendengar pertanyaan Athena membuat Magenta terdiam sambil menutup matanya, dia terlihat sedang mengingat sesuatu di dalam otaknya.
“Hemmm….. Yap itu ada di cabang evolusi semut. Contohnya Dragontooth, Earth dragon, Antdragon, DDD (Deep Darknes Dragon)…”
Athena tercengang mendengar begitu banyak nama-nama naga yang disebutkan oleh Magetan.
“Serius!, Para semut bisa berevolusi menjadi naga, darimana kau tahu itu?.”
“Entah, semua informasi tentang evolusi dari para semut telah ada di dalam ingatanku walaupun aku tidak tahu kenapa.”
Keduanya terdiam untuk beberapa saat. Athena berusaha untuk menenangkan diri sementara Megenta yang merasa senang karena bisa menjadi naga melanjutkan minum Nektar di cangkirnya seperti seorang ratu.
“Oh benar. Sejak kau menjadi anak buahku, aku juga bisa melihat cabang evolusi yang kau miliki.” perkataan magenta tidak lagi dapat membuat Athena terkejut, karena Mandragora itu merasa jika game yang tengah dia mainkan terlalu absurd.
“Oh benarkah?, Jadi aku bisa menjadi apa dengan evolusi?.”
“Hemmm…. Ada dua pilihan, kau bisa menjadi dewa.”
“Dewa, huh. Terdengar seperti cerita kultivator super nggak jelas. Lalu yang lainnya?.”
Magenta tidak menjawab untuk beberapa saat hingga akhirnya di berkata…
“Itu hanya sebuah bencana.”
“……heh?.”
Hanya reaksi kebingungan yang ditunjukkan oleh Athena.
***
Kembali ke masalah awal. Magenta mengatakan pada Athena jika untuk melakukan evolusi pada semut tentara dibutuhkan tempat khusus, tempat yang membuat semua semut berevolusi setelah level mereka mencapai batas maksimum.
“Terdengar seperti arena pelatihan pada CoW versi mobile.” ucap Athena yang teringat pada salah satu fitur game yang memungkinkan pemain dapat melatih tentara dengan level lebih tinggi sesuai dengan level arena pelatihan.
“Jadi kenapa kau tidak membuatnya?.” tanya Mandragora.
Mendapati pertanyaan itu Magenta menjawab dengan begitu sederhana.
“Sumberdaya yang tersedia di sarang saat ini tidak mencukupi.”
Magenta kemudian memperlihatkan pada Athena sistem pengaturan sarang semut. Terlihat jika saat ini hanya ada beberapa fitur yang terbuka seperti ruangan penetasan dimana tempat keduanya berada saat ini, lalu ruangan penyimpanan untuk menyimpan cadangan makanan. Semua itu fitur yang belum terbuka adalah ruangan evolusi lalu kolam penyembuhan yang digunakan untuk menyembuhkan semut yang terluka parah bahkan yang meninggal pun dapat di hidupkan kembali.
“Kolam penyembuhan terlihat sangat berguna bukan?.” ucap Athena yang terus memperhatikan layar transparan di depannya.
“Ya itu adalah fitur yang benar-benar aku inginkan. Menaikkan level semut tentara akan begitu sulit jika tanpa komandan yang baik sepertimu, lalu jika semut itu mati maka seolah usaha untuk membesarkan mereka selama ini terasa sia-sia dan membuang waktu. Jika ada fitur kolam penyembuhan maka aku tidak akan takut lagi jika ada semut yang mati.” balas Magenta.
Kemampuan untuk menghidupkan tentara yang telah gugur, terlihat seperti titik Respawn bagi para player. Jelas Athena menyadari pentingnya fitur ini.
“Jikia sarang ini memiliki kolam penyembuhan Maja aku tidak akan khawatir akan kematian pasukan semut, dengan itu perburuan makhluk yang lebih kuat pun akan lebih mudah.”
Merasa tertarik Athena pun mencoba menghitung sumberdaya yang dibutuhkan untuk membangun fitur kolam penyembuhan, dan seperti yang dikatakan oleh Magenta jika saat ini sumberdaya yang mereka miliki belum cukup.
______________________________________________
[Revival pool]
Keterangan : Tempat untuk menyembuhkan dan mengembalikan prajurit dari kematian.
Sumberdaya yang diperlukan untuk membuka fitur :
(1) Food : 50.000/50.000 (Selesai)
(2) Wood : 50.000/50.000 (Selesai)
(3) Gold : 0/5.000 (Tidak cukup)
______________________________________________
“Hanya emas yang tersisa untuk membuka fitur ini.”
“Benar…. Tapi sayangnya aku tidak tahu bagaimana mendapatkan emas.” balas Magenta dengan suara yang terdengar seperti anak kecil yang menginginkan mainan untuk hadiah ulang tahun nya.
“Kau tidak memerintahkan para pasukan semut untuk mencarinya?.”
“Tentu aku melakukan itu, tapi banyak hal yang mengganggu seperti predator yang lebih kuat menghadang pencarian sumber emas, dan pengetahuan kami tentang cara menemukan emas itu sendiri benar-benar terbatas.”
Athena menyadari betul kesulitan yang dihadapi oleh teman semutnya itu keren dia sendiri tidak tahu cara untuk mendapatkan emas selain dari toko perhiasan.
“Apa mungkin kami disuruh untuk pergi ke kota untuk merampok toko perhiasan?, Tidak itu konyol. Sebelum masuk kota mungkinkah tentara akan membinasakan pasukan yang aku bawa.”
Kota yang dimaksud oleh Athena adalah kota awal tempat para pemain (normal) tiba setelah menyelesaikan pembuatan Avatar. Kota dengan peradaban abad pertengahan seperti cerita fantasi pada umumnya. Di sana banyak toko bahkan Bank, namun penjagaan di kota itu begitu ketat.
‘Tapi jika dipikir-pikir bukankah aku dapat menjual Nektar dengan beberapa keping emas melalui Toko menu.’
Menyadari salah satu fitur yang dia miliki, Athena kemudian mengecek harga Nektar untuk melihat berapa emas yang dapat dia dapatkan dengan Nektar yang saat ini dia miliki.
“Satu Nektar senilai 5 koin emas, jadi yang aku perlu lakukan hanyalah menjual 1.000 tetes untuk mendapatkan 5.000 emas yang dibutuhkan. Bukankah ini cukup mudah?.”
Setelah berburu bersama pasukannya Athena saat ini telah mencapai level 5, itu karena semua XP yang dia dapat dari berburu dibagikan secara merata pada setiap individu pasukan yang ikut membantu.
______________________________________________
[ATHENA]
Gelar : Duchess of Giant Ant Coloni
Ras : Mandragora LV 5 (67%)
Kubu : Nature
Power individu : 120
Total Power : 5.376
Hp : 150
MP : 50
Atk : 0
Agi : 0
Int : 20
Poin stat : 40
Skill point' : 1
Nektar : 11.000 /12.500
Skill :
Fotosintesis (LV 5)
Absorber (LV 2)
Death Scream (LV 3)
Leadership (LV 1)
______________________________________________
“Sebelas ribu Nektar yang saat ini aku miliki. Aku rasa menjual 1.000 tetes bukanlah sesuatu yang besar mengingat skill [Fotosintesis] ku saat ini dapat menghasilkan 25 Nektar per menit.”
Merasa yakin akan menjual Nektar milikinya, Athena pun segera membuka fitur penjualan.
Ding
[Apakah player ingin menjual 1.000 tetes Nektar untuk 5.000 gold?]
[YES/NO]
Pertanyaan yang tiba-tiba datang membuat Athena menjadi agak ragu. Sementara itu Magetan merasa agak aneh melihat kecambah itu hanya terdiam sambil terus bergumam tidak jelas.
Tapi beberapa detik berikutnya ruangan yang dipenuhi telur itu tiba-tiba bersinar terang membuat Megenta agak terkejut.
“Ap… apa yang sebenarnya terj.….”
Perkataan magenta terhenti saat cahaya yang mulai padam menyisakan setumpuk koin emas yang bercahaya dibawah kaki Athena.
“A….. athena apa baru saja kau buang air?.” ucap magenta yang mulai menjauhi kecambah itu.
Athena hanya menghela nafas panjang menanggapi lawakan garing dari temannya.
***
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Alreia
Artemis? tokoh cerita kak Orphmy di cerita lain kah
2022-10-09
1
✨✿[Oliv_¥]✿✨
Wkwkwk
Dikira Buang Air Tapi Air Nya Duit Wkwkwk
2021-08-27
6
Refielpansah Papanya Aurora
anti mainstream.... good job...
2021-08-26
0